NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Teen Angst / Teen School/College / Persahabatan / Romansa
Popularitas:137.5k
Nilai: 5
Nama Author: Almeta Lavina Aurelia

Tisana dikenal sebagai seorang gadis yang baik dan ramah tapi ada suatu kejadian yang membuat Tisana sebagai gadis yang dingin, semenjak Tisana berubah menjadi seorang gadis yang dingin dia menjadi dingin sama orang tuanya dan semenjak itu dia tidak bergaul sama siapa pun dan teman-temannya juga menjauhi Tisana.

Tio dikenal sebagai laki - laki yang nakal walaupun Tio anak yang nakal, dia seorang laki-laki yang suka menolong dan baik, walaupun dia punya sifat suka menolong dan baik di satu sisi dia seorang laki-laki pemarah dan nakal

Tapi bagaimana kalau mereka berdua di pertemukan...?
Apa mereka saling membenci satu sama lain...? atau
mereka saling jatuh cinta satu sama lain...?
Maka dari itu kalian saksikan kisah mereka berdua hanya di Novel Kisah Cinta Si Gadis Dingin dan support author ya biar author semangat updatenya, favorit, like dan votenya, terima kasih~

Karya ini diterbitkan atas izin MangaToon Almeta Lavina Aurelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, dan tidak mewakili MangaToon tersendiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Almeta Lavina Aurelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(34) Fauzal Kembali ke Jakarta

(34) Fauzal kembali ke Jakarta.

Setelah mereka dimarahin Yasmin karena menertawakan Yasmin yang mudah latah, Yasmin tidak benaran mengasih nilai merah ke murid yang ia ajar tersebut.

Sedangkan keberadaan Fauzal, saudara kandungnya Tisana yang sudah sampai di bandara Soekarno-Hatta dan setelah ia sampai, ia langsung pergi menggunakan mobil untuk pulang ke rumahnya dan bertemu dengan orang tuanya.

Setelah sampai di rumah orang tuanya, ia mengucap salam dan salim kepada Lia.

"Assalamu'alaikum." ucap Fauzal yang mengucapkan salam.

"Wa'alaikumussalam." sahut Lia yang membalas salam dari Fauzal.

"Fauzal pulang ma." ucap Fauzal.

"Itu kamu..?, Fauzal..?!!." ucap Lia.

"Iya, ini Fauzal, anak mama." gumam Fauzal.

Lia membukakan pintu rumah untuk memeluk Fauzal, anak kandungnya yang sudah lama tidak bertemu dikarenakan ia harus kuliah di luar negeri yang nama kuliahnya adalah University of Stanford atau yang biasa dikenal Universitas Stanford yang terletak di negara California, Amerika Serikat.

"Mama kangen banget sama kamu, Fauzal." ucap Lia yang sembari memeluk Fauzal.

"Fauzal juga kangen sama mama." ucap Fauzal yang kangen sama Lia.

"Yaudah kalau begitu, kamu masuk dulu dan ceritakan ke mama, bagaimana rasanya kamu kuliah di Amerika Serikat..?!!." ucap Lia.

"Baik mama." ucap Fauzal.

Sedangkan keadaan Tisana dan Tio yang sedang istirahat bersama di kantin.

"Mbok, Tio beli soto ayam 1,Tisana kamu mau soto ayam..?!!." tanya Tio.

"Tidak." jawab Tisana.

"Yaudah kalau begitu, mbok." ucap Tio yang memanggil ibu kantin.

"Iya nak Tio, mau beli apa?." tanya Mbok kantin.

"Seperti biasa mbok, soto ayam 1." jawab Tio.

"Siap, nak Tio tunggu sebentar, mbok mau bikinin dulu soto ayamnya..!!." gumam Mbok kantin.

"Tenang saja mbok, Tio bakal nunggu makanan buatan mbok yang paling enak di kantin ini." ucap Tio yang memuji Mbok kantin.

"Hehehe! kamu bisa aja nak Tio." ucap Mbok kantin sembari senyum kecil.

"Tetapi kenyataannya masakan mbok itu enak banget." ucap Tio.

"Hehehe! makasih nak Tio sudah suka sama masakan mbok." ucap Mbok kantin.

"Iya, sama-sama." ucap Tio.

Tisana terus memikirkan Fauzal, saudara kandungnya yang akan pulang ke Jakarta dan yang paling ia takutkan adalah dirinya diperlakukan oleh Fauzal dengan kekerasan.

"Bagaimana ini kalau beneran bang Fauzal kembali ke Jakarta..? aku sama sekali tidak mau dia kembali kesini, aku tidak mau mengulang ketraumaan aku semasa dulu, aku harus memastikannya, apa aku telepon mama saja untuk memastikan bang Fauzal pulang ke Jakarta atau tidak..?!, yaudahlah aku telepon mama saja." ucap Tisana dalam hatinya.

Dreeet... dreeet

"Mama, siapa yang menelepon..?." tanya Fauzal.

"Sebentar mama lihat dahulu handphone mama, eh." jawab Lia.

"Siapa yang menelepon mama?." tanya Fauzal.

"Tisana dan tumben banget dia menelepon mama." jawab Lia.

"Oh, mama kabar Tisana dan Tiana bagaimana selama aku di luar negeri..?." tanya Fauzal.

"Alhamdulillah, keadaan mereka baik." jawab Lia.

"Alhamdulillah." ucap Fauzal.

Fauzal berucap dalam hatinya yang berkata.

"Tisana akan gua buat sengsara dan gua akan menyiksa Tisana sampai membuat ia semakin trauma sama kehidupannya atau mungkin, gua akan membuat dia putus asa dan akhirnya dia bunuh diri seperti perbuatan dia waktu dulu yang membuat teman gua bunuh diri dikarenakan dirinya."

Keadaan Tisana yang terus menelepon Lia.

"Kenapa tidak diangkat telepon aku sama mama..? aku akan coba lagi untuk menelepon mama." ucap Tisana.

Tisana mencoba kembali untuk menelepon Lia dan akan tetapi teleponnya diangkat oleh Fauzal.

"Assalamu'alaikum Tisana." ucap salam Fauzal.

"Wa'alaikumssalam." salam balik Tisana.

"Apa lu mengenal suara gua..?." tanya Fauzal.

"Sial, aku baru sadar kalau ini bukan suara mama dan sepertinya suara ini pernah aku dengar sebelumnya, apa suara ini bang Fauzal..? sumpah, sepertinya tebakan aku benar kalau suara yang angkat telepon itu adalah bang Fauzal." ucap Tisana dalam hatinya.

"Tisana, jawab, ini suara siapa..?." tanya Fauzal.

"Ini suara b-bang F-f-fau-u-za-a-l." jawab Tisana yang sembari ketakutan.

"Iya, kamu benar, ini suara bang Fauzal, Tisana, bagaimana kabar kamu..?." tanya Fauzal.

Tisana langsung mematikan teleponnya dan wajah Tisana langsung pucat ketika mendengar suara Fauzal yang ada ditelepon tersebut.

Dan Tio sangat mengkhawatirkan Tisana karena wajah Tisana sangat pucat seperti orang yang sedang sakit.

"Sana, apa kamu sakit?" tanya Tio yang khawatir sama Tisana.

"Aku tidak sakit" jawab Tisana.

"Kenapa wajah kamu sangat pucat kalau kamu sedang tidak sakit?" tanya Tio.

Tisana mendiamkan ucapan Tio sembari ia pergi ke kelas dan dirinya memutuskan untuk menyendiri terlebih dahulu agar dirinya bisa tenang.

Setelah sampai di kelas untuk dirinya bisa menenangkan diri dia dengan menyendiri di kelas.

"Pokoknya aku harus bisa menenangkan diri aku, aku dari kecil sudah terbiasa yang namanya dikerasin dan bahkan pada saat itu aku sangat suka suasana gelap dan menyendiri, yang membuat aku heran kenapa hidup aku harus begini..? aku sama sekali tidak mau hidup aku seperti ini, aku muak oleh hidup aku sendiri, aku membenci hidup yang aku jalani walaupun hidup ini sudah takdirku, aku membenci takdirku ya Allah, aku tidak kuat untuk menjalani hidup ini dan setiap hari pikiranku terbesit untuk aku melakukan bunuh diri tetapi aku tahu kalau bunuh diri itu dosa besar dan aku percaya kalau orang yang disekitar ku mencintai dan menyayangiku karena aku memikirkan semua itu, aku memutuskan untuk lebih kuat walaupun sebenarnya aku sudah hampir menyerah, aku benar-benar capek menjalani hidup seperti ini, aku capek, aku benci hidup ini, aku ingin hidup bahagia tanpa adanya masalah dalam hidupku." ucap Tisana yang sembari menangis.

Keadaan Tio yang masih berada di kantin untuk membeli makanan. Setelah makanannya sudah selesai dimasak, ia langsung membayar makanannya dan menuju ke kelas untuk melihat kondisi Tisana.

"Sana, aku khawatir banget sama kamu, aku takut kamu kenapa-kenapa..!!!." ucap Tio yang sedang menuju ke kelas.

Setelah Tio sampai ke kelas, ia melihat Tisana sedang meneteskan air matanya dan ia tidak sengaja mendengar ucapan Tisana yang sedang berusaha menenangkan dirinya.

"Aku membenci hidup ini, apa aku bunuh diri saja supaya aku tidak hidup menderita seperti ini? tetapi aku mau membuat orangtuaku bangga atas kesuksesanku dan akan tetapi sayangnya hidupku ini sama sekali tidak mendukung."

Tio yang mendengar ucapan Tisana tersebut, ia langsung berjalan menuju Tisana dan dirinya berusaha untuk menenangkan Tisana setelah ia mendengar ucapannya.

"Sana ku, berhentilah menangis dan berhentilah membenci hidupmu karena Allah sudah menentukan hidup semua makhluk hidup di dunia ini, ada banyak orang yang hidupnya kelam tetapi masa depannya cerah dan begitupun sebaliknya, jadi jalanilah hidup kamu dengan tabah dan sabar karena sesuatu ujian akan ada hal baik di dalam ujian tersebut." ucap Tio yang berusaha menenangkan Tisana yang sedang menangis.

Bersambung~

Terima kasih sudah mampir dan membaca novel saya yang berjudul "Kisah Cinta Si Gadis Dingin" tolong dukung Author agar Author semangat updatenya, like, favorit dan votenya, terima kasih~

Salam hangat Author.

1
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
kasian bgtt Tio thor, up byk² thor penasaran aku sm kondisi Tio
Terra Chi
kalau pake topeng lepas aja dong arya. gak usah malah punya 2 muka
Lanjut lagii
Semangat up!

Mampir juga yaa
Sunmei
lanjut
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
bermuka dua bgt si Arya
Sunmei
lanjut
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
lanjut thor dan semangat up nya
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
kocak bgt yalia malah baca doa makan😭😭😭
Terra Chi
jangan begadang, neng wkwk
Lanjut lagii
Semangat up!

Mampir juga yaa
Sunmei
semangat k
Terra Chi
het ada yang ngaku²
Lanjut lagii
Semangat up!

Mampir juga yaa
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
Aiden kasihan bgt jadi sadboy
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
Tio ada² aja ngaku² jadi pacarnya Tisana padahal cuma mantan🤭
Sunmei
lanuut
Terra Chi
panjangin dikit lagi, thor
Lanjut lagii
Semangat up!

Mampir juga yaa
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
lanjut thor dan semangat
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
wkwk, arya² udh tahu agama nya Kristen malah ngucap alhamdulillah 🤭🤭
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
Arya gitu² ternyata anak dari keluarga broken home
Terra Chi
jadi tegang
Lanjut lagii
Semangat up!

Mampir juga yaa
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
bakal kyk gimana yaa, Arya ama mafia lainnya utk mencelakakan Tio, lanjut thor dan semangat
⃝ᶠ͢ᵌꨄ​᭄⃟™ 𝙰𝚞𝚛𝚎𝚕𝚒𝚊𝚊 ༆
lu itu bukan Tuhan, Haikal yg bisa seenaknya ngehidupin seseorang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!