NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:842.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Di hari pernikahannya, Farhan Bashir Akhtar dipermalukan oleh calon istrinya yang kabur tanpa penjelasan. Sejak saat itu, Farhan menutup rapat pintu hatinya dan menganggap cinta sebagai luka yang menyakitkan. Ia tumbuh menjadi CEO arogan yang dingin pada setiap perempuan.

Hingga sang ayah menjodohkannya dengan Kinara Hasya Dzafina—gadis sederhana yang tumbuh dalam lingkungan pesantren. Pertemuan mereka bagai dua dunia yang bertolak belakang. Farhan menolak terikat pada cinta, sementara Kinara hanya ingin menjadi istri yang baik untuknya.

Dalam pernikahan tanpa rasa cinta itu, mampukah Kinara mencairkan hati sang CEO yang membeku? Atau justru keduanya akan tenggelam dalam luka masa lalu yang belum terobati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Rumah sakit di Paris terasa dingin malam itu.

Adilla duduk di atas ranjang periksa dengan kakinya yang sudah dibalut perban tebal. Wajahnya terlihat kaku sementara tatapan matanya terlihat kosong saat menatap dinding putih di depannya. Dokter yang berdiri tak jauh darinya, memasang ekspresi serius yang terlalu sering menyampaikan kabar buruk.

“Ligamen Anda mengalami robekan yang cukup serius, nona. Bukan tidak bisa pulih, tapi ini akan membutuhkan waktu yang cukup panjang.” ucap dokter itu akhirnya.

"Berapa lama kaki ku akan sembuh, dokter?" Tanya Adilla yang tidak bisa menahan emosinya.

“Tiga bulan minimal untuk pemulihan dasar. Enam bulan atau lebih sebelum Anda benar-benar bisa berjalan normal dengan high heels. Dan untuk kembali ke panggung runway, itu tergantung bagaimana tubuh Anda merespons terapi yang kami berikan.” lanjut dokter itu.

Kata-kata itu jatuh satu per satu, seperti palu yang menghantam dada Adilla.

Enam bulan. Dalam dunia modeling, enam bulan bisa berarti segalanya. Adilla mengangguk pelan. Ia tidak menangis. Tidak berteriak. Ia hanya menatap lurus ke depan, seolah jika ia menatap kenyataan terlalu lama, semuanya akan terasa lebih nyata dan lebih menyakitkan. Ketika akhirnya ia benar-benar sendirian, barulah Adilla merasakan tangannya gemetar.

Ia meraih ponselnya dan melihat bagaimana puluhan pesan masuk ke ponselnya. Awalnya pesan itu adalah ucapan rasa khawatir dari agensi, beberapa desainer, serta rekan kerjanya yang bertanya mengenai keadaannya. Namun beberapa hari kemudian, pesan itu berubah.

Satu email masuk dari klien besar yang selama ini menjadi kontrak paling menguntungkan nya, memberitahu Adilla kalau mereka telah membatalkan kerjasama dengan Adilla setelah mengetahui kabar insiden itu.

Pada awalnya Adilla masih bisa menerima pembatalan kerjasama yang dilakukan oleh salah satu kliennya, namun masalah kemudian datang ketika satu persatu dari klien penting Adilla yang lain mulai menghubunginya untuk membatalkan kontrak ataupun mengganti Adilla dengan model lain sebagai brand ambassador produk mereka.

Adilla mematikan ponselnya dengan tangan gemetar. Untuk pertama kalinya sejak ia terjun ke dunia modeling, ia merasa tidak dibutuhkan. Agensinya mulai jarang menghubungi. Dan ketika akhirnya manajernya datang menemuinya, Adilla sudah tahu apa yang akan dibicarakan.

“Kita harus realistis, Dil,” ucap pria itu dengan nada hati-hati. “Dunia ini cepat banget bergeraknya. Kalau kamu terlalu lama absen—”

“Aku tahu,” potong Adilla pelan. “Aku tahu kalau aku bisa digantikan. Tapi Ndrew, aku perlu waktu untuk bisa sembuh dan kembali ke panggung runway. Please, jangan buang aku dari panggung runway. Kau tahu kalau menjadi model adalah impian terbesarku dan ambisiku. Apakah kau tidak bisa melakukan hal kecil ini untukku?" Pinta Adilla yang berusaha untuk meminta pengertian agensinya agar tidak memecatnya dari dunia model.

"Maafkan aku Adilla tapi aku tidak bisa memberimu waktu. Aku tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan besar hanya untuk menunggumu pulih dari cidera mu. Keputusan telah ditetapkan, dan dengan berat hati, kami memutuskan untuk memecatmu dari Paris fashion week."

Kalimat itu terasa pahit, menyakitkan, tapi nyata. Setelah manajernya pergi, Adilla akhirnya menangis sejadi-jadinya. Ia menangis untuk karier yang ia bangun dengan susah payah, akhirnya runtuh dalam sekejap. Adilla menangis untuk namanya yang kini perlahan memudar. Untuk semua pilihan yang pernah ia buat, termasuk orang-orang yang pernah ia tinggalkan demi ambisinya itu. Termasuk Farhan.

Untuk pertama kalinya, di tengah keterpurukan itu, wajah Farhan muncul dengan jelas di benaknya. Ada penyesalan yang datang terlambat. Adilla menyandarkan kepalanya ke bantal, dan menatap langit-langit di kamar perawatannya dengan mata sembab.

Ia menyadari satu hal yang menakutkan. Selama ini, ia selalu berpikir kalau ia adalah pusat segalanya.

Tapi dunia, ternyata bisa berjalan tanpa dirinya.

Setelah meluapkan semua kesedihan yang dirasakannya, Adilla kemudian menyeka air matanya. Ia tahu Farhan kini telah menikah. Tapi justru karena itulah, keinginan di dadanya semakin menguat. Ada sesuatu yang mengeras di sorot matanya. Sebuah tekad.

Ia akan sembuh.Secepat yang ia bisa. Dan setelah itu, ia akan pulang ke Indonesia. Bukan sebagai model terkenal. Bukan sebagai perempuan yang dielu-elukan dunia. Tapi sebagai Adilla, perempuan yang ingin meminta maaf pada laki-laki yang pernah sangat mencintainya. Dan jika masih ada sedikit ruang di hati Farhan, ia ingin mencoba mendapatkannya kembali, meski ia tahu jalannya tidak akan mudah. Bahkan mungkin mustahil.

Namun setidaknya, kali ini ia tidak akan lari dari konsekuensi yang didapat akibat pilihannya sendiri.

Sementara itu, ribuan kilometer dari Paris, fajar perlahan menyentuh langit Indonesia.

Suara azan Subuh menggema lembut, dan menyusup ke sela-sela udara pagi Jakarta yang masih dingin. Di dalam sebuah kamar yang mewah namun hangat, Kinara perlahan terbangun dari tidurnya. Kelopak matanya berkedip pelan.Hal pertama yang ia sadari adalah kehangatan di sekelilingnya.

Pelukan itu.

Kinara menoleh sedikit dan mendapati Farhan masih terlelap, wajah suaminya tampak tenang, dengan satu tangan melingkar protektif di tubuhnya. Tidak ada jarak di antara mereka. Tidak ada lagi rasa canggung. Yang ada hanya rasa aman dan juga cinta yang belum pernah Kinara rasakan sebelumnya.

Senyum kecil terukir di bibirnya dan ia merasakan hatinya menghangat.

“Mas…” gumamnya nyaris tak bersuara.

Kinara menatap wajah Farhan cukup lama. Dalam diam, ada rasa haru yang pelan-pelan memenuhi dadanya. Laki-laki yang dulu ia kenal sebagai sosok dingin dan sulit didekati, kini berada di sisinya, bukan hanya sebagai suami secara status, tapi sebagai seseorang yang tuhan takdirkan ke dalam hidupnya.

Di dalam hatinya, Kinara tidak henti-hentinya bersyukur.

Ya Allah, terima kasih. Terima kasih karena Engkau telah melembutkan hati suamiku. Terima kasih karena Engkau izinkan aku untuk menjadi bagian dari hidupnya. Terima kasih karena Engkau telah mengajarkan kami untuk saling belajar mencintai, batin Kinara.

Ada air mata yang menggenang di sudut matanya, tapi kali ini bukan karena sedih. Ini adalah air mata syukur dan juga kebahagiaan.

Kinara menarik napas pelan, lalu menggeser tubuhnya sedikit agar bisa menatap jam di meja samping ranjangnya. Sudah masuk waktu Subuh. Ia ragu sejenak, lalu dengan hati-hati, Kinara menggerakkan tangannya dan menyentuh lengan Farhan.

“Mas…” panggilnya lembut. “Bangun yuk, sudah Subuh.”

Farhan mengerang pelan, alisnya sedikit berkerut. Tapi bukannya bangun, laki-laki itu justru mengencangkan pelukannya, dan menarik Kinara lebih dekat ke dadanya. Kinara terkesiap kecil, lalu tertawa pelan karena geli.

“Mas…” ucapnya lagi, kali ini dengan nada sedikit menggoda. “Kita shalat dulu.”

Farhan akhirnya membuka mata, masih setengah sadar. Pandangannya bertemu dengan wajah Kinara yang tersenyum lembut di hadapannya. Ada jeda beberapa detik sebelum kesadaran itu benar-benar kembali, dan ketika itu terjadi, Farhan justru tersenyum kecil.

1
Lilik Juhariah
lah kl udah melupakan kenapa.masih gila aja lu Farhan
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: trauma kak
total 1 replies
Lilik Juhariah
agak aneh aja.ada.laki laki disakiti 5 THN malah tetap gila , segitu cintanyakah atau gimana , kasihan istrinya
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: terlanjur sakit hati kak
total 1 replies
Lilik Juhariah
kl emosimu masih begitu berarti kamu blm bisa lupakan adela
Fierda
farhan,,, awas aja yaaaa kalau kamu kepincut lagi sm adilla 😤
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: gak bakalan terjadi kak
total 1 replies
Lilik Juhariah
mewek aku thor
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: aku juga kak/Cry/
total 1 replies
Lilik Juhariah
harusnya kl CEO atau seorang pemimpin GK gitu amat traumanya , apa yg kurang dari dirimu , yg kurang ya perempuan itu yg GK bersyukur, cengeng
Fierda
Awas aja kalau hati yang keras itu jadi meleyottt 🤭
juwita
hanya krn cwek smpe g percaya lagi sm tuhan km farhan.
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: terlalu sakit hati Farhan kak
total 1 replies
juwita
hanya krn cwek satu udh ky gitu. harusnya bersyukur g jd sm su adel. berarti g baik dia buat km.
juwita
farhan CEO tp g pny sopan santun. walo pun g suka tp harusnya pamit sm mertua.
juwita
jgn terlalu takabur farhan othor yg berkuasa disini bisa membalikan hatimu yg beku jd cair🤣🤣
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: betul banget itu kakak🤣
total 1 replies
juwita
makannya mencintai itu sewajarnya aj. jd ketika org itu pergi g parah ky gini.
Umi Kulsum
ikut bahagia ya...terlihat romantis bangtt
Lies Atikah
mau apapun datang menggoda kalau dasar cinta pada istri mu kuat dan tulus kar na Alloh pasti baik2 saja kesetiaan dan hati2 dengan jebakan farhan si Dilla pasti menghalal kan berbagai cara
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: tenang kak, Farhan nggak bakal balik lagi ke Adilla.
total 1 replies
Lies Atikah
semoga kirana bukan wanita bodoh dan lemah . tapi yang berkelas dan berani
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: pasti kak, Kinara itu wanita yang berani dan nggak pantang nyerah.
total 1 replies
juwita
mampir
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: oke kak makasih udah mampir
total 1 replies
iren thezer
suka ceritanya semangat author terima kasih
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: sama sama kak, terima kasih juga bintang limanya 🙏😍
total 1 replies
Ila Aisyah
awal menolak, klo sdh tau rasanya,,, hemmm,, bucin, gesss,,, 🤣🤣🤣
Ana Kurniawan
omaygat belom selesai² juga urusan masalalumu Farhan. disini seperti Kinara yg dituntut harus selalu mengerti kondisinya Farhan terus. capek tauk.
Ana Kurniawan
emang iya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!