NovelToon NovelToon
Puteri Sampah Yang Berubah

Puteri Sampah Yang Berubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai
Popularitas:18.8k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Mei Lin yang seorang agen mata mata terpaksa harus bunuh diri ketika tertangkap oleh Wang Yu, seorang Jenderal polisi negara x.

Namun , bukan nya mati, Mei Lin justru terperangkap ke dalam tubuh milik Bai Hua. Bai Hua adalah gadis lemah yang membutuhkan kursi roda untuk berjalan. Ia diejek oleh seluruh keluarga nya karena menjadi sampah. Bai Hua juga harus menikah dengan Pangeran Idiot!

Bagaimana jika jiwa Mei Lin yang mengambil alih tubuh Bai Hua untuk menikah dengan Pangeran itu? Dan bagaimana jika jiwa pangeran itu juga telah dirasuki entitas dari abad 21?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32 : Suku Utara (Mongolia)

WARNING !!!

[Tidak Ada Hubungan Dengan Sejarah]

*

​Istana tidak lagi tenang. Suara tempaan besi dari para pandai besi dan langkah seribu prajurit Jenderal Zhao memenuhi udara. Di ruang perpustakaan rahasia yang pengap, gulungan peta topografi wilayah Utara terbentang lebar di atas meja kayu raksasa.

​Bai Hua duduk di sana, dikelilingi oleh tumpukan kertas coretan dan beberapa botol cairan kimia yang ia minta dari gudang tabib. Di sampingnya, Wan Long berdiri sambil menyilangkan tangan, memperhatikan istrinya yang sedang menggambar garis-garis aneh di atas peta jalur lembah He-Feng.

​"Apa itu?" tanya Wan Long sambil menunjuk gambar lingkaran-lingkaran kecil di sepanjang jalur masuk lembah.

​"Itu adalah titik jemput kematian mereka," jawab Bai Hua tanpa menoleh. "Wan Jin tahu jalur ini adalah jalur tercepat menuju ibu kota. Dia pasti akan meyakinkan Suku Utara untuk lewat sini agar bisa memberikan serangan kejutan. Tapi dia lupa, aku tahu cara membuat campuran belerang dan fosfor yang bisa meledak hanya dengan gesekan tapak kuda."

​Wan Long mengangkat sebelah alisnya. "Ranjau darat? Kau benar-benar ingin mengubah lembah itu menjadi oven seperti katamu kemarin?"

​"Tepat sekali. Tapi aku butuh pasukanmu untuk memancing mereka masuk ke titik tengah. Kau harus berpura-pura kalah dan mundur," Bai Hua mendongak, menatap mata Wan Long dengan tantangan. "Masalahnya, apakah Jenderal besar sepertimu rela harga dirinya terluka karena harus pura-pura lari dari musuh?"

​Wan Long mendengus, ia membungkuk hingga wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Bai Hua. Bau aroma bunga plum dari rambut Bai Hua bercampur dengan bau tajam bahan kimia, menciptakan sensasi aneh di syaraf Wan Long.

​"Harga diriku tidak terletak pada kemenangan kecil, Mei Lin. Harga diriku adalah memastikan tidak ada satu pun tentara barbar yang menyentuh gerbang rumah kita," bisik Wan Long dengan suara rendah yang membuat bulu kuduk Bai Hua meremang. "Tapi sebagai gantinya, setelah perang ini usai, kau harus setuju untuk mencoba terapi jalan yang disarankan Tabib Tua. Aku bosan melihatmu hanya duduk di kursi ini."

​Bai Hua memutar bola matanya, mencoba menutupi kegugupan karena jarak mereka yang terlalu dekat. "Kau hanya ingin pamer karena kau punya kaki yang panjang, kan? Baiklah, janji. Tapi jika rencanaku gagal, kau boleh memenggal kepalaku."

​"Aku lebih suka memenggal kepalaku sendiri daripada harus kehilangan kepala cerdasmu itu," sahut Wan Long ketus sebelum berdiri tegak kembali.

​Di Perbatasan Utara...

​Sementara itu, di kamp militer Suku Utara yang megah, Wan Jin berdiri di depan Khan Agung, pemimpin suku barbar yang bertubuh raksasa. Wan Jin kini mengenakan pakaian bulu khas Utara, wajahnya tampak lebih tirus dan penuh kebencian.

​"Pangeran Wan Jin," suara Khan Agung berat dan parau. "Kau menjanjikan kami jalan masuk yang tak terjaga. Jika kau berbohong, jantungmu akan menjadi santapan elangku."

​"Aku tidak berbohong, Khan," jawab Wan Jin dengan mata berkilat. "Wan Long adalah pria sombong yang baru saja memegang takhta. Dia akan meremehkan kalian. Dan istrinya hanyalah wanita lumpuh yang tak berdaya. Lembah He-Feng adalah kelemahan mereka. Serang dari sana, dan ibu kota akan jatuh dalam satu malam."

​Wan Jin menggenggam erat belati di pinggangnya. Dalam benaknya, ia sudah membayangkan istana terbakar dan Wan Long berlutut di bawah kakinya.

​Kembali ke Istana, Malam Sebelum Perang...

​Bai Hua sedang mencoba berdiri di samping mejanya, tangan gemetarnya mencengkeram pinggiran kayu. Ia mencoba menggerakkan jari kakinya. Ada sedikit rasa kesemutan---sebuah kemajuan kecil namun berarti.

​Wan Long masuk membawakan nampan berisi sup hangat. Ia terdiam di pintu, melihat perjuangan Bai Hua. Ia tidak langsung menolong, ia tahu Bai Hua terlalu sombong untuk dikasihani. Setelah Bai Hua terduduk kembali dengan napas terengah, Wan Long baru mendekat.

​"Kau melakukannya dengan baik," ujar Wan Long sambil meletakkan sup itu.

​"Jangan mengejekku," gumam Bai Hua kesal.

​"Aku tidak mengejek. Aku terkesan," Wan Long duduk di lantai, tepat di depan kursi roda Bai Hua. Ia mengambil tangan Bai Hua dan menggosoknya perlahan untuk melancarkan aliran darah.

​"Dengar," ujar Wan Long, menatap mata Bai Hua dengan tulus. "Besok aku akan berangkat ke lembah. Kau akan tetap di sini mengomandoi menara pusat. Jangan lakukan hal gila jika sesuatu terjadi di depan."

​Bai Hua terdiam sejenak, lalu ia meletakkan tangannya yang lain di atas tangan Wan Long. "Wang Yu... kau juga. Jangan mati. Jika kau mati, siapa yang akan mendorong kursi rodaku nanti?"

​Wan Long terkekeh. "Jadi aku sekarang resmi jadi pelayanmu?"

​"Pelayan pribadiku yang merangkap jadi Kaisar," balas Bai Hua dengan senyum tipis yang pertama kalinya benar-benar tulus.

​Wan Long menarik tangan Bai Hua dan mencium punggung tangannya dengan cepat sebelum bangkit berdiri. "Tunggulah aku. Kita akan merayakan kemenangan dengan teh terbaik di negeri ini... dan mungkin, dansa pertama kita di atas kakimu sendiri."

​Bai Hua menatap punggung Wan Long yang menjauh. Di bawah cahaya lilin, ia membisikkan kata-kata yang tak sempat tersampaikan, "Berhati-hatilah, suamiku."

Wan Long tahu bahwa perkataan itu hanya untuk menenangkan nya atau bahkan mengejek nya.

***

Happy Reading ❤️

Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih

1
Pa Muhsid
buka puasa gak usah beli kolak udah ada yang manis😍😍😍 wangyu dan meilin
Pa Muhsid
bbc berlapis ok👍
mimief
wkwkwkwkwkwk
definisi sebel tapi rindu
benci tapi butuh🤣🤣
Roti Bakar
lanjutttt kpn upp?
mimief
gimana?
ya elah mati aja ga mau ngalah lu bang
ok Leh yuk lah bareng "🫣🤣
Pa Muhsid
cinta sejati😘😘😘❤❤❤ berbungkus benci (benar "cinta)
Dede Dedeh
rame... pisan lanjut thor
Pa Muhsid
visual nya mana tor
mimief
wah...seru
jadi bayangin visual merekanya bertarung
SusanTee
lnjutt
mimief
bukan??🤣🤣🤣
anak kan cuman niru orang tuannya yaa
jgn salahin kalau jadi anak durhaka
tih punya orang tua durhaka
mimief
iy..ya
mang disini pada ngeluh masalah retensinya
banyak othor yg juga akhirnya nyerah dan banyak pindah ke berbagai platform 🥹🥹.
semangat ya Thor...
aku mah dukung aja
karena terkadang penghargaan itu ga butuh cuman pengakuan,tapi cuan yg menentukan 🤣🤣
ANWi/Berly Re: hehe iya kak, susah susah gampang sistem retensi ini. bikin bingung😭😭😭😭
total 1 replies
mimief
senjata makan tuan ya gaes .
lu pikir bisa mengendalikan seluruh permainan
hei..masa depan itu lebih menakutkan dr yg dilihat
dimana ga ada binatang buas di hutan belantara
tapi manusia yg punya nafsu buas di antara hutan sesungguhnya.
beginilah realita di masa depan.
sahabat pena
ga punya kak
sahabat pena: siap kak. semangat up nya
total 2 replies
Roti Bakar
ah aku paham! Jd si kaisar biarin para anjing saling tarung gitu yahh??? (permaisuri-wanjin-meteri bai vs bai hua-wan long) trs dia tinggal leyeh leyeh 🤭
Roti Bakar
oh wan jin , dia kn anak permaisuri yah?? brarti dia disitu atas printah permaisuri dong
Pa Muhsid
👍👍👍🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️💪
Pa Muhsid
👍👍👍🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
mimief
Waduuuh...
sebenarnya siapa yg jebak siapa.🫣
hayooo kau berhadapan dengan polisi dan mata mata dr masa depan lu bang
siap siap aja yaa
Roti Bakar
ini kpn up nya????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!