NovelToon NovelToon
Tuan Higienis Dan Titipan Tak Tahu Diri

Tuan Higienis Dan Titipan Tak Tahu Diri

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Enemy to Lovers / Slice of Life
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Jangan sentuh apa pun. Jangan duduk di sofa sebelum mandi. Dan singkirkan remah kerupuk itu dari jangkauan radar saya!" — Calvin Harvey Weinstein.
Nirbita Luminara Rein mengira hidupnya sudah berakhir saat orang tuanya pergi dan kakaknya, Varro, menyatakan mereka bangkrut. Tapi ternyata, penderitaan yang sesungguhnya baru dimulai saat ia "digadaikan" oleh kakaknya sendiri kepada Calvin—CEO jenius yang punya alergi akut pada segala sesuatu yang tidak rapi.
Bagi Calvin, Nirbi adalah sumber kuman berjalan. Bagi Nirbi, Calvin adalah kulkas dua pintu yang cerewetnya minta ampun. Namun, di balik semprotan disinfektan dan aturan ketatnya, Calvin menyimpan rahasia: Ia sudah jatuh cinta pada "si kuman kecil" ini sejak insiden pelukan salah sasaran di kampus dulu.
Bisakah rumah super steril Calvin bertahan dari badai keberantakan Nirbi? Atau justru hati Calvin yang akhirnya "terkontaminasi" cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Kulkas Dua Pintu yang Merasa Bersalah

Malam pertama di penthouse Weinstein seharusnya sunyi dan damai. Tapi bagi Calvin, ini adalah awal dari kiamat kecil. Baru dua jam Nirbita menempati kamar tamu, Calvin sudah menemukan "jejak kriminal" di ruang tengahnya.

"Nirbita! Sini kamu!" teriakan Calvin menggema di lorong yang berlapis marmer itu.

Nirbi, yang sedang asyik rebahan di kasur empuknya, langsung lari keluar. Ia masih memakai piama stroberi dengan rambut yang diikat model 'cepol berantakan' di atas kepala. "Iya, Pak Boss? Ada kebakaran?"

Calvin menunjuk ke arah sofa beludru abu-abu gelapnya dengan jari yang gemetar. "Apa. Ini. Nirbita?"

Nirbi mendekat, memicingkan mata melihat sebuah benda kecil berwarna cokelat di atas sofa. "Oh, itu remah biskuit gandum, Kak. Tadi aku laper pas nonton TV, jadi nyemil dikit."

"Nyemil dikit?" Suara Calvin naik satu oktaf. "Kamu tahu tidak berapa biaya pembersihan sofa ini? Ini bahan khusus! Dan kamu... kamu makan di sini tanpa alas, tanpa piring, dan membiarkan remah-remah ini berserakan seperti kuman yang sedang berpesta!"

Nirbi mengerjalkan matanya. Ia sudah biasa diomeli Varro yang lebih galak kalau soal uang, jadi omelan Calvin soal kebersihan terasa seperti angin lalu baginya.

"Ya ampun, Kak Calvin... cuma satu remah doang. Nih, aku ambil ya," Nirbi dengan santai mengambil remah itu dengan jarinya, lalu—sebelum Calvin sempat berteriak—ia memasukkan remah itu ke mulutnya sendiri. "Tuh, bersih kan? Masalah selesai."

Calvin membeku. Wajahnya memucat, lalu memerah padam. "Kamu... kamu baru saja mengambil kotoran dari sofa dan memakannya? Nirbita! Itu menjijikkan! Masuk ke kamar kamu! Sekarang!"

Nirbi menatap Calvin dengan datar. "Iya, iya. Maaf ya Kak Boss yang super bersih. Aku masuk kamar. Jangan marah-marah terus, nanti cepet tua lho."

Nirbi berbalik dan berjalan santai menuju kamarnya, lalu menutup pintu dengan bunyi blam yang cukup keras.

Calvin berdiri sendirian di ruang tengah. Ia segera mengambil penyedot debu genggam dan membersihkan bekas tempat Nirbi berdiri tadi seolah-olah ada virus mematikan di sana. Namun, setelah sepuluh menit berlalu, suasana menjadi sunyi senyap.

Calvin mulai tidak tenang. Ia mondar-mandir di depan meja kerjanya.

"Apa tadi saya keterlaluan?" gumamnya. "Dia kan baru saja kehilangan orang tuanya, kakaknya pergi, dia sendirian di sini... dan saya malah membentaknya soal remah biskuit."

Bayangan Nirbi menangis sesegukan tadi sore kembali muncul di kepala Calvin. Hatinya yang kaku mulai terasa sedikit perih. Ia takut kalau bentakannya tadi membuat mental gadis itu jatuh.

"Kalau dia nangis lagi gimana? Nanti dia dehidrasi. Atau nanti dia benci saya," Calvin menggigit bibirnya.

Dengan langkah ragu, Calvin berjalan menuju pintu kamar Nirbi. Ia menempelkan telinganya ke daun pintu kayu jati itu.

Hiks... hiks... tega banget... kenapa harus mati... hwaaaa...

Jantung Calvin mencelos. Suara tangisan itu terdengar lagi! Dan kali ini terdengar lebih pilu daripada tadi sore.

"Astaga, dia benar-benar sakit hati," bisik Calvin panik. Ia mengetuk pintu dengan pelan, sangat pelan, seolah takut merusak atom di pintu itu. "Nirbita? Kamu di dalam?"

Tidak ada jawaban, hanya suara isakan yang semakin keras.

"Nirbi, buka pintunya. Saya... saya mau bicara," panggil Calvin lagi, suaranya kini melunak 180 derajat.

Pintu perlahan terbuka. Nirbita muncul dari balik pintu dengan penampilan yang mengenaskan. Matanya merah, sembab, hidungnya meler, dan ia memegang segulung tisu di tangan kirinya.

"I-iya, Kak?" tanya Nirbi dengan suara sengau.

Melihat pemandangan itu, pertahanan Calvin runtuh. Rasa bersalahnya meluap-luap. Tanpa sadar, ia maju satu langkah (mengabaikan jarak aman 1 meternya).

"Nirbita... saya minta maaf," ucap Calvin tulus, matanya menatap Nirbi dengan rasa sesal yang dalam. "Saya tadi terlalu kasar soal biskuit itu. Saya tidak bermaksud membuatmu sedih lagi. Tolong jangan menangis, ya? Kamu boleh makan apa saja di sofa besok, nanti saya panggil tukang bersih-bersih setiap jam. Asal kamu berhenti nangis."

Nirbi terdiam. Ia menatap Calvin dengan bingung, air mata masih menggantung di bulu matanya. "Eh? Kak Calvin minta maaf?"

"Iya. Saya sadar saya egois. Kamu pasti kangen Abang kamu, kangen orang tua kamu... saya malah marahin kamu soal hal sepele," Calvin menghela napas, ia hampir saja ingin menepuk bahu Nirbi (kalau saja dia tidak ingat soal kuman).

Nirbi mengerjap-ngerjapkan matanya, lalu ia melihat ponselnya yang tergeletak di kasur masih menyala menampilkan adegan pemakaman di sebuah drama.

"Anu... Kak," Nirbi menggaruk lehernya yang tidak gatal. "Sebenarnya aku nangis bukan karena Kakak marahin aku tadi."

Calvin mengerutkan dahi. "Lalu?"

Nirbi menunjukkan layar ponselnya ke depan wajah Calvin. "Ini lho... aku lagi nonton drama China judulnya 'The Long Ballad'. Pemeran utamanya baru aja kehilangan keluarganya, terus dia dikhianati... sedih banget Kak! Aku nggak kuat liatnya!"

Calvin mematung. Matanya beralih dari ponsel Nirbi ke wajah gadis itu yang masih basah karena air mata "drama".

"Jadi... kamu menangis histeris karena... tontonan?" tanya Calvin dengan suara yang mulai kembali dingin.

"Iya! Kakak nggak liat aktingnya? Bagus banget!" Nirbi malah semangat. "Eh, tapi tadi Kakak bilang apa? Aku boleh makan di sofa besok? Terus Kakak nggak marah lagi?"

Calvin menarik napas panjang, sangat panjang, sampai dadanya terasa sesak. Rasa bersalahnya menguap seketika, berganti dengan rasa ingin menyemprot wajah Nirbi dengan cairan pembersih kaca.

"Lupakan apa yang saya katakan tadi," desis Calvin sambil berbalik pergi. "Dan cuci mukamu! Kamu terlihat seperti rakun yang habis kehujanan!"

"Lho! Tadi katanya minta maaf! Kak Calvinnn! Janji adalah hutang lho ya!" teriak Nirbi girang sambil tertawa kecil di balik pintu.

Di luar, Calvin menggerutu sambil berjalan cepat menuju kamarnya. "Sabar, Calvin... sabar. Dia bukan kuman, dia cuma... gangguan jiwa yang menggemaskan."

1
umie chaby_ba
😍😍😍😍
umie chaby_ba
ga takut di gigit nyamuk bulan madu di hutan 🤣
Rian Moontero
mampiiirrr/Bye-Bye/👍😍
umie chaby_ba
amazon ga tuh... 🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
🤣🤣🤣🤣🤣
An
amit" pake penggaris??diukur segala?? kang bangunan kah🤭🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: Terimakasih kak, sudah mampir 🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
yaelah Caplin...
umie chaby_ba
kirain syekh puji... 😄😄😄🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
Vario Vario.. 🤣
umie chaby_ba
buset...🤭🤭🤭🤭
umie chaby_ba
alah sia cemburu... 😄
umie chaby_ba
duh... si Caplin udh kedemenan itu 😍🤣🤣
Ariska Kamisa: Calvin kak... /Facepalm/
tapi lucu sih kenapa jadi Caplin /Chuckle/
Semoga kak umi menikmati cerita saya yaa... /Kiss/
total 1 replies
umie chaby_ba
sumpah lucu😄
umie chaby_ba
Dih.. Varro Kocagghh....
udah ngasih beban nitipin NOBITA eehh.. maksudku Nirbita...
nglunjak lagi..🤣🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
ini ceritanya romansa komedian nih... asik kayanya .. kakaknya kocakk.
dari sahabat jadi musuh ini kah... bukan musuh dari awal.
Nirbita lucu banget ... ini bukan kembaran nya Nobita kan ??? /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
udah ini mah lucu lucu romantis gemes dan lebbayyy tapi aku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!