Beberapa bulan setelah Leon lulus dari SMA, gurunya menawarkan Leon untuk bekerja di villa sang guru. Setahun setelah itu, Leon berhasil menembus tahap pemurnian qi level satu, dan secara resmi dijadikan murid oleh sang guru. Pada malam peresmian murid, gurunya memberikan sebuah bola hitam misterius kepada Leon. Keesokan harinya, kehidupan Leon mulai berubah secara drastis!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menuju Ke Luar Kota
Kota Erulean terletak di benua Afrit, salah satu dari delapan benua di planet Galea. Pada tepi bagian selatan benua, terdapat 18 kota yang membentuk sebuah aliansi, termasuk di dalamnya adalah kota Erulean.
Kota pertama bernama kota Fred, dipimpin oleh seorang pejuang bintang lima bernama Frederick. Sementara itu, walikota dari 17 kota lainnya merupakan pejuang bintang 4.
Serikat bebas merupakan organisasi yang dijalankan aliansi 18 kota secara bersama-sama. Namun demikian, pemimpin tertinggi serikat bebas di tiap-tiap kota merupakan walikota itu sendiri.
"Tidak cukup memiliki bawahan di wilayah orang lain. Aku harus memiliki wilayahku sendiri. Sebagai langkah awal, aku harus memiliki sebuah pangkalan."
Pergerakan Leon di kota Erulean terbatas. Jika dia memperluas bisnisnya secara besar-besaran, ada kemungkinan orang lain memperhatikan kemampuannya memindahkan barang dalam jumlah besar.
Leon tidak khawatir akan keselamatannya, karena dia dapat dengan bebas pindah ke bumi melalui portal. Namun jika hal itu terjadi, dia khawatir orang-orang akan mengincar Viona dan karyawan restoran permata ungu.
Berbeda dengan kota, sebuah pangkalan merupakan wilayah guild pejuang di luar kota. Kota Erulean sendiri memiliki enam guild besar yang masing-masing mempunyai sebuah pangkalan di luar kota. Tentu saja, keenam guild besar tersebut dipimpin oleh seorang pejuang kuat yang diklasifikasikan sebagai pejuang bintang tiga.
"10 kilometer ke selatan adalah garis pantai. Hmmm.... Tidak ada pangkalan di arah Utara."
Terdapat tiga pangkalan di selatan kota Erulean. Selain berurusan dengan ancaman zombie, karena mereka berada di tepi pantai, mereka menghasilkan uang dengan memproduksi garam. Dua pangkalan terdapat di sebelah barat kota Erulean, sementara yang terakhir berada di sebelah timur. Karena sudah begitu, Leon memutuskan untuk mendirikan sebuah pangkalan di sebelah Utara.
"Ini adalah PK-10, bertipe semi otomatis dengan amunisi 5,16 milimeter. Senjata ini....."
Di sebuah toko senjata di distrik utara, Leon mendengarkan staf penjualan yang memperkenalkan berbagai senjata kepada Leon. Pada akhirnya, Leon membeli 3 buah senjata. OP-4 dengan tipe semi otomatis, Eagle-2100 yang merupakan senjata jenis sniper dengan ukuran panjang 2,1 meter, dan terakhir adalah sebuah pedang yang menyerupai bentuk katana.
Setelah mendengar ocehan staf penjualan tersebut, akhirnya Leon juga memutuskan untuk membeli sebuah kacamata night vision. Sungguh staf penjualan yang hebat!
Esoknya, Leon berangkat ke gerbang Utara dan melihat dinding yang mengelilingi seluruh kota Erulean. Tidak seperti dinding kota di dunia fantasi pada novel yang pernah Leon baca, dinding ini hanya setinggi empat meter. Diluar dinding adalah areal perkebunan yang merupakan sumber penghasil utama makanan di kota Erulean.
Sebagian besar lahan ditanami oleh pohon gado. Namun karena di dalam kota juga terdapat pohon gado, Ini bukan pertama kali Leon melihatnya.
"Kehidupan warga di sini sangat menyedihkan."
Berbeda dengan areal kota di dalam tembok, rumah-rumah di luar tembok sebagian besar terbuat dari kayu. Warga di sini khususnya bekerja di perkebunan, dan karena harga makanan olahan pohon gado sangat murah, para pekerja tentunya berpenghasilan rendah.
Setelah motornya melintasi jalan cukup lama, akhirnya Leon tiba di gerbang luar Utara. Jika sebelumnya batas pertama dikelilingi oleh dinding setinggi empat meter, batas kedua dikelilingi oleh pagar kawat yang lebih rendah, sedikit kurang dari tiga meter.
"Apa kamu hanya sendiri?"
"Iya pak. Saya hanya akan menjelajahi area sekitar."
Ketika tentara melihat identitas yang ditunjukkan Leon melalui hologram gelang EP, tentara itu terdengar khawatir akan keselamatan Leon. Jika Leon adalah seorang pejuang bintang, mungkin kekhawatiran itu tidak perlu. Namun, tidak ada bintang pada identitasnya! Tentara itu menduga Leon hanyalah pejuang normal yang mencari keberuntungan di luar.
"Apakah ini pertama kalinya kamu ke luar?"
"Iya pak."
"Kalau begitu biar aku jelaskan beberapa hal padamu. Pertama, yang terpenting adalah permintaan bantuan...."
Tentara itu memproyeksikan hologram dari gelang EP miliknya, kemudian menjelaskan fungsi permintaan bantuan darurat di luar kota. Dalam radius 10 kilometer dari gerbang, Leon dapat meminta pertolongan darurat dari tentara dengan sejumlah biaya setelah dia berhasil diselamatkan.
Di luar jarak tersebut, Leon juga dapat mengaktifkan fungsi yang berbeda yaitu pertolongan darurat penjelajah. Dengan itu, penjelajah lain yang berada di dekatnya mungkin akan mengirimkan bantuan.
"Namun satu hal yang harus kamu tekankan. Tidak ada mata di luar kota. Jadi berhati-hatilah jika kamu bertemu pejuang lain. Termasuk jika ada permintaan bantuan yang berada di dekat lokasimu berada. Ada kemungkinan kecil itu merupakan sebuah jebakan."
"Terimakasih atas informasinya pak. Saya akan menanamkan apa yang baru saja bapak katakan."
"Kalau begitu hati-hati."
*****
"Raptor, jalankan fungsi pemetaan wilayah."
"Fungsi pemetaan wilayah diaktifkan."
Raptor merupakan nama AI motornya. Karena peta yang disediakan hanyalah wilayah dalam kota dari aliansi 18 kota, Leon berniat memindai area di luar kota Erulean.
Tujuannya hanyalah demi mempercepat laju motor jika Leon menjalankan fungsi kemudi otomatis. Di luar peta, kecepatan maksimum kemudi otomatis adalah 40 km/jam. Namun jika sudah dipetakan, laju maksimumnya adalah 60 km/jam.
"Menemukan zombie!"
Setelah berkendara selama setengah jam, Leon melihat dua zombie yang berkeliaran cukup jauh dari jalan raya. Leon berbelok dan mengemudikan motor keluar jalan aspal menuju arah dua zombie.
"Raptor, jalankan fungsi kemudi otomatis!"
"Fungsi kemudi otomatis diaktifkan."
Shiiing.....
Leon berdiri di atas motor yang melaju dan menyeimbangkan tubuhnya. Kemudian dia menghunus katana yang tergantung di pinggangnya. Zombie berada dalam garis lurus dari jalur motor. Karena itu, motor hanya melaju lurus kecuali AI mendeteksi halangan di depan.
Ketika zombie sudah cukup dekat, Leon melompat dari motor.
Splash!!!!
Kepala salah satu zombie langsung terpisah dari tubuh. Untuk mengurangi momentum laju, Leon berguling ke depan sebelum berhenti dalam posisi jongkok.
Zombie lain sudah berlari ke arahnya ketika dia membalikkan badan.
Splash!!!!
"Ughhh.... Aku harus mulai terbiasa dengan ini."
Leon menahan rasa jijik ketika melihat pemandangan tubuh tak bernyawa. Setelah menenangkan diri, Leon menebas area jantung. Jantung zombie telah berubah bentuk menjadi kristal dengan sisi yang tidak beraturan. Kristal tersebut berwarna merah, menunjukkan bahwa zombie ini hanyalah zombie level satu.
"Cairan-cairan ini sungguh menjijikan."
Karena dia memakai jaket motor yang bagus, Leon tidak ingin mengotorinya, termasuk sarung tangan motornya yang masih baru. Jadi setelah memotong daging di sekeliling kristal, Leon mencongkel kristal tersebut.
Setelah kristal terlempar ke tanah, Leon mengulurkan tangan ke depan. Jangkauan mana di luar tubuhnya saat ini mencapai dua meter. Meskipun itu tidak terkonsentrasi dan sangat lemah, Leon dapat membungkus kristal dengan mananya sebelum menyimpannya di dalam inventory.
"Mayat ini tidak bernilai banyak. Lebih baik kutinggalkan saja."
Tubuh zombie dihargai 5 sen/kg. Tentu bukan untuk dijadikan makanan, karena tubuh zombie yang merupakan hewan juga dikatakan sangat pahit, apalagi mengandung banyak virus zombie. Tubuh zombie dibeli untuk dijadikan pupuk bagi pohon gado ataupun tanaman lain di perkebunan.
Tidak jauh dari tempat Leon berdiri, motornya sudah berhenti berjalan dan terparkir. Hal ini terjadi karena perintah yang tidak kompleks. Ketika raptor mendeteksi Leon telah melompat sebelumnya, raptor mulai memperlambat laju motor sebelum berhenti.
Karena gelang EP nya terhubung dengan motor, Leon memberikan perintah lain.
"Raptor, jalankan kemudi otomatis menuju lokasiku saat ini."