NovelToon NovelToon
Istri Hyper Untuk Gus Hilman

Istri Hyper Untuk Gus Hilman

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Matahari sore di Desa Sukamaju sedang terik-teriknya, namun tidak sepanas suasana hati Gus Hilman. Pemuda berusia 22 tahun itu baru saja turun dari mobil, merapikan sarung instan dan kemeja kokonya yang wangi setrikaan. Ia baru tiga hari kembali dari Jakarta untuk mengelola pesantren kecil milik kakeknya di ujung desa.

"Gus Hilman!"

Suara cempreng itu memecah ketenangan. Hilman menghela napas panjang tanpa menoleh. Ia sudah tahu siapa pemilik suara itu. Keyla. Anak tunggal Pak Lurah yang menurut desas-desus warga adalah "ujian berjalan" bagi kaum pria di sana.

Keyla datang dengan motor matic-nya, berhenti tepat di depan Hilman hingga debu jalanan terbang mengenai sepatu kulit sang Gus. Gadis 17 tahun itu turun dengan gaya menantang. Ia mengenakan tank top merah ketat yang memperlihatkan bahu mulusnya, dipadu dengan celana jins pendek di atas lutut. Rambutnya yang dicat cokelat dibiarkan tergerai, basah oleh keringat yang membuatnya tampak semakin... mencolok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12 nikah?

Keesokan harinya, Gus Hilman merasa dunianya tidak lagi sama. Bayangan Keyla (Nayla) terus menghantuinya, merusak fokusnya saat membaca kitab, bahkan saat ia memimpin zikir. Ia merasa butuh udara segar untuk mendinginkan kepalanya yang terasa terbakar.

Sore itu, Hilman berjalan menuju kebun sawo di belakang pesantren yang sepi. Ia duduk di sebuah bangku kayu tua, mencoba mencari ketenangan di bawah rimbunnya pohon. Ia memejamkan mata, memegang tasbih, dan beristighfar dalam hati.

"Gus... sendirian aja? Nanti kalau dicium hantu sawo gimana?"

Suara itu! Hilman tersentak dan membuka matanya. Di depannya, Keyla sudah berdiri. Gadis itu tampil sangat berani: mengenakan kemeja flanel yang ikatannya sengaja dibuka bagian bawahnya hingga memperlihatkan perutnya yang rata, dipadu dengan celana jins super ketat. Rambutnya terurai, tertiup angin sore yang membuatnya tampak sangat menggoda.

"Mbak... kenapa ke sini? Ini lingkungan pesantren," suara Hilman bergetar.

"Habisnya Gus lari terus dari aku. Aku kangen tahu," ucap Keyla tanpa malu. Ia berjalan mendekat, lalu dengan berani duduk tepat di samping Hilman, sangat dekat hingga paha mereka bersentuhan.

Keyla mencondongkan tubuhnya, menyandarkan dagunya di bahu Hilman. "Gus... kenapa sih harus jaga jarak terus? Emangnya aku semenakutkan itu?"

Hilman menoleh, dan itu adalah kesalahan besar. Wajah mereka kini hanya terpaut jarak beberapa milimeter. Aroma parfum stroberi Keyla beradu dengan aroma tanah basah di kebun, menciptakan suasana yang sangat intim.

Hilman menatap bibir Keyla yang merah dan sedikit basah. Pertahanannya hancur total. Iman "Jakarta" yang selama ini ia banggakan mendadak lenyap. Tangannya perlahan meraih tengkuk Keyla, sementara tangannya yang lain mencengkeram pinggiran bangku kayu hingga memutih.

Hilman perlahan mendekatkan wajahnya, ia seolah kehilangan akal sehat. Ia ingin merasakan bibir gadis yang selama ini menyiksanya dengan godaan. Jarak mereka menghilang, napas mereka beradu

"ASTAGFIRULLAHALADZIM!!! GUS HILMAN?!"

Suara teriakan keras dari arah jalan setapak membuat keduanya tersentak hebat. Di sana berdiri Mak Sumi dan Pak RT yang kebetulan lewat setelah dari sawah. Mereka mematung dengan mulut menganga melihat pemandangan Gus muda yang sangat dihormati hampir saja berbuat asusila dengan anak Pak Lurah di kebun sawo.

"Ya Allah! Gus Hilman sama Keyla?!" Mak Sumi histeris, menjatuhkan bakul nasi yang dibawanya.

Berita itu menyebar secepat kilat. Hanya dalam satu jam, warga sudah berkumpul di teras rumah Pak Lurah. Suasana mencekam. Abah Kiai duduk dengan wajah tertunduk lesu, Pak Lurah tampak sangat kecewa hingga air matanya hampir jatuh, dan Arkan hanya bisa terdiam melihat adiknya yang kini hanya bisa menunduk ketakutan.

"Saya tidak menyangka... saya benar-benar kecewa," suara Pak Lurah bergetar. "Anak saya nakal, tapi Gus Hilman... Anda adalah guru baginya."

Hilman bersujud di kaki Abah Kiai, air mata penyesalan mengalir deras di pipinya. "Maafkan Hilman, Abah... Hilman khilaf. Hilman gagal menjaga amanah."

Abah Kiai menghela napas panjang yang sangat berat. Beliau menatap Pak Lurah, lalu menatap Keyla dan Hilman bergantian.

"Nasi sudah menjadi bubur. Fitnah sudah tersebar ke seluruh desa. Hanya ada satu cara untuk menutup aib ini dan menjaga kehormatan kedua keluarga," ucap Abah Kiai dengan suara rendah namun mutlak.

Pak Lurah menatap Abah Kiai. "Maksud Abah?"

"Malam ini juga, kita langsungkan akad nikah. Hilman, kamu harus bertanggung jawab atas kekhilafanmu. Dan Nduk Keyla... mulai sekarang hidupmu sepenuhnya menjadi tanggung jawab Hilman untuk dibimbing ke jalan yang benar."

Mendengar itu, jantung Keyla seolah berhenti berdetak. Ia menang karena akhirnya bisa memiliki Gus Hilman, namun ia juga sadar bahwa hidup "bebasnya" telah berakhir. Sementara Hilman, ia hanya bisa tertunduk pasrah, menyadari bahwa takdir telah mengikatnya dengan gadis "hyper" yang hampir membuatnya kehilangan iman tersebut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!