Follow IG @samar_jenny1
Zia adalah gadis yang membenci perjodohan, itu menjadi sebuah prinsip yang dijalani. Zia sudah mempunyai kekasih mereka saling mencintai, namun sayang cinta mereka tidak mendapat restu dari orang tua.
Justru tanpa perundingan ia dijodohkan dengan lelaki pilihan sang ayah. Untuk membayar jantung, yang didonorkan seseorang.
Zia bagai menelan pahit di satu sisi ada orang tuanya, di sisi lain ada kekasih yang ia cintai. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya terjerat cinta segitiga. Di dalam perjodohan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rio #2
Rio malam yang sunyi hanya beberapa kendaraan saja yang melintas karena sudah larut malam. Rio melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dia tidak perduli kalau harus kehilangan nyawa nya saat ini.
Rio terus melaju dengan sangat kecewa di hatinya, dia tidak menyangka Ziara mencari penggantinya secepat itu.
Rio menghentikan mobilnya di tepi jalan wajahnya merah di dalam mobilnya.
"Ziara, kenapa kamu menghukumku seperti ini, bahkan kamu tidak memberiku kesempatan untuk meminta maaf, kamu memilih orang lain untuk menjadi pendampingmu. Seharus nya aku, akulah yang menjadi teman hidupmu. kau menghancurkan hatiku!
Aaaaaaaaaaaaaa!
Rio berteriak di atas jembatan melepaskan semua isi hatinya, yang hancur.
"Rio" suara seorang perempuan memanggilnya dari belakangnya.
Rio menoleh ke belakang, Rio melihat Arini berdiri di belakangnya.
"Rio sedang apa kamu disini? Kamu, apa baik baik saja?" tanya Arini
"Aku! aku hancur! Ziara meninggalkan aku. Dia menikah dengan orang lain. Kalau saja kamu tidak merayuku! hubunganku pasti baik baik saja. Semua ini gara gara kau! Kaulah yang hancurkan segalanya! Kau!!
sekarang pergi dari hadapanku! pergi!!
Rio berteriak sangat keras hingga membuat Arini ketakutan tanpa mengucap kata kata.
Arini memang menyadari semua ini adalah kesalahan Arini. Semenjak Arini mengenal Rio
Arini mempunyai perasaan terhadap Rio. Arini tidak bisa menghilangkan perasaan nya terhadap Rio, meskipun dia tau bahawa Rio adalah kekasih sahabatnya.
Flash back
Airini pergi ke sebuah pulau dia berlibur selama tiga hari disana. Dan secara kebetulan Dia bertemu Rio di hotel yang sama di tempat dia menginap.
Arini sangat bahagia dia terus mendekati Rio namun Rio tidak menyadarinya.Rio menggap Arini hanya sebatas sebagai teman dekat Ziara, dan Rio menganggap Arini juga temanya. Rio sering menghabiskan waktu namun, hanya sekedar membicarakan Ziara.
Sepulang liburan Arini merencenakan sesuwatu, dia menelfon Rio untuk pergi ke aparteman nya, dengan alasan Ziara menunggu nya. Namun Arini mempunyai rencana lain dia ingin memiliki Rio. Arini mencampurkan sesuatu kedalam minuman Rio, hingga terjadi kejadian itu. Saat Rio tersadar Rio mendengar ada suara pintu terbuka yang ternyata adalah kekasihnya Ziara.
*****
"Maafkan aku Rio, aku menyesal, aku.. memang bodoh! Aku.. berjanji akan memperbaiki semua aku janji" kata Arini
"Bagaimana kamu bisa memperbaiki? Ziara sudah menikah dengan orang lain! Sudah tidak harapan lagi untuk ku" ucap Rio yang duduk di tepi jalan.
''Masih ada harapan Rio, Ziara menikah atas kehendak orang tuanya. Ziara tidak mencintai suami nya" ucap Arini yang masih berdiri di belakang Rio.
Rio saat mendengar ucapan Arini, seketika menatap Arini penuh harapan.
"Apa benar yang kau katakan?" Arini mengangguk menjawab Rio yang bangun dari duduknya.
"Ziara tidak mencintai Raka, Dia menikah hanya karna terpaksa, bahkan Sita mengatakan padaku kalau suaminya tidak pernah menyentuhnya. masih ada kamu didalam hati ziara. Kejar dia Rio ajaklah pergi dari suami yang tidak dia cintai itu.."
"Terima kasih Arini, kau memberi tauku. Aku menjadi senang mendengar nya. Terima kasih Arini" Rio dengab wajah bahagia dia segera masuk kedalam mobil, dan menghidupkan mobilnya meninggalkan Arini yang masih terpaku di tepi jalan.
"Asal kamu tau Rio, bahwasanya cinta tak harus memiliki sayang tidak harus mencintai Aku rela menderita menahan rasa sakit karna mencintai mu. kini aku baru belajar mencintai seorang bukan untuk memiliki namum meliahatnya bahagia aku ikut bahagia"
Arini melangkah masuk kedalam mobil karena di sekeliling sudah sepi tidak ada kendaraan berlalu lalang, dan Rio meninggalkanya dengan hati yang sangat gembira.
Rio pulang kerumahnya dengan senyum sumringah, Rio menyusun rencana agar dia bertemu Ziara tanpa sepengetahuan Raka.
"Sayang aku akan membawa mu, kita akan pergi dan hidup di tempat lain dimana tidak ada orang yang akan mengganggu kita berdua" gumam Rio yang di dalam kamar sendirian.
Tok..
tok..
tok...
"Rio.. apa papa boleh masuk? ucap papa Rio
"Masuk ajah pah" balas Rio
Papa segera masuk kedalam kamar Rio
"Rio, jadi begini.. Tuan Raka meminta kamu supaya turun langsung ke perusahaan tuan Raka yang ada di kota b. Dan tuan Raka juga akan pergi kesana makadari itu tuan Raka meminta mu menemani dia kesasana."
"Apa.. pah? apa tuan Raka membawa istrinya"
tanya Rio
"Papa kurang tau kalau masalah itu! lagian kenapa kamu nanya soal istri tuan Raka ikut atau tidak! jangan jangan...."
Rio tersenyum menatap Papa nya.
"Tidak, tidak, kamu jangan bilang kalau kamu menyukai istri tuan Raka! Kamu jangan main main dengan Tuan Raka jangan bertindak bodoh kalau kamu menyayangi keluarga mu" ucap papa
"Memangnya kenapa kalau aku sedikit bermain main dengan Raka"
ucap Rio yang menatap kearah jendela.
"Dengarkan papa! papa masih ingin menikmati kekayaan papa, kalau sampai Tuan Raka mengetahui kalau kamu menyukai istrinya, mungkin karir perusahaan yang sudah papa bangun selama bertahun tahun. Mungkin butuh waktu lima menit Tuan Raka untuk menghancurkan nya. Mungkin bukan perusahaan kita yang akan hancur, tetapi keluarga kita akan di hancurkan juga. Jadi papa mohon, jangan membuat keadaan rumit" terang papa Rio
Rio segera terhenti pikiranya, yang ingin membawa lari Ziara dari hubungan dengan Raka. Rio sangat membenci Raka.
Rio menganggap kalau Raka menggunakan kekuasaanya untuk memaksa menikahi Ziara.
"Baiklah pa, kapan keberangkatanku dengan Raka" ucap Rio
"Lusa" Papa Rio pergi berlalu keluar dari kamar Rio.
"Siall! " Rio memukul meja yang di hadapanya
"Lawan ku bukanlah orang sembarangan. Raka adalah Orang kejam yang menyerang tanpa ampun siapa yang jadi musuhnya
Aku harus membujuk Ziara aku akan meminta Arini untuk membantuku" Rio mencari Hpnya
"Iya Arini.. Arinilah yang bisa membawa Ziara keluar dari Rumah untuk pergi makan malam bersamaku" Rio mengirim pesan melalaui aplikasi watsapp miliknya.
Rio ingin Arini mengajak Ziara untuk pergi makan malam, tanpa memberi tahukan bahwa Rio akan datang kesana. Karena jika Ziara mengetahui kalau semua ini rencana Rio, Ziara tidak akan mau datang menemui Rio, karena Ziara masih membenci Rio.