NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Pernikahan Kilat / CEO / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kau pikir aku akan menyentuhmu? Aku lumpuh."

​Ucapan dingin Elzian Drystan di malam pertama mereka langsung dibalas senyum miring oleh istrinya.

​"Otot betis kencang, tidak ada atrofi, dan pupilmu melebar saat melihatku. Kau tidak lumpuh, Tuan. Kau hanya pembohong payah."

​Dalam detik itu, kedok Ziva Magdonia sebagai istri 'tumbal' runtuh. Dia adalah ahli bedah syaraf jenius yang mematikan. Rahasia Elzian terbongkar, dan kesepakatan pun dibuat: Elzian menghancurkan musuh yang mencoba membunuhnya, dan Ziva memastikan tidak ada racun medis yang bisa menyentuh suaminya.

​Namun, saat mantan kekasih Elzian datang menghina, Ziva tidak butuh bantuan.

​"Hidungmu miring dua mili, silikon dagumu kadaluarsa... mau kuperbaiki sekalian?"

​Bagi Ziva, membedah mental musuh jauh lebih mudah daripada membedah otak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Halo, Dokter Z.

​​Ban mobil mewah itu berdecit nyaring saat mengerem mendadak di lobi instalasi Gawat Darurat. Hujan badai masih mengguyur kota dengan ganas, tapi Ziva tidak peduli.

​Bahkan sebelum mobil berhenti sempurna, pintu penumpang sudah terbuka.

​"Raka, pastikan Elzian tidak kehujanan!" teriak Ziva pada pengawal di kursi depan, lalu tanpa ragu dia melompat turun. Kakinya mendarat di genangan air, menciprati celana jeans-nya, tapi dia langsung berlari kencang menerobos pintu kaca otomatis rumah sakit.

​Elzian menatap punggung istrinya yang menjauh dengan tatapan takjub. Wanita itu benar-benar gila kerja.

​"Turunkan aku," perintah Elzian pada Raka. "Siapkan kursi roda. Kita masuk."

​Raka tampak ragu. "Tapi Pak, ini rumah sakit umum. Banyak kuman dan..."

​"Cepat!" potong Elzian tajam.

​Beberapa menit kemudian, Elzian—didorong oleh Raka—memasuki lobi IGD yang kacau balau. Bau antiseptik dan darah langsung menyengat hidung. Suara tangisan keluarga pasien dan teriakan perawat bersahutan. Namun, di tengah kekacauan itu, Elzian melihat pemandangan yang menarik.

​Ziva sedang berjalan cepat di lorong utama.

​Dan suasananya berubah total.

​Para perawat yang tadinya berlarian panik, langsung berhenti dan menepi ke dinding saat melihat Ziva lewat. Mereka menundukkan kepala, memberi hormat dengan raut wajah penuh segan dan takut.

​"Dokter Z sudah datang!" bisik salah satu perawat.

​"Syukurlah, Dokter Z di sini. Pasien VIP itu mungkin selamat," sahut yang lain.

​Elzian menyipitkan mata. Istrinya yang di rumah terlihat santai dan suka melawan, kini berubah menjadi sosok otoriter yang mengerikan. Aura dominasinya begitu kuat hingga Elzian bisa merasakannya dari jarak sepuluh meter.

​Ziva berhenti di depan sebuah brankar yang dikelilingi tiga dokter senior yang terlihat pucat dan berkeringat dingin. Di atas brankar, seorang anak laki-laki terbaring tak sadarkan diri dengan kepala diperban tebal.

​"Bagaimana statusnya?" tanya Ziva tanpa basa-basi. Suaranya tidak keras, tapi membelah keributan IGD seketika.

​Salah satu dokter senior, pria beruban yang usianya jauh di atas Ziva, tergagap menjawab. "T-tekanan intrakranial meningkat drastis, Dok. Jantungnya melemah. Ini cucu Jenderal Wira. Kalau dia meninggal di meja operasi, karir kita semua tamat. Kami... kami tidak berani mengambil risiko membedah di area selaput otak yang..."

​"Minggir," potong Ziva dingin.

​Ziva menyambar hasil CT Scan yang dipegang dokter itu. Matanya memindai gambar hitam putih itu hanya dalam hitungan detik.

​"Hematoma epidural meluas menekan batang otak. Kalian berdebat soal risiko sementara otak anak ini sedang terjepit?" Ziva membanting hasil scan itu ke dada dokter senior tadi. "Siapkan bor. Kita buka tempurung kepalanya sekarang."

​"T-tapi Dok, Jenderal Wira belum tanda tangan persetujuan..."

​Ziva berbalik, menatap dokter itu dengan sorot mata membunuh. "Persetujuan bisa menyusul. Nyawa tidak bisa menunggu birokrasi. Kalau Jenderal itu marah, suruh dia tembak kepalaku. Sekarang bawa pasien ke OK 1! Dalam tiga menit dia harus sudah di meja, atau kalian semua kucabut izin prakteknya!"

​Para dokter dan perawat itu langsung bergerak secepat kilat, seolah dicambuk oleh perintah Ziva. Tidak ada yang berani membantah. Ziva Magdonia adalah hukum mutlak di ruangan itu.

​Elzian terdiam di sudut ruangan. Dia melihat sisi lain Ziva yang bersinar terang. Wanita itu bukan sekadar 'barang jaminan hutang'. Dia adalah ratu di medannya sendiri.

​Tak lama, Ziva menghilang di balik pintu ganda ruang operasi. Lampu indikator di atas pintu berubah merah. Tanda operasi dimulai.

​"Pak, sebaiknya kita pulang. Bapak tidak boleh terlalu lelah," bisik Raka.

​Elzian menggeleng. Dia mengarahkan kursi rodanya ke ruang tunggu VIP yang kosong. "Kita tunggu di sini."

​Empat jam berlalu.

​Hujan di luar sudah reda, berganti gerimis pelan. Elzian masih duduk di sana, ditemani segelas kopi dingin yang tidak disentuhnya. Dari posisinya, dia bisa mendengar bisik-bisik para perawat jaga di meja resepsionis.

​"Gila ya, Dokter Z itu tangannya terbuat dari apa sih? Pendarahan sehebat itu bisa dihentikan tanpa merusak jaringan saraf sekitarnya."

​"Namanya juga 'The God's Hand', Sus. Dulu direktur RS saja memohon-mohon supaya Dokter Z mau kerja di sini. Gajinya konon lebih besar dari gabungan gaji tiga spesialis."

​"Tapi galaknya itu lho... ampun deh. Suaminya pasti menderita punya istri sedingin itu."

​Elzian tersenyum miring mendengar gosip itu. Menderita? Tidak juga. Justru semakin menarik.

​Tiba-tiba, lampu indikator di atas pintu ruang operasi padam.

​Pintu terbuka. Ziva melangkah keluar.

​Penampilannya jauh dari kata rapi. Baju scrubs hijaunya memiliki bercak darah segar di bagian dada. 

Masker medisnya menggantung di leher. Wajah cantiknya terlihat pucat dan lelah, ada lingkaran hitam samar di bawah matanya. Namun, matanya bersinar puas.

Kilat kemenangan dari seseorang yang baru saja merebut nyawa dari tangan malaikat maut.

​Keluarga Jenderal yang menunggu di lorong langsung menyerbu Ziva.

​"Bagaimana cucu saya, Dok?" tanya sang Jenderal dengan suara bergetar.

​Ziva melepas sarung tangan karetnya yang penuh darah, melemparnya ke tempat sampah medis. "Dia hidup. Masa kritis sudah lewat. Besok pagi dia akan sadar dan minta es krim."

​Sang Jenderal langsung menangis, menyalami tangan Ziva berkali-kali. "Terima kasih, Dokter! Terima kasih! Apapun yang Dokter minta, akan saya kabulkan!"

​"Saya cuma minta Bapak minggir, saya mau lewat. Saya ngantuk," jawab Ziva datar, lalu berjalan pergi meninggalkan sang Jenderal yang melongo.

​Ziva berjalan sambil memijat tengkuknya yang pegal. Dia berbelok ke ruang tunggu VIP untuk mengambil tasnya, mengira Elzian sudah pulang sejak tadi.

​Langkah Ziva terhenti mendadak.

​Di sana, di bawah sorot lampu ruang tunggu yang temaram, Elzian masih duduk di kursi rodanya. Pria itu menatapnya lurus, tidak berkedip.

​Ziva mengerjap, kaget. Tangannya refleks menyentuh rambutnya yang berantakan karena topi operasi.

​"Kau... belum pulang?" tanya Ziva heran.

​Elzian menjalankan kursi rodanya mendekat perlahan. Dia berhenti tepat di depan Ziva, mendongak menatap bercak darah di baju istrinya, lalu beralih ke wajah lelah wanita itu.

​Ada rasa hormat yang tulus di mata hitam Elzian. Sesuatu yang belum pernah Ziva lihat sebelumnya.

​"Ternyata kau lebih jago membedah orang daripada membedah dompet suami," ucap Elzian pelan, bibirnya melengkung membentuk senyum tipis yang menawan. "Halo, Dokter Z."

1
reza indrayana
lama g baca lagi karena kesibukan...


Keren & Mantaapp Zifa... 🥰🥰👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘
Nana Niez
suka aq kl FL tangguh gini,, seru
say't
perfect thor ☕️
say't
mana rita n the genk paman2x el mksdq 🤣
say't
nah skrng nunggu ratih rusdi herman n satunya tuk balas dendam nih cz adrian n siena sdh dihempaskn 🤣
say't
wow berdua takutnya mereka brbuat asusila di gudang tuh biar saling menghangatkn 🤣✌️
say't
hrsnya sm ratih biar sekalian tuh 🤣 seru kali ye nyayat2 tubuh org dlm keadaan hidup tp g impas dngn penderitaan yg dialami sm zian n ziva
say't
like mother like a son otakx pd ditaruh didengkul y..kalo aq jd zian n ziva aq sayat2 kulitx aq potong2 kecil2 dagingx scr hidup² trakhir aq kasihkan ke hewan liar deh 🤣 krng kejam kykx
say't
aq kalo jd ziva n zain aq suntik mati n mayatx dimakan singa hidup2 tanpa brbekas 🤣
say't
la dia mau uji nyali lagi pdhl ziva lbh kaya dr ratih lo itupn hasil keringat sndiri..awas lo ratih balasan lbh kejam drpd ulahmu..org bodoh kyk loe pst kalah..otak kok ditaruh didengkul jd ingin tau ending loe kyk pa ratih mati bunuh diri or dibakar org hidup2
say't
nah kan dan terjadi lagi ,emang deh ni 2 org sukax bikin pembacax darah tinggi n meso2 kok 🤣
say't
kemana pengawal zian y 🤣 aq jd zian aq bunuh para preman ni cz sdh liat dia brjalan 🤣 kan cctv rusak
say't
heran kenapa zian g ngelaporin ibu tirix y pdhl sdh bnyk bukti n saksi lo 🤣 itu paman2x jg kok g ngelaporin jg y
say't
kenapa zian g memeriksa keuangan perusahaanx y. y barang kali aja para orgil ni melakukan penyelewangan dana perusahaqn 🤣
say't
zian tegas tp g tegas sm ibu tirinya 🤣 tolol or dungu y ni critanya
say't
awas lo El trisno soko jalaran nggelibet lo bisa2 loe bucin akut 😭
say't
kenapa di cerita2 seoramg jalang yg profesional benget tuh sll berprofesi model y 🤣
say't
inilah jdnya kalo dikasih makan uang haram anak ceweknya jd seorang jalang yg profesional 🤣
Intania Naj_Va
KEREN BANGET 👏👏👏👍👍
Fera Nuraini
hahaha ada apa tadi el😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!