Setelah kepergian sang ayah untuk selama nya, Clarisa mendapati satu kenyataan pahit bahwa suami nya telah mendua kan diri nya. Hal yang lebih menyakitkan adalah wanita yang menjadi selingkuhan nya adalah adik tiri nya.
Sang suami lebih memilih sang adik dan hal itu di dukung oleh ibu tiri nya, Clarisa kembali ke kampung halaman ibu nya dan tinggal bersama sang nenek setelah dia memilih berpisah dari pada di madu.
Tapi ternyata takdir berkata lain, Clarisa bertemu dengan seorang pria yang ternyata adalah bos dari sang mantan suami. Pria itu jatuh cinta pada Clarisa kemudian menikahi nya.
Suami baru Clarisa membawa nya kembali ke kota tempat di mana sang mantan suami dan keluarga nya berada, kedatangan Clarisa kali ini membuat dia mengetahui rahasia di balik kecelakaan yang merenggut nyawa ibu nya puluhan tahun yang lalu.
Ikutan kisah Clarisa yang membalas perbuatan orang yang menjadi dalang di balik kecelakaan yang di alami oleh ibu hingga membuat sang ibu meregang nyawa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
Risa merasa lega setelah dia menjelaskan alasan di balik keterlambatan diri nya, dada nya yang tadi terasa sesak kini sudah menjadi lapang. Apapun keputusan pak Alvian dia siap menerima nya, karena Risa sadar bahwa diri nya memang bersalah.
"Ini adalah kesalahan pertama dan terakhir mu, setelah ini buktikan pada ku jika kau memang orang yang kompeten!" Pak Alvian berkata pada Risa setelah dia terdiam cukup lama.
Risa merasa lega mendengar ucapan dari pak Alvian, walaupun dingin dan tegas tapi Pak Alvian punya hati nurani. Dia bisa memaklumi kesalahan yang di lakukan oleh Risa.
"Terima kasih pak!" Risa tampak sangat bahagia.
"Siap kak berkas nya secepat mungkin, kita akan melakukan peninjaun lokasi dari pembangunan hotel sekarang juga!" Pak Alvian memberi perintah pada Risa.
"Baik pak!" Risa tidak ingin mengulur waktu lagi, dia segera keluar dari ruangan pak Alvin untuk menyiapkan berkas yang di minta oleh atasan nya.
Ketika Risa keluar dari ruangan pak Alvian, tidak sengaja dia berpapasan dengan Erlin. Dia adalah salah satu pegawai senior di tempat ini, Erlin menjabat sebagai sekretaris nya pak Abi.
"Heh, janda gatel ngapain kami masih di sini, kamu sudah di pecat kan, jadi pergi dari tempat ini!" Erlin berkata dengan kasar sambil mendorong tubuh Risa.
Sejak awal Risa bekerja di sini, Erlin sangat tidak menyukai Risa. Risa sendiri tidak tahu alasan nya, di tambah lagi Risa yang menjabat sebagai manajer. Erlin semakin membenci Risa, dan dia melakukan segala cara untuk menyingkirkan Risa.
"Maaf bu Erlin, saya tidak punya waktu untuk meladeni ibu, pekerjaan saya banyak!" Risa segera berlalu dari hadapan Erlin karena dia tidak mau meladeni perempuan itu.
"Dasar janda gatel, awas saja kamu ya!" Pekik Erlin ketika dia melihat Risa pergi dari hadapan nya tanpa melihat ke arah nya lagi.
"Awas saja kau Risa, aku akan membuat mu di pecat dari tempat ini!" Guman Erlin sambil mengepal kan tangan nya.
Erlin segera pergi keruangan pak Alvian, dia ingin mendekati pemilik perusahaan ini demi kepentingan pribadi nya. Erlin juga akan menghasut pak Alvian agar Risa segera di pecat.
Tok, tok, tok.
Erlin mengetuk pintu ruangan pak Alvian, dia tahu saat ini Pak Alvian sendirian di dalam ruangan nya, sehingga dia berniat menggoda nya.
"Masuk!" Terdengar nada suara dingin dari dalam ruangan itu.
Erlin segera masuk dengan langkah percaya diri, dia sengaja membuka kencing kemeja nya yang paling atas untuk menggoda pak Alvian. Rok nya yang di atas lutut menampilkan kaki jenjang nya yang putih mulus denah hills yang mendukung penampilan nya.
"Pak Alvian, saya,,,!"
"Saya tidak meminta mu datang ke sini, lalu apa kepentingan mu datang kemari?" Pak Alvian dengan cepat memotong ucapan Erlin sebelum dia menyelesaikan ucapan nya.
"Saya Erlin pak, sekretaris nya pak Abi!" Erlin berkata dengan nada gugup.
Pak Abi adalah orang kepercayaan nya pak Alvian, dia lah yang mengurus perusahaan di anak cabang ini. Pak Alvian hanya datang pada saat - saat tertentu saja, semua urusan nya di urus oleh pak Abi.
"Pak Alvian, kenapa Risa masih ada di sini? Bukan kah dia sudah terlambat, dan perusahaan ini tidak pernah mentolerir karyawan yang tidak disiplin!" Erlin langsung bertanya pada pak Alvian mengenai keberadan Risa.
"Saya berhak memutuskan, siapa yang harus di pertahankan dan siapa yang harus di buang!" Pak Alvian berkata dengan tegas.
"Pak, saya yang akan menemani bapak dalam peninjauan proyek ini. Saya lebih berpengalaman di banding kan Risa!" Erlin mengajukan diri nya untuk menggantikan Risa.
"Siapa anda berani mengatur saya, Silah kan kembali ke posisi mu dan jangan datang ke ruangan saya jika saya tidak memanggil mu!" Pak Alvian dengan tegas mengusir Erlin.
Erlin keluar dari ruangan pak Alvian dengan menahan malu dan emosi karena di tolak oleh CEO dingin itu, Erlin semakin dengki dengan Risa karena dia mendapat kan tugas untuk meninjau proyek bersama pemilik perusahaan.
wd
"Awas saja Risa, aku akan membuat mu di keluar kan dari tempat ini!" Batin Erlin sambil mengepal kan tangan nya.
Tanpa sengaja Risa yang saat ini menuju ke ruangan pak Alvian berpapasan dengan Erlin di jalan. Dengan sebagai Erlin menyilang kan kaki nya ke depan, sehingga Risa terjatuh dan berkas yang di bawah nya berserakan di lantai.
"Kalau jalan itu mata nya di pake ya, jangan cuma bisa nya menggoda lelaki kaya" Erlin berkata dengan sinis pada Risa.
"Apa maksud bu Erlin?" Risa segera berdiri dan berhadapan dengan Erlin dengan jarak yang sangat dekat.
"Kamu itu cuma janda gatel yang sengaja mendekati pak Alvian kan, dengan alasan pekerjaan. Dasar wanita murahan!" Cibir Erlin sambil tersenyum mengejek.
Jika saja tidak mengingat perintah nya pak Alvian, mungkin Risa sudah meremas mulut busuk wanita yang saat ini berdiri di hadapan nya. Tapi semua itu hanya membuang waktu nya saja, dia harus kembali ke ruangan pak Alvian membawa berkas yang di minta.
"Maaf bu Erlin, saya sedang tidak punya waktu untuk meladeni anda!" Risa pun segera berlalu setelah memungut satu persatu berkas nya yang tadi berceceran akibat ulah Erlin.
"Awas saja Risa, jangan panggil aku Erlin jika aku tidak berhasil menyingkirkan mu!" Guman Erlin sambil mengepal kan tangan nya.
Dengan tergesa - gesa Risa segera kembali ke ruangan pak Alvian membawa berkas yang di minta, dia harus bekerja seprofesional mungkin untuk menebus semua kesalahan yang sudah dua lakukan.
"Maaf pak, ini berkas yang bapak minta!" Risa menyerah kan berkas itu pada pak Alvian yang saat ini sedang fokus pada layar laptop nya.
"Heemmm!" Pak Alvian hanya berdehem tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar laptop milik nya.
Risa masih berdiri di depan meja nya pak Alvian, Risa sendiri bingung apa yang harus dia lakukan sekarang. Pak Alvian tidak memberi nya perintah sama sekali.
"Pak, saya Permisi!" Akhir nya setelah sekian lama berdiri Risa pun memberanikan diri untuk pamit dari hadapan pak Alvian.
"Kau tidak bisa pergi begitu saja, tugas mu selama saya berada di sini adalah menjadi asisten pribadi saya!" Alvian berkata tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar laptop nya.
"Tapi pak!!!!" Risa ingin membantah ucapan pak Alvian.
"Jangan membantah Risa, kau lupa kesalahan mu hari ini sangat lah fatal. Kau harus bisa menebus semua kesalahan mu, jika kau masih mau belajar di perusahaan saya!" Pak Alvian berkata dengan tegas.
Risa langsung terdiam, dia saat ini membutuhkan pekerjaan ini. Jadi dia tidak mungkin keluar dari kantor ini, karena untuk bekerja di tempat lain dia harus memulai nya dari bawah kembali. Begitu pun dengan gaji nya, belum tentu perusahaan lain mau memberi nya gaji sebesar ini.