NovelToon NovelToon
Dilamar Si Cantik Tak Dikenal

Dilamar Si Cantik Tak Dikenal

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Dio tak menyangka wanita yang ditemuinya dalam hitungan jam berani melamarnya. Bagi dirinya itu adalah sebuah penghinaan meskipun wanita yang ditolongnya cantik dan mampu memberikan seluruh harta. Dio pun menolak keinginannya, tetapi si cantik Laras tetap terus mengejarnya.

Apakah Dio bersedia menerima lamarannya atau tetap pada pendiriannya mencintai kekasihnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode Ketujuhbelas

Plaaakk....

Laras melayangkan tamparan keras di pipi suaminya, ia begitu murka karena dituding telah menyerahkan kesuciannya kepada mantan kekasihnya.

Laras turun dari ranjangnya dan berkata tegas, "Aku sama sekali tidak seperti apa yang kamu tuduhkan!"

"Dua orang pria dan wanita ke hotel dengan status belum menikah. Apa yang mereka lakukan di sana jika bukan bermesraan di kamar hotel, hah?" Dio tak berhenti memojokkan istrinya.

"Apa kamu pikir di hotel cuma tempat tidur saja, hah?" Laras meninggikan suaranya.

"Aku ke sana karena menghadiri undangan dan kami menikmati liburan bersama bukan hanya berdua saja. Tapi, ada temanku juga. Aku dan dia tak pernah sekamar!" Laras menjelaskannya dengan suara bergetar menahan tangis.

"Halah, tak usah menyangkal!!" sergah Dio.

"Kamu mau bukti, hah??" Laras membuka kancing piyama tidurnya.

Dio juga turun dari ranjang, "Tidak perlu. Aku tak tertarik sama sekali denganmu!" ia lalu memilih meninggalkan kamar.

Laras terduduk di sisi ranjang dan menangis. Ia tak menyangka Dio tega memfitnahnya tak suci lagi. "Aku benci dia, Ma. Aku benci dia, Pa!"

"Apa yang sudah dibicarakan Rea sampai Dio menuduhku begitu?" gumam Laras seraya menyeka air matanya.

Melihat jam dinding masih menunjukkan pukul 10 malam. Laras mengambil cardigan panjang dari lemari lalu memakainya, kemudian membuka laci nakas dan mengambil kunci mobil. Bergegas keluar dari kamar dengan langkah terburu-buru.

Dio yang memilih menenangkan diri di ruang santai, melihat istrinya berjalan dengan langkah lebar menuju pintu utama. Bangkit dari tempat duduknya dan mengejar langkah kaki istrinya. "Kamu mau ke mana?"

"Bukan urusanmu!" ketus Laras. Membuka kunci pintu.

"Kamu mau bertemu dengan kekasihmu itu?" Dio coba menerka.

"Ya. Aku akan menyerahkan tubuhku untuknya!" kata Laras.

Pintu terbuka, Laras yang hendak melangkah lengan tangannya ditarik sehingga wajahnya menabrak dada suaminya.

"Jangan bodoh!!" bentak Dio.

"Buat apa kamu peduli? Kamu 'kan sudah menuduhku. Jadi, jangan coba mengatur hidupku!" Laras mencoba melepaskan genggaman suaminya.

"Ini sudah malam, Ras. Bagaimana kalau orang tuamu tahu aku membiarkanmu keluyuran ditengah malam?"

"Kamu tinggal katakan kepada mereka kalau aku tidak bisa diatur dan kamu bisa menceraikanku!" Laras akhirnya dapat terlepas dari genggaman suaminya.

"Mereka pikir akan percaya!"

"Buatlah cerita semenarik mungkin biar kamu dapat melepaskan aku!" Laras tersenyum ditengah kesedihannya.

Dio tak berkutik lagi.

Laras berbalik badan dan melangkah menuju garasi mobil. Dio tak mengejarnya dan membiarkan Laras melakukan apa yang diinginkannya.

Mobil yang dikendarai Laras telah keluar dari garasi. Dio tak ingin dan tak tega Laras bertindak bodoh, berlari ke kamar mengambil kunci motornya lalu pergi ke garasi dan menyalakan mesin motornya. Dengan kecepatan tinggi, Dio mengejar laju mobilnya Laras.

Di simpang pintu masuk area perumahan mereka, Dio sempat kebingungan ke arah mana istrinya mengendarai mobilnya. Ia lalu bertanya kepada penjaga keamanan area perumahannya.

"Mobilnya ke arah sana, Tuan!" penjaga keamanan menunjuk ke kanan.

"Terima kasih!" ucap Dio kemudian menambah kecepatan laju kendaraannya.

Laras yang mengetahui suaminya mengejarnya, lantas menambah kecepatannya. Ia tak mau Dio mencegah rencananya menemui temannya.

Selang 15 menit, Laras akhirnya tiba dikediamannya Rea. Wanita itu tinggal di rumah kecil yang disewanya.

Keluar dari mobil, Laras mengetuk pintu dengan keras dan berulang-ulang. Rea pun membuka pintunya dan terkejut melihat kedatangan Laras.

"Apa yang kamu bicarakan dengan suamiku tadi siang, hah?" tanya Laras tanpa basa-basi.

"Kami tidak membicarakan apa-apa," jawab Rea pura-pura bingung.

"Jangan bohong!!" bentak Laras.

"Kamu kenapa, sih? Datang malam-malam malah marah-marah?" tanya Rea.

"Aku tidak menyangka kamu tega memfitnah aku!" jawab Laras.

"Siapa yang memfitnah kamu?" tanya Rea lagi.

"Jangan pura-pura tak tahu, Rea!" jawab Laras dengan nada tinggi.

Dio yang hampir kehilangan jejak laju kendaraan istrinya akhirnya tiba dikediamannya Rea juga. Bergegas turun dari motor dan menghampirinya

"Aku tidak pernah memfitnah kamu!" Rea coba menjelaskan.

"Laras, jangan buat malu!" Dio muncul dan berdiri di samping istrinya.

"Aku cuma mau tahu. Apa yang kalian bicarakan tadi siang? Kenapa kamu sampai menuduhku yang bukan-bukan?" Laras menjelaskan kedatangannya ke kediaman temannya.

"Jangan kamu menyalahkan Rea, dia tidak bersalah!" Dio membela wanita itu.

"Karena ucapan mulutnya itu kamu sampai menuduhku tidur bersama pria lain!" Laras menatap marah suaminya.

"Rea hanya bilang kamu sering masuk ke hotel, bukan tidur dengan pria lain. Aku yang salah sudah menuduhmu!" ujar Dio yang menyesal telah memancing kemarahan istrinya.

"Buat apa dia menceritakannya?" Laras melirik tajam temannya.

"Aku cuma ingin tahu siapa saja temanmu dan bagaimana mengenai hubunganmu dengan mantan kekasihmu itu," Dio tetap membela Rea biar tak disalahkan.

Laras tersenyum getir mendengarnya.

"Rea tak bersalah di sini. Ini semua salah paham," kata Dio.

"Aku tidak tahu siapa diantara kalian yang salah dan benar. Tapi, aku tidak menyangka kamu berani menceritakan keburukan diriku!" Laras menatap kecewa Rea.

"Aku minta maaf, Laras. Aku tidak tahu jika pembicaraan kami membuat kalian bertengkar," kata Rea memasang wajah sedih.

Laras tak mau mendengar penjelasan dari temannya lantas berlalu.

Rea memegang lengan Dio yang hendak mengejar Laras. "Tolong jelaskan kepadanya. Aku tidak bermaksud merusak hubungan kalian. Aku juga tidak mau pertemanan kami berantakan."

Dio mengangguk mengiyakan dan Rea melepaskan genggamannya.

-

"Seharusnya kamu tidak melakukan itu!" kata Dio setibanya mereka di rumah secara bersamaan.

"Terus saja kamu membelanya!"

"Rea tak bersalah. Aku 'kan cuma bertanya kepadamu sejauh apa hubungan kamu dengan dia."

"Tapi, kamu sudah berani menuduhku!" Laras meninggikan suaranya.

"Aku minta maaf!" Dio mendekatinya dan meraih jemari tangannya.

Laras yang masih sakit hati menghempaskan tangan suaminya dan melangkah ke kamar. Ia memilih membenam wajahnya di bantal dan meluapkan kekesalannya.

***

Pagi harinya Dio terbangun dan tak mendapatkan istrinya di kamar. Dio menyusuri setiap sudut rumah. Mobil masih terparkir di garasi. Malam itu, Dio memang milih tidur di kamar tamu.

"Di mana dia?" gumam Dio.

Keluar dan berdiri di depan kediamannya, Dio menoleh ke kanan dan kirinya. Ia berharap jika istrinya sedang jalan pagi.

"Tidak mungkin jam segini dia masih di luar. Ini bukan hari libur!" gumam Dio lagi. Biasanya istrinya sudah berdandan dan bersiap berangkat kerja.

Dio pun mencoba memberanikan diri bertanya kepada ART tetangganya mengenai keberadaan istrinya.

"Oh, Nona Laras satu jam lalu saya tadi melihatnya dibonceng motor."

"Bersama siapa?"

"Dengan pria, Tuan. Dari seragamnya seperti ojek online."

Dio kembali ke rumah setelah mengetahui istrinya lagi pergi. Hanya diherankannya Laras tak menggunakan mobil pribadinya. Ia akhirnya memasak dan menikmati sarapan seorang diri.

Selepas sarapan sarapan, ponsel Dio berdering. Tertera kontak dengan nama 'Papa Mertua'. Ia pun menjawab panggilannya, "Halo, Pa."

"Bisakah kamu pagi ini ke rumah?"

1
Dew666
💥💥💥💥💥
Dew666
Loh kok tamat thor?
Dew666
🍭💎
Dew666
💜💜💜
Dew666
🍡🪸💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!