NovelToon NovelToon
Kakak Iparku Mantan Kekasihku

Kakak Iparku Mantan Kekasihku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ropiah

Merlisa harus menerima kenyataan pahit, bahwa mantan kekasih yang masih begitu ia cintai harus bersanding dengan kakak tersayangnya.

Dan lebih parahnya lagi, Merlisa harus terjebak dalam pernikahan sandiwara dengan seorang Arga Sebastian, CEO tampan namun angkuh dan sudah memiliki kekasih. Demi memajukan perusahaan sang papa Merlisa menerima pernikahan yang tidak di dasari oleh cinta.

Bagaimana kisah Merlisa selanjutnya? apakah ia akan menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Merlisa keluar menuju balkon kamar Arga, ia mendudukan tubuhnya di lantai begitu saja, sambil memejamkan mata, membiarkan angin malam yang dingin menerpa wajah dan tubuhnya.

"Sedang apa kau di sini, udara malam ini cukup dingin." Ucap Arga yang tiba - tiba membuat Merlisa tersontak kaget.

"Kau selalu saja datang dengan tiba - tiba, lama - lama aku bisa jantungan kalau terus bersamamu." Kesal Merlisa.

" Kau saja yang kagetan segala menyalahkan ku." Sahut Arga.

Merlisa terdiam, malas untuk berdebat lagi dengan Arga.

" Aku boleh bertanya denganmu?" tanya Merlisa, masih memejamkan matanya.

"Mau tanya apa?" tanya balik Arga, sambil menatap wajah Merlisa.

" Sampai kapan kita harus seperti ini, aku tidak mau berlama - lama main rumah - rumahan bersama dengan mu." Kesal Merlisa, membuka matanya dan pandangan mereka bertemu.

Arga terdiam sesaat, dan menghembuskan nafas kasar.

" Entahlah, kita jalani saja." Ucap Arga dengan tatapan yang sulit di artikan Merlisa.

" Enak saja, bisa - bisanya kau berbicara seperti itu. Apakah kau tidak merasa bersalah dengan keluarga kita masing - masing, kita sudah membohongi mereka dengan pernikahaan sandiwara ini." Kesal Merlisa.

" Kalau saja mama tidak memaksaku untuk menikahi mu, mungkin kau tidak menjadi istriku." Kesal Arga.

" Lalu sekarang bagaimana? aku juga tidak mau terus - terusan seperti ini." Ucap Merlisa.

" Tunggu pernikahan kita satu tahun, agar tidak membuat orang curiga, setelah itu kita akan pisah, dan kau akan bebas." Ucap Arga.

" Benarkah?" tanya Merlisa tersenyum dengan mata berbinar, yang di angguki Arga.

Tidak terasa Merlisa memeluk tubuh tegap Arga.

Sebegitu senangnya kau bisa berpisah denganku nanti. Batin Arga.

" Maaf, aku terlalu senang." Ucap Merlisa malu karena sudah sadar telah memeluk tubuh Arga.

" Tidak masalah, kalau perlu mari kita buat cucu untuk mama dan papa sebagai cendra mata setelah berakhirnya pernikahan kita." Goda Arga yang di balas tatapan tajam dari Merlisa.

" Sekali lagi kau bicara seperti itu, akan aku robek mulutmu itu!" dengus Merlisa.

" Hahaha kau benar - benar wanita bar - bar." Ucap Arga dengan tawanya.

" Tidak lucu, huh!" kesal Merlisa sambil berdiri ingin berniat pergi. Arga menarik lengan Merlisa, Merlisa terjatuh di atas pangkuan Arga.

Kedua mata mereka bertemu, sorot mata keduanya saling mengunci satu sama lainnya.

Tanpa Arga sadari bibirnya sudah menyatu dengan bibir merah Merlisa.

Keduanya tidak menyadari dengan sedang mereka lakukan, keduanya terbuai dengan suasana malam yang dingin, angin malam yang berhembus mengiringi ci***an panas keduanya. Merlisa melingkarkan kedua tangannya di leher Arga, dan Arga sudah memeluk erat pinggang Merlisa.

" Maafkan aku." Ucap Arga saat ciuman panas mereka terlepas. Merlisa menundukan wajahnya yang sudah merona malu.

" A aku ingin tidur." Ucap Merlisa gugup, dan segera pergi meninggalkan Arga yang masih duduk di balkon.

"Aahhh apa yang aku lakukan tadi, aku seperti wanita murahan saja." Gumam Merlisa mengerutuki perbuatan yang ia lakukan.

Ia segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, menutupi seluruh tubuh dan wajahnya hingga tidak terlihat.

Arga masih duduk termenung di balkon dengan tatapan yang sulit di artikan.

" Apa aku sudah benar - benar gila, kenapa aku begitu tidak sadar jika bersama wanita bar - bar itu, aku selalu terbuai dengan bibir merah miliknya." Gumam Arga sambil mengacak - acak rambutnya.

*****

Beberapa hari kemudian Merlisa dan Arga memutuskan untuk menginap di kediaman papa Hendra, sekedar membantu persiapan sang kakak. Karena tepat pada hari ini Indri dan Dimas akan melaksanakan pernikahan mereka di ball room hotel milik keluarga Mahesa.

"Kak Indri luar biasa, sempurna." Ucap Merlisa sambil melingkarkan ke dua jarinya berbentuk O, saat melihat sang kakak begitu cantik dengan gaun pengantinnya.

" Aahh kamu bisa saja dek." Sahut Indri malu karena sudah di puji oleh Merlisa.

" Emang bener kok kak, aku keluar sebentar ya kak, mau cari kak Andri dari tadi tidak terlihat ia ke beradaannya." Ucap Merlisa yang di angguki oleh Indri.

Merlisa keluar kamar hotel berjalan di koridor hotel, tiba - tiba ada tangan kekar menggenggam lengan Merlisa, seketika Merlisa memutar tubuhnya untuk melihat siapa sosok yang sudah menyentuhnya.

" Kak Dimas." Ucap Merlisa. Dimas tidak berkata apapun, ia langsung memeluk tubuh Merlisa erat.

" Kak lepaskan, nanti kalau ada yang lihat bagaimana, pasti orang lain akan berpikiran yang tidak - tidak dengan kita." Ucap Merlisa berusaha melepaskan dekapan Dimas.

"Aku tidak perduli Ca, biarkan aku seperti ini." Sahut Dimas masih mendekap Merlisa.

" Tolong kak lepaskan jangan seperti ini, sebentar lagi kakak akan menikah dengan kak Indri." Ucap Merlisa. Dimas tidak menjawab perkataan Merlisa, malah ia berbicara yang lain.

" Ca apakah kamu bahagia dengan pernikahan kamu?" tanya Dimas.

Merlisa terdiam sejenak, lalu menganggukan kepalanya.

" Iya aku bahagia kak dengan pernikahanku, kakak juga harus bahagia dengan kak Indri." Ucap Merlisa tersenyum meyakinkan Dimas.

"Eeehhhmmm." Arga berdehem tiba - tiba membuat Dimas dan Merlisa terkejut.

" Elo tidak usah memhatikan istri gue, dia tanggung jawab gue, pernikahan kita bahagia atau tidak itu bukan urusan elo." Ucap Arga lagi merangkul pinggang Merlisa merapatkan pada tubuhnya.

"Jelas itu urusan gue, karena gue kakak iparnya. jangan pernah elo sakiti Merlisa, kalau tidak elo akan menyesal !" dengus Dimas pergi meninggalkan Merlisa dan Arga.

"Sebenarnya ada hubungan apa dengan kalian berdua?" tanya Arga menatap Merlisa penuh curiga.

" Tidak ada apa - apa." Sahut Merlisa singkat.

" Bohong, kalian tidak seperti kakak ipar dengan adik ipar." Ucap Arga.

" Maksudmu?"

" Tadi kenapa kalian peluk - pelukan seperti itu, huh!" kesal Arga.

" Jangan bilang kalau kau sedang cemburu denganku." Ucap Merlisa tersenyum menyeringai.

" Cih, aku tidak cemburu dengan kalian, tapi ingat kau masih istri sahku, kau tidak berpikir bagaimana tadi ada orang yang melihat kalian sedang berpelukan seperti itu, nama dari keluarga Sebastian juga akan tercoreng karena ulahmu." Jelas Arga.

Keduanya masih saling menatap tajam, Merlisa baru membuka mulutnya untuk berbicara, namun sudah terhenti dengan ke hadiran seseorang.

" Ini anak rupanya ada di sini, lagi enak - enakkan saling tatap. Kakak udah nyariin kamu muter - muter dek." Kesal Andri pada Merlisa.

" Aku juga mencari kakak tadi, memang ada apa kak?" tanya Merlisa.

" Acara akan segera di mulai, ayo kita dampingi Indri dek." Ucap Andri Sambil menarik tangan Merlisa.

" Tunggu dulu bro, main tarik - tarik aja loe istri gue." Ucap Arga menahan tangan Marlisa.

" Ya elah pelit amat si elo bro, pinjem sebentar." Ucap Dimas segera menarik tangan Merlisa.

Arga hanya mendengus kesal, Kenapa aku menjadi kesal sekali melihat wanita bar - bar itu bersama lelaki lain. Batin Arga.

Dimas sudah menunggu di meja tempat dimana prosesi ijab kobul di langsungkan, bersama pak penghulu, ke dua orang tua Dimas dan papa Hendra.

Indri berjalan beriringan dengan Merlisa dan Andri, dengan posisi berada di tengah, ia berjalan dengan begitu anggunnya.

Bersambung...

Jangan lupa berikan like, vote, dan komennya agar author selalu semangat 💪🙏👍😁

1
Inggrit Erliana
Luar biasa
Bara Ayu
garis bawhi "w gk boleh cengeng hanya karna seorang laki2 yg gk bisa memperjuangkan cintax"😝🤣
Marlina
kalau laki2 ngomong hanya nikah sandiwara apakah jatuh talak
Marlina
coba sama Rafi az,sih
nur
merlisa bisa beladiri tapi kok gk bisa renang 😂
Dewi Moms AQila
yg bikin novel sepertinya seangkatan ... smpe tau saras 008 apa mungkin kenal jiga dg panji manusia melenium🤣🤣🤣
Sundari Sekariputi
sebenernya ceritanya bgs thor tapi akhir ceritanya tanggung bgt
Sri Wahyuni
kta y bsa ilmu bela diri ca klau s arga kurang ajar lawan az
Sri Wahyuni
knp wali hakim kan s ica ank angkt
Anggi Esteria
next
Anggi Esteria
sk Merlisa yg cemburu next cerita na
Anggi Esteria
next cerita na
Anggi Esteria
lucu juga Arga next cerita na
Anggi Esteria
benar kata Merlisa klo Arga sprti bunglon berubah ubah next cerita na
Anggi Esteria
seru klo Merlisa satu kantor sama suami na next cerita na
Anggi Esteria
ada2 aja tingkah Arga
Nelli Susilawati
bahhh..pindah lapak
yanti
bagus
NFIA
enak bget ya. istri sah disuruh jadi babu supaya bisa dapat makan dan tidur nah pacarnya dikasih duit lebih banyak cuma modal glendhotan.
♡👿 [V]aM|P!R} 👿♡
Rafi nya kasian cuma tempat tubrukan doang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!