NovelToon NovelToon
Menikahi Mantan, Selamanya

Menikahi Mantan, Selamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Dunia Masa Depan
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: VYI_syi

Dulu mereka saling mencintai. Lalu berpisah.
Kini, karena perjodohan, mereka dipaksa bersatu kembali sebagai suami istri.
Ia (pria) masih mencintainya, namun memilih menyembunyikan perasaan di balik sikap percaya diri dan ejekan.
Sedangkan istrinya yang lembut namun mudah kesal, berusaha bersikap biasa—meski hatinya tak pernah benar-benar lupa.
Pernikahan mereka lebih terlihat seperti hubungan kakak dan adik yang gemar bertengkar kecil, daripada pasangan yang saling mencinta.
Tapi di balik cincin dan candaan sinis itu… cinta lama ternyata belum pernah benar-benar pergi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VYI_syi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kilas Balik di Balik Hujan

Hujan deras mengguyur kota malam itu, menciptakan simfoni rintik yang menghantam kaca jendela apartemen dengan keras. Luna duduk di sofa ruang tamu, mencoba memfokuskan pikirannya pada laptop, namun bayangan kejadian di kantor tadi terus menghantuinya. Kata-kata Isaac tentang masa lalu seolah membuka luka lama yang selama ini ia balut rapat-rapat.

Pintu apartemen terbuka, memperlihatkan Isaac yang masuk dengan rambut dan bahu jas yang sedikit basah. Ia tampak lelah, namun matanya langsung tertuju pada Luna. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia melepas jasnya dan melemparkannya ke kursi, lalu berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air.

"Kau masih memikirkan desain itu?" suara Isaac memecah kesunyian, lebih tenang dari biasanya.

"Aku memikirkan banyak hal, Isaac. Bukan hanya soal desain," jawab Luna tanpa menoleh. Ia menutup laptopnya dengan gerakan perlahan.

Isaac berjalan mendekat, lalu duduk di sofa yang sama, namun dengan jarak yang cukup jauh. Ia menyandarkan kepalanya, menatap langit-langit apartemen. "Aku minta maaf soal tadi di kantor. Ayahku selalu menekan soal hasil yang sempurna, dan aku tidak ingin dia meragukan kemampuanmu."

Luna menoleh, sedikit terkejut mendengar permintaan maaf yang keluar dari mulut pria yang biasanya begitu angkuh itu. "Kau minta maaf? Itu hal baru. Aku kira kau memang sangat menikmati saat-saat merendahkanku di depan stafmu."

Isaac terkekeh pelan, tawa yang terdengar tulus namun sarat akan kegetiran. "Aku tidak pernah merendahkanmu, Luna. Aku hanya ingin kau menjadi yang terbaik. Sama seperti saat kita masih kuliah dulu... saat kau selalu begadang untuk menyelesaikan maketmu dan aku yang selalu membawakanmu kopi."

Mendengar itu, pertahanan Luna sedikit melunak. Kenangan itu adalah salah satu bagian terindah dalam hidupnya. "Kau ingat itu?"

"Aku ingat segalanya, Luna," ujar Isaac sembari menoleh ke arahnya. Tatapannya kini lembut, kehilangan kilatan dingin yang biasanya ada. "Aku ingat kau benci kopi hitam, kau benci suara petir, dan kau benci saat aku mengejek caramu mengikat rambut."

"Lalu kenapa kau pergi?" tanya Luna lirih, pertanyaannya menggantung di udara, menuntut jawaban yang selama tiga tahun ini tidak pernah ia dapatkan.

Suasana menjadi sangat hening, hanya terdengar suara hujan di luar. Isaac menatap tangan Luna yang berada di atas sofa, lalu perlahan ia menggerakkan tangannya, mencoba meraih ujung jemari Luna.

"Karena aku pengecut, Luna," bisik Isaac. "Aku pikir meninggalkanmu adalah satu-satunya cara untuk melindungimu dari kekacauan di keluargaku saat itu. Tapi aku salah. Aku justru menghancurkan satu-satunya hal yang paling berharga dalam hidupku."

Luna merasakan dadanya sesak. Ia ingin marah, namun melihat kejujuran di mata Isaac membuatnya tak mampu berkata-kata.

Suara petir yang tiba-tiba menggelegar membuat Luna tersentak, bahunya bergetar refleks. Di saat yang sama, pengakuan Isaac masih menggantung, menciptakan sesak yang menghimpit dada. Air mata yang sejak tadi ia tahan kini mulai menggenang di pelupuk matanya.

"Melindungiku?" suara Luna bergetar, ia tertawa getir di tengah isakannya. "Kau memutuskanku lewat pesan singkat dan menghilang tanpa kabar selama tiga tahun. Kau menyebut itu melindungiku, Isaac? Kau menghancurkanku!"

Isaac tidak bisa lagi menahan diri. Melihat air mata Luna jatuh adalah kelemahan terbesarnya. Tanpa mempedulikan ego atau peraturan yang mereka buat, Isaac beringsut mendekat dan menarik Luna ke dalam dekapannya.

Luna sempat memberontak, memukul dada Isaac dengan tangan kecilnya. "Lepaskan aku! Aku membencimu, Isaac! Aku sangat membencimu!"

"Bencilah aku sepuasmu, Luna. Kau punya hak untuk itu," bisik Isaac parau. Ia justru mempererat pelukannya, membiarkan Luna meluapkan seluruh kemarahan dan rasa sakitnya di dadanya. Tangan Isaac mengusap rambut hitam Luna dengan lembut, sebuah gerakan protektif yang sangat ia rindukan. "Maafkan aku... Maafkan aku karena telah menjadi pengecut."

Perlahan, pukulan Luna melemah. Rasa lelah karena terus berpura-pura kuat akhirnya mencapai puncaknya. Ia mencengkeram kemeja Isaac, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher pria itu, dan menangis sejadi-jadinya. Aroma kayu cendana dan kehangatan tubuh Isaac yang begitu akrab seolah menjadi rumah yang selama ini ia cari.

Isaac memejamkan mata, menyandarkan dagunya di atas kepala Luna. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ia merasa lengkap kembali. Di bawah iringan suara hujan yang masih menderu di luar, ruang tamu yang dingin itu menjadi saksi bisu bersatunya dua jiwa yang sempat terpisah.

"Aku tidak pernah benar-benar pergi, Luna," gumam Isaac pelan, suaranya nyaris tenggelam oleh isak tangis Luna. "Hatiku selalu tertinggal di sini, bersamamu."

Luna tidak menjawab, namun ia mengeratkan pelukannya, seolah takut jika ia melepaskannya, Isaac akan menghilang lagi seperti mimpi buruk. Malam itu, bukan lagi tentang perjodohan atau sandiwara di depan orang tua. Malam itu, hanya ada dua mantan kekasih yang akhirnya jujur bahwa benci yang mereka agungkan hanyalah cinta yang sedang terluka.

1
Nhi Nguyễn
😄
anggita
ikut dukung like👍, iklan☝aja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!