NovelToon NovelToon
SOUL LAND WATCH CHRONICLES

SOUL LAND WATCH CHRONICLES

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Action / Romantis / Game / Fantasi
Popularitas:390
Nilai: 5
Nama Author: Meong Punch

📝 Tang Siyun adalah seorang pengembang game online berbakat, tetapi hidupnya hancur berantakan saat ia dikhianati secara bersamaan oleh pacar yang diselingkuhinya dan rekan kerja yang merebut hasil jerih payahnya.

⚰️ Kematiannya yang menyusul penuh dengan rasa pahit dan penyesalan.

🌍 Ia terbangun di dunia novel "Soul Land" yang sangat dikenalnya, terlahir kembali sebagai seorang bayi yatim piatu.

⏱️ Soul-nya yang bangkit bukanlah senjata atau binatang buas, melainkan Pocket Watch (Jam Saku) misterius dengan kemampuan yang belum tergali sepenuhnya.

🏚️ Nasibnya berubah drastis ketika ia diselamatkan oleh Tang Hao, ayah dari protagonis dunia itu, Tang San. Melihat potensi dan nasib malang Siyun, Tang Hao memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak angkat, menjadikan Tang Siyun kakak angkat Tang San.

🔖 Isekai, Reinkarnasi, Fantasi, Romansa Dewasa, Harem, Aksi, Petualangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meong Punch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[ Bab 15 ] » Spirit Ring Pertama: Time Stasis

Hutan Berburu Roh semakin pekat saat mereka melangkah lebih dalam ke area yang jarang dijamah oleh pemburu amatir. Vegetasi di sini tidak lagi berwarna hijau cerah, melainkan ungu kebiruan dengan pohon-pohon yang memiliki pola melingkar pada kulit batangnya, seolah-olah waktu sendiri telah terdistorsi di tempat ini.

Grandmaster berhenti di depan sebuah kliring kecil yang dikelilingi oleh kristal-kristal kuarsa alami. "Hati-hati," bisiknya dengan nada sangat rendah. "Kita berada di wilayah Void Warp Spider (Laba-laba Pembengkok Ruang). Binatang ini sangat langka, dan meski usianya mungkin belum mencapai seribu tahun, kemampuannya untuk memanipulasi ruang di sekitarnya membuatnya lebih berbahaya daripada harimau berusia lima ratus tahun."

Tang Siyun merasakan detak jantungnya meningkat. Jam saku di jiwanya mulai bergetar hebat, jarum detiknya berputar tidak beraturan sebuah tanda bahwa ada energi yang "satu frekuensi" di dekat mereka.

Tiba-tiba, udara di atas mereka tampak retak seperti kaca. Dari celah hampa itu, muncullah seekor laba-laba dengan tubuh ramping berwarna perak metalik. Kakinya panjang dan tajam seperti silet, dan di punggungnya terdapat pola berbentuk jam pasir terbalik yang memancarkan cahaya ungu redup.

"Itu dia!" seru Grandmaster. "Tang San, gunakan jaring mu untuk membatasi ruang geraknya! Siyun, bersiaplah, ini adalah roh yang paling cocok untuk Jam Sakumu!"

Tang San bergerak cepat. Blue Silver Grass miliknya melesat dari tanah, mencoba mengikat kaki-kaki perak sang laba-laba. Namun, Void Warp Spider itu bukan lawan sembarangan. Dengan sekali sentakan, tubuhnya menghilang dalam kilatan cahaya dan muncul kembali lima meter di belakang Tang San, siap menghujamkan kakinya yang beracun.

"San, merunduk!" teriak Siyun.

Siyun tidak bisa lagi diam. Ia memanggil Soul Pocket Watch-nya. Dalam keadaan tanpa cincin roh, ia hanya bisa mengandalkan persepsi waktunya yang melambat. Ia melihat lintasan serangan laba-laba itu. Dengan gerakan yang sangat efisien hasil dari observasi ribuan jam terhadap latihan Tang San. Siyun melemparkan sebuah belati pendek yang ia bawa untuk mengalihkan perhatian makhluk itu.

Ting!

Belati itu terpental, namun memberi cukup waktu bagi Tang San untuk meluncurkan Silent Flying Needle. Jarum-jarum itu mengenai sendi kaki laba-laba, membuatnya menjerit dengan suara frekuensi tinggi yang memekakkan telinga.

Grandmaster mengeluarkan Luo San Pao, yang dengan serangan kentut gas beracunnya berhasil membuat makhluk itu pusing dan kehilangan arah. "Siyun, sekarang! Berikan serangan terakhir!"

Siyun melesat maju. Ia tidak menggunakan kekuatan kasar. Ia mengamati ritme pernapasan atau "detak" energi dari laba-laba tersebut. Di saat makhluk itu mencoba ber teleportasi kembali, Siyun menusukkan belatinya tepat ke titik fokus energi di punggungnya.

Cahaya ungu meledak. Void Warp Spider itu mengejang sejenak sebelum akhirnya terkulai lemas. Dari tubuhnya, sebuah lingkaran cahaya berwarna kuning cerah, hampir mendekati ungu, menandakan usia yang mendekati batas maksimum untuk cincin pertama, muncul dan melayang di atas bangkainya.

"Duduklah dan serap cincin ini, Siyun. Fokuslah pada detak jammu," instruksi Grandmaster dengan wajah tegang.

Siyun bersila. Saat ia menarik cincin kuning itu ke arah roh Jam Sakunya, ia merasakan sensasi yang luar biasa. Jika biasanya ia merasa seperti sedang mengedit kode program sederhana, kini ia merasa seperti sedang mencoba mengintegrasikan seluruh server baru ke dalam sistemnya.

Energi itu dingin, tajam, dan mencoba meledakkan kesadarannya. Jangan harap kau bisa mengalahkan ku, batin Siyun dengan kemauan keras seorang pria yang pernah bangkit dari pengkhianatan kematian. Aku adalah pemilik waktuku sendiri!

Dalam visinya, ia melihat jarum jam sakunya mulai menyerap cahaya kuning tersebut. Ukiran di permukaan jam peraknya berubah, menjadi lebih kompleks dengan tambahan aksen kristal ungu kecil di setiap angka romawinya.

Setelah satu jam yang mencekam, Siyun membuka matanya. Sebuah cincin kuning cemerlang melingkari tubuhnya, naik turun dengan ritme yang tenang.

"Bagaimana perasaanmu?" tanya Tang San dengan nada cemas sekaligus kagum.

Siyun berdiri, tersenyum tipis. Ia merasa lebih kuat, namun ada sesuatu yang berbeda. "Mari kita coba," gumamnya.

Ia melihat seekor burung yang sedang terbang rendah melintasi kliring tersebut. Siyun mengangkat tangan kanannya, Jam Sakunya muncul dan terbuka.

"Skill Roh Pertama: Time Stasis (Pembekuan Waktu)!"

KLIK!

Suara dentingan jam terdengar sangat nyaring, seolah bergema ke seluruh hutan. Dalam radius tiga meter di sekitar Siyun, segalanya berhenti total. Burung itu membeku di udara, sayapnya terkunci dalam posisi mengepak. Daun-daun yang jatuh dari pohon tergantung kaku seolah dilem pada langit. Bahkan angin berhenti berhembus di area tersebut.

Siyun berjalan dengan tenang di dalam zona statis itu. Ia bisa menyentuh burung yang membeku tersebut, merasakan bulunya yang kaku seperti patung.

Tepat satu detik kemudian... Klik.

Dunia kembali bergerak. Burung itu kaget dan langsung terbang melesat tinggi, daun-daun kembali jatuh ke tanah.

"Luar biasa..." Grandmaster bergumam tak percaya. "Benar-benar pembekuan waktu. Meskipun hanya satu detik, dalam pertarungan tingkat tinggi, satu detik adalah keabadian."

Namun, kegemilangan itu hanya bertahan sesaat. Tiba-tiba, wajah Siyun berubah pucat. Kakinya gemetar, dan perutnya mengeluarkan suara keroncongan yang sangat keras hingga terdengar oleh Tang San dan Grandmaster.

"Ugh..." Siyun memegangi perutnya. "Aku... aku merasa seperti tidak makan selama satu bulan."

Bukan hanya lapar, tenggorokannya terasa sekering padang pasir. Rasa haus yang luar biasa menyerangnya hingga ia hampir jatuh pingsan. Matanya mulai liar mencari apa saja yang bisa dikonsumsi.

"Ge!" Tang San segera mengeluarkan persediaan air dan dendeng kering dari tasnya.

Siyun merebut botol air itu dan menghabiskannya dalam sekali teguk. Ia kemudian melahap lima potong dendeng besar seolah-olah itu hanya cemilan kecil. Nafsu makannya menjadi sangat mengerikan.

"Ah, aku mengerti," Grandmaster menganalisis sambil mengelus dagunya. "Memanipulasi hukum dasar alam semesta seperti waktu membutuhkan kompensasi energi biologis yang besar. Rohmu tidak hanya menggunakan energi roh (mana), tapi juga membakar kalori dan cairan tubuhmu secara instan untuk mempertahankan stabilitas ruang-waktu yang kau hentikan."

Siyun, yang mulutnya masih penuh dengan daging, hanya bisa mengangguk pasrah. Sialan, pikirnya. Jadi setiap kali aku ingin bergaya menjadi dewa waktu, aku harus siap menjadi piranha setelahnya.

Namun, di balik rasa laparnya, Siyun tersenyum puas. Dengan satu detik pembekuan waktu, ia bisa melakukan banyak hal. Ia bisa menghentikan serangan fatal, ia bisa memberikan pukulan kritis, atau dalam konteks keinginannya yang lebih 'dewasa'... ia bisa memastikan bahwa tidak ada momen indah yang terlewatkan begitu saja.

"Satu detik, ya?" Siyun menatap jam sakunya yang kini memiliki satu cincin kuning yang indah. "Cukup untuk mengubah takdir. Dan cukup untuk membuatku harus mencari koki pribadi yang hebat suatu saat nanti."

Tang San tertawa melihat kakaknya yang kembali ke mode malasnya namun dengan nafsu makan yang meningkat sepuluh kali lipat. Mereka tidak tahu bahwa dengan kemampuan ini, Siyun baru saja menempatkan dirinya sebagai salah satu Spirit Master paling ditakuti yang pernah ada di benua Douluo, meski ia lebih memilih dikenal sebagai pemalas yang hobi makan dan tidur.

"Ayo kita pulang," ajak Siyun sambil mengunyah potongan daging terakhir. "Hutan ini mulai membuatku haus... dan aku meraba ada banyak hal menarik yang menungguku di akademi."

Siyun melirik ke arah jalan keluar, teringat pada Madam Ye yang ia tolong sebelumnya. Ia bertanya-tanya, apakah satu detik pembekuan waktu bisa ia gunakan untuk mencuri hati seorang wanita matang dengan cara yang elegan?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!