NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Kriminal dan Bidadari / Slice of Life / Pernikahan Kilat / CEO / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kau pikir aku akan menyentuhmu? Aku lumpuh."

​Ucapan dingin Elzian Drystan di malam pertama mereka langsung dibalas senyum miring oleh istrinya.

​"Otot betis kencang, tidak ada atrofi, dan pupilmu melebar saat melihatku. Kau tidak lumpuh, Tuan. Kau hanya pembohong payah."

​Dalam detik itu, kedok Ziva Magdonia sebagai istri 'tumbal' runtuh. Dia adalah ahli bedah syaraf jenius yang mematikan. Rahasia Elzian terbongkar, dan kesepakatan pun dibuat: Elzian menghancurkan musuh yang mencoba membunuhnya, dan Ziva memastikan tidak ada racun medis yang bisa menyentuh suaminya.

​Namun, saat mantan kekasih Elzian datang menghina, Ziva tidak butuh bantuan.

​"Hidungmu miring dua mili, silikon dagumu kadaluarsa... mau kuperbaiki sekalian?"

​Bagi Ziva, membedah mental musuh jauh lebih mudah daripada membedah otak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Serangan Fisik (Gagal)

​​"Makan malam sudah siap."

​Suara pelayan memecah ketegangan di antara mereka. Ziva mundur selangkah, melepaskan diri dari intimidasi Sienna. Wajahnya tetap tenang, seolah bisikan beracun Sienna barusan hanyalah angin lalu.

​Sienna, yang tadi sudah bersiap pergi, tiba-tiba mengubah ekspresinya menjadi cerah kembali. Dia berbalik menghadap Elzian dengan senyum manis.

​"Wah, kebetulan sekali. Perutku lapar setelah menangis tadi. Elzian, kau tidak keberatan kalau aku ikut makan malam, kan? Hujan di luar masih deras, bahaya kalau aku menyetir sekarang."

​Tanpa menunggu jawaban, Sienna langsung melenggang menuju ruang makan seolah dia pemilik rumah. Ziva mendengus pelan, lalu mendorong kursi roda Elzian mengikuti wanita itu.

​"Wanita itu punya kulit wajah setebal tembok beton," gumam Ziva pelan, hanya bisa didengar Elzian.

​"Usir dia kalau kau mau," balas Elzian datar.

​"Tidak perlu. Tontonan gratis. Jarang-jarang aku bisa melihat badut sirkus makan dengan sendok perak," jawab Ziva santai.

​Di ruang makan, Sienna sudah mengambil posisi duduk di sebelah kanan kursi utama—kursi yang seharusnya diduduki Ziva. Dia meletakkan tas Hermas kulit buaya berwarna merah menyala miliknya di atas meja makan, tepat di sisi kirinya, berbatasan langsung dengan tempat duduk Ziva.

​"Maaf ya, Ziva," ucap Sienna dengan nada merendahkan saat Ziva duduk di sebelahnya. "Aku taruh tasku di sini. Lantainya terlalu dingin, nanti kulitnya rusak. Ini edisi terbatas, harganya bisa buat beli rumah orang tuamu itu dua kali lipat. Jadi hati-hati, jangan sampai tangan kotormu menyenggolnya."

​Ziva hanya melirik tas itu sekilas, lalu mulai mengambil serbet. "Tenang saja. Aku juga tidak mau tanganku tertular bakteri dari tas bekas pegangan banyak orang."

​Makan malam dimulai dengan suasana yang mencekam. Hanya suara denting sendok beradu dengan piring porselen yang terdengar. Menu malam itu adalah Cream of Mushroom Soup yang masih mengepul panas.

​Sienna sama sekali tidak menganggap keberadaan Ziva. Dia memutar tubuhnya menghadap Elzian sepenuhnya, memulai monolog tentang masa lalu.

​"Elzian, ingat tidak waktu kita makan malam di restoran pinggir Sungai Seine di Paris tiga tahun lalu?" tanya Sienna dengan mata berbinar. "Waktu itu kita pesan Escargot terbaik dan anggur tahun 1980. Rasanya romantis sekali. Kamu bilang mataku lebih indah dari lampu menara Eiffel."

​Elzian memotong daging di piringnya tanpa minat. "Aku tidak ingat."

​"Ah, kamu pura-pura lupa karena ada istrimu, ya?" goda Sienna sambil melirik sinis pada Ziva yang sedang tenang menyuap sup. "Kasihan sekali Ziva. Dia pasti tidak tahu rasanya makan malam mewah di Paris. Paling banter dia cuma makan pecel lele di pinggir jalan."

​Ziva meletakkan sendoknya perlahan. Dia menatap Sienna lurus.

​"Sebenarnya aku bersyukur tidak makan Escargot bersamamu," kata Ziva datar. "Siput itu inang perantara cacing parasit Schistosoma. Kalau tidak dimasak benar, cacing itu bisa masuk ke otak dan menyebabkan kejang-kejang. Pantas saja ingatanmu soal masa lalu begitu kuat, mungkin cacingnya sudah bersarang di hippocampus otakmu."

​Elzian tersedak air minumnya. Dia buru-buru menyekanya dengan tisu untuk menutupi seringai geli di bibirnya.

​Wajah Sienna memerah padam. "Kau menyumpahiku cacingan?!"

​"Aku bicara fakta medis. Jangan baper," sahut Ziva santai.

​Sienna menggertakkan gigi. Emosinya sudah di ubun-ubun. Mulut Ziva benar-benar tidak bisa dikalahkan dengan kata-kata. Dia butuh tindakan fisik. Sesuatu yang akan membuat Ziva menjerit kesakitan dan merusak wajah sok tenangnya itu.

​Mata Sienna melirik mangkuk sup di hadapannya yang masih penuh dan sangat panas. Uapnya masih terlihat jelas. Ide jahat melintas di kepalanya.

​"Ziva, tolong ambilkan garam di sebelahmu," pinta Sienna tiba-tiba.

​Ziva menoleh, hendak meraih botol garam.

​Saat itulah Sienna bertindak. Dengan gerakan yang disamarkan seolah-olah hendak membetulkan posisi duduk, sikunya menyentak keras tepi mangkuk sup miliknya. Dia mengarahkan sudut hentakan itu tepat ke arah wajah Ziva.

​Cairan kental panas itu meluncur di udara.

​Elzian melihatnya. Matanya membelalak, tangannya hendak bergerak, tapi dia terlambat.

​Namun, Ziva tidak.

​Sebagai dokter bedah, Ziva terbiasa dengan situasi di mana darah muncrat dari arteri pasien secara tiba-tiba. Otaknya memproses bahaya dalam hitungan milidetik. Dia melihat otot bahu Sienna menegang sebelum gerakan itu terjadi.

​Ziva tidak panik. Dia tidak berteriak.

​Dengan satu gerakan luwes, Ziva memiringkan tubuhnya ke belakang sekaligus menggeser kursinya. Gerakannya secepat kilat, nyaris tak terlihat mata telanjang.

​WUSH!

​Sup panas itu terbang melewati wajah Ziva, hanya berjarak beberapa senti dari hidungnya, meleset dari sasaran utamanya.

​Tapi sup itu harus mendarat di suatu tempat.

​Dan tempat itu adalah benda terdekat di samping Ziva.

​BYUR!

​Cairan cream soup yang kental, berminyak, dan panas itu tumpah ruah membasahi tas Hermas merah yang diletakkan Sienna di atas kursi tadi. Sup itu meresap ke dalam pori-pori kulit buaya asli, meninggalkan noda besar yang mengerikan.

​Keheningan melanda meja makan selama satu detik.

​"KYAAAAA!!!"

​Jeritan Sienna memecahkan gendang telinga. Dia melompat dari kursinya, menatap horor pada tas kesayangannya yang kini berlumuran sup jamur.

​"Tasku! Tas Hermas-ku! Panas! Panas!" Sienna histeris, menyambar tas itu dan berusaha mengelapnya dengan serbet, yang justru membuat nodanya makin melebar. Kulit mahal itu mulai melepuh terkena panas.

​Ziva kembali duduk tegak, merapikan rambutnya yang bahkan tidak tersentuh setetes pun kuah. Dia mengambil sendoknya lagi, lalu menatap Sienna yang sedang meraung-raung.

​"Ups. Sayang sekali," ucap Ziva tanpa emosi. Dia menunjuk noda di tas itu dengan dagunya. "Sepertinya tasmu yang 'makan' sup itu, bukan aku."

​Sienna menoleh dengan mata nyalang, air mata kemarahan mengalir di pipinya. "Kau... kau sengaja menghindar!"

​Ziva tertawa kecil. Tawa yang dingin dan menusuk.

​"Tentu saja aku menghindar. Kau pikir aku bodoh mau disiram air panas?"

​Ziva condong ke depan, menatap manik mata Sienna yang gemetar.

​"Saran saya, Nona Model..." Ziva menggelengkan kepalanya prihatin. "Lain kali kalau mau main kasar, latih dulu kecepatan tanganmu. Refleksmu lambat sekali untuk ukuran model catwalk."

1
Warni
🥰🤭🤭🤭🤭😂
Warni
Lebih galak Ziva.
Warni
😫
Warni
😂
Warni
🤭
Warni
Ngambek nanti si Suami klu tulisannya di ejek jelek.
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
kalau orang mengira Elzian lumpuh maka kakinya adalah istrinya sendiri. good job Ziva
Ma Em
Akhirnya Ziva bisa mengalahkan Elzian akibat egonya yg terlalu tinggi dan keras kepala orang lain tdk ada yg berani melawan Elzian tapi Ziva bisa mengalahkan nya hebat kamu Ziva .
Savana Liora: iya. mantap
total 1 replies
Warni
🥰
Warni
Mengamuk.🤣
Warni
😂
Warni
😁
Warni
😂
Warni
Jangan bilang Dokter Rayn di pindah tugaskan.🤭
Warni
😂🥰🥰🥰
Warni
🥰
Warni
🤣
Warni
Oh mampus.
Savana Liora: tau rasa dia
total 1 replies
Aanisa aliya
lanjutkan
Savana Liora: besok ya
total 1 replies
Warni
Ohhh,mantap pak.Suami siaga.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!