NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit 2

Gerhana Sembilan Langit 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Masuk ke dalam novel / Fantasi Timur / Transmigrasi
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

(GERHANA SEMBILAN LANGIT SEASON 2)

Setelah menaklukkan Laut Selatan dan membawa Long Tian ke Ranah Inti Emas, Han Luo menuju Kekaisaran Pusat untuk Turnamen Raja Laut. Di sana, ia mendeteksi potongan Pedang Darah Iblis lain yang dipegang oleh monster Ranah Jiwa Baru Lahir yang juga mengincar Mata Iblis Es.

Turnamen Raja Laut tahun ini akan sangat meriah!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Konfrontasi Dua Generasi

Ruang bawah tanah Benteng Hitam terasa sedingin kuburan. Tidak ada jendela, hanya obor-obor bersinar biru yang menempel di dinding batu obsidian.

Di tengah ruangan, di atas meja batu datar yang biasa digunakan untuk membedah monster laut, terbaring tubuh Han Luo. Napasnya dangkal dan putus-putus. Tubuhnya yang pucat dipenuhi keringat dingin, bergantian memancarkan hawa beku dan panas yang tidak stabil akibat Inti Emas Gerhana-nya yang sedang kacau.

Baili Xue berdiri di samping meja itu. Wanita tua berambut putih itu meraba bahu kiri Han Luo yang hancur dengan jari-jarinya yang gemetar.

Bahkan untuk seseorang yang telah hidup lama dan melihat ribuan kematian, pemandangan di depannya ini membuat perut Baili Xue bergejolak.

Bilah pedang rongsokan itu ditancapkan secara brutal ke sela-sela tulang selangka dan pangkal lengan. Jahitan benang bayangan hitam yang mengikatnya mulai memudar, sementara daging di sekitarnya telah menghitam karena infeksi karat. Sisa-sisa aura pedang Jiwa Baru Lahir dari Jenderal Wu masih bersarang di sana, menolak untuk membiarkan lukanya sembuh.

"Bodoh... Anak gila yang sangat bodoh," desis Baili Xue, giginya bergemerutuk. "Dia memutilasi dirinya sendiri dengan sampah logam ini untuk bertahan hidup."

Di sudut ruangan yang gelap, Su Qingxue berdiri bersandar di dinding, menyilangkan tangan di depan dada. Jubah birunya sedikit kotor, namun senyum tipis di bibirnya tetap memancarkan keanggunan yang mematikan.

"Itu adalah ide genius dalam kondisi putus asa, Nenek," kata Su Qingxue dengan nada meremehkan yang manis. "Tanpa penyeimbang di kirinya, dia tidak akan pernah bisa keluar dari Reruntuhan Keempat. Setidaknya dia memiliki tekad untuk mengamputasi dirinya sendiri. Sayangnya, tubuh fananya mulai menolak benda asing itu."

Baili Xue perlahan menoleh. Meskipun matanya buta, tekanan spiritual Inti Emas-nya mengunci Su Qingxue di tempat.

"Aura iblis yang menjijikkan," suara Baili Xue menjadi sedingin es abadi. "Kau pikir aku tidak tahu siapa kau? Benang bayangan yang menjahit luka muridku ini... ini adalah Seni Iblis Langit. Kau adalah anjing dari Sekte Iblis Langit, bukan?"

Long Tian, yang berdiri menjaga di dekat pintu dengan pedang terhunus, menegang. Dia menatap Su Qingxue dengan waspada tingkat tinggi, siap memenggal wanita itu jika dia membuat satu gerakan mencurigakan.

Su Qingxue tidak gentar. Dia membalas tatapan "buta" Baili Xue dengan tawa kecil yang merdu.

"Mata Anda mungkin buta, Mantan Tetua Istana Bulan, tapi insting Anda masih setajam dulu," Su Qingxue menunduk sedikit, sebuah penghormatan mengejek. "Benar, saya dari Sekte Iblis Langit. Dan murid kesayangan Anda ini... dia menculikku, memeras tenagaku, dan memaksaku masuk ke dalam sarang monster. Kami adalah rekan bisnis yang sangat akrab."

"Rekan bisnis?" Baili Xue mendengus. "Muridku mungkin gila, tapi dia tidak akan membawa ular berbisa ke dalam sarangnya tanpa alasan. Jika kau membuat masalah di pulau ini, aku akan membekukan darah iblismu sampai kering."

"Silakan dicoba," Su Qingxue tersenyum tipis, matanya berkilat berbahaya. "Tapi jika Anda membunuhku sekarang, murid Anda akan mati dalam satu jam. Benang bayanganku adalah satu-satunya hal yang mencegah sisa aura Jiwa Baru Lahir di lukanya menyebar ke jantungnya."

Suasana di ruangan itu menjadi sangat kaku. Dua wanita dari generasi yang berbeda, keduanya sangat berbahaya, saling menekan dengan aura mereka.

"Cukup."

Suara serak, lemah, namun penuh otoritas absolut itu menghentikan ketegangan seketika.

Long Tian segera mendekat ke meja batu. "Tuan Mo! Anda sadar?"

Han Luo perlahan membuka mata kanannya. Posisinya telentang, tapi dia tidak mencoba untuk bangun. Dia tahu batas fisiknya saat ini.

"Guru," Han Luo menatap langit-langit batu. "Jangan bertengkar dengan... tamu kita. Dia berharga."

"Kau sadar apa yang menancap di bahumu ini?" tegur Baili Xue dengan nada marah yang jarang dia tunjukkan. "Dagingmu membusuk. Karat dan sisa Qi musuh bertabrakan dengan Inti Emas-mu. Jika aku mencabut pedang ini sekarang, kau akan mati karena pendarahan dan syok. Tapi jika kubiarkan, kau akan mati karena infeksi."

"Maka... jangan dicabut," jawab Han Luo pelan, setiap kata membawa rasa sakit yang mengiris.

Baili Xue mengerutkan kening. "Apa maksudmu?"

Han Luo menoleh, menatap gurunya dengan mata yang dipenuhi kegilaan murni.

"Jadikan pedang ini... bagian dari tubuhku. Secara permanen."

Su Qingxue di sudut ruangan membelalakkan matanya. Bahkan untuk seorang Putri Iblis, konsep itu terlalu ekstrem.

"Kau gila," kata Su Qingxue. "Logam adalah benda mati. Meridian tidak bisa tumbuh melewati besi!"

"Di dunia yang normal, ya," Han Luo terbatuk, darah menetes dari sudut bibirnya. "Tapi aku memiliki Inti Emas Gerhana. Aku punya Es dan Api. Guru... gunakan Api Bumi yang kupunya untuk melelehkan sisa karat di bilah pedang ini tepat di dalam dagingku. Lalu... gunakan Sutra Hati Es Abadi untuk membekukan pembuluh darahku agar menyatu dengan logam itu."

Baili Xue terdiam. Tangannya mengepal.

"Itu adalah prosedur penyiksaan. Rasa sakit saat api meleburkan logam di dalam tulangmu... itu akan menghancurkan pikiranmu. Jika kau kehilangan kesadaran saat prosesnya, jiwamu akan hancur."

"Aku tidak akan kehilangan kesadaran," Han Luo menjawab dengan kepastian absolut. "Lakukan."

Baili Xue tahu tidak ada pilihan lain. Dia bisa merasakan detak jantung Han Luo yang semakin melemah. Pria ini menolak untuk menjadi cacat yang tidak berguna. Jika dia harus menjadi monster berlengan pedang, dia akan memaksakan tubuhnya untuk beradaptasi.

"Hei Long," perintah Baili Xue. "Pegang kaki dan tangan kanannya. Jangan biarkan dia meronta. Gadis Iblis, pertahankan benang bayanganmu agar jantungnya tidak berhenti."

Long Tian segera bergerak, menahan tubuh Han Luo dengan kekuatan penuhnya. Su Qingxue mendecih, tapi dia mengarahkan jari-jarinya, mengirimkan lebih banyak untaian Qi hitam untuk menstabilkan detak jantung Han Luo.

Baili Xue meletakkan tangan kanannya di dada Han Luo, menyerap Api Bumi dari dalam tubuh muridnya, lalu mengarahkannya ke pangkal bahu kiri. Di saat yang sama, tangan kirinya memancarkan Qi Es ekstrem.

"Ini akan terasa seperti terbakar di neraka terdalam," bisik Baili Xue. "Bertahanlah."

Baili Xue melepaskan apinya.

Cessss!

Bau daging dan tulang yang hangus memenuhi ruangan batu itu seketika. Bilah pedang rongsokan yang menancap di bahu Han Luo memerah karena panas yang luar biasa.

Mata Han Luo melebar hingga batas maksimal. Urat-urat di leher dan dahinya menonjol seperti cacing yang meronta-ronta di bawah kulit. Tubuhnya mengejang sangat keras hingga meja batu di bawahnya retak, tapi Long Tian menahannya dengan sekuat tenaga.

Bilah pedang itu perlahan melebur dengan tulang selangka Han Luo. Di saat yang bersamaan, Baili Xue menembakkan Qi Es untuk mendinginkan dan memaksa pembuluh darah membeku, membungkus logam itu dan mengklaimnya sebagai jaringan tubuh baru.

Han Luo tidak menjerit.

Dia menggigit bibir bawahnya begitu keras hingga darah mengalir deras membasahi dagunya. Suara geraman yang keluar dari tenggorokannya terdengar seperti monster purba yang sedang ditempa paksa di dalam tungku para dewa.

Su Qingxue menatap wajah pria itu. Untuk pertama kalinya, gadis yang selalu melihat pria sebagai alat atau pion itu merasakan sesuatu yang berbeda. Sebuah teror. Pria yang menahan rasa sakit seperti ini tanpa kehilangan akalnya adalah pria yang tidak bisa dibunuh dengan cara biasa.

Operasi itu berlangsung selama dua jam penuh.

Ketika Baili Xue akhirnya menarik tangannya dan mundur dengan napas terengah-engah, ruangan itu dipenuhi oleh uap panas dan kabut es yang bercampur.

Han Luo tergeletak lemas. Dadanya naik turun dengan cepat.

Di tempat lengan kirinya seharusnya berada, kini menonjol sebuah bilah pedang hitam keperakan. Logam itu telah menyatu sempurna dengan tulang bahunya, dikelilingi oleh jaringan parut yang tebal dan beku. Tidak ada lagi pendarahan. Tidak ada lagi karat. Benda mati itu kini hidup bersama meridiannya.

"Selesai..." Baili Xue jatuh terduduk di kursi terdekat, Qi-nya terkuras drastis. "Kau bukan lagi manusia biasa, Han Luo. Lengan kirimu adalah senjata yang terhubung langsung ke jantungmu. Setiap kali pedang itu patah, tulangmu akan ikut patah."

Han Luo menggerakkan otot bahu kirinya pelan. Bilah pedang sepanjang satu lengan itu ikut bergerak, membelah udara dengan suara dengungan mematikan.

Itu masih asimetris. Itu masih terlihat seperti monster dari mimpi buruk. Tapi itu sudah stabil.

"Terima kasih... Guru," bisik Han Luo. Mata kanannya menatap tajam ke arah langit-langit, sementara bibirnya melengkung membentuk seringai lelah.

Dia menoleh ke arah Long Tian.

"Hei Long... ambilkan Cincin Penyimpanan milikku."

Long Tian mengambil cincin itu dari meja samping dan meletakkannya di tangan kanan Han Luo.

Han Luo memanggil sisa Qi-nya, membuka cincin tersebut.

Sebuah kotak giok putih dan sebuah benda bulat sebesar kelereng melayang keluar, mendarat di atas dada Han Luo yang masih diperban. Benda kelereng itu memancarkan aura es dan ilusi yang sangat kuno.

Mata Iblis Es.

Su Qingxue menahan napasnya melihat artefak legendaris itu. Matanya berkilat tamak, tapi dia tahu dia tidak bisa merebutnya sekarang di hadapan Baili Xue dan Long Tian.

"Kita mungkin babak belur," suara Han Luo kini terdengar lebih kuat, bergema di ruang bawah tanah yang sunyi. "Tapi kita membawa pulang harta terbesar Kekaisaran Pusat. Dan dengan ini... fase bertahan hidup telah berakhir."

Han Luo menatap lurus ke arah Su Qingxue.

"Mulai besok, Aliansi Gerhana akan berhenti menjadi mitos, dan mulai menjadi kerajaan yang sebenarnya. Dan kau, Tuan Putri... kau akan membantuku membangunnya."

1
Dianrp
pantas masuk 10 besar harusnya. karyanya cakep
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Dpt budak pertama 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Ceritanya muantebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🌽🔥
Irman
mantap banget
Irman
kasih bonus besok Thor... 🙏🙏🙏
alexander
bagus ceritanya rekomen untuk di baca
Budi Wahyono
jahat juga han luo...
tpi gw demen....
Budi Wahyono
good
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
Dianrp
secangkir kopi nikmat
Budi Wahyono
vote minggu ini untuk tabib qiu
izar
mntpp
Mamat Stone
tetap semangat dan terus berkarya
Mamat Stone
sehat dan sukses selalu Thor
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!