NovelToon NovelToon
PANTASKAH AKU BAHAGIA

PANTASKAH AKU BAHAGIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Enemy to Lovers
Popularitas:255
Nilai: 5
Nama Author: yunie Afifa ayu anggareni

Deskripsi Novel: Pantaskah Aku Bahagia

"Dunia melihatku sebagai badai, tanpa pernah mau tahu betapa hancurnya aku di dalam."
Lahir sebagai saudara kembar seharusnya menjadi anugerah, namun bagi Alsya Ayunda Anantara, itu adalah kutukan yang tak kasat mata. Di mata orang tuanya, dunia hanya berputar pada Eliza Amanda Anantara—si anak emas yang sempurna, cantik, dan selalu bisa dibanggakan. Sementara Alsya? Ia hanyalah bayang-bayang yang dipandang sebelah mata, dicap sebagai gadis pemberontak, jahat, dan tukang bully.
Di balik tawa cerianya yang dianggap palsu, Alsya menyimpan luka yang menganga. Ia hanya ingin dicintai. Ia hanya ingin diperhatikan. Itulah alasan mengapa ia begitu terobsesi mengejar Revaldi Putra Raharja. Baginya, memiliki Revaldi adalah cara untuk membuktikan bahwa ia jadi berharga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunie Afifa ayu anggareni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: ALIANSI DI BALIK LAYAR

Setelah kejadian gertakan Alsya di koridor rumah, Eliza benar-benar merasa terpojok. Dia tidak bisa tidur. Bayangan Papa Saga yang murka jika mengetahui rahasianya terus menghantui pikirannya. Di sekolah, dia tidak lagi berani menegur Alsya, namun kebenciannya justru membusuk di dalam hati.

Di sisi lain, Revaldi merasa seperti pecundang. Reputasinya sebagai penguasa sekolah perlahan luntur sejak Samudera datang. Dia butuh cara untuk membalikkan keadaan tanpa harus terlihat mengotori tangannya sendiri.

Sepulang sekolah, di sebuah kafe remang-remang yang jauh dari jangkauan siswa SMA Merdeka, Eliza dan Revaldi bertemu.

"Loe kelihatan berantakan, El," ucap Revaldi sambil menyesap kopinya. "Mana Eliza yang biasanya tenang dan selalu punya rencana?"

Eliza menatap Revaldi dengan mata tajam.

"Loe juga nggak jauh beda, Val. Loe dipermalukan di parkiran sama anak baru itu dan sekarang loe cuma bisa diem? Mana kapten basket yang katanya ditakutin satu sekolah?"

Revaldi mendesis kesal. "Dia punya kartu as gue, El. Gue nggak bisa gerak sembarangan."

"Gue juga sama," aku Eliza dengan suara rendah. "Alsya... dia berubah. Dia jadi berani sejak deket sama Samudera. Dia pegang sesuatu yang bisa hancurin posisi gue di mata Papa."

Revaldi menyandarkan punggungnya, senyum licik mulai terbentuk di wajahnya. "Kalau kita nggak bisa nyerang mereka secara langsung, kita harus nyerang dari titik terlemah mereka."

"Maksud loe?"

"Titik terlemah Samudera itu Alsya. Dan titik terlemah Alsya adalah ketakutannya kalau satu-satunya orang yang dia punya—yaitu Samudera—ternyata punya rahasia yang lebih gelap dari yang dia tahu," jelas Revaldi.

Eliza mengernyitkan dahi. "Rahasia apa? Samudera itu anak baru, kita nggak tahu banyak soal dia."

Revaldi mengeluarkan sebuah amplop cokelat dari tasnya. "Gue nyuruh orang buat selidiki kenapa dia diusir dari sekolah lamanya. Ternyata, dia bukan cuma berantem, El. Dia pernah terlibat kasus kecelakaan yang bikin seseorang lumpuh, dan keluarganya harus bayar mahal buat nutupin itu biar dia nggak dipenjara. Itu alasan kenapa dia dibuang ke sini."

Mata Eliza berbinar. Ini adalah peluru yang dia butuhkan. "Kalau Alsya tahu soal ini... dia bakal mikir kalau Samudera itu monster, bukan pahlawan."

"Bukan cuma itu," tambah Revaldi. "Kita bakal bikin skenario seolah-olah Samudera ngedeketin Alsya cuma buat manfaatin koneksi bisnis Papa loe biar keluarganya mau nerima dia balik. Alsya itu sensitif soal dimanfaatin, dia pasti bakal hancur kalau tahu 'pahlawan'-nya ternyata punya niat terselubung."

Eliza mengangguk setuju. Perasaan iri dan dendamnya mengalahkan rasa persaudaraannya. "Oke. Gue bakal atur waktu biar Alsya denger 'kebenaran' ini dari sumber yang seolah-olah nggak sengaja. Tapi loe harus mastiin Samudera nggak ada di sana buat bela diri."

"Beres. Gue bakal pancing dia ke gudang belakang lagi pakai nama Alsya. Sementara itu, loe urus saudara kembar loe yang malang itu," ucap Revaldi sambil mengangkat cangkir kopinya, seolah sedang bersulang untuk kemenangan mereka.

Di tempat lain, di atas motornya, Samudera sedang membonceng Alsya menuju rumah. Alsya tertawa di balik punggung Samudera, tidak menyadari bahwa badai besar sedang dipersiapkan untuk menghancurkan kebahagiaan kecil yang baru saja dia temukan.

"Kenapa loe diem aja, Sam?" tanya Alsya saat mereka berhenti di lampu merah.

Samudera menatap spionnya, perasaannya tidak enak. "Nggak tahu, Sya. Perasaan gue nggak enak. Kayak ada yang lagi ngawasin kita."

Alsya mengeratkan pelukannya di pinggang Samudera. "Mungkin cuma perasaan loe aja. Selama kita bareng, semuanya bakal baik-baik aja, kan?"

Samudera tidak menjawab. Dia hanya menggenggam tangan Alsya yang melingkar di perutnya, mencoba menepis firasat buruk yang terus menghantuinya.

Kerja sama yang licik antara Eliza dan Revaldi!

Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!