NovelToon NovelToon
Touch Me, Uncle Dom!

Touch Me, Uncle Dom!

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Beda Usia / Romansa / Tamat
Popularitas:14.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: lena linol

Sequel dari novel Pesona Ayah Mertua.

Terpaksa menikah dengan Uncle Dom yang super dingin datar, membuat Emily merasa seperti tokoh protagonis wanita yang ada di dalam novel yang berperan menjadi istri yang tidak di inginkan oleh suaminya sendiri.

Penasaran dengan kisahnya? Jangan lupa subscribe agar kalian tidak ketinggalan pemberitahuan update Novel ini.

Follow IG emak @Thalinda Lena

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ajari aku berciuman, Uncle!

“I’m sorry,” ucap Dom kepada wanita yang ada di ujung telepon sana. “Dante akan menjemputmu, oke.” Dom segera mengakhiri panggilannya itu, karena sebentar lagi dirinya akan melangsungkan rapat direksi.

Memikul tanggung jawab yang besar di perusahaan kapal pesiar sejak usianya memasuki 20 tahun. Ya, saat Dante memasuki usia 40 tahun, Boss-nya itu pensiun dini dan menunjuknya menjadi orang kepercayaan untuk memimpin perusahaan kapal pesiar itu sampai saat ini.

Dengan gaji yang sangat besar, Dom sudah mempunyai banyak aset seperti hotel mewah dan restoran mewah di Italia.

“Pak, semua jajaran direksi sudah berada di ruang rapat,” ucap Sekretarisnya dengan pelan dan hati-hati, karena pria yang ada di hadapannya itu sangat lah dingin dan temperamen jika berada di lingkungan kerja.

“Hemm,” jawab Dom seraya beranjak dari duduknya, lalu merapikan jas yang sedang ia gunakan.

Pria datar dan tanpa ekspresi itu penuh dengan sejuta pesona. Membuat wanita mana pun yang melihatnya pasti langsung jatuh hati. Akan tetapi, hati pria itu sangatlah dingin dan sampai saat ini tidak ada satu wanita pun yang mampu menakhlukkan hatinya itu.

Pada saat dirinya baru akan mendudukkan diri di kursi kekuasaannya yang ada di ruang rapat. Ponselnya berdering keras, tadinya dirinya ingin mengabaikannya, akan tetapi saat melihat yang menghubunginya adalah Emily, ia akhirnya mengangkat panggilan tersebut.

“Halo,” jawab Dom dengan suara datar.

“Uncle, hiks ...”

Mendengar suara Emily yang menangis, seketika perasaan Dom menjadi panik. Dirinya beranjak dari duduknya, dan segera keluar dari ruangan rapat itu tanpa mengatakan apa pun kepada semua jajaran dereksi yang sudah menunggunya.

Ruang rapat itu menjadi riuh, bukan karena mereka bertanya-tanya kenapa Boss-nya pergi begitu saja, akan tetapi mereka merasa senang karena kemungkinan besar rapat akan di tunda. Para jajaran direksi di perusahaan tersebut selalu spot jantung saat berhadapan dengan Dom yang super dingin dan menakutkan. Ketegasan dan Arogansinya melebihi Dante.

*

*

Dom melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju Universitas di mana Emily menimba ilmu. Ketika dirinya sudah sampai di depan Universitas tersebut, ia segera keluar dari mobil dan mencari keberadaan Emily.

“Are you oke?” tanya Dom dengan nafas yang tidak beraturan karena dirinya terus berlari dan hampir mengelilingi gedung Universitas tersebut, pada akhirnya dirinya menemukan Emily duduk sendirian di bawah pohon cemara, tepatnya di taman belakang gedung tersebut.

Gadis itu tampak menangis sambil memeluk lututnya. Dom semakin cemas melihatnya.

“Ada apa? Apakah ada yang melukaimu?” tanya Dom mendekati Emily lalu mendudukkan diri di samping gadis itu.

Di taman tersebut terlihat lumayan ramai banyak mahasiswi dan mahasiswa yang bersantai di sana. Ada yang sedang belajar, mendengarkan musik, tidur di atas rerumputan yang hijau. Bahkan ada yang sedang berciuman.

“Lily, bicaralah!” Dom menjadi bingung melihat gadis kecil itu diam saja sejak tadi.

“Uncle ajari aku berciuman,” ucap Emily sambil menghapus air matanya dan menatap Dom dengan tatapan memohon.

Cletak!

Dom menyentil kening Emily dengan sangat keras, hingga gadis itu memekik kesakitan.

“Sakit!” rengek Emily sambil mengusap keningnya yang terasa panas dan perih.

“Kamu membuatku cemas dan khawatir tapi kamu malah mengatakan hal sekonyol itu kepadaku!” geram Dom menatap datar Emily.

“Ini juga masalah darurat! Aku selalu di ejek oleh teman-temanku karena aku belum pernah berciuman. Karena kamu adalah pria satu-satunya yang aku percaya, jadi maukan Uncle menciumku? Mengajariku berciuman?” ucap Emily lagi sambil mengejapkan kedua matanya berulang kali.

“Aku tidak punya waktu untuk memenuhi permintaan konyolmu itu!” geram Dom dengan sangat dingin, beranjak dari sana meninggalkan Emily yang saat ini mulai mengejarnya.

***

Lily, kukasih tahu rahasia, sebenarnya Uncle Dom juga belum pernah berciuman🤣🤣🤣

Jangan lupa like, komentar, vote, dan kasih gift seikhlasnya❤❤

1
Marina Tarigan
aku suka kalau black dekat sm sonyia supaya ada pelinfungnya
Marina Tarigan
gabteng a.at sebelum dipotong rambut dan jambang jek mawas ngeri
Marina Tarigan
biarkan saja tuan Gerry memang Arra jodoh ketua mafia yg kejam
Marina Tarigan
arra itu memanh gados amburadul keras kepala tdk memikirkan siapapun
Sofie Ariyani
rasanya ya seperti disedot sama Dom gitu loh Lily 🤣
Marina Tarigan
tembak saja kalau itu keinginanmu carlos walaupun Dom mati emyli pasti membencimy sampai kapanpun karena dia sangat mencintai zuaminya
Marina Tarigan
lanjut pernikahan aneh
Marina Tarigan
hantam pak Dom emily sdh mancing
Suryani Jafar
makin seru
lanjuut
Suryani Jafar
waow
lanjuut
Nia nurhayati
ampunnnn putri mu niii dady danteee🤣🤣🤣 genit ganjennn bangett ihh😂😂😂
Nia nurhayati
ampunnnn anak mu itu dady dantee🤣🤣🤣🙈🙈
Nia nurhayati
mampirr thort
Amiera Syaqilla
comel
ummu_albyaz
sejenak ingat fast furious🤧
Ratih Kusuma
ngakak 🤣🤣🤣🤣... ara ara... sayang...🤣🤣🤣🤣
Saha Weh
cocok ya dom juga raja mapia tampa sepengetahuan Dante biar imbang 😂🙏
Saha Weh
🤣🤣🤣🔥🔥🔥🔥🔥
Saha Weh
ohhhh si anak kecil itu 🤭🤭aku ingat sekarang mak 🙏
Saha Weh
yang mana ya lupa 🤔🤔tp mungkin nanti ingat 🤭🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!