NovelToon NovelToon
Putri Posesif Tuan Gavin & Dokter Bedah Misterius

Putri Posesif Tuan Gavin & Dokter Bedah Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / CEO / Berbaikan / Cinta pada Pandangan Pertama / Enemy to Lovers
Popularitas:15.3k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

Novel ini adalah sekuel dari novel yang berjudul: Dinikahi Sang Duda Kaya yang sudah tamat sebelumnya.

Alea Ardiman, "The Smiling Shark" yang jenius namun anti-cinta, harus berurusan dengan dr. Rigel Kalandra setelah jatuh pingsan. Rigel, dokter bedah saraf yang dingin, adalah satu-satunya pria yang berani membanting laptop kerja Alea dan mengabaikan ancaman kekayaannya.
​"Simpan uang Anda, Nona Alea. Di ruangan ini, detak jantung Anda lebih penting daripada Indeks Harga Saham Gabungan."
​Alea merasa tertantang, tanpa menyadari bahwa Rigel sebenarnya adalah pewaris tunggal konglomerat farmasi sekaligus "Investor Paus" yang diam-diam melindungi perusahaannya. Ketika Ratu Saham yang angkuh bertemu Dokter Sultan yang diam-diam bucin, siapakah yang akan jatuh cinta duluan di bawah pengawasan ketat Papa Gavin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Pertemuan di Luar Dugaan

​​"Acaranya membosankan. Isinya cuma orang-orang tua yang pamer harta dan ibu-ibu arisan yang sibuk ngegosip soal simpanan suami orang."

​Alea mendesis pelan sambil menyesap jus jeruk-nya. Dia berdiri di sudut ballroom hotel bintang lima yang disulap menjadi venue pesta amal "Charity for Hope".

​Gaun merah marun backless yang dikenakannya membalut tubuh rampingnya dengan sempurna, membuat Alea menjadi pusat perhatian. Namun, wajah cantiknya menunjukkan kebosanan tingkat dewa.

​"Sabar, Bu Alea. Kita cuma perlu stay satu jam lagi buat setor muka ke Ibu Menteri, habis itu kita bisa cabut," bisik Zahra yang setia mendampingi di sampingnya, memegang clutch Alea.

​"Satu jam itu lama, Zahra. Dalam satu jam saya bisa trading saham US dan untung puluhan juta. Di sini? Saya cuma buang waktu dengerin tante-tante itu nanya kapan saya nikah," gerutu Alea, matanya menyapu seisi ruangan dengan tatapan menilai.

​Pandangan Alea terhenti di area dekat pintu akses dapur, tempat para pelayan berlalu-lalang membawa nampan berisi canapé dan minuman.

​Mata Alea menyipit.

​Di sana, berdiri seorang pria jangkung dengan kemeja putih yang lengan bajunya digulung sampai siku. Dia mengenakan rompi hitam pas badan dan celana bahan hitam. Pria itu sedang sibuk mengelap noda merah di lengan kemejanya dengan serbet putih, wajahnya sedikit tertunduk.

​Postur tubuh itu. Rahang tegas itu. Dan kacamata minus tipis itu.

​Alea kenal betul sosok itu.

​"Tunggu..." gumam Alea tak percaya. "Itu bukannya si Dokter Kulkas?"

​Zahra mengikuti arah pandang bosnya. "Eh? Dokter Rigel? Kok dia ada di sini, Bu? Pakai baju hitam putih gitu... mirip seragam waiter."

​Senyum miring perlahan terbit di bibir Alea. Sebuah kesimpulan instan langsung terbentuk di otak jenius namun penuh prasangkanya.

​Rigel Kalandra. Dokter muda yang sok idealis, naik mobil tua, dan berani menantang Alea di rumah sakit. Ternyata, di balik jas dokternya yang necis, dia harus bekerja sampingan menjadi pelayan di pesta orang kaya demi menyambung hidup.

​"Wah, wah... dunia emang sempit," Alea terkekeh sinis. Rasa kesalnya akibat "teror vitamin" yang sampai saat ini belum dia ketahui pelakunya, seolah menemukan pelampiasan.

‘Dokter songong itu terlalu sayang untuk diabaikan.’

​"Pantesan dia galak banget soal duit kemarin. Ternyata memang butuh pemasukan tambahan. Merasa kali, ya."

​Tanpa menunggu lama, Alea melangkah anggun membelah kerumunan, menuju tempat Rigel berdiri. Suara hak tinggi stiletto-nya terdengar tegas di lantai marmer.

​Rigel baru saja selesai membersihkan noda wine di kemejanya. Sial betul nasibnya malam ini.

Baru lima menit sampai di pesta milik kolega ayahnya, seorang tamu mabuk menabraknya dan menumpahkan segelas red wine ke jas mahalnya. 

Terpaksa dia melepas jas itu dan menitipkannya ke laundry hotel, menyisakan kemeja dan vest hitamnya.

​Rigel menghela napas, berniat mencari pintu keluar untuk pulang saja karena mood-nya sudah hancur.

​"Permisi, Mas. Bisa minta tolong ambilkan napkin baru?"

​Suara wanita yang sangat familiar menyapa dari belakang, bernada memerintah namun halus. Rigel menoleh.

​Alea berdiri di sana dengan pose angkuh, satu tangan memegang gelas jus, satu tangan di pinggang. Matanya menatap Rigel dengan kilatan jenaka yang mengejek.

​"Alea?" Rigel mengernyit. "Kamu ngapain disini? Bukannya harus istirahat di rumah? Jangan bandel ya kamu."

​"Harusnya saya yang tanya," potong Alea cepat, tersenyum miring. "Seorang dokter yang sibuk mengancam pasien di rumah sakit, sekarang malah berdiri di area servis? Sedang... freelance, Dokter Rigel?"

​Rigel terdiam sejenak. Dia melihat penampilannya sendiri: Kemeja putih, rompi hitam, tanpa jas. Memang persis seragam pelayan di acara ini.

​Rigel ingin menjelaskan bahwa dia tamu undangan VVIP, tapi melihat wajah Alea yang sombong itu, sisi jahilnya muncul. 

Rasanya percuma menjelaskan pada orang yang sudah punya prasangka buruk. Lebih seru kalau diikuti saja permainannya.

​"Yah, begitulah. Hidup di Jakarta keras, Nona Alea. Butuh usaha ekstra," jawab Rigel datar, mengikuti permainan Alea.

​Alea tertawa kecil, tawa yang terdengar seperti rasa kasihan yang dibuat-buat.

​"Saya prihatin lho, Dok. Kemarin di rumah sakit kamu gaya banget nolak cek kosong saya. Robek-robek kertas kayak adegan film. Saya kira kamu memang sekaya itu sampai nggak butuh uang."

​Alea melangkah lebih dekat, menatap Rigel dengan tatapan 'saya menang'.

​"Ternyata idealisme nggak bisa bayar tagihan listrik ya? Sampai tangan yang harusnya pegang pisau bedah, sekarang harus pegang baki kotor."

​Rigel menatap Alea tenang. Dia tidak tersinggung sedikit pun. Justru dia merasa terhibur melihat betapa sempitnya pemikiran wanita cerdas di depannya ini.

​"Kerja halal bukan hal yang memalukan, Nona," balas Rigel santai. "Setidaknya saya cari uang dengan keringat, bukan dengan menekan karyawan sampai sakit muntah darah."

​"Ups, sensitif banget," cibir Alea.

​Dia merogoh clutch-nya, mengeluarkan selembar uang seratus ribu berwarna merah. Dengan gerakan elegan namun tetap merendahkan, Alea menyelipkan uang itu ke saku rompi Rigel.

​"Nih. Anggap aja investasi kecil dari saya. Saya nggak tega liat dokter saya kelaparan."

​Alea menepuk saku Rigel pelan.

​"Nanti tolong ambilin saya canapé salmon yang banyak ke meja nomor delapan. Dan pastikan fresh, jangan sisa orang. Oh ya, sekalian air mineral hangat buat asisten saya. Pelayanan harus prima dong, sesuai tip-nya," perintah Alea santai.

​Rigel menunduk, melihat uang merah yang menyembul dari sakunya. Dia tidak membuangnya. Dia malah membenarkan letak uang itu agar tidak jatuh.

​"Terima kasih, Nona Alea. Anda dermawan sekali untuk ukuran orang yang pelit sama kesehatan sendiri," ucap Rigel dengan nada datar yang sulit ditebak apakah itu tulus atau sarkas.

​"Sama-sama. Anggap saja amal," Alea mengibaskan rambutnya, merasa puas sudah membalas dendam atas perlakuan Rigel di rumah sakit. Egonya sebagai Ratu Saham yang selalu di atas angin kembali pulih.

​"Kalau kamu butuh kerjaan tambahan yang lebih santai, bilang aja. Kantor saya butuh staf medis pribadi standby. Gajinya lumayan lho, nggak perlu capek berdiri begini."

​Rigel menatap Alea lurus-lurus. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum miring yang misterius. Senyum yang membuat jantung Alea berdesir aneh.

​Rigel mendekatkan wajahnya sedikit, menatap mata Alea yang penuh kemenangan semu.

​"Terima kasih tawarannya. Tapi gaji saya di sini cukup kok," bisik Rigel tenang, matanya berkilat jenaka. "Cukup buat beli susu kucing peliharaan saya. Soalnya kucing saya itu high maintenance, makannya caviar dan truffle. Selera makannya mahal dan rewel. Persis kayak kamu."

1
Aidil Kenzie Zie
ada-ada saja si Gavin 🤣🤣🤣
Mineaa
wkwkwkwk.....kopi ga tuh.......
aya Aya wae nich dokter satu......
Arix Zhufa
nah ini calon suami idaman....pasti klo udh nikah gk bakal pelit sama istri
Savana Liora: iya. mantap yak
total 1 replies
Arix Zhufa
mau baca cerita soal mama kiana & papa gavin ach
Savana Liora: bacalah kak. dijamin seru. dinikahi sang duda kaya judulnya
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
hati hati Alea macan mau ngamuk mending siap siap panggil pawangnya 🤣🤣
Mineaa
duiiihh..... papa gavin lg konslet kaya nya......hati hati pa.... mulutmu harimaumu....
Alea di tantangin......
papa jual......Alea beli....
Tarwiyah Nasa
waht Alea mewarisi sifat kiana
Aidil Kenzie Zie
up lagi donk tor lagi sert
Aidil Kenzie Zie
👍 Dok
Nisa Naluri
hahahahah🤣....ngakak
Bu Dewi
lanjut kak
Savana Liora: siap kk
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
kirain Rigel bakal pamer
Savana Liora: lihat lanjutannya besok. lebih daripada pamer
total 1 replies
Arix Zhufa
makin seru aja
Aidil Kenzie Zie
Papa Gavin nggak dicek dulu siapa sebenarnya dokter Rigel
Savana Liora: nantik2 katanya
total 1 replies
Arix Zhufa
ini adek tiri ya min?
Savana Liora: iya kk
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
panggil Mama Kia pawang papa Gavin
Aidil Kenzie Zie
Alea masuk jebakan Batman Arka 🤣🤣
Arix Zhufa
si arka dpt dobel untung...
Arix Zhufa
keren lo cerita nya
Arix Zhufa
gak mgkn Rigel jatuh cinta tiba2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!