NovelToon NovelToon
IKATAN SUCI YANG TERNODA

IKATAN SUCI YANG TERNODA

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Mengubah Takdir / Ibu Mertua Kejam / Pihak Ketiga / Romansa pedesaan / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Niatnya mulia, ingin membantu perekonomian keluarga, meringankan beban suami dalam mencari nafkah.

Namum, Sriana tak menyangka jika kepergiannya mengais rezeki hingga ke negeri orang, meninggalkan kedua anaknya yang masih kecil – bukan berbuah manis, melainkan dimanfaatkan sedemikian rupa.

Sriana merasa diperlakukan bak Sapi perah. Uang dikuras, fisik tak diperhatikan, keluhnya diabaikan, protesnya dicap sebagai istri pembangkang, diamnya dianggap wanita kekanakan.

Sampai suatu ketika, Sriana mendapati hal menyakitkan layaknya ditikam belati tepat di ulu hati, ternyata ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Isyt : 02

Sebelum menjawab, dia menghela napas pelan. “Aku denger Mas. Ndak usah teriak-teriak!”

“Wong dari tadi diajak ngomong malah diem, mbok yo disahuti!” kesal suara berat perokok aktif di ujung sana.

“Mau dijawab gimana Mas? Nanti kalau aku nyela, dibilangnya ndak sopan, nggak menghargai suami, terus dicap istri durhaka!” protesnya, dia mulai lelah. Merasa dijadikan mesin pencetak uang.

“Yo wes lah, ngomong sama kamu isinya debat tok. Ndak bisa diajak bertukar cerita, ngeluh terus bawaannya. Namanya juga kerja ya capek, Sri. Aku disini yo juga kesel nganti boyokan, tapi semua itu kan untuk masa depan kita, anak-anak,” ia mulai mengeluarkan jurus andalan, menekan sang istri kalau juga memiliki kewajiban memajukan perekonomian keluarga.

Sriana memilih diam, tidak menggubris. Kalau dia ladeni, pasti berakhir pertengkaran. “Besok tak kirim duitnya. Mas, mbok yo tolong dinasehati Ambar, semakin kesini dia sering minta barang-barang mahal _”

Agung langsung menyela, menyalakan sang istri. “Salahmu Sri, harusnya kamu tu hemat di sana, biar cepet mapan ekonomi kita, terus dirimu pulang. Jadi, bisa menemani Ambar dan Tian. Ini malah sering beli barang-barang ndak mutu, pemborosan terus!”

Baru saja ia mau protes, sambungan ponsel sudah dimatikan sepihak.

Akhh! Duk!

Sriana meninju meja wastafel, hatinya kian meradang. Dia merasa diperas, diperlakukan bak Sapi perah. Uang dikuras, fisik tak diperhatikan, keluhnya diabaikan. Protesnya dicap sebagai istri pembangkang, dan diamnya dianggap wanita kekanakan.

“Boros piye seng mbok maksud? Wong gajiku kabeh tak kirim kanggo butuh mu, bantu usaha yang sampai sekarang sepersen pun ndak aku rasakan hasilnya,” keluhnya seraya menarik napas panjang.

Dia sudah kehabisan daya, tak ingin berakhir gila di negeri orang. Ponselnya dimatikan, dan dirinya keluar dari kamar mandi, bersiap masuk kamar lalu tidur.

Malam ini tugas Tria yang menemani Bobo (nenek) tidur di lantai bawah, sehingga dirinya bisa sedikit bernapas lega. Waktu tidurnya tidak terganggu dikarenakan setiap hampir satu jam sekali nenek bangun minta diantar ke kamar mandi, padahal sudah dipakaikan pampers khusus untuk orang tua.

Sriana menekan handle pintu kamar yang terletak di lantai dua, dia menatap heran kakak sepupunya. “Mbak, pean ndak masuk ke kamar Bobo?”

“Ndak. Badanku pegel-pegel, biar dia tidur sendiri. Toh, sudah di pampers. Nguyoh, ngising yo ben nu (Sudah dipakaikan popok, jadi kalau kencing, berak ya biarkan)!” jawabnya sama sekali tidak berperasaan, padahal itu sudah tugasnya. Digaji tinggi, lebih besar dari peraturan standar ditetapkan pemerintah, tapi sekenanya sendiri. Sama sekali tidak bertanggung jawab.

Sriana mana tega membiarkan raga tua renta itu tidur sendirian di lantai bawah. Dia mengambil bantal serta guling, tanpa kata keluar dari kamar khusus untuk asisten rumah tangga.

Triani mengedikkan bahu tanda tidak peduli. Dia membesarkan volume lagu dangdut yang sedang diputar di ponselnya, lalu memakai masker wajah agar kulitnya tetap kencang serta terawat.

Sayangnya di rumah tak seberapa luas, tapi tingkat dua ini – tak ada dipasang kamera cctv. Anak nenek tinggalnya pun lumayan jauh, ada juga yang menetap diluar negeri, mereka tidak begitu peduli pada sang ibu. Datang berkunjung sebulan sekali untuk menggaji asisten rumah tangganya.

Memberi uang kepada Triani untuk kebutuhan sebulan. Selebihnya, hanya berkomunikasi melalui ponsel, sesekali menanyakan kabar sang ibu.

Majikan Sriana lebih sering berkabar dengan Triani, dikarenakan dia sudah hampir genap enam tahun bekerja di situ, sementara Sriana baru masuk tahun ke empat.

.

.

“Selamat tidur, Bobo,” bisiknya menggunakan bahasa kantonis (bahasa Hongkong), lalu menaikan selimut sampai batas dada.

Wajah tua berkeriput itu tersenyum simpul, Bobo menatap hangat sang pembantu yang begitu peduli, merawatnya menggunakan perasaan, melibatkan hati layaknya memperlakukan ibu kandungnya sendiri.

Dalam tidurnya, Sriana bermimpi.

“Mas aku kangen! Lihat apem ku sudah berkedut-kedut kepengen kamu sapa.” Triani memainkan lidahnya, seolah tengah menjilat permen.

“Ahhk … terus Mas, jangan berhenti! Pacu lagi lebih kuat!”

Desahan itu menyentak Sriana, dia terbangun dengan napas tersengal-sengal dan debar jantung berkejaran. Dia bukan cuma mendengar, tetapi juga melihat bagaimana sang sepupu bergumul dengan seorang pria yang wajahnya blur. Ketika terbangun seolah bertambah buram sosok diam itu, cuma teringat ekspresi Triani saja.

“Ya Allah, aneh tenan. Ndak biasane aku mimpi Mbak Tria, sakjane (sebenarnya) lanangan kuwi sopo to?” dia melirih, semakin kesini rasa penasarannya seolah didobrak, menjadi-jadi.

Sriana menoleh ke kanan, Bobo masih nyenyak tidur tidak terganggu oleh pergerakan kasur kala dia gelisah tadi.

Hatinya tidak tenang, perasaannya mulai tak menentu, dan pikiran kemana-mana. Entah apa yang merasukinya, ia ingin mendengar dan bermanja-manja dengan sang suami. Mungkin ini efek tadi dirinya kesal lantaran merasa ditekan.

Sriana turun dari ranjang, melangkah ke pojokan kamar, dia mencoba menghubungi suaminya saat melihat jam pukul sebelas malam, berarti waktu Indonesia masih jam sepuluh malam. Indonesia dengan Hongkong cuma memiliki perbedaan waktu satu jam saja.

Lama dirinya menunggu, panggilan itu tak jua tersambung, padahal berdering. Disaat hampir putus asa, tiba-tiba wajah suaminya memenuhi layar ponsel.

“Kamu dari mana Mas? Kenapa suara napas mu terdengar seperti orang habis lari maraton?” Sriana menodong sang suami dengan serentetan pertanyaan, rasa penasarannya kian membumbung kala melihat Agung cuma mengenakan celana boxer. “Malam hari seperti ini, kok cuma pakai daleman Mas?”

“Bisa diam ndak?! banyak kali pertanyaan tidak bermutu mu itu!” Agung terlihat marah, wajahnya memerah.

Dia menatap malas wajah jelek sang istri, benar-benar tidak ada menariknya sama sekali. Membuatnya enggan dan tak sudi memandang lama.

Dulu awal perkenalan mereka, Sriana termasuk salah satu gadis kembang desa. Sekarang ibu dari anak-anaknya itu benar-benar buruk rupa. Wajah rusak, tubuh kurus, tidak ada cantik-cantiknya. Diapun kehilangan nafsu terhadap istrinya sendiri.

Cuma satu kelebihan wanita yang sudah dinikahinya selama dua belas tahun lamanya itu, pintar mencari uang, jadi masih ada gunanya.

“Maaf Mas,” sesalnya tidak sengaja membuat marah sang suami yang memang memiliki sifat temperamental. Mengutamakan emosi, sering berkata kasar, tak jarang pula bersikap egois.

“Dirimu itu ndak ada kerjaan apa? Tiba-tiba telepon ditengah malam, jangan neko-neko Sri! Kalau kamu sampai dipecat dikarenakan tak becus bekerja, nanti masa depan Tian dan Ambar terancam suram, mau?!” hardiknya dengan nada menggeram, rahang mengeras.

“Aku, aku cuma kangen Mas. Pengen seperti dulu pas awal-awal sampai sini. Kita sering video call sampai ketiduran, apa salah bila diriku rindu dengan suami sendiri …?”

.

.

Bersambung.

1
aryuu
sungguh karya luar biasa ceritanya buat emosi naik-turun, nangis, marah, ketawa pokoknya berasa nyata.. karya otor kereeeeeeennnnn banget ❤️🌹
aryuu
awas gerd🤭
aryuu
tajemmmm seperti silettttttttt🤭🤭
aryuu
gehelllll🤣🤣🤣
aryuu
kaum rahim anget 🤣🤣🤣
aryuu
baca ini ngakak sendiri 🤣🤣🤣🤣🤣 mereka ngobrol absurd🤭🤭🤭
aryuu
OG itu apa siihhhhhhh 🙏
aryuu
sampai nangis aku bacanya mas bagas/Scowl/
aryuu
13 tahun itu bukan bodoh tapi G O B * O G & T O * O L 🤣🤣🤣 untung cuma cerita 🤭🤭 dikocok kocok emosiku baca ini cerita hebat otornya kreatif 😄😄🥰🥰 🤭🤭 aku banyak pikiran jadinya 🤣🤣
Cublik: /Facepalm/
total 1 replies
aryuu
jadi kangen sama Agam sidik🤭🤭
Arya Al-Qomari@AJK
nangis😭😭😭😭
Arya Al-Qomari@AJK
aku membayangkan ekspresi Zahid saat bilang "NGGILANI, NDAK PANTAS KAMU NGOMONG DILEMBUT-LEMBUTKAN GITU", disini aku membayangkan sambil tertawa ngakak sampai anak²ku yg lagi nonton tv kaget🤣🤣🤣
Lesmana
perempuan hina..hahaha menyala , sri 😄😄
Wida febrianti “Wida” Wida
the best
Arya Al-Qomari@AJK
kok aku punya prasangka sama Dimas, kalau dimas atau bisa jadi Dimas nyuruh orang buat nyebarin video++ antara agung dan Triani🤔🤔🤔
Arya Al-Qomari@AJK
Zahid duda kah? awalnya kukira Randi anaknya Hasna dan Ardi / anaknya Inggit (kakak perempuan Zahid n Hasna) tp dugaan ku salah kalau ternyata Randi anaknya Zahid.
Sri Wahyuni
sampe lupa ks bintang ☺️
terimakasih kakak 💕💕 karya yg sll keren 👍👍👍
mau otw ke horor tp ragu krn takut
Secret Admire
ga ada bosennya baca kembali Sriana dan Mas Zahid pake Z dan D ❤️
Lesmana
asiiikkk bs reunian keluarga di sel 😄😄😄
Lesmana
gak tau di untung apaan coba ??
yg ada , celaka iya 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!