Apakah kamu percaya cerita Cinderella?
Amina Arafat hanyalah seorang gadis yatim piatu, imigran dari Palestina dan tinggal bersama paman bibinya serta sepupunya di Brussels Belgia. Amina memiliki wajah cantik yang khas, membuat Akira Léopold, putra mahkota kerajaan Belgia, jatuh cinta pada pandangan pertama.
Amina yang merasa tidak pantas bersanding dengan seorang pangeran dan putra mahkota, mencoba menjauh dari Akira tapi dia salah. Akira adalah keturunan Léopold yang tidak akan menyerah begitu saja demi mendapatkan wanita yang sudah mencuri hatinya sejak bangku sekolah.
Generasi 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saya Tidak Pantas!
Ferina tampak kesal karena Akira menolaknya mentah-mentah di depan banyak orang yang tertawa kecil, mengejek dirinya. Gaunnya yang cantik, make up sempurna dengan tata rambut dari penata rambut terkenal di Eropa, tidak membuat Akira melirik sedikitpun.
Tidak sebanding dengan gaya Amina yang bisa dibilang terlalu sederhana dan tidak cocok dengan prince Akira.
"Akira ...."
"Tidak. Aku sudah bilang padamu. Sekali aku bilang tidak, ya tidak!" Akira menatap dingin.
Jake Hamm menghampiri Akira dan Amina. "Akira, pengawal kerajaan sudah datang. King Father meminta kamu pulang."
Akira menoleh ke arah Jake. "King Father meminta aku pulang?"
Jake Hamm mengangguk. "Pulang. Now!"
Akira pun mengangguk. "Mina, kita pulang!" Akira mengulurkan tangannya ke Amina yang masih duduk dengan bantal donut agar tidak cedera lagi. Memang sudah empat bulan sejak insiden itu dan Amina tetap melakukan fisioterapi serta pemeriksaan rutin.
"Kita pulang?" Amina menerima uluran tangan Akira dan bangun dari duduknya. Gadis itu juga membawa bantal duduk donutnya.
"Kita pulang !" Akira lalu menggandeng tangan Amina dan mereka berjalan keluar ballroom. Akira bahkan tidak melirik ke arah Ferina. Dia sangat fokus pada Amina yang sebenarnya agak risih dengan sikap perhatiannya Akira.
Jika pangeran dan putra mahkota sudah beritahu pulang, mau tidak mau harus dituruti. Ferina melihat bagaimana sikap Akira ke Amina yang membuat iri banyak teman-teman wanitanya.
"Brengseeekkk! Dia benar-benar tidak mau melirik aku!" sungut Ferina.
"Aku sudah bilang. Akira orangnya keras. Jika dia sudah tidak suka, maka dia bilang tidak suka." Anne menghampiri Ferina. "Lupakan Akira. Kamu tidak akan bisa membuatnya tertarik apalagi kamu sudah membuatnya malas melihatmu."
"Kamu tahu kemana Akira kuliah?" tanya Ferina.
"Sudah pasti Royal Military Academy! Bukankah semua anggota keluarga kerajaan pergi kesana?" jawab Anne.
Ferina tersenyum. "Begitu ya."
Anne melihat bagaimana wajah licik Ferina terpampang. Dirinya merasa takut.
Semoga bocah ini tidak nekad!
***
"Kenapa kita harus pulang Akira?" tanya Amina bingung. Acara prom night belum selesai tapi mereka harus pulang.
"Aku juga tidak tahu," jawab Akira.
"Nona Amina akan diantarkan dulu ke rumah, my prince. Nanti anda akan tahu kenapa harus pulang," ucap Bobby, salah satu pengawal Arsyanendra yang dikirim untuk mengawal Akira.
Akira menoleh ke arah Amina yang duduk di sebelahnya.
"Sepertinya ada hal yang penting hendak disampaikan King Father. Jadi kamu tidak apa-apa kan kita tidak sampai selesai acara prom night nya?"
"Tidak apa-apa, My Prince. Aku bisa melanjutkan belajar untuk masuk universitas."
"Kamu mau masuk mana?"
"Vrije Universiteit Brussel (VUB) ... aku tahu di kampus sana menggunakan bahasa Belanda dan Inggris tapi aku mau belajar, My Prince," jawab Amina.
"Kamu mau ambil apa?"
"Studi Eropa karena aku ingin menjadi guru sejarah untuk anak-anak elementary school."
Akira tersenyum. "Aku dukung keputusan kamu, Mina. Belajar bahasa Belanda tidak sulit kok karena kamu ada basic Jerman."
"Terima kasih Akira."
***
Istana Brussels Belgia
Akira datang ke ruang kerja ayahnya dan tampak dua pria yang sangat dia hormati serta sayangi. Keduanya tampak sibuk dengan berkas-berkas di mejanya.
"Daddy, Opa ... Ada apa? Apa ada yang penting? Mommy? Oma?" tanya Akira panik.
"Bukan ... Ini." Arsyanendra memberikan berkas ke Akira dan putranya membacanya.
"Royal Military Academy? Aku masuk sana?" Akira menatap ayah dan opanya.
"Yup. Sama dengan Daddy dan Opa dulu," jawab Arsyanendra.
"Tapi kamu tidak usah ikut hell week macam Daddymu! Kacau memang Daddymu yang hobby ikut Hell Week!" cebik Sean judes.
"Kayaknya seru deh!" cengir Akira.
"Nggak! Nggak seru! Opa melarang kamu ikutan Daddy kamu!" Sean menatap tajam ke Akira yang tertawa kecil.
"Ternyata tes yang aku lakukan sebulan lalu menghasilkan aku lolos ke RMA. Berapa lama?" Akira menatap Sean dan Arsyanendra.
"Enam tahun. Setahun di Brussels lalu lima tahun di Bologna," jawab Arsyanendra.
Akira terkejut. "Enam tahun? Bagaimana dengan Amina?"
"Amina akan baik-baik saja Akira! Sekarang fokus dengan dirimu sendiri! Kamu akan melanjutkan tradisi keluarga kita!" jawab Arsyanendra.
Akira memejamkan matanya. "Kapan aku pergi?"
"Lusa."
Akira semakin terkejut. "Secepat itu?'
***
Keesokan harinya, Akira mendatangi kediaman keluarga Arafat dan Amina menyambutnya dengan senyuman khasnya.
"Silahkan masuk My Prince. Aku sedang persiapan pra test ujian masuk Vrije Universiteit Brussel," senyum Amina sambil meletakkan bantal donut nya di sofa dan menatap Akira yang tampak galau. "Ada apa My Prince?"
"Amina ... Aku ... Kita ... Kemungkinan tidak akan bertemu lama. Aku lolos seleksi masuk Royal Military Academy dan aku setahun disana dengan pelatihan ketat serta tinggal di asrama. Aku juga tidak sering-sering pergi kalau akhir pekan," jawab Akira.
Amina hanya mengangguk pelan. "Aku sudah merasakannya, My Prince. Memang sudah tradisi bukan jika seorang pangeran masuk ke akademi militer. Bukankah Raja Arsya dan King Father juga sama."
Akira menatap Amina. "Kamu tidak keberatan?"
Amina menggeleng. "Siapa lah aku yang orang biasa dan imigran ini My Prince. Saya tidak pantas bersama My Prince."
Akira tersenyum smirk. "Kamu pantas bersama aku!"
***
Note
Pertama, calon harus lulus ujian militer yang berlaku untuk semua kategori militer Belgia (ujian medis, ketahanan fisik, dan evaluasi psikologis). Setelah lulus ujian tersebut, calon mahasiswa harus bersaing satu sama lain dalam ujian tertulis. Ujian ini meliputi matematika dan ujian tertulis bahasa Prancis & Belanda. Universitas hanya dapat menampung sejumlah tertentu mahasiswa setiap tahun (perkiraan kasar: 150/tahun) (sangat dipengaruhi oleh kebutuhan akan perwira militer Belgia). Calon bersaing satu sama lain untuk mendapatkan tempat yang terbatas ini.
Bologna
Sejak 2003, akademi melakukan beberapa perubahan pada fakultasnya untuk menyesuaikan dengan Proses Bologna. Kedua gelar kini diajarkan dalam rentang lima tahun. Setelah tiga tahun pertama, mahasiswa menerima gelar sarjana. Gelar magister dapat diraih setelah dua tahun berikutnya. Berbeda dengan implementasi Bologna yang umum, fleksibilitas dalam memperoleh gelar tidak ditingkatkan secara signifikan. Mahasiswa hanya boleh gagal selama satu tahun dalam lima tahun tersebut. Ujian ulang, bagaimanapun, dimungkinkan. Mahasiswa tidak dapat membawa mata kuliah ke tahun berikutnya; mereka harus lulus ujian ulang. Sebelum 2003, sebagian besar mata kuliah bersifat tetap, tetapi mahasiswa memiliki pilihan terbatas untuk mata kuliah pilihan. Fleksibilitas dalam pemilihan mata kuliah ditingkatkan dengan penerapan modul mata kuliah. Mahasiswa dapat memilih modul tertentu yang masing-masing berisi mata kuliah spesifik dan terkait. Contohnya:
Modul Hukum
Modul Psikologi
Modul Sistem Senjata (balistik)
Modul Manajemen
Sumber Wikipedia
***
Yuhuuu up malam yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
The sableng family, yg nyuruh turun genteng aja, mama Rarasati bawa prince Akira 😂😂😂😂😂