NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Identitas Tersembunyi
Popularitas:19.5k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Karina rela melepaskan identitas dan membuang kemewahan yang dimilikinya sebagai putri tunggal keluarga Wijaya hanya untuk bersama Agus, ia jatuh cinta pada Agus karena kebaikan dan kejujurannya.

Pernikahannya tampak begitu sempurna dan bahagia, hingga Agus pun sudah menjadi pria sukses berkat dukungan dan bantuan Karina. Sayangnya dengan kesuksesannya, Agus justru terlena dan mengkhianati pernikahan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun itu.

Bagaimana kisah selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada pernikahan Karina dan Agus? Apa yang akan dilakukan Karina?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Maunya Kamu

Agus membanting ponsel Sabrina ke meja hingga layarnya retak, napasnya memburu seperti banteng yang terluka. Amarah menyapu rasa lemasnya, menggantikannya dengan adrenalin keputusasaan yang berbahaya, ia berdiri tegak dan menatap Pandu dengan telunjuk yang gemetar karena emosi.

​"Ini perampokan! Kalian menjebakku!" teriak Agus, suaranya menggelegar di ruang rapat.

"Pak Darmawan itu penipu! Dia tidak menjelaskan klausul gila itu padaku! Saya akan menggugat Bank Artha Wijaya! Saya akan laporkan kalian ke Otoritas Jasa Keuangan, ke polisi, bahkan ke presiden sekalipun!" teriak Agus.

​Pandu hanya menaikkan sebelah alisnya, tetap tenang seolah teriakan Agus hanyalah angin lalu. "Silakan, Pak Agus. Itu adalah hak hukum anda. Namun, perlu saya ingatkan, seluruh proses ini terekam oleh CCTV bank dan dokumen yang anda tanda tangani memiliki legalitas yang tak terbantahkan, gugatan anda hanya akan menambah daftar panjang utang biaya perkara yang tidak akan mampu anda bayar," ucap Pandu.

​"Persetan dengan biayamu!" Agus meraup berkas-berkas di depannya dan melemparnya ke arah Pandu.

"Haris! Hubungi pengacara perusahaan sekarang juga! Katakan padanya untuk ajukan gugatan perdata dan pidana terhadap bank ini atas tuduhan penipuan dan perbuatan melawan hukum! Aku tidak akan membiarkan satu sen pun hartaku jatuh ke tangan kalian!" perintah Agus.

​Sabrina menangis histeris di sampingnya, menarik-narik lengan jas Agus. "Mas, bagaimana kalau mereka benar? Ibu di rumah sendirian! Semua tas dan perhiasanku masih ada di dalam kamar, Mas! Kalau disita, aku pakai apa?" rengek Sabrina.

​Agus tidak memedulikan rengekan Sabrina, ia segera berlari keluar dari ruang rapat dan mengabaikan tatapan sinis dari para pemegang saham yang kini memandangnya seperti hama. Agus harus ke rumah, ia harus mempertahankan benteng terakhirnya.

Saat Agus sedang bertarung dengan bayang-bayang kehancurannya di kantor, di sebuah restoran privat yang terletak di puncak gedung pencakar langit lain, suasana justru sangat kontras, musik klasik mengalun lembut dan aroma bunga lili segar memenuhi ruangan.

​Karina duduk di sana, mengenakan terusan sutra berwarna biru dongker yang elegan. Jantungnya berdegup sedikit lebih kencang dari biasanya saat pintu ruangan terbuka, seorang pria dengan perawakan tegap, rambut yang sedikit memutih di pelipis namun tetap terlihat sangat tampan dan berwibawa, melangkah masuk.

​Itu adalah Faisal, pria yang dua puluh tahun lalu ia tinggalkan demi mengejar cinta ilusinya pada Agus.

​"Karina," panggil Faisal, suaranya masih sama, berat, tenang dan menenangkan.

​Karina berdiri dan mencoba menjaga ketenangannya, "Faisal, lama tidak bertemu," ucap Karina.

​Faisal tidak langsung duduk, ia menatap Karina cukup lama, seolah sedang membaca setiap garis di wajah wanita yang pernah menjadi dunianya itu. "Dua puluh tahun adalah waktu yang sangat lama untuk sebuah penantian, Karina. Tapi melihatmu kembali menjadi dirimu yang asli, rasanya waktu itu tidak sia-sia," ucap Faisal.

​"Maafkan aku, Faisal. Maafkan aku, untuk semuanya," ucap Karina tulus.

​Faisal tersenyum tipis lalu duduk di hadapan Karina, "Jangan meminta maaf, Paman Andri sudah menceritakan semuanya. Aku di sini bukan untuk menghakimi masa lalumu, tapi untuk memastikan masa depanmu dan anak-anakmu tidak lagi disentuh oleh tangan kotor pria itu," ucap Faisal.

​"Aku dengar kamu yang menyiapkan draf percepatan eksekusi aset untuk Bank Artha Wijaya melalui Pandu?" tanya Karina.

​Faisal mengangguk sambil menyesap kopinya, "Pandu adalah partner di firma hukumku, begitu aku tahu kamu butuh bantuan untuk menjerat Agus secara legal tanpa meninggalkan jejak, aku sendiri yang menyusun setiap klausul di dokumen itu, aku ingin memastikan dia tidak punya celah sedikit pun untuk lari," ucap Faisal.

​Karina tertegun, ternyata selama ini Faisal bergerak di balik layar, menjadi perisai yang tidak ia sadari. "Kenapa kamu melakukan ini, Faisal? Aku sudah sangat mengecewakanmu dulu," tanya Karina.

​"Karena aku tidak pernah berhenti mencintaimu, Karina. Sesederhana itu," jawab Faisal tanpa keraguan sedikit pun dan membuat pipi Karina merona untuk pertama kalinya setelah sekian lama.

"Maaf, Faisal. Aku bukan lagi gadis seperti dua puluh tahun lalu, kamu pantas mendapatkan perempuan yang lebih baik dariku," ucap Karina.

"Tapi, aku maunya kamu," ucap Faisal.

"Aku punya anak dan umurku sudah 40 tahun lebih, aku bukan wanita yang bisa memuaskanmu," ucap Karina.

"Aku maunya kamu," ucap Faisal lagi.

"Tapi...," Belum sempat Kanaya bersuara, Faisal sudah terlebih dahulu bersuara.

"Aku maunya kamu, Karina. Untuk masalah anal, aku tidak masalah, aku akan mendekati mereka secara perlahan, kamu percaya sama aku. Untuk saat ini, kita fokus pada kehancuran mantan suami kamu," ucap Faisal.

Karina menarik napas panjang, sorot matanya yang sempat melunak karena kehadiran Faisal kini kembali tajam dan membeku. Karina mengeluarkan sebuah flashdisk berwarna perak dari tasnya dan meletakkannya di atas meja.

​"Ini adalah kartu terakhir yang aku punya untuk menjatuhkan Agus, Faisal," ucap Karina.

"Ada apa di dalamnya?" tanya Faisal.

"Di dalamnya terdapat catatan ganda yang aku simpan selama sepuluh tahun pertama perusahaan berdiri, bukti pemalsuan laporan keuangan, penggelembungan aset, hingga daftar penghindaran pajak yang nilainya mencapai ratusan miliar," jawab Kanaya.

​Faisal mengambil flashdisk itu, jemarinya bersentuhan dengan jemari Karina dan memberikan aliran kekuatan yang hangat.

"Kamu menyimpannya dengan sangat rapi, Karina. Dengan ini, otoritas bursa tidak punya pilihan lain selain melakukan suspensi perdagangan saham Agus Materialindo besok pagi," ucap Faisal.

​"Lakukan sekarang, Faisal. Aku ingin dia melihat perusahaannya runtuh sebelum dia sempat memarkir mobilnya di rumah," perintah Karina.

"Dengan senang hati," ucap Faisal.

Sementara itu, Agus memacu mobilnya dengan gila-gilaan menuju rumah mewahnya. Di sampingnya, Sabrina masih meratap, namun tangisannya mulai berubah menjadi gumaman kalkulatif. Sabrina bukan wanita bodoh, dia adalah parasit yang tahu kapan inangnya akan mati.

​Begitu sampai di gerbang rumah, Agus terperangah, dua unit mobil petugas pajak dan beberapa orang berseragam terlihat sedang memasang garis kuning di pintu masuk utama.

"Apa-apaan ini!" teriak Agus sambil melompat keluar mobil.

​Seorang petugas menunjukkan surat tugas, "Pak Agus, kami dari direktorat jenderal pajak. Kami menerima laporan valid beserta bukti otentik mengenai dugaan penggelapan pajak sistematis selama sepuluh tahun terakhir, seluruh aset properti atas nama anda dan perusahaan sedang dalam status sita jaminan," ucap petugas.

​"Tidak mungkin! Siapa yang memberi kalian data itu?" tanya Agus histeris.

Namun, di saat yang sama, ponselnya berbunyi. Haris menelepon dengan suara yang sudah tidak lagi panik, melainkan pasrah.

Pak... harga saham kita terjun bebas ke titik terendah sebelum akhirnya disuspensi oleh BEI, berita tentang pemalsuan laporan keuangan sepuluh tahun lalu bocor ke publik. Para investor menuntut pengembalian dana dan kantor kita... sekarang dikepung demonstran dari vendor-vendor kecil.

​Dunia Agus benar-benar gelap, ia jatuh berlutut di atas aspal di depan gerbang rumahnya sendiri. Ibi Ratmi keluar dari pintu samping sambil membawa tas jinjing berisi perhiasan, namun langsung dicegat petugas.

​"Lepaskan! Ini milikku! Anakku kaya! Kalian tidak berhak!" teriak Ibu Ratna histeris.

​Sabrina yang melihat pemandangan itu dari dalam mobil, segera mengambil keputusan cepat. Saat perhatian Agus teralih pada Ibunya yang meronta, Sabrina meraih tas kerja Agus di kursi belakang yang berisi buku tabungan atas nama pribadinya yang baru saja diisi Agus minggu lalu sebagai uang belanja dan semua uang tunai darurat yang tersimpan di dashboard.

Tanpa sepatah kata pun, Sabrina keluar dari pintu mobil sisi lain, mengendap-endap di balik kerumunan dan menyetop sebuah taksi di ujung jalan.

​"Sayang! Sabrina! Bantu aku bicara pada mereka!" panggil Agus yang sempat menoleh.

Namun Sabrina hanya menatap Agus dari balik jendela taksi dengan pandangan jijik, "Maaf ya, Mas. Kamu bilang kamu kaya, tapi ternyata kamu cuma penipu yang bangkrut. Aku nggak mau ikut dipenjara sama kamu!" ucap Sabrina

​Taksi itu melesat pergi dan membawa sisa uang terakhir yang dimiliki Agus. ​Agus tertawa histeris di tengah hujan yang tiba-tiba turun. Agus melihat ibunya menangis di tanah, rumahnya disegel, perusahaannya hancur dan wanita yang ia banggakan melarikan diri.

.

.

.

Bersambung.....

1
Ariany Sudjana
good decision Karina and Faisal 😄
Ariany Sudjana
bagus Karina, masa lalu tidak bisa diubah, tapi masa depan masih bisa dilukis dengan baik, jangan terus terjebak dalam luka masa lalu, jadikan pelajaran berharga
Ariany Sudjana
ayo Karina, tunggu apa lagi, restu dari pa Wijaya sudah turun, anak-anak pasti tidak masalah, apalagi anak-anak juga kenal dengan Faisal
Naufal Affiq
khilaf kata mu,manusia gak jelas seperti mu,harus nya hidup luntang lantung aja lebih baik
Eva Tigan
aku mau muntah mendengar permintaan maaf Agus
Ariany Sudjana
Haha mampus kamu Agus 😂😂 kamu sudah membuang batu permata demi butiran drbi🤣🤣
Ani
lah kenapa malah jadi Ibunya yang difitnah.. bukankah Agus yang menggadaikan sertifikat rumah di Solo
Ani
preeet.. dari pada kembali padamu ayah yang tak berguna mendingan cari ayah baru 😛😛😛😛😛
Ariany Sudjana
berarti keamanan perusahaan lemah dong? kok bisa Agus menyelinap dalam mobil kurir, jangan mau dibujuk lagi Karina
Ariany Sudjana
harusnya Sabrina juga dibinasakan, jangan dibiarkan pergi, dia akan buat ulah lagi, seperti kata Faisal
Ma Em
Sabrina hdp nya sdh susah msh saja sombong , benar kata Karina temani si Agus yg sekarang hdp nya sdh jadi gembel , jgn mau senangnya saja susahnya juga hrs Sabrina temani si Agus karena Sabrina msh istrinya Agus .
Lisna Wati
lanjut ka
اختی وحی
jngn dbkin jd perempuan bego ya thor, males bacanya klw pemerannya oon
Ariany Sudjana
Sabrina kamu bilang Karina jalang? bukannya kamu yang jalang murahan yah? dan sekarang kamu mencari mangsa baru, yang bisa kamu kuras kekayaannya 😂😂🤭🤭
dyah EkaPratiwi
hemmm PD sekali anda Agus agus
Ariany Sudjana
hahaha ada yang ga rela jadi miskin 😂😂 Agus kamu bodoh, masih berharap jadi konglomerat lagi? kenapa ga kamu kejar jalang peliharaan kamu itu? kan kamu sudah menyia-nyiakan Karina demi jalang peliharaan kamu itu?
Ani
preeet itu dulu bro.. mungkin karena cinta buta makanya Karina selalu memaafkan dirimu.. kalau sekarang tidak ada kesempatan kedua meskipun Karina dan anak anak sudah memaafkan dirimu 😎😎😎😎
stela aza
wong gendeng 🤦
Naufal Affiq
manusia gak sadar diri,udah nyakiti hati orang,mau menampakkan wujud pulak kepermukaan
Sriati Rahmawati
istri bego
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!