NovelToon NovelToon
Gadis Yatim Dan Ruang Ajaibnya

Gadis Yatim Dan Ruang Ajaibnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Time Travel / Fantasi Wanita
Popularitas:78.7k
Nilai: 5
Nama Author: bubun ntib

Su Ran terbangun ketika mendengar suara melengking keras dan tangan kasar yang mengguncangnya..

Heh~ Apakah ini layanan Apartemennya, kenapa begitu kasar pijatannya?
Lalu, kenapa kedap suaranya sangat jelek?

Begitu sadar, ia ternyata masuk kesebuah era dinasti Ping yang tidak tercatat dibuku sejarah manapun.

Hee.. ingin menantangku soal bertani? dan menjual barang?
Jangan panggil aku Su 'si marketer andalan' jika tidak bisa mendapat untung apapun!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubun ntib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Satu setengah bulan berlalu begitu saja. Sejak kejadian Fen Rui yang dipaksa menikah ‘menggantikan’ Su Ran, keluarga Fen sama sekali tidak berani menyentuh Su Ran lagi.

Tentu saja Ma Liu masih saja memandang Su Ran tanpa sifat pura – pura ramah lagi. Ma Liu percaya jika kejadian yang menimpa Fen Rui sebulan yang lalu adalah ulah dari Su Ran meskipun ia sama sekali tidak mendapatkan bukti apapun.

Ma Liu kini hanya bisa mengandalkan putra pertamanya saja dan memilih untuk diam – diam saja dirumah.

Su Ran juga senang dengan ketenangan ini. kini ia sedang bersiap untuk memanen 8 Mu ladang yang penuh dengan cabai.

Setengah bulan yang lalu. Warga desa Fen Tong dikejutkan dengan tumbuhan subur yang ada di ladang milik kepala desa, Ma, Chen dan Wu.

Pohon setinggi lutut orang dewasa itu tampak penuh dengan buah yang berwarna hijau. Pernah ada tangan nakal yang mencoba untuk mencuri hanya karena ingin tahu buah apa gerangan. Tetapi langsung dikejutkan dengan rasa pedas yang belum matang sempurna.

Kepala desa sangat marah ketika ada yang ketahuan mencuri dan memberi himbauan jika mereka akan mendapatkan hukuman berupa denda sebesar 20.000 rupiah!

“ Kenapa? Dulu kalian sangat menentang bahkan mencibir apa yang kami tanam?”

“ Lalu sekarang? Kalian bahkan ingin mencuri barang ‘tak berguna’ yang kami tanam? Hah, indah sekali hidup kalian!” bentak bibi Chen yang sangat murka dengan kabar yang diterima kala itu.

Tidak tanggung – tanggung, bibi Chen memang orang yang menangkap tangan sang pencuri dan langsung melabraknya langsung bahkan mempermalukannya hingga pencuri tersebut mempertanyakan kehidupannya selama ini.

Setelah kejadian tersebut, Su Ran memberikan usul untuk membuat beberapa jebakan. Lalu juga memanfaatkan bambu – bambu kering ( aKa carang pring, kalau di tempatku loh ya.. itu loh yang bambu kecil – kecil yang sudah kering tapi bercabang dan kadang tajam – tajam) untuk membuat pagar.

Tetapi berkat ancaman kepala desa yang memberikan denda kepada pencuri, mereka yang memiliki niat tersebut harus mundur alon – alon.

“ RanRan, jadi kita bisa mulai memetiknya bukan?” tanya Chen Rui yang sengaja meminta waktu libur hanya untuk membantu memanen Cabai.

Chen Rui yang menghabiskan waktu untuk bekerja, pulang, istirahat sempat terpesona dengan pemandangan luar biasa di 8 Mu Ladang yang kebetulan berderet.

Hamparan pohon cabai yang menghasilkan buah berwarna merah terang tampak sangat mencolok melengkapi birunya langit yang cerah.

Mereka sangat beruntung karena curah hujan yang tidak terlalu banyak sehingga panen perdana kali ini cukup dibilang sukses besar.

“ Hemmm. Kita bisa memulainya, ingat, hanya pilih yang benar – benar matang. Biarkan yang lainnya berada di tangkainya. Hati – hati jangan sampai jatuh rontok,” Su Ran memberikan beberapa instruksi tambahan sebelum akhirnya panen tersebut dimulai.

Yang pertama dipanen adalah milik kepala desa, tentu saja. 4 keluarga ditambah Su Ran, jumlah mereka hampir 12 orang. Memanen 2 Mu pertama dan menghabiskan waktu 2 hari penuh!

( seratus persen ngarang ini.. duh, siapa yang tahu berapa lama dan berapa orang yang dibutuhkan untuk panen cabai seluas 1 hektar lebih? Komen yaa..)

Untuk ladang milik paman Ma, akan menyusul setelah Su Ran memeriksa waktunya. Mereka jelas akan sibuk dengan hasil panen milik kepala desa ini.

“ Ran, Be .. benarkah kita bisa menjual semua ini?” tanya kepala desa tergagap melihat karung demi karung yang berisi cabai.

Terlihat sedikit kegelisahan dan ragu diwajah kepala desa. Su Ran sangat tahu dengan apa yang dikhawatirkan oleh para petani seperti mereka.

Hasil panen berlebih yang tidak tahu daya jualnya! 9.990 kilogram! Ini adalah angka yang sangat besar bagi mereka.

“ Paman, Paman tidak perlu khawatir. Cabai ini bisa diolah menjadi cabai kering dan sambal kemasan kita bisa langsung kita realisasikan,” jawab Su Ran dengan tenang.

“ Apakah paman dan yang lainnya sudah memilih orang dari kerabat yang bisa dipercaya? Pekerjaan dan penghasilan terbaik harus dinikmati oleh orang terdekat kita bukan?” tanya Su Ran mengingatkan.

“ Sudah, tentu saja sudah. Mereka akan datang sore nanti,” bibi kepala desa langsung menjawab. Sesungguhnya ia juga sedikit ketakutan dengan jumlah cabai miliknya.

“ Bibi, bibi dan yang lainnya sudah bisa memulai prosesnya. Hati – hati. Bahkan 1 karung cabai ini kemungkinan hanya akan menjadi beberapa puluh botol sambal saja,”

“ Kita memiliki total 100 karung, gunakan untuk cabai 50 karung. Lalu 30 karung dikeringkan dan digiling menjadi bubuk cabai dan sisanya akan aku bawa ke kota,”

( note: total panen 2 Mu adalah 9.990 kilo / 10 ton. Ada 100 karung yang masing – masing berisi 100 kilo. Sambal kemasan yang dibuat menggunakan kisaran ukuran 500gr membutuhkan setidaknya hampir 1 kg cabai)

( tentu saja ini hanyalah karangan Buntib. Buntib tidak tahu pastinya berapa cabai yang dibutuhkan untuk membuat sambal dalam kemasan 500gr karena jelas baik tekstur dan bahannya akan bervariasi sesuai dengan selera masing – masing)

“ Paman juga bisa merekrut pekerja dengan membayar upah. Sebisa mungkin pilih warga desa yang telaten, rajin dan juga utamakan kebersihan. Kita tidak akan bisa menanganinya sendiri apalagi nanti juga harus memanen ladang yang lainnya,”

“ Mari kita pisahkan orang sesuai dengan tugasnya. Mengulek, mencampur dengan bahan lainnya, mengemas bahkan proses segel akan dilakukan oleh tim yang berbeda guna mencegah kebocoran informasi,” Su Ran bergerak dengan efisien dan semuanya langsung menuruti.

Ini adalah musim para petani di desa Fen Tong menganggur karena masa tanam padi dan gandum sudah terlewat.

Kepala desa juga langsung memukul gong tanda berkumpul dan langsung mengumumkan tentang perekrutan orang.

“ Hah? Kepala desa mencari orang untuk membuat makanan?”

“ Hei, ini adalah masa – masa nganggur. Aku akan mendaftar,”

“ Aku .. Aku.. jangan lupakan aku..”

Dengan upah sebesar 200 rupiah sehari yang dijanjikan, banyak sekali orang yang mendaftar. Tetapi, mengenai siapa – siapa saja yang diterima tentu saja akan diputuskan oleh kepala desa dan istrinya.

Keluarga Ma, Chen dan Wu tentu saja ikut berunding. Bagaimanapun, Pabrik dibangun karena kerjasama 4 keluarga mereka dan Su Ran.

Beberapa kerabat dekat 4 keluarga tentu saja menjadi prioritas apalagi yang memiliki sikap jujur dan tidak banyak tanya.

1 hari itu dihabiskan untuk merekrut pegawai dan secara resmi keesokan harinya pabrik akan dibuka dan berjalan.

Su Ran, sang lakon kini sedang terbaring kelelahan sambil memukul – mukul pinggangnya.

“ Begini amat jadi bos yang baru merintis,” keluhnya smabil sesekali menepuk pinggang. Disebelahnya ada sebuah piring berisi buah strawberry dan irisan buah semangka, hasil panen dari ruang ajaib.

“ Besok aku akan membawa semangka ini. koki Feng hampir mengambil semua persediaan Strawberry ketika pertama kali kubawa. Kini, aku sangat menanti reaksinya saat melihat buah semangka ini,” kekeh Su Ran sebelum akhirnya ia ketiduran karena kelelahan.

1
Shai'er
ikutan ngiler wehh 🤤🤤🤤
Shai'er
👍👍👍👍👍
Shai'er
🥰🥰🥰🥰🥰
Shai'er
🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑
SENJA
tuh dari pada kamu kasih resep mulu mending kamu buka resto sendiri 😳
SENJA
sukur lu , males ada benalu gini😳
𝓡𝓪𝓲𝓷𝓪 (来奈)
Lanjut Bun 😉
vivi oh vivi
siapakah itu mau ikut serta 😆😆😆
vivi oh vivi
gasssss kan,,,
@Mita🥰
pasti si be ...
yachan
aduh jadi ngiler nih, jadi pengen makan juga masakannya su ran.
Narimah Ahmad
lanjuttt 👍
Shai'er
👍👍👍👍
Shai'er
🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Shai'er
💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Shai'er
👍👍👍👍👍
Shai'er
mantap👍👍👍
Shai'er
tidurnya terlalu miring lu 😏😏😏
Shai'er
hayoo loh 😏😏😏
Lala Kusumah
good job paman Fang 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!