NovelToon NovelToon
DEWA YANG MENENTANG SEGALA DUNIA

DEWA YANG MENENTANG SEGALA DUNIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Pendamping Sakti / Perperangan / Dikelilingi wanita cantik / Action / Epik Petualangan
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Beruang Terbang

PROLOG

-MENENTANG SEGALA DUNIA
-MENENTUKAN TAKDIR SENDIRI
-MERANGKAI TAKDIR YANG DIINGINKAN

-BILA LANGIT JADI PENGHALANGKU KU ROBEKAN LANGIT
-BILA BUMI MENAHAN KAKIKU KU HANCURKAN BUMI

-AKU ADALAH PEMILIK TAKDIR KU SENDIRI-

Di Kota Yinhu, di bawah langit kelabu Kerajaan Bela Diri Selatan, seorang pemuda bernama Shen Tianyang tumbuh dalam bayang-bayang kehinaan.

Terlahir dari keluarga bela diri, ia justru dianggap sebagai noda—tak berbakat, tak berguna, dan tak layak mewarisi darah leluhur.

Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Shen Tianyang hidup lebih rendah dari orang biasa.

Tatapan meremehkan dan bisikan hinaan menjadi kesehariannya, perlahan mengikis martabat dan harapannya. Namun dari jurang keputusasaan itulah, takdir yang lebih kejam mulai bergerak.

Sebuah pertemuan terlarang mengubah segalanya. Akar Spiritual yang menentang hukum langit terbangun di dalam tubuhnya, menyeretnya ke jalan yang tak dapat ditinggalkan—jalan yang dipenuhi darah, penderitaan, dan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beruang Terbang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 : Vena Ilahi Yin dan Yang

Dua wanita jelita itu tetap tak bergerak. Wajah mereka yang memesona kini dipenuhi niat membunuh yang menyesakkan, sepasang mata indah memancarkan amarah dingin yang menusuk tulang.

Bahkan untuk menoleh sedikit pun, mereka tidak mampu.

Shen Tianyang terdiam sejenak, kepalanya kosong. Dalam kegugupan yang canggung, ia akhirnya melontarkan kalimat yang bahkan ia sendiri tak yakin pantas diucapkan,

“Dua kakak… apakah kalian tidak kedinginan? Mengapa kalian tidak mengenakan pakaian? Aku sendiri merasa sangat dingin.”

Pada saat itu, wanita berparas dingin dan anggun, seolah terbuat dari es abadi, membuka suara. Nada bicaranya jernih dan tinggi, namun tanpa sedikit pun kehangatan emosi.

“Melangkahlah satu inci lagi, dan aku akan membuatmu merasakan penderitaan ketika tulang-tulangmu digerogoti, hingga kau berharap lebih baik mati.”

Suaranya indah, namun keindahan itu hampa—seperti danau beku tanpa riak. Ekspresi dan pembawaannya memancarkan jarak yang dingin, membuat siapa pun enggan mendekat. Kilau cahaya dingin di matanya menyimpan niat jahat yang nyata.

Wanita satunya lagi tersenyum tipis. Senyumnya memikat, bagai bunga iblis yang mekar di malam hari.

“Anak kecil, jika kau berani mendekat,” bisiknya dengan suara laksana lonceng perak, “aku akan membuatmu menyesal telah dilahirkan ke dunia ini.”

Pemandangan di hadapan Shen Tianyang adalah godaan besar bagi seorang pemuda polos. Namun meski darah mudanya bergejolak, ia bukanlah manusia licik yang akan mengambil keuntungan dari kelemahan orang lain.

Dua wanita itu jelas tak mampu bergerak—dan ia menolak mengotori dirinya dengan perbuatan hina.

Ia menarik napas dalam-dalam, menenangkan gejolak batin, lalu berkata dengan sopan,...

“Dua nona, ini sungguh di luar kehendakku. Aku sedang mencari ramuan di tebing atas, lalu terjatuh karena guncangan. Fakta bahwa aku masih hidup saja sudah merupakan keajaiban.”

Sambil berbicara, Shen Tianyang mengeluarkan dua jubah besar dari kantong penyimpanannya. Ia melangkah mendekati wanita berwajah dingin itu terlebih dahulu.

Ia tahu benar bahwa demi menjaga kehormatan mereka, tubuh yang terbuka itu harus segera ditutupi.

Saat jaraknya begitu dekat hingga tubuh giok wanita itu terpantul jelas di matanya, wanita dingin tersebut hanya mampu memejamkan mata. Ia menahan tatapan panas itu, sementara tubuhnya bergetar ringan, memancarkan hawa dingin dan niat membunuh yang membuat Shen Tianyang tanpa sadar menggigil.

Keringat dingin membasahi punggungnya. Dengan gerakan hati-hati, ia menyampirkan jubah itu ke tubuh sang wanita. Sebuah dengusan lirih terdengar, dan ekspresinya melunak— niat membunuh yang semula pekat pun mengendur.

Kemudian Shen Tianyang beralih ke wanita satunya. Wanita itu menyunggingkan senyum tipis penuh pesona, membuat wajah Shen Tianyang memanas. Ia menarik napas sekali lagi, lalu menutup tubuhnya dengan jubah kedua.

Tanpa disadari Shen Tianyang, tindakannya telah menyentuh hati keduanya. Rasa bersalah menyelinap dalam benak mereka—mereka telah mengancamnya, bahkan menyebabkan ia terjatuh.

Jika takdir sedikit saja berpihak lain, pemuda ini sudah kehilangan nyawanya.

Keduanya menghela napas lega. Shen Tianyang tidak melakukan apa pun yang tak pantas. Pengendalian diri pemuda itu justru menimbulkan kekaguman tersembunyi.

Mereka tahu betul, dalam kondisi sekarang, pesona mereka adalah racun mematikan bagi kaum pria.

“Dua nona,” ujar Shen Tianyang dengan nada tertekan,...

“Apakah kalian sudah lama berada di sini? Bisakah kalian memberitahuku jalan keluar? Aku tak mungkin tinggal selamanya. Masih ada hal yang sangat penting yang harus kulakukan.”

Wanita berparas menggoda tersenyum lembut....

“Adik kecil,” katanya perlahan, “aku melihat kau tidak memiliki Akar Spiritual. Dengan kondisi itu, sepanjang hidupmu kau takkan melampaui Ranah Bela Diri Fana..."

"Namun… aku bisa menganugerahkan kepadamu Vena Ilahi Yang Tertinggi, mengajarkan teknik ilahi yang dahsyat, serta membimbingmu dalam alkimia dan pengobatan, hingga kau menjadi ahli bela diri yang ditakuti. Tentu saja, aku punya satu syarat.”

Ia mengedipkan mata, pesonanya membuat jantung Shen Tianyang bergetar hebat. Kata-katanya bagaikan petir di siang bolong. Ia dapat merasakan bahwa dua wanita ini bukan orang biasa—meski terluka dan tak berdaya, aura mereka tetap menakutkan.

Namun pertanyaan besar muncul di hatinya: apa yang bisa ia lakukan untuk membantu mereka?

Mata wanita dingin itu bersinar terang.

“Anak muda,” ucapnya datar, namun penuh keyakinan,...

“Aku akan menganugerahkan kepadamu Vena Ilahi Yin Tertinggi. Aku juga akan mengajarkan seni iblis yang kulatih. Jalanku tidak kalah dari teknik ilahi milik adik seperguruanku. Kami tidak akan mengingkari janji.”

Tubuh Shen Tianyang bergetar hebat. Ia sangat memahami hierarki bakat bela diri. Akar Spiritual tingkat tinggi sudah langka. Di atasnya ada tingkat yang lebih mendalam, lalu puncaknya— sesuatu yang hanya hidup dalam legenda... Vena Ilahi.

Kini, dua legenda hidup berdiri di hadapannya, menawarkan takdir yang mampu membalikkan nasib langit dan bumi.

---

Memiliki Vena Ilahi—itu adalah sesuatu yang menentang kehendak langit..!!

Shen Tianyang menggeleng keras, menekan gejolak di dadanya.

“Apakah kalian berdua menjadi gila karena terjatuh dari atas?” ujarnya pahit...

"Jangan mempermainkanku. Aku tidak punya waktu untuk bercanda di tempat seperti ini.”

Meski hatinya sempat terguncang, akal sehatnya tetap menolak untuk percaya begitu saja.

Wanita berparas menggoda itu tersenyum manis, suaranya lembut namun menusuk tulang...

“Jika kau memperoleh semua itu, menjadi ahli bela diri yang kuat bukanlah hal sulit. Namun sebagai gantinya, kau harus membantu kami memulihkan kekuatan kami.”

Wanita dingin itu menambahkan dengan nada datar,..

“Kami terperangkap di sini oleh musuh. Luka kami sangat parah, kami tak mampu bergerak, dan seluruh kultivasi kami lenyap. Di tempat ini pula berkeliaran binatang iblis yang kuat.... Kami harus segera pergi...!!”

Saat ini, keduanya benar-benar lumpuh. Meridiannya hancur, tulang-tulangnya remuk, dantian serta organ dalamnya rusak parah—nyaris mustahil disembuhkan dengan cara biasa.

Semua itu adalah akibat pertempuran dahsyat sebelumnya, guncangan yang sama pula yang mengguncang bumi dan menjatuhkan Shen Tianyang dari tebing.

Kemunculan Shen Tianyang—seorang pemuda baik hati—adalah secercah harapan di tengah jurang keputusasaan. Mereka tahu, binatang iblis sering muncul di tempat ini. Tanpa kemampuan melawan, kematian hanyalah soal waktu.

“Kau harus percaya sekarang,” ujar wanita menggoda itu dengan nada serius. “Jika tidak, seumur hidupmu kau takkan bisa keluar dari tempat ini.”

Hati Shen Tianyang diliputi konflik. Dua wanita ini berbicara tentang menganugerahkan Vena Ilahi, tentang seni iblis dan teknik ilahi—hal-hal yang bahkan para ahli besar hanya berani impikan.

Namun dalam keadaan ini, ia tidak memiliki pilihan lain selain percaya.

Ia menghela napas panjang.

“Namaku Shen Tianyang. Siapakah nama dua kakak cantik ini? Aku harap kalian tidak sedang mempermainkanku.”

Wanita dingin itu menjawab singkat,

“Bai Yanhan.”

Wanita yang memikat tersenyum tipis, suaranya selembut angin musim semi,

“Su Meiling.”

Shen Tianyang tersenyum kecut.

“Nama yang sepadan dengan kalian. Lalu… apa yang harus kulakukan selanjutnya?”

Su Meiling menjawab perlahan,

“Kita akan membentuk sumpah darah...!!"

"Dengan itu, tak seorang pun dapat mengkhianati yang lain. Kita akan bersama untuk waktu yang sangat lama..!!"

"... Mengenai pemindahan Vena Ilahi, itu perkara sederhana. Kakak seperguruanku dan aku memiliki dua Vena Ilahi—memberikan satu kepadamu bukanlah apa-apa.”

Dua Vena Ilahi..!!

Sudut bibir Shen Tianyang berkedut. Rasanya semakin sulit dipercaya. Namun di lubuk hatinya, api kegembiraan mulai menyala.

Dua wanita luar biasa ini akan bersamanya dalam perjalanan panjang— sebuah takdir yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Terlebih lagi, kini mereka bergantung padanya untuk memulihkan kekuatan.

Bai Yanhan berkata dingin,

“Kita belum saling mengenal. Untuk mencegah pengkhianatan, sumpah darah adalah keharusan.”

Su Meiling lalu menjelaskan secara ringkas namun jelas tata cara sumpah darah.

Sumpah darah itu sederhana namun mendalam, kulit binatang direndam dengan darah ketiganya, lalu digambar pola sumpah di atasnya.

Isi perjanjian dituliskan dengan darah, dan akhirnya masing-masing meneteskan darah ke atas sumpah tersebut. Begitu terbentuk, sumpah itu mengikat jiwa, memungkinkan setiap pihak merasakan dan memahami isi perjanjian dengan jelas.

Setelah sumpah darah selesai, Shen Tianyang tertegun. Seni ini terlalu dalam, terlalu agung.

Pada saat itu juga, keyakinannya menguat—perkataan dua wanita itu bukan kebohongan. Dadanya bergetar oleh kegembiraan yang tak terkatakan.

Ia tahu, masa depannya akan berubah. Ikan asin busuk seperti dirinya akan berbalik nasib, menembus langit dan bumi.

Demikianlah, dua kecantikan bak peri mencapai kesepakatan dengan Shen Tianyang.

“Dua kakak,” tanya Shen Tianyang kemudian, “Apakah kalian tak bisa bergerak karena tulang dan meridian kalian rusak parah?”

Ia baru saja mendapatkan Lingzhi Neraka, ramuan yang mampu menumbuhkan kembali daging dan tulang—sangat berguna untuk luka semacam itu.

Bai Yanhan mengangguk pelan...

“Musuh kami sangat kuat. Karena terikat sumpah darah, perempuan jalang itu tak bisa membunuh kami. Ia melumpuhkan kami dan meninggalkan kami di sini untuk menunggu kematian.”

Kehadiran Shen Tianyang jelas merupakan penyelamatan. Karena itu pula, mereka rela memberikan sesuatu yang bagi mereka hanyalah kelebihan— Vena Ilahi.

Shen Tianyang tersentak dalam hati. Dua wanita dengan dua Vena Ilahi saja telah begitu mengerikan, namun musuh mereka bahkan lebih mengerikan lagi.

“Aku menemukan Lingzhi Neraka di tebing. Apakah itu membantu luka kalian..?” tanyanya

Ia sama sekali tidak pelit—sebentar lagi ia akan menerima dua Vena Ilahi.

Wajah Su Meiling berseri.

“Tentu saja! Itu akan membuat kami bisa bergerak kembali dengan sangat cepat.”

Shen Tianyang tersenyum jujur. Ia mengeluarkan Lingzhi Neraka dalam jumlah besar, membaginya menjadi dua, lalu menyuapkannya kepada mereka. Bagi Shen Tianyang, menyuapi dua wanita secantik itu juga merupakan pengalaman yang… menyenangkan.

Lingzhi Neraka memang tidak mampu menyembuhkan sepenuhnya, tetapi cukup untuk memperbaiki tulang-tulang yang hancur dan memulihkan kemampuan berjalan.

Namun kekuatan mereka masih nihil.

“Dua kakak,” Shen Tianyang memberanikan diri bertanya, “Sebenarnya siapa kalian? Dan siapakah musuh yang begitu kuat itu?”

Tatapan Bai Yanhan sedingin es.

“Dalam sumpah tidak disebutkan aku harus menjawab itu. Aku berhak tidak menjawab.”

Su Meiling merapikan rambutnya, lalu berkata lembut,..

“Jangan bertanya. Masalah ini terlalu luas. Bagi orang kecil sepertimu, rasa ingin tahu hanya akan mengundang bencana. Sekarang—mari kita mulai pemindahan Vena Ilahi kepadamu.”

Takdir Shen Tianyang pun resmi bergerak, membuka jalan menuju kisah yang akan mengguncang langit dan menantang surga.

Bersambung Ke Bab 3

Mohon bantuannya dengan like dan subscribe

Tinggalkan komentar di halaman ini

Terima kasih

1
Ananrac
🔥🔥🔥🔥
Beruang Terbang: lanjjjoooottt komendan
terima kasih atas sepertinya
total 1 replies
Ananrac
lanjutttyy
Beruang Terbang: lanjjjoooottt komendan
terima kasih atas sepertinya
total 1 replies
Ananrac
lanjut thor
Beruang Terbang: siiyyyaappp Komendan laksanakan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!