NovelToon NovelToon
Kamu Selingkuh Kunikahi Abang Angkatmu

Kamu Selingkuh Kunikahi Abang Angkatmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Orang Disabilitas
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Mila julia

Di hari pernikahannya, Vaelora Morwene ditinggalkan Elvino Morrix tanpa penjelasan. Hancur, malu, dan dipermalukan, ia membuat keputusan nekat—menikah dengan Devon Ashakar, mantan kekasihnya… yang ternyata adalah abang angkat Elvino.
Namun Devon bukan lagi pria yang dulu. Sebuah kecelakaan membuatnya hidup dalam tubuh pria dewasa dengan jiwa anak kecil. Tanpa Vaelora sadari, pernikahan ini justru menyeretnya ke dalam keluarga penuh rahasia dan perjanjian gelap.
Apakah Vaelora akan menemukan cinta… atau justru neraka?
Bisakah Devon sembuh?
Dan rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan keluarga Morrix?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5.Ratu Sesungguhnya

Di meja makan malam, semua orang duduk berjejer menikmati santapan yang dimasak oleh chef keluarga. Aroma daging panggang dan rempah mahal memenuhi ruangan, berpadu dengan denting halus peralatan makan porselen yang beradu. Mereka tampak begitu menikmati hidangan itu—termasuk Vely yang kini telah sah menjadi istri Vino, meskipun Sinta belum benar-benar bisa menerima kehadiran perempuan itu di dalam keluarga.

Di tengah kekhidmatan makan tersebut, pintu utama terbuka.

Lora datang bersama Devon yang berjalan di sampingnya, memegang lolipop jumbo di tangannya, menjilatinya dengan wajah polos tanpa beban. Lora melangkah mantap. Aura dingin dan elegan menyelimuti tubuhnya. Ia telah berganti pakaian—gaun merah marun dengan belahan paha membingkai tubuhnya dengan anggun. Perhiasan mahal berjejer di leher dan pergelangan tangannya, berkilau memantulkan cahaya lampu kristal di langit-langit ruang makan.

Ia benar-benar tampak seperti ratu yang baru saja turun dari singgasananya.

Langkahnya percaya diri saat memasuki rumah. Namun ketika hendak menaiki tangga, pandangannya terhenti pada pemandangan yang mengganjal mata—dua “kuman” beserta antek-anteknya tengah makan dengan lahap, seolah tidak terjadi apa-apa pada pernikahan memalukan beberapa jam lalu.

“Waah, ternyata gundik murahan juga ada di sini.” Lora melipat tangannya di dada, memandang Vely dengan rendah. “Ternyata benar ya… buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Ibumu pelakor dan sekarang anaknya pun juga sama. Sama-sama suka mengambil punya orang.”

Ia berjalan mendekati meja makan, langkahnya perlahan namun penuh tekanan. Tatapannya menantang, menusuk tepat ke harga diri Vely.

Kini Lora sama sekali tidak takut lagi pada gadis manja itu. Dulu, ia sering menerima bully dari teman-teman Vely. Ia memilih diam karena takut ayahnya turun tangan menghukumnya dan menghancurkan mata pencaharian ibunya yang bekerja sebagai tukang cuci keliling. Ketakutan itu dulu membungkamnya.

Tapi hari ini berbeda.

Mulai hari ini, ia adalah nyonya. Istri orang paling berkuasa. Ia bahkan bisa dengan mudah menggulingkan usaha ayahnya jika ia mau.

Semua orang di meja makan seketika menghentikan aktivitasnya dan menatap ke arah Lora dan Devon.

Untuk sepersekian detik, Vely menatap Lora dengan takjub. Perempuan yang selalu ia hina kini berdiri begitu anggun dengan aura mahal yang tak bisa dipalsukan. Namun tatapan itu cepat-cepat berubah menjadi sinis saat ia mengingat penghinaan yang baru saja dilontarkan.

“Sadar, Vely. Wanita rendahan seperti dia tidak mungkin mampu membeli itu semua. Yang digunakannya pasti hanyalah barang-barang murahan,” batin Vely mencoba menenangkan harga dirinya.

Namun ia tak bisa memungkiri—kecantikan Lora malam ini begitu menyilaukan. Terlebih lagi, Vino memandang Lora tak berkedip, seolah terhipnotis dan lupa bahwa istrinya duduk di sampingnya.

“Tutup mulutmu, Lora. Aku sama sekali bukan wanita seperti yang kamu ucapkan. Kamu saja yang tidak pandai menjaga apa yang kamu punya,” ucap Vely membalas tatapan hina dari Lora.

Suasana memanas.

Namun sebelum Lora sempat membalas, Donni memotongnya.

“Apa yang dikatakan Lora ada benarnya. Jika kamu bukan wanita seperti itu, tidak mungkin kamu merebut Vino bahkan sampai hamil dengannya. Kamu memang gundik murahan seperti yang dikatakan Lora,” ucap Donni.

Tatapannya beralih pada Lora. Ada maksud tersembunyi di sana—ia sedang mencoba mengambil simpati wanita itu. Jika Lora bisa ia rangkul, posisinya sebagai CEO akan aman. Ia tahu betul siapa yang kini memegang kendali kekuasaan sesungguhnya.

“Mas, kenapa kamu berpihak kepadanya?” ucap Sinta tak terima, merasa pembelaan Donni pada Lora justru menunjukkan kelemahan mereka di hadapan kuasa yang kini dimiliki Lora.

“Diamlah. Aku sama sekali tidak ingin membela adikmu yang manja itu,” ucap Donni, kembali tersenyum pada Lora dengan wajah yang jauh berbeda dari sebelumnya.

Sinta menatapnya tajam, namun Donni tak menghiraukannya.

Lora justru tertawa kecil, mengejek melihat perubahan sikap iparnya itu.

“Tidak perlu mencari muka di hadapanku, Kakak Ipar. Aku sama sekali tidak tertarik untuk bekerja sama denganmu!”

Kalimat itu meluncur tegas, tanpa ragu.

Seketika raut wajah Donni berubah. Senyum palsunya lenyap. Yang tersisa hanyalah wajah asli—tatapan penuh penghinaan dan sikap merendahkan yang selalu mengukur seseorang dari seberapa besar keuntungan yang bisa ia peroleh darinya.

Di tengah ketegangan suasan itu Devon justru berbicara dengan polosnya.“Gundik murahan sepertinya Epon pernah dengar. Itu seperti wanita bayaran yang menjajakan tubuhnya kan, Queen?” tanya Devon polos sembari menjilati permen lolipop raksasanya.

Suasana seketika membeku.

“Tidak seperti itu, Kingku. Ini lebih rendah daripada itu. Mereka menggoda, merayu, menjatuhkan harga dirinya demi bisa merebut milik orang lain.” ucap Lora tersenyum tipis sambil menoel hidung Devon gemas.

“Kalau begitu mereka seperti parasit juga ya?” tanya Devon lagi.

“Benar sekali, tapi juga seperti kuman.” ucap Lora tenang.

“Iiihhh, Epon takut kuman, Queen,” ucapnya meringis.

“Kalau begitu King masuk ke kamar dulu bersama dengan kepala pelayan ya. Queen ingin membasmi para kuman terlebih dahulu agar tidak menempeli kita!.”

“Baik, Queen,” ucap Devon patuh, lalu pergi bersama kepala pelayan.

Begitu Devon menghilang dari ruang tamu, udara terasa semakin tegang.

Vely menertawakan dalam hati ketika ia tahu ternyata suami Lora adalah laki-laki keterbelakangan mental dan lebih buruk lagi dia hanyalah anak angkat dari keluarga Morrix. "Jadi yang dia jadikan mempelai pengganti hanyalah seorang pria cacat mental yang hanya sebagai anak angkat di keluarga Morrix. Sungguh malang nasibmu, Lora," batin Vely puas.

Namun Vino justru melepaskan tangan Vely dan segera menggenggam tangan Lora erat.

“Lora, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu malah menikahi Devon, abang angkatku?”

Tatapan Lora membeku.

“Lalu kamu mau aku menunggumu? Menangis teraniaya dan menanggung malu di pesta pernikahan itu? Apalagi setelah tahu jika kamu ternyata tidur dengan adik tiriku sendiri Dan…datang dengan bangganya ke acara pernikahan untuk menikahinya di hadapanku” Lora mendekat, menatapnya penuh permusuhan. “Sorry, Vino. Aku tidak sebodoh itu. Kenapa aku harus memilih batu kerikil murahan sepertimu jika ada pilihan batu permata di hadapanku.”

Kata-katanya tajam, menghunjam tepat di dada Vino.

" Mulai sekarang berlakulah selayaknya kamu memperlakukanku sebagai kakak iparmu jika kamu tidak ingin aku usir dari rumah ini.”

“Apa yang kamu katakan, Lora? Kamu tidak punya hak apa pun atas harta keluarga Morrix!” sewot Vely.

Lora menoleh perlahan, menatapnya dari atas ke bawah.

“Kenapa tidak? Suamiku adalah ahli waris resmi perusahaan dan seluruh aset keluarga Morrix.” ucap Lora mendekat ke arah Vely. “Harusnya jika ingin merebut sesuatu kamu cari tahu lebih dulu, bukan asal rebut begitu saja, padahal yang kamu rebut hanyalah serpihan sampah yang tak berguna sama seperti dirimu.”

Wajah Vely memucat.

Lora tersenyum tipis, lalu berbalik. Langkahnya berlenggok anggun melewati kerumunan orang-orang itu, meninggalkan mereka dalam keheningan yang menyesakkan.

.

.

.

💐💐💐Bersambung 💐💐💐

Aduh Vely salah target deh kayaknya padahal udah ngerasa bangga banget bisa merebut Vino dan menikah dengan dia tapi nyatanya yang menang tetap Lora😆

Lanjut Next Bab ya guys😊

Lope lope jangan lupa ya❤❤

Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semua ya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat berarti untukku❤

1
Allea
mo balas dendam tapi kewaspadaan kurang piye toh thor 🤭
Mila Julia: mo bikin kesel duluuu mbak eee
total 2 replies
Allea
👍👍👍👍👍
Allea
heyyyy Epon kamu ga lelah pura2 terus 🤭
Wulan Azka
dealer beras ? baru kali ini dengar istilah dealer beras 🤔..dealer itu cuma buat kendaraan..kalau beras mah distributor
Mila Julia: tapi makasih sarannya KK ntar di oerbaiki🫶🫶😅
total 2 replies
Allea
Devon kamu pura2 kembali ke usia anak2 kan 😁
Mila Julia: aduhhh bener ngk yaaa🤭🤭
total 1 replies
Allea
jgn2 Devon pergi ninggalin Lora krn Devon kecelakaan y
Mila Julia: iyaa ngk yaaa🤭😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!