NovelToon NovelToon
Love Ribbon

Love Ribbon

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Romantis / Cintamanis / Romansa / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:50
Nilai: 5
Nama Author: Marsanda Marsanda

Seorang gadis bernama bifolla queen zealia atau biasa dipanggil dengan zea, ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan cowok tampan dan populer di sekolahnya, saka zyzenio leonardo atau kerap dipanggil dengan leo. Meskipun leo adalah kakak kelasnya, zea tidak bisa menolak perasaannya. Namun, leo cuek dan tidak peduli dengan keberadaan zea. Zea pun memutuskan untuk mengejar leo dan mencoba mendapatkan perhatiannya. Tapi, apakah leo akan tetap cuek atau mulai menyadari perasaan zea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marsanda Marsanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sarapan rahasia

Di dalam kamar, zea sedang bergulat dengan laptopnya dan mengetikkan kata-kata dimesin pencarian.

*Cara menaklukkan hati cowok tampan*

Tak lama hasil yang di carinya muncul, dan zea mulai membaca artikel tentang tips dan trik untuk menarik perhatian cowok tampan.

*Buat dia tertawa

*Buat gombalan romantis yang lucu

*Ajak dia healing ke alam

*Buat dia terkejut dengan hadiah

*Tunjukkan perhatian kamu kepada dia

"Hmm...kelihatannya gampang-gampang susah juga sih." kata zea sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

"Tapi nggak papa! gue bakal coba, ayo semangat ze, lo pasti bisa!" zea mengepal kedua tangannya dan mengangkatnya, lalu ia mencatat beberapa tips yang menurutnya menarik.

Zea merasa percaya diri untuk mencoba menaklukkan hati cowok tampan itu. "Mungkin gue bisa coba beberapa tips ini." kata zea sambil tersenyum.

Kemudian ia menutup laptopnya dan mulai memikirkan cara untuk tips yang telah dia catat.

"Gue bisa coba buat gombalan romantis! tapi apa ya?" zea menumpu dagunya dan tampak berfikir keras, mencari inspirasi untuk membuat gombalan yang romantis, matanya sedikit terpejam, dan alisnya sedikit berkerut, menunjukkan bahwa dia sedang memikirkan sesuatu.

Tiba-tiba, wajahnya terlihat cerah, dan matanya terbuka lebar. "Gue tau!" ujarnya dengan bersemangat.

"Lo ganteng banget, kayak bulan purnama di malam hari, menerangi hati gue dengan ketampanan lo yang luar biasa." zea mengibaskan kedua tangannya, seolah-olah ia seorang penyair, zea tersenyum puas dengan gombalan yang baru saja ia buat.

"Gombalan ini pasti bakalan berhasil, gue yakin itu." kata zea dengan percaya diri.

Tok Tok Tok

Suara ketukan di pintu kamarnya terdengar diiringi dengan langkah kaki yang ringan, terlihat seorang wanita paruh baya membuka handel pintu dan berdiri di ambang pintu tersebut.

"Zea, makan malam udah siap, ayo! turun ke bawah, jangan lupa cuci tangan dulu!" ujar mamanya tegas.

Zea terkejut, ia langsung melihat ke arah wanita paru baya yang tampak masih terlihat cantik dan awet muda. "Bentar ma! jangan ganggu zea dulu, zea lagi buat gombalan!" jawabnya.

"Buat gombalan bisa dilanjutin nanti, tapi perut lapar nggak bisa ditahan! ayo cepat turun, nanti makanannya jadi dingin!" tegas mamanya.

Zea menatap mamanya dengan sedikit kesal karena telah membuyarkan semua ide-ide gombalan yang berlalu-lalang melintas didalam kepalanya.

"Iya ma! zea turun sebentar lagi." ujar zea yang masih bergulat dengan buku tulis yang ia pegang.

"Cepat ya ze! mama tunggu dibawah." perintah mamanya.

"Iya ma."

Lalu wanita paruh baya itu keluar dari kamarnya dan menutup pintu tersebut dengan pelan tanpa menimbulkan suara. Setelah pintu ditutup, zea menghela napas lega dan kembali menatap buku di tangannya.

"Gombalan ini harus sempurna." gumamnya sambil membalikkan halaman baru di buku tersebut, ia akan mencari gombalan lagi, yang tepat untuk ditambahkan disana.

Dengan senyum tipis, zea mulai menulis beberapa kalimat tambahan disana, lalu ia mencoba membuatnya semakin romantis dan menggetarkan hati seorang leo.

Merasa gombalan yang ia buat cukup sempurna untuk membuat hati seseorang berdebar. Zea membaca kembali kalimat tersebut beberapa kali, memastikan intonasinya pas dan ekspresinya tepat.

Setelah selesai bergulat dengan semua itu, zea menutup bukunya dan bersiap untuk menuruni anak tangga.

Setelah zea sampai di anak tangga terakhir, ia melihat kedua orang tuanya yang sudah menunggu di meja makan, dan diatas meja tersebut terdapat hidangan favoritnya, seperti soto ayam, udang goreng, dan ayam crispy, serta es buah segar yang membuatnya semakin bersemangat untuk makan.

"Zea lapar banget!" ujar zea sambil mengelus perut datarnya, ia langsung mengambil tempat duduk dan menyantap hidangan favoritnya dengan lahap.

"Bagaimana sekolahmu hari ini dek? apa ada yang menarik?" tanya laki-laki paruh baya di depannya.

"Ya pa, ada beberapa hal yang menarik di sekolah tadi tapi belum terlalu spesial buat zea." jawab zea santai. Laki-laki paruh baya itu hanya mengangguk-anggukkan kepala.

"Terus tadi, ngapain kamu buat gombalan segala? mau ngombalin siapa? katanya nggak ada yang spesial." sahut mamanya, menatap zea dengan mata yang sedikit penasaran, mencoba untuk mengorek lebih banyak informasi.

"Tadi kan zea bilang belum ada yang spesial ma! bukan nggak ada yang spesial. Mama gimana sih, lagian mama kepo banget deh, itu kan urusan anak muda!" tutur zea dengan sedikit kesal, bibirnya mencuat maju dengan ekspresi tidak puas.

"Iya mama paham, nggak usah liatin mulut bebek kamu itu." tukas mamanya.

"Oh iya, tadi ada lee min-ho disekolah zea." kata zea santai.

"Lee min-ho ada disekolah kamu? nggak usah bercanda deh ze!" ujar mamanya sedikit tidak percaya.

"Iya ma." jawab zea singkat.

"Serius? jinjja?" mamanya terkejut dan matanya melebar, mendengar apa yang putri bungsunya katakan. Zea hanya mengangguk santai sembari melahap makanannya.

"Kena." ujar zea dalam hati.

Zea sudah menebak jika mamanya akan terkaget-kaget mendengar nama sang idolanya, ia tersenyum puas dalam diam, namun zea tidak menimbulkan reaksi apapun.

"Iya, dia kakak kelas zea." lanjut zea.

"Kamu serius ze? mana ada lee min-ho kembali sekolah lagi, ngaco kamu! mungkin lee min-ho yang kamu lihat palsu kali!" kata mamanya mulai merasa curiga.

"Tepat sasaran, mama langsung menembak ke jantung permasalahan." zea tertawa lebar dan mengacungkan jempolnya ke arah wanita paruh baya tersebut.

"Jadi benaran palsu?" tanya mamanya bingung.

"Dibilang palsu juga nggak, lebih tepatnya kayak pinang dibelah dua." ujar zea.

Mamanya menatap zea dengan mata yang sedikit kesal namun penuh kesabaran sedangkan papa zea hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum gemes melihat perdebatan antara ibu dan anak tersebut.

****

Zea berjalan di koridor sekolah dengan penuh semangat sambil menatap sekelilingnya, ia tampak terlihat sedang mencari seseorang.

"Zea." panggil seseorang dari belakang.

"Angel."

"Lo ngapain disini?" tanya angel, ia menghampiri zea, angel melihat kotak bekal berwarna biru ditangan gadis dihadapannya itu.

"Lo bawa bekal?" tanya angel.

"Iya, tapi bukan buat gue." jawab zea polos, angel memperhatikan zea yang tersenyum penuh semangat.

"Terus buat siapa?" angel mengalihkan pandangannya kesekeliling mereka.

"Kak leo." jawab zea sambil berbisik.

Angel mengangkat satu alisnya sambil mencerna apa yang zea katakan bbarusan

"Okey, tapi lo yakin ze? kak leo cowok terkenal paling dingin di sekolahan ini." kata angel meyakinkan.

"Iya gue yakin, semalam gue liat di mbak goggle cara menakluk-

"Menaklukkan? lo pikir kak leo binatang buas apa?" tiba-tiba angel memotong ucapan zea dengan pertanyaan yang membuat zea menjadi malu.

"HAHAHAHA." pecahlah sudah tawa angel, ia bahkan memegang perutnya yang terasa sakit.

Melihat angel tertawa membuat zea menyipitkan kedua matanya, pertanda bahwa ia sekarang sedang dimode serius. "Gue lagi serius loh ngel, kok lo ketawa sih?"

Angel langsung menghentikan tawanya dan melihat zea yang tampak sedikit kesal kepadanya. "Sorry ze, gue nggak bermaks-

"Ussttttt." zea meletakkan jari telunjuknya dibibir angel, memberi insyarat agar angel diam.

"Gue nggak butuh dengerin haha hihi lo, mending lo temenin gue nyari kak leo." kata zea dengan tersenyum.

"Kenapa harus gue yang nemenin lo? chacha mana?" tanya angel, sambil memandang zea dengan rasa ingin tahu.

"Karena lo sepupunya kak leo, dengan adanya lo mungkin kak leo bakal lebih rama sama gue! kalo chacha, dia lagi molor dikelas." kata zea.

"Ohh....okay, kalo gitu gue bakal temenin lo dan bantu lo, tapi ingat jangan terlalu berharap lebih." kata angel.

Zea tersenyum lebar. "Makasih ngel, gue sangat-sangat berterima kasih sama lo." kata zea, ia memeluk angel.

"Okay, tempat pertama yang harus kita kunjungi adalah....PERPUSTAKAAN!" tukas angel.

"Kenapa perpus?" tanya zae memandang angel dengan rasa ingin tahu.

"Karna gue tau kak leo sering kesana." balas angel.

"Dia suka ke perpus?" tanya zea.

"Yapp."

"Lo tau dari mana kalo kak leo sering kesana?" tanya zea yang tampak penasaran.

"Koneksi gue banyak disini ze! semua temen kak leo, gue pada tau! yang nakal, yang baik, yang preman pasar sekalipun gue tau, dan gue juga tau kalo kak leo suka ke perpus cuman numpang tidur doang dipojokan." jelas angel.

"Hahaha....kak leo unik ya, ke perpus cuman numpang tiduran aja." ucap zea.

Angel menatap zea dengan matanya sedikit terangkat, dia tidak mengerti mengapa zea menganggap leo unik hanya karena suka tidur di perpustakaan, ia merasa tidak melihat ada yang spesial dari situ.

"Lo mah aneh, unik dari mananya coba? kalo dia bisa buat es krim muncul dari udara, nah....itu baru unik." kata angel.

"Itu unik menurut gue, udah ayo temenin gue."

Zea menarik angel dengan gerakan spontan, membuat angel sedikit terkejut. Keduanya berjalan berdampingan dengan langkah yang cepat dan antusias, sambil terus mengobrol ringan. Zea menoleh ke arah angel dengan mata yang berbinar. Walaupun mereka baru kenal kemarin tapi rasanya seperti sudah kenal lama.

"Ngel, menurut lo kak leo bakal senang nggak ya kalo gue bawain sarapan buat dia?"

"Emang lo bawa apaan?" tanya angel sedikit penasaran.

"Rahasia." kata zea, sambil tersenyum misterius dan mengedipkan mata.

"Nggak asik lo ze, mainnya rahasiaan." ujar angel

"Hahaha, bodoh amat." ujar zea diikuti dengan tawanya.

"Dasar lo." angel menonjor kepala zea pelan.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!