NovelToon NovelToon
Ruby Yang Berduri

Ruby Yang Berduri

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Mengubah Takdir / Bullying dan Balas Dendam / Cinta Karena Taruhan / Putri asli/palsu / Saudara palsu / Tamat
Popularitas:946.9k
Nilai: 5
Nama Author: Diana Putri Aritonang

Hidup dalam keluarga yang tidak bahagia. Ayahnya, ibunya, serta kakak laki-lakinya lebih perhatian dan melimpahkan kasih sayang pada putri tiri mereka, Rachel Carnida.

Ruby merasa tidak dicintai dan tidak dihargai oleh keluarganya sendiri. Dia berusaha untuk membuktikan dirinya dan mendapatkan perhatian keluarga, tetapi setiap upaya yang ia lakukan selalu gagal.

Ruby tidak pernah menyerah. Sampai suatu hari, Ruby dibawa paksa oleh Cakra ke sebuah club dan diserahkan pada teman-temannya sebagai bentuk kakalahan Cakra dari taruhan. Ruby terkejut, perbuatan Cakra semakin menambah deretan luka yang selama ini sudah ia dapatkan.

Ruby pun akhirnya menyerah. Ia tidak lagi berusaha untuk mendapatkan cinta dari keluarganya. Tujuannya kini hanya satu; membalas dendam terhadap mereka yang selama ini telah menyakiti hatinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Putri Aritonang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RYB 33. Terlihat Lebih Manusiawi.

Saat hari mulai beranjak gelap, Ruby dan Amanda sudah kembali ke kediaman keluarga Rykhad. Emer juga baru saja pulang dari perusahaan, ia sudah tahu Ruby pergi bersama ibunya hari ini karena Amanda sempat mengabari putranya itu.

"Di mana Ruby, Mom?" tanya Emer saat melihat ibunya tengah menemani Rain bermain. Ia langsung mencari keberadaan sang tunangan saat tiba di rumah.

"Ruby ada di kamarnya, Son." Amanda berdiri dan mendekat pada putranya itu. "Temuilah dia. Sepertinya dia membutuhkanmu."

Emer mengangkat alisnya, merasa heran. "Apa sudah terjadi sesuatu?" tanyanya mendadak khawatir.

"Tadi kami tidak sengaja bertemu ibunya di mall."

Emer terkejut mendengar ucapan Amanda. Ia lekas menoleh ke lantai atas menatap kamar kakaknya-Riella yang ditempati oleh Ruby.

"Aku akan memeriksa Ruby, Mom." Emer beranjak langsung ingin menemui Ruby. Langkahnya begitu cepat hingga menaiki dua anak tangga sekaligus. Ia khawatir, apa Ruby kembali disakiti oleh keluarga Sanders.

*

*

*

Di dalam kamar yang begitu mewah itu, Ruby berdiri di depan jendela yang terbuka. Ia menatap rintik hujan lembut yang menyirami taman area belakang kediaman keluarga Rykhad.

Pemandangan yang begitu indah. Pemandangan yang berhasil mengunci tatapan Ruby karena kini ia melihat dirinya ada di bawah sana. Berdiri diam di sudut taman dengan tubuh yang menggigil di bawah derasnya air hujan.

Flashback on.

"Selamat ulang tahun!" Suara riang itu terdengar bersambut tawa gembira bocah perempuan yang begitu cantik dengan gaun indah yang ia kenakan.

Area taman sudah disulap dengan begitu cepat. Semua area dipenuhi boneka-boneka, balon berwarna-warni, dan berbagai mainan yang menarik.

"Hari ini aku ulang tahun. Aku ingin kado dari Mommy, Daddy dan juga Kakak!" Rachel kecil berucap pada kedua orang tuanya. Juga Cakra.

Roger dan Shinta tersenyum, mengusap sayang rambut putri kecil mereka dan meminta para pelayan mulai membawa beberapa masuk kado yang memang sudah mereka persiapkan untuk Rachel.

Melihat banyaknya kado untuk dirinya, netra Rachel begitu berbinar. Ia berlari dengan kaki kecilnya menghampiri tumpukan kado kado yang dibungkus dengan kertas yang indah.

Bocah perempuan itu bersorak bahagia, tak hanya di hari ulangtahunnya, kedua orang tuanya pasti akan mengabulkan segala keinginannya.

"Ini kado dariku." Cakra kecil juga datang, ia memberikan Rachel kotak kado berukuran sedang.

Rachel semakin senang. Semuanya tampak sempurna di hari ulang tahunnya.

Namun, saat suara lain terdengar. Senyum manis di wajah bocah perempuan itu seketika menghilang.

"Mommy, kado untukku mana?" tanya Ruby kecil yang memang sedari tadi sudah ada di sana. Hari ini juga hari ulang tahunnya. Tapi ia tidak mengenakkan gaun indah seperti yang Rachel kenakan.

Netra polosnya menatap pada banyaknya tumpukan kado itu. Mengira jika di sana juga sudah terdapat kado untuknya yang dipersiapkan oleh Roger dan Shinta.

Namun sayang, itu hanya harapan Ruby. Karena Rachel langsung berteriak meminta ia untuk menjauh dan mengatakan semua hadiah itu adalah miliknya. Roger segera meminta pelayan untuk membawa Ruby kecil masuk, tapi Ruby menolak.

"Mom, aku juga ingin..." Ruby kecil masih mencoba berbicara, tapi Shinta tidak memperhatikannya. Semuanya fokus pada Rachel. Ruby melihat mereka membimbing Rachel untuk segera memotong kue ulang tahun.

"Rachel sayang, kau sudah besar dan cantik sekali," kata Shinta, sambil memeluk Rachel dengan erat. Begitu juga dengan Roger dan Cakra.

Ruby kecil merasa seperti tidak ada di sana, dan air matanya mulai menetes. Ia hanya menginginkan kado. Satu kado dari banyaknya tumpukan kado yang Rachel dapatkan. Ruby tidak mengerti mengapa ia tidak mendapatkan perhatian yang sama seperti Rachel dan Cakra.

Setelah memotong kue, keluarga Sanders terlihat melakukan foto bersama. Shinta dan Roger memeluk Rachel dan Cakra, sementara Ruby berdiri di pinggir dengan wajah sedihnya. .

"Aku ingin ikut foto," kata Ruby dengan suara polosnya yang terdengar begitu lembut. Ia ingin bergabung, ia ingin merasakan dekapan hangat itu dan berada di antara keluarganya lalu berfoto bersama.

"Kemarilah," pinta Shinta yang membuat wajah Ruby seketika berbinar. Ia tersenyum, kaki kecil telanjangnya sudah ingin berlari. Namun, urung saat mendengar perkataan Shinta selanjutnya. "Tapi kau harus berdiri di belakang, karena Rachel dan Cakra yang penting hari ini."

Ruby kecil tak jadi mendekat. Wajahnya yang mungil seketika berubah ingin menangis. Air matanya menetes tanpa bisa dicegah, anak kecil itu menahan kuat isakannya, dengan mata basah yang terus menatap ke arah di mana keluarga Sanders tengah melakukan foto bersama tanpa dirinya.

Ruby merasa seperti tidak termasuk di dalam keluarga Sanders, ia tidak tahu mengapa dirinya tidak dicintai. Hati kecil bocah perempuan itu seakan bisa tenggelam dalam kesedihan yang ia rasakan. Ia terus menangis tanpa suara.

Dan seakan alam bisa merasakan perih hati kecilnya, hujan deras tiba-tiba mengguyur taman. Semuanya berlarian masuk ke dalam rumah, para pelayan pun terlihat sibuk mengamankan kado milik sang anak majikan.

Ruby tetap tinggal. Ia hanya menangis, berdiri di taman dan membiarkan seluruh tubuh kecilnya basah karena air hujan.

Ruby kecil tampak tak perduli dengan dinginnya, tangisnya kian kencang, bersaing dengan suara gemuruh derasnya air hujan. Ruby terus berdiri di sana, menangis sendirian sementara dunia di sekitarnya berlarian mencari perlindungan dari hujan.

Flashback off.

Ruby tersentak ketika tiba-tiba selimut hangat terpasang di pundaknya. Emer pelakunya, tunangannya itu bergerak menutup jendela kamar yang terbuka.

"Kenapa jendelanya dibiarkan terbuka? Hujannya memang tidak deras, tapi anginnya terlalu kuat. Kau kedinginan," gerutu Emer dan setelahnya ia berbalik menghadap Ruby.

Emer bisa melihat ada yang lain dari Ruby. Netra wanita itu merah dan Ruby bergegas mengusap wajahnya.

"Kau menangis?"

"Tidak."

"Jangan berbohong padaku."

"Emer!" Ruby mendorong tubuh tunangannya itu yang mendekat dan langsung memeluknya, tapi tak berhasil.

"Ibumu melukaimu?"

"Tidak..." jawab Ruby menggigit bibirnya.

Emer tak lagi bertanya. Ia bisa mendengar suara Ruby menjawab dengan bergetar. Pria itu semakin memeluk Ruby dan terus mengusap punggung yang sudah berbalut selimut itu.

"Menangis saja. Aku sudah melihatmu menangis tadi," ucap Emer pelan. Dan akhirnya Ruby kembali menangis dalam pelukan hangatnya.

Dengan sabar, Emer membiarkan Ruby menangis dalam pelukannya. Ruby menyembunyikan wajahnya di dada Emer, dan menggunakan dasi pria itu sebagai tisu untuk membuang ingusnya.

Melihat itu semua, Emer hanya tertawa. Ruby seperti anak kecil di matanya.

"Aku tidak perduli dasimu, aku hanya butuh tempat untuk membuang ingus," kata Ruby dengan suara yang tercekat. Ia tahu Emer sedang mentertawakannya.

Emer tersenyum. "Tidak apa-apa, dasi ini memang untukmu. Aku tinggal minta agar Nyonya Emer ini untuk membelinya lagi nanti"

Ruby mendengus mendengar Emer menyebutnya sebagai Nyonya dan tersenyum kecil di antara air matanya, "Maaf."

Emer memeluk Ruby lebih erat, "Tidak perlu minta maaf, aku suka melihatmu seperti ini. Kau terlihat lebih manusiawi, tidak memendam semuanya sendiri."

***

Emer, Author nak numpang buang juga, bukan buang ingus, tapi buang beban kehidupan. Maukah kau menanggungnya, Emer? Huwakkkkkkk 😭🤧

1
LikCi Vinivici
duhh sakit jiwa beneran ni si rachel
LikCi Vinivici
toxic nya ini keluarga
echa purin
👍🏻
Amoy Ima
semoga cuma ada di noveltoon aja watak keluarga tak berguna ini....jangan sampai ada di dunia nyata....😡😡😡
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ👑: kalau sampai ada bantu serbu ya kak 😂🤭
cubit ginjlnya ramai²
total 1 replies
Dwi
Tpi darahku jga gak sama dengan ortuku, apa aku ank angkt wkwkw org tuaku a dan o aku ab
Fay
luar biasa
LENY
KEREN CERITAMU THOR BAGUS ❤👍👍
LENY
SEKARANG TERBALIK ROGER YG JADI GILA BISA JD PENGHUNI RSJ🙏
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ👑: hukum tabur tuai kak, bikin istri stres, sekarang gantian dia yang stres /Joyful//Facepalm/
total 1 replies
LENY
NAH GITU DONG SURUH CAKEA YG PEGANG PERUSAHAAN DIA SDH BERUBAH KOK BAIK
LENY
CAKRA HRS NYA DITOLONG KERJA DI PERUSAHAAN IBU NYA ATAU PERUSAHAAN ADIK IPAR.
LENY
KENAPA CAKEA GAK DITOLONG KERJA DI PERUSAHAAN MAMANYA KASIHAN KERJA DI CLUB😭
LENY
EMER USIL BENER SAMA KAKAK IPAR 😂
KASIHAN CAKRA SEJARANG DIA SDH BERUBAH BAIK SYUKURLAH👍
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ👑: keselnya kebawa karena mantan rival bebuyutan di tongkrongan club🤣 ehhh malah jadi kakak iparnya 😆😆
total 1 replies
LENY
YA AMPUN SEDIH BANGET TERHARU 😭😭😭
LENY
RACHAEL SDH MENERIMA KARMA ATAS PERBUATAN JAHATNYA SELAMA INI KPD RUBY. SEBENARNYA KASIHAN JG RACHAEL LUMPUH TAPI YA ITULAH HUKUMAN DARI TUHAN ATAS PERBUATAN JAHATNYA.🙏🙏
LENY
SAFIRA MENCARI CAKRA KATAKNYA
LENY
ROGER MEMBUANG BERLIAN DEMI WANITA JALANG SHINTA DUH BENAR2 SHOCK ROGER 😡
LENY
TERNYATA RACHAEL ANAK KANDUNG HASIL PERSELINGKUHAN ANAK DILUAR NIKAH SEBELUM ROGER SHINTA MENIKAH PANTES AJA DISAYANG DIMANJA BERLEBIHAN. SAYANG SETELAH TAHU RACHAEL MENYANGKAL GMN TUH PERASAAN SHINTA HA HA HA INGIN TERTAWA NGAKAK😂
LENY
BAGUS RUBY GOOD JOB BIAR MEREKA RASAKAN
LENY
KAMU PANTAS MENDAPAT KAN KEHANCURANMU ROGER KAMU IBLIS BUKAN MANUSIA😡😡 PERVYATAN MU SANGAT KEJAM 😡
LENY
YA ALLAH KASIHAN SAFIRA 😭😭😭
BETAPA KEJAM ROGER DAN SHINTA INI MEREKA IBLIS BUKAN MANUSIA😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!