NovelToon NovelToon
Takdir Pernikahan

Takdir Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Ibu Pengganti / Cinta pada Pandangan Pertama / Mengubah Takdir / Suami ideal
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ry

Cerita ini kelanjutan dari novel "Mencari kasih sayang"
Pernikahan adalah ibadah terpanjang karena dilakukan seumur hidup. Pernikahan juga disebut sebagai penyempurnaan separuh agama.
Dua insan yang telah di satukan dalam ikatan pernikahan, tapi kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Hari memiliki rahasia yang dapat menghancurkan kepercayaan Resa. Apakah dia dapat bertahan?

Resa menemukan kebenaran tentang Hari yang telah menyembunyikan kebenaran tentang status nya. Resa merasa dikhianati dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Apakah dia harus memaafkan Hari atau meninggalkannya?

Apakah cinta Resa dan Hari dapat bertahan di tengah konflik dan kebohongan? Apakah Resa dapat memaafkan Hari dan melanjutkan pernikahan mereka?
Apakah mereka akan menemukan kebahagiaan atau akan terpisah oleh kebohongan dan konfliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34 Resepsi Wati

Pagi hari tiba, sinar matahari menyinari rumah dengan hangat. Suara-suara keluarga yang sibuk mempersiapkan diri untuk hari ini terdengar dari berbagai penjuru rumah. Resa ikut serta namun tak seantusias yang lain.

Dia memandang sekeliling, melihat Tina yang kesana kemari dengan riangnya.Resa tersenyum, merasa berterima kasih atas kehadiran adiknya yang selalu mendukung dan menghiburnya. Dengan hati yang berat, Resa memutuskan untuk bergabung dengan keluarga yang lain.

Hari ini adalah hari bahagia bagi Wati dan Aldi, yang akan mengadakan resepsi pernikahan mereka. Sejak pagi, Wati sibuk dengan persiapan, dirias untuk tampil cantik. Semangat kebahagiaan menyelimuti acara pernikahan ini, di mana semua anak gadis pak Nurdin bersinar dengan keanggunan riasan, sementara Resa tampil elegan dengan gaya sederhana khasnya.

"Teh, kenapa cuman pakai gamis begini? Ini resepsi pernikahan loh, masih saja pake gamis andalan ." protes Tina kepada kakaknya.

Resa mengangkat bahu, tersenyum tipis pada adiknya yang masih merasa risih melihat penampilannya. "Lohh, gak apa-apa Tin memang biasanya begini. Tidak ada yang salah kok, nggak usah banyak protes,ayo kedepan.

Acara dimulai dengan membacakan ayat Al Qur'an, ada juga sambutan dari dua keluarga. Dan ada tausiyah yang disampaikan. para tamu wanita dan laki-laki sudah duduk memenuhi kursi yang berjejer. Semua acara dilakukan dengan islami, raut bahagia dari keduanya terlihat jelas satu sama lain.

suara hiburan dari grup marawis pesantren al-kamal sudah terdengar, iringan shalawat menggema. Para santri sibuk dengan perannya masing-masing. Jika ada acara nikahan, tidak main-main biasanya bikin macet di jalanan. Tempat parkir saja sampai penuh.

Semua keluarga satu persatu mengambil foto dengan mempelai pengantin.

"Barakallahu laka wabaraka 'alaika wajama'a bainakuma fii khoir"ucap Resa memeluk Wati . Mereka pernah mencintai satu Pria yang sama namun tidak menjadikan Mereka berdebat, karena kebesaran hati Resa yang mengikhlaskan semuanya. Meski pada akhirnya pria yang mereka kagumi itu tak menjadi jodoh keduanya.

"Terima kasih,Res" ucap Wati sambil tersenyum kepada Resa.

Ibu Komala duduk di kursi bersama dengan bapak Nurdin,Tina,Rima,dian dan keluarganya yang lain, mereka memiliki tugasnya masing-masing, sesekali mereka ikut menyambut tamu yang datang.Resa kurang nyaman dengan acara keramaian seperti sekarang ini.

Dia mengenakan gamis hitam kombinasi biru dengan make-up tipis di wajahnya. Sengaja dia memakai itu, agar tidak banyak dipandang oleh lelaki. Sedangkan Tina dia begitu percaya diri dengan riasan tipis di wajahnya. Dia tersenyum kepada siapa saja yang mengajak dia tersenyum.

Resa duduk sendirian, menjauhkan diri dari keramaian yang ada di sekitarnya. Meskipun senyum yang dipaksakan nya masih tersungging di bibirnya, namun hatinya tidak bisa dibohongi. Pikirannya masih berkelana, mempertanyakan mengapa suaminya tidak bisa menyempatkan waktu untuk datang ke acara keluarganya.

Di seberangnya, seorang pemuda yang merupakan personil marawis juga duduk terpisah dari keramaian. Dia menatap sekilas pada Resa, dia bisa melihat kesedihan yang tersembunyi di balik senyum Resa.

Hasan, pemuda itu, sebenarnya sudah berada di acara pernikahan Wati sejak pagi. Dia membantu menyiapkan alat marawis untuk acara pembukaan hari ini. Namun, dia lebih banyak berada di belakang panggung, menghindari perhatian orang lain.

Ketika dia melihat Resa, Hasan memilih untuk menghindarinya. Dia tidak ingin mengganggu Resa yang terlihat sedang membutuhkan waktu sendiri.apa lagi wanita yang di cintainya itu sudah bersuami.

Saat hiburan akan dimulai, pemuda itu baru menampakkan diri, naik ke atas panggung sebagai penyanyi sholawat di grup marawis tersebut. Suaranya yang merdu dan penuh emosi mengisi ruangan, membuat semua orang yang hadir terpesona.

Resa, yang sebelumnya terlihat sedih,tidak bisa untuk tidak menatap dan mengaguminya. Suaranya yang indah membuatnya merasa terhanyut dalam suasana yang lebih positif. Dia tidak menyadari bahwa pemuda itu adalah orang yang sama yang sebelumnya duduk di seberangnya, menatapnya dengan sorot mata yang tajam.

Namun sedetik kemudian, Resa tersadar dan beristighfar. Dia menyadari bahwa tidak seharusnya seorang wanita yang sudah bersuami mengagumi pria lain. Dia menepis pikiran yang menurutnya tidak baik itu, dan berusaha untuk memfokuskan perhatiannya pada hal-hal yang lebih positif.

"Ya Allah, ampunilah aku," ucap Resa dalam hati, berusaha untuk menjaga dirinya dari pikiran-pikiran yang tidak baik. Dia mengingatkan dirinya bahwa dia sudah menjadi istri seseorang, dan bahwa dia harus menjaga kesetiaan dan kehormatan dirinya.

"Teh, Akang santri itu kan yang dulu pernah naksir Teteh Resa, ya? Kalau yang mau sama Teh Tina yang mana, yah? Ko nggak kelihatan? Aku penasaran, gimana kalau jelek, Teh?" tanya Dian dengan penasaran.

"Belum, Dek. Ko sudah menyimpulkan. Mereka belum secara formal datang ke rumah. Kemarin baru bilang ke Bapak saja, kan. Semua orang di matamu dipandang jelek, kecuali..." sahut Resa tidak meneruskan ucapannya.

"Kecuali Bapak, Hehe!" ucap Dian sambil cengengesan.

Sebenarnya, ujung mata Resa terkadang melirik ke arah pintu masuk untuk mencari seseorang. Namun tidak ia temukan orang yang di tunggu nya di sana, selain tamu undangan yang berdatangan.

Sebentar lagi acara akan segera berakhir. Dengan langkah yang sama, Hari berdiri di belakang ibu dan bapaknya. Mereka baru datang saat tengah hari. Karena pagi nya, suami dari Resa itu harus bekerja dan tak bisa tinggalkan karena mengejar target yang harus dikirim hari itu juga.

Hari merasakan detak jantungnya tidak biasa saat menginjakan kaki di rumah mertuanya. Dia ingin menolak untuk datang, namun tidak enak dengan kedua orang tuanya.

"A, Hari! Datang juga akhirnya," panggil Tina dengan senyum cerianya. Dia pikir pria itu tidak akan datang ke acara resepsi kakak tirinya.

"Assalamualaikum, Mah, Pak!" tersenyum dengan ramah, gadis itu langsung mencium tangan mertua kakanya. Sedangkan Hari menatap ke arah yang lain, mencari keberadaan istrinya.

"Cantik kamu, Nak. Ceria sekali wajah kamu. Jadi kamu ini adiknya Resa," ucapnya memberi pujian.

"Makasih, Mamahnya A Hari!" ujarnya dengan senyuman penuh di wajahnya.

Resa menatap tidak percaya kepada suaminya, ia pikir dia tidak akan datang hari ini. Karena sebelumnya Hari sudah berkata bahwa dirinya tidak akan datang pada acara resepsi pernikahannya Wati, karena keadaan di konveksi sedang urgen.

"Waalaikumsalam Nak, terima kasih sambutan hangatnya. Maaf, datangnya terlambat." ujarnya pelan. Resa mendongak, melihat senyuman lebar terukir dari wajah suaminya itu, membuat perasaannya lebih baik sekarang. Meski masih nampak canggung ketika dihadapkan dengan Hari dan kedua mertua yang ada disampingnya.

Resa dan Hari hanya saling mengangguk dengan senyum tipis tanpa berkata apapun.Hari menghormati keluarga Resa, dia datang karena rasa takzdimnya pada mertuanya.

Pertemuan mereka singkat karena Hari dan orang tua nya harus menemui orang tua Resa dan kedua mempelai yang berada di pelaminan, namun memberikan kesan yang mendalam untuk Hari dan Resa. Hati lelaki itu semakin tenang, rasa bersalahnya tidak lagi begitu menghantui. Karena ia melihat Resa sudah biasa sedikit demi sedikit menerima semuanya.

Hari dan kedua orang tua nya turun kembali dari pelaminan, dia tersenyum tipis karena ternyata istrinya masih menunggu.

Wanita yang berpenampilan anggun itu langsung menyapa lagi saat sudah dekat.

"mamah dan bapak mau lansung pulang lagi?"

"Iyah, kita langsung pulang. Tapi Hari akan di sini dulu,nanti pulangnya bareng sama kamu."

1
Cakrawala
kelamaan Har klo nanya dulu yng ada Resanya tambah malu. . xixixi
Aerik_chan
baca gini aja nyeseknya nembus layar/Sob//Sob/
Cakrawala
Alamt Resa di bkin brdebar trus nih sm Aa Hari... /Chuckle/
Cakrawala
wanita beragama mmg bgitu. gemeeeesssss/Facepalm/
Selly AWP
Resa ngidam nih
Selly AWP
wah sakit ya
Selly AWP
jatuh cinta sama visualnya 😍
Elisabeth Ratna Susanti
ikut berdoa sungguh2
☆🅢🅐🅚🅤🅡🅐☆🇮🇩🇸🇩
kasian LG hamil sakit, yg kuat resa
Aksara_Dee
minuman kemasan juga penyebab typus
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
resa, ngidamnya kalau gak sehat harus dilawan. jangan dituruti, kasihan bayinya. 🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺
Tini Timmy
ngidam lgi nih🤣
Cakrawala
/Frown/
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
sakit resa nya
Elisabeth Ratna Susanti
waduh demam nih
Elisabeth Ratna Susanti
maaf baru sempat mampir di karya keren ini. kena flu nih, pengennya merem terus 😄
Ry: gak apa-apa ka, semoga lekas sembuh 🤲
total 1 replies
DeanPanca
beginilah wanita, mudah memaafkan, sulit melupakan.
☆🅢🅐🅚🅤🅡🅐☆🇮🇩🇸🇩
intinya saling keterbukaan
dan hari JD suami harus peka
apalgi resa LG hamil
moodnya it sprti bunglon
☆🅢🅐🅚🅤🅡🅐☆🇮🇩🇸🇩
keren visualnya
g bs berpaling aq Thor😅
Ry: ☺️ makasih,suatu kebahagiaan kalau pada suka
total 1 replies
Aksara_Dee
ehh curcol juga deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!