NovelToon NovelToon
Sang Pewaris Tersembunyi

Sang Pewaris Tersembunyi

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Konglomerat berpura-pura miskin / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:63.2k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Darrel melepaskan gemerlap kemewahan keluarganya dan memilih hidup sederhana demi wanita yang mencintainya. Namun, pengorbanannya berbuah pahit: sang istri justru meninggalkannya, karena tak tahan dengan kerasnya kehidupan pasca kemewahan.

Terpuruk dan seorang diri, Darrel harus menghadapi kenyataan pahit membesarkan kedua anak kembarnya. Akankah dia menyerah pada keadaan dan kembali pada kehidupan lamanya yang penuh kemudahan? Atau justru bangkit, menemukan kekuatan tersembunyi dalam dirinya, dan membuktikan bahwa dia mampu bangkit dan menemukan cinta sejati?

Kisah perjuangan seorang ayah yang terkhianati, demi masa depan kedua buah hatinya.

Temukan kisah mereka hanya di sini:

"Sang Pewaris Tersembunyi" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Dunia yang berbeda

Keesokan harinya, Darrel bangun pagi dengan semangat baru. Begitu terdengar adzan subuh, dia langsung membersihkan diri lalu pergi ke mushola terdekat untuk sholat berjamaah. Sepulang dari mushola, hatinya terasa lebih tenang dan penuh harapan.

Dia segera kembali ke rumah dan mulai memasak sarapan sederhana untuknya dan anak-anak. Hari ini menunya nasi goreng dengan telur ceplok. Sambil memasak, dia juga memasak air panas untuk mengisi termos yang akan dia gunakan untuk berjualan kopi. Aroma nasi goreng memenuhi seisi rumah, membangkitkan selera.

Selesai memasak, Darrel bergegas membangunkan Zoey dan Zayn. "Bangun, Sayang. Kita sarapan dulu, lalu siap-siap pergi berjualan," ujarnya lembut sambil mengusap kepala mereka.

Zoey dan Zayn segera bangun lantas keluar kamar menuju meja makan dan duduk dengan tenang. Mereka menyantap nasi goreng dengan lahap.

"Enak, Papa!" puji Zoey.

"Iya, enak," timpal Zayn dengan mulut penuh.

Darrel tersenyum senang melihat anak-anaknya menikmati masakannya. "Alhamdulillah," ucapnya dalam hati.

Setelah sarapan, Darrel mengajak Zoey dan Zayn untuk mandi. Setelahnya dia memakaikan mereka pakaian yang bersih dan rapi, kemudian bersiap-siap. Darrel mengeluarkan barang dagangannya lalu membawanya ke gerobak motor dan menatanya dengan rapi. Tak ketinggalan Zayn dan Zoey membantu semampunya.

"Papa, apa hari ini kita akan berjualan di tempat kemarin?" tanya Zayn.

"Boleh, atau di mana saja yang penting dagangan kita bisa laku terjual," jawab Darrel.

Sebelum berangkat, Darrel berdoa sejenak. "Ya Allah, lancarkan lah usaha kami hari ini. Berkahi lah rezeki yang Engkau berikan kepada kami." ucapnya dengan khusyuk.

"Aamiin..." Zayn dan Zoey meng-aamiin-kan sambil mengangkat tangan menghadap ke atas lalu mengusapkan ke wajahnya begitu sang ayah selesai berdoa.

"Semoga hari ini lebih banyak yang beli ya, Pa." kata Zoey.

"Aamiin..." sahut Darrel dan Zayn bersamaan.

Setelah berdoa, Darrel menaikkan Zoey dan Zayn ke atas motor roda tiganya. Ia memastikan mereka duduk dengan nyaman dan aman.

"Kalian, siap?" tanya Darrel sambil menoleh ke belakang melihat ke arah anak-anaknya.

"Siap!" jawab Zoey dan Zayn serentak.

Darrel menyalakan mesin motor dan mulai melaju menuju taman yang kemarin dia jualan. Dia berharap mendapatkan lebih banyak pelanggan dan menghasilkan lebih banyak uang. Dia juga berharap bisa mewujudkan impiannya untuk memiliki sebuah kedai kopi sendiri suatu saat nanti.

"Bismillah," gumamnya dalam hati. "Semoga hari ini membawa berkah."

Saat Darrel tiba di taman, dia melihat ada pedagang kopi lain yang sudah berjualan di sana. Pedagang itu menggunakan gerobak yang lebih besar dan lengkap daripada motor roda tiga Darrel. Dia juga menjual berbagai macam kopi dengan harga yang lebih murah.

Darrel merasa kecewa. Dia merasa akan sangat sulit bersaing dengan pedagang itu. Akan tetapi, dia tetap menyiapkan perlengkapan kopinya dan mulai menawarkan kopinya kepada orang-orang yang lewat.

Namun, orang-orang lebih tertarik untuk membeli kopi dari pedagang yang menggunakan gerobak. Kopi Darrel sepi pembeli. Zoey yang biasanya ceria, terlihat lesu dan tidak bersemangat.

"Papa, kok nggak ada yang beli kopi kita?" tanya Zoey dengan wajah sedih.

Darrel memeluk Zoey erat-erat. "Nggak apa-apa, Sayang," jawabnya dengan lembut. "Mungkin hari ini kita lagi kurang beruntung."

Darrel mencoba untuk tetap semangat, meski hatinya terasa berat. Dia tidak ingin mengecewakan anak-anaknya.

"Sepertinya aku harus mencari cara lain," gumamnya dalam hati. "Aku tidak boleh menyerah."

Darrel memutar otak untuk mencari cara agar jualannya bisa laku. Dia mulai berpikir untuk menambahkan menu baru, seperti teh atau es jeruk. Dia juga berpikir untuk mencari lokasi jualan yang lain.

"Mungkin aku harus pindah ke tempat yang lebih ramai," pikirnya.

Darrel memutuskan untuk mencoba berjualan di tempat lain. "Sebaiknya kita pindah tempat saja yuk, Sayang. Mungkin di sana kita bisa mendapatkan pelanggan lebih banyak," kata Darrel.

"Iya, Pa," sahut mereka menurut ketika Darrel menaikkannya ke atas gerobak.

Kemudian Darrel mengendai motornya menyusuri jalanan yang mulai panas oleh sinar matahari yang beranjak naik. Setelah beberapa saat berkeliling akhirnya, dia menemukan sebuah pasar tradisional yang sangat ramai pagi itu. Dia pun memutuskan untuk mencoba berjualan di sana.

Darrel lantas memarkirkan motornya di tempat yang agak teduh, tetapi lokasinya sangat strategis. "Kalian mau turun atau tetap di atas saja?" tanyanya pada anak-anak.

"Di sini aja, Pa," kata Zoey.

"Papa, Zayn mau susu," pinta Zayn.

"Baiklah, papa akan buatkan," kata Darrel. "Zoey mau juga nggak?" tawarnya pada anak perempuannya.

"Nggak mau," sahut Zoey seraya menggelengkan kepala.

Di saat Darrel membuatkan susu untuk Zayn, seorang pria menghampirinya.

"Mas, tolong buatkan kopi empat, ya," kata orang tersebut lalu memberikan uangnya pada Darrel.

Darrel tersenyum dan menerima uang itu. "Terima kasih, Pak. Mohon ditunggu sebentar, ya," ucapnya dengan ramah.

"Alhamdulillah, terima kasih ya, Allah," batin Darrel dalam hati.

Setelah membuatkan susu Zayn, Darrel dengan gerakan cekatan segera membuatkan empat gelas kopi buat orang tadi. Selanjutnya secara bertahap pembeli mulai berdatangan. Ada yang meminta kopi panas ada pula yang meminta dingin. Darrel melayani permintaan mereka dengan hati yang tulus dan gembira.

.

.

.

Sementara itu, di belahan bumi yang lain, Nancy mulai menapaki kariernya yang semakin bersinar. Tawaran pekerjaan datang silih berganti, mengisi hari-harinya dengan jadwal padat dan gemerlap dunia hiburan.

Malam itu, Nancy berjalan anggun di karpet merah sebuah acara penghargaan bergengsi di Paris. Gaun mewahnya berkilauan di bawah sorotan lampu, senyumnya mempesona, "Aku merasa seperti seorang ratu," pikirnya, menikmati setiap detik perhatian yang tertuju padanya.

Selesai acara penghargaan Nancy dan Thomas Anderson melanjutkan malam itu dengan dinner romantis di sebuah restoran mewah dengan pemandangan Menara Eiffel yang gemerlap. Keduanya duduk berhadapan dan saling melempar senyuman.

"Kamu sangat luar biasa, Nancy," puji Thomas, tangan terulur lalu menggenggam tangan Nancy dengan lembut, matanya memancarkan kekaguman.

"Terima kasih, Thomas," balas Nancy senyum manis, merasa tersanjung dengan pujian itu.

Mereka menikmati hidangan mewah sambil bercakap-cakap tentang proyek film terbaru Thomas yang akan dibintangi oleh Nancy, "Aku sangat bersemangat untuk film ini," kata Nancy antusias.

Setelah makan malam, Nancy kembali ke apartemennya yang mewah. Sangat kontras dengan kehidupan Darrel dan anak-anak yang sederhana. Ia membuka jendela, memandangi gemerlap kota Paris di malam hari, "Sungguh indah," bisiknya kagum.

Nancy meraih ponselnya, membuka aplikasi media sosial. Ia melihat foto-foto dirinya yang diambil di acara penghargaan tadi. Banyak komentar pujian dan kekaguman yang membanjiri akunnya, "Mereka mengagumiku," pikirnya bangga.

Ia lalu melihat jadwalnya untuk esok hari: pemotretan untuk sampul majalah Vogue, wawancara eksklusif dengan Elle, dan pertemuan dengan seorang desainer ternama, "Sepertinya besok aku sangat sibuk," gumamnya, lantas mematikan lampu dan berbaring di tempat tidur.

Nancy memejamkan mata, membayangkan kesuksesan yang akan diraihnya di masa depan. Ia tidak ingin memikirkan apa pun selain itu. Masa lalu adalah masa lalu, dan ia tidak akan pernah kembali ke sana. Ia tidak peduli tentang apa pun selain dirinya sendiri. Gemerlap dunia hiburan telah berhasil membutakannya.

1
bibuk Hannan & Afnan
ya ampun Abang Darrel sebegitu beneran mandirinya sampe anak²mu gak kenal dgn kakek neneknya, itu si namanya sama ky mutusin silaturahmi bang rel
bibuk Hannan & Afnan
adiknya Darrel kah itu yg borong gorengan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
bawa ke bengkel bang Darren kembaran mu dimodifikasi bang rel biar makin keren
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
bibuk Hannan & Afnan
kenapa gak mobil aja bang rel atau klo gak buka warkop mini disekitar tempat tinggal mu bang rel
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
semangat bang rel💪,
bibuk Hannan & Afnan
hidup realistis aja dua duanya penting bang rel, cinta tanpa harta yaa susah melarat toh, begitu juga sebaliknya harta ada tanpa cinta yaa hampa bang rel, keduanya harus berjalan selaras seimbang bang rel,
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: intinya sih harus tetap bersyukur, meskipun hidup pas pasan klo kita bersyukur ya bahagia.
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
brti ini nancy yg sama yg disukai kembaran Darrel yaitu Darren tp memilih Darrel karena saat itu Darren hanya mengaku sebagai seorang montir biasa ya thor,
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
bibuk Hannan & Afnan
Darrel anaknya kembar ya mom,
bibuk Hannan & Afnan: waaahhh keren, ky tetanggaku dia kembar yg adiknya lgsg punya anak kembar sejodoh maksudnya cewek cowok, klo pas lg berkunjung ke ortunya Tetang ku lucu gemesh
total 2 replies
Amyy Amyy
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih bintang 5 nya 🫰🫶
total 1 replies
ora
Sokor. Enggak kasihan sih aku🤭😁😁✌
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😱🫣🤭🤭🫣
total 1 replies
ora
Buka tuh kuping lebar-lebar ....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gimana bukanya lebar lebar🤭
total 1 replies
ora
Udah dibaikin, ngelunjak kan😒😒😒
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah itu
total 1 replies
ora
Iya, seharusnya kamu yang disana, kalau aja kamu enggak egois😒
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
ora
🥰🥰🥰
ora
Minta maaf karena karirnya hancur. Coba aja kalau enggak, enggak akan kepikiran kan untuk minta maaf ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul betul betul
total 1 replies
ora
Kalau berani dateng sih nggak tahu malu namanya ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: emang🤭
total 1 replies
ora
Balik lagi/Facepalm//Facepalm/
ora
Soookor aja sih🤪🤪🤪🤪
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: senengnya🤭🫣
total 1 replies
ora
Lah aku baru tahu ada update bab baru😭😭
Gegara ada di beranda dan aku klik, ternyata ada beberapa bab yang belum ku baca....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang emang NT ky gitu, ibu aja sering bolak balik lihat rak buku trus klik, klo gak gitu gak tahu sudah update apa belum🤭
total 3 replies
Esther
selamat menikmati hari2 di rumah sakit jiwa Nancy🤭😃
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: seneng kan? 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!