NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Karya ini telah terpilih sebagai kandidat YAAW 2026 periode 1 kategori 1🥳🎉🎉🎉

Di hari pernikahannya, Farhan Bashir Akhtar dipermalukan oleh calon istrinya yang kabur tanpa penjelasan. Sejak saat itu, Farhan menutup rapat pintu hatinya dan menganggap cinta sebagai luka yang menyakitkan. Ia tumbuh menjadi CEO arogan yang dingin pada setiap perempuan.

Hingga sang ayah menjodohkannya dengan Kinara Hasya Dzafina—gadis sederhana yang tumbuh dalam lingkungan pesantren. Pertemuan mereka bagai dua dunia yang bertolak belakang. Farhan menolak terikat pada cinta, sementara Kinara hanya ingin menjadi istri yang baik untuknya.

Dalam pernikahan tanpa rasa cinta itu, mampukah Kinara mencairkan hati sang CEO yang membeku? Atau justru keduanya akan tenggelam dalam luka masa lalu yang belum terobati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Rumah sakit di Paris terasa dingin malam itu.

Adilla duduk di atas ranjang periksa dengan kakinya yang sudah dibalut perban tebal. Wajahnya terlihat kaku sementara tatapan matanya terlihat kosong saat menatap dinding putih di depannya. Dokter yang berdiri tak jauh darinya, memasang ekspresi serius yang terlalu sering menyampaikan kabar buruk.

“Ligamen Anda mengalami robekan yang cukup serius, nona. Bukan tidak bisa pulih, tapi ini akan membutuhkan waktu yang cukup panjang.” ucap dokter itu akhirnya.

"Berapa lama kaki ku akan sembuh, dokter?" Tanya Adilla yang tidak bisa menahan emosinya.

“Tiga bulan minimal untuk pemulihan dasar. Enam bulan atau lebih sebelum Anda benar-benar bisa berjalan normal dengan high heels. Dan untuk kembali ke panggung runway, itu tergantung bagaimana tubuh Anda merespons terapi yang kami berikan.” lanjut dokter itu.

Kata-kata itu jatuh satu per satu, seperti palu yang menghantam dada Adilla.

Enam bulan. Dalam dunia modeling, enam bulan bisa berarti segalanya. Adilla mengangguk pelan. Ia tidak menangis. Tidak berteriak. Ia hanya menatap lurus ke depan, seolah jika ia menatap kenyataan terlalu lama, semuanya akan terasa lebih nyata dan lebih menyakitkan. Ketika akhirnya ia benar-benar sendirian, barulah Adilla merasakan tangannya gemetar.

Ia meraih ponselnya dan melihat bagaimana puluhan pesan masuk ke ponselnya. Awalnya pesan itu adalah ucapan rasa khawatir dari agensi, beberapa desainer, serta rekan kerjanya yang bertanya mengenai keadaannya. Namun beberapa hari kemudian, pesan itu berubah.

Satu email masuk dari klien besar yang selama ini menjadi kontrak paling menguntungkan nya, memberitahu Adilla kalau mereka telah membatalkan kerjasama dengan Adilla setelah mengetahui kabar insiden itu.

Pada awalnya Adilla masih bisa menerima pembatalan kerjasama yang dilakukan oleh salah satu kliennya, namun masalah kemudian datang ketika satu persatu dari klien penting Adilla yang lain mulai menghubunginya untuk membatalkan kontrak ataupun mengganti Adilla dengan model lain sebagai brand ambassador produk mereka.

Adilla mematikan ponselnya dengan tangan gemetar. Untuk pertama kalinya sejak ia terjun ke dunia modeling, ia merasa tidak dibutuhkan. Agensinya mulai jarang menghubungi. Dan ketika akhirnya manajernya datang menemuinya, Adilla sudah tahu apa yang akan dibicarakan.

“Kita harus realistis, Dil,” ucap pria itu dengan nada hati-hati. “Dunia ini cepat banget bergeraknya. Kalau kamu terlalu lama absen—”

“Aku tahu,” potong Adilla pelan. “Aku tahu kalau aku bisa digantikan. Tapi Ndrew, aku perlu waktu untuk bisa sembuh dan kembali ke panggung runway. Please, jangan buang aku dari panggung runway. Kau tahu kalau menjadi model adalah impian terbesarku dan ambisiku. Apakah kau tidak bisa melakukan hal kecil ini untukku?" Pinta Adilla yang berusaha untuk meminta pengertian agensinya agar tidak memecatnya dari dunia model.

"Maafkan aku Adilla tapi aku tidak bisa memberimu waktu. Aku tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan besar hanya untuk menunggumu pulih dari cidera mu. Keputusan telah ditetapkan, dan dengan berat hati, kami memutuskan untuk memecatmu dari Paris fashion week."

Kalimat itu terasa pahit, menyakitkan, tapi nyata. Setelah manajernya pergi, Adilla akhirnya menangis sejadi-jadinya. Ia menangis untuk karier yang ia bangun dengan susah payah, akhirnya runtuh dalam sekejap. Adilla menangis untuk namanya yang kini perlahan memudar. Untuk semua pilihan yang pernah ia buat, termasuk orang-orang yang pernah ia tinggalkan demi ambisinya itu. Termasuk Farhan.

Untuk pertama kalinya, di tengah keterpurukan itu, wajah Farhan muncul dengan jelas di benaknya. Ada penyesalan yang datang terlambat. Adilla menyandarkan kepalanya ke bantal, dan menatap langit-langit di kamar perawatannya dengan mata sembab.

Ia menyadari satu hal yang menakutkan. Selama ini, ia selalu berpikir kalau ia adalah pusat segalanya.

Tapi dunia, ternyata bisa berjalan tanpa dirinya.

Setelah meluapkan semua kesedihan yang dirasakannya, Adilla kemudian menyeka air matanya. Ia tahu Farhan kini telah menikah. Tapi justru karena itulah, keinginan di dadanya semakin menguat. Ada sesuatu yang mengeras di sorot matanya. Sebuah tekad.

Ia akan sembuh.Secepat yang ia bisa. Dan setelah itu, ia akan pulang ke Indonesia. Bukan sebagai model terkenal. Bukan sebagai perempuan yang dielu-elukan dunia. Tapi sebagai Adilla, perempuan yang ingin meminta maaf pada laki-laki yang pernah sangat mencintainya. Dan jika masih ada sedikit ruang di hati Farhan, ia ingin mencoba mendapatkannya kembali, meski ia tahu jalannya tidak akan mudah. Bahkan mungkin mustahil.

Namun setidaknya, kali ini ia tidak akan lari dari konsekuensi yang didapat akibat pilihannya sendiri.

Sementara itu, ribuan kilometer dari Paris, fajar perlahan menyentuh langit Indonesia.

Suara azan Subuh menggema lembut, dan menyusup ke sela-sela udara pagi Jakarta yang masih dingin. Di dalam sebuah kamar yang mewah namun hangat, Kinara perlahan terbangun dari tidurnya. Kelopak matanya berkedip pelan.Hal pertama yang ia sadari adalah kehangatan di sekelilingnya.

Pelukan itu.

Kinara menoleh sedikit dan mendapati Farhan masih terlelap, wajah suaminya tampak tenang, dengan satu tangan melingkar protektif di tubuhnya. Tidak ada jarak di antara mereka. Tidak ada lagi rasa canggung. Yang ada hanya rasa aman dan juga cinta yang belum pernah Kinara rasakan sebelumnya.

Senyum kecil terukir di bibirnya dan ia merasakan hatinya menghangat.

“Mas…” gumamnya nyaris tak bersuara.

Kinara menatap wajah Farhan cukup lama. Dalam diam, ada rasa haru yang pelan-pelan memenuhi dadanya. Laki-laki yang dulu ia kenal sebagai sosok dingin dan sulit didekati, kini berada di sisinya, bukan hanya sebagai suami secara status, tapi sebagai seseorang yang tuhan takdirkan ke dalam hidupnya.

Di dalam hatinya, Kinara tidak henti-hentinya bersyukur.

Ya Allah, terima kasih. Terima kasih karena Engkau telah melembutkan hati suamiku. Terima kasih karena Engkau izinkan aku untuk menjadi bagian dari hidupnya. Terima kasih karena Engkau telah mengajarkan kami untuk saling belajar mencintai, batin Kinara.

Ada air mata yang menggenang di sudut matanya, tapi kali ini bukan karena sedih. Ini adalah air mata syukur dan juga kebahagiaan.

Kinara menarik napas pelan, lalu menggeser tubuhnya sedikit agar bisa menatap jam di meja samping ranjangnya. Sudah masuk waktu Subuh. Ia ragu sejenak, lalu dengan hati-hati, Kinara menggerakkan tangannya dan menyentuh lengan Farhan.

“Mas…” panggilnya lembut. “Bangun yuk, sudah Subuh.”

Farhan mengerang pelan, alisnya sedikit berkerut. Tapi bukannya bangun, laki-laki itu justru mengencangkan pelukannya, dan menarik Kinara lebih dekat ke dadanya. Kinara terkesiap kecil, lalu tertawa pelan karena geli.

“Mas…” ucapnya lagi, kali ini dengan nada sedikit menggoda. “Kita shalat dulu.”

Farhan akhirnya membuka mata, masih setengah sadar. Pandangannya bertemu dengan wajah Kinara yang tersenyum lembut di hadapannya. Ada jeda beberapa detik sebelum kesadaran itu benar-benar kembali, dan ketika itu terjadi, Farhan justru tersenyum kecil.

1
Niza Neza
bukannya memang sdh berakhir. mimpi sambil jalan apa si Adila ini.
Barnabi Hadi Susila
💪
Niza Neza
orang kaya pelit. bayar Art kn bisa. dn jg bisa buat temenin istri sexan
Niza Neza
baca cerita yg ada model wnita macam Adilah ko rasanya jijik .pingin muntah bahkn mau lanjut baca aja kaya sayang banget buang2 waktu baca yg menjinik kn
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: sabar kak sabar, jangan kebawa emosi,ini cuma novel🤣🤣🤣
total 1 replies
Niza Neza
seorang perempuan berkelas katanya.. tp ditolak tdk mau. dimana harga diri ya
Niza Neza
model tp cara berfikirnya tetlalu kotor. tdk menetima kekalahan tp justru menampilkn betapa rendah moral dn harga dirinya
MayAyunda
Bagus ..lanjut kak
Niza Neza
apa memang dunia model itu rata2 sprt itu yaaa. setiap membaca cerita yg ada modelnya pasti si model adalah wanita yg bermoral rendah . ahkaq 0 bahkn terlalu menyombongkn diri nya sendiri. bahwa model adalah manusia tanpa celah cantik cerdas dn banyak penggemar tp otak blangsak.
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: tergantung modelnya sendiri kak
total 1 replies
💗 AR Althafunisa 💗
Lagian kaya-raya kagak punya art 😂 terus itu ga kasih kabar ke orangtua, kemarin paling excited banget papanya biar anaknya sembuh lukanya. Belum lagi mertua, jadi kaya hidup berduaan doang 😌
💗 AR Althafunisa 💗
Orang kaya udah kagak ada ART, kagak punya cadangan kunci pulak 😌
💗 AR Althafunisa 💗
Keq nya lukanya lebih ke malu sih ini, di cemooh orang 🥴
💗 AR Althafunisa 💗
Adilla Adilla Bae, udah ke laut 🥴
💗 AR Althafunisa 💗
Aamiin Allahumma Aamiin...
Farida Dalle
Kinara yg selalu setia dan sabar membimbingnya, ini kata2 nya seakan2 mmng mereka sdh lama berumah tangga, tolong thor kata demi kata diperbaiki, biar yg baca nda bingung
Farida Dalle
Farhan, mestinya jadi perempuan aja thor, wkwk... jadi cowok kok sprti itu🤭
Farida Dalle
Maaf thor, aq agak gak enak nih dg tulisan yg pertamanya yg bilng Tuhan itu egois, tolong diperhatikan dg baik, walaupum ini hanya novel dn ceritanya fiktif tp tolong kata2 yg sprti itu jgn dibiasakan, maaf ya thor🙏sekali lg maaf bukan menggurui sekedar mengingatkan🙏
Farida Dalle
lebay banged jd laki2, cuma ditinggal perempuan, terus tdk percaya sm Tuhan, hellowww.... sadar Farhan🤭🤔
Niza Neza
kelihatan sex bodohnya si farhan. shrsnya tunjukan pd mantan bahwa dia bisa bahagia meski bukan sama si mantan. ini mlh jd budak si mantan karna gak bisa lupain mantan
Made Penatih
#follow 🌹.Dilanjut ya Kak 🙏
Lili
baguslah klo Adilla tahu diri
senang rasanya atas sikap Farhan, jadi lelaki yang teguh dan tegas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!