NovelToon NovelToon
Pelindung Darah Abadi

Pelindung Darah Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Vampir / Manusia Serigala / Romansa Fantasi / Cintamanis / Cintapertama
Popularitas:40.4k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Sebuah nyawa yang dipinjam, sebuah pengabdian yang dijanjikan."

Leo Alistair seharusnya mati sebagai pahlawan kecil yang mengorbankan diri demi keluarganya. Namun, takdir berkata lain ketika setetes darah murni dari Raja Vampir,masuk ke dalam nadinya. Leo terbangun dengan identitas baru, bukan lagi serigala murni, melainkan sosok unik yang membawa keabadian vampir dalam insting predatornya.

Aurora adalah putri yang lahir dari perpaduan darah paling legendaris, keanggunan manusia dari garis keturunan Nenek nya, dan kekuatan abadi dari Klan Vampir. Dia memiliki kecantikan yang mistis, namun hatinya penuh kehangatan manusia yang dia warisi dari nenek moyangnya.

"Mereka bilang aku bangkit karena darah ayahmu, tapi bagiku, aku bangun hanya untuk menemukanmu. Dunia memanggilku monster, tapi aku adalah tawanan yang paling bahagia karena setiap napas ku adalah milikmu, Aurora."_Leo Alistair.

"Kamu bukan sekadar pelindung, tapi kamu adalah melodi jiwaku yang hilang."_Aurora Zuhaimi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERDUA

Leo ikut berhenti, jarak mereka kini hanya tinggal beberapa jengkal, tatapan mata cokelat gelapnya mengunci mata perak Aurora dengan pandangan yang berbeda dari sebelumnya.

"Itu karena prioritas, ada hal-hal yang jauh lebih berharga daripada keselamatan diri sendiri. Dan semalam, kamu adalah prioritas itu," ucap Leo dengan suara rendah nya.

Suasana mendadak menjadi sangat canggung, Aurora yang tadi sempat tersenyum penuh kemenangan, kini tampak terdiam, dia bisa melihat pantulan dirinya di mata Leo yang tajam.

Untuk sesaat, topeng kedinginan sang Putri retak, digantikan oleh kilatan emosi yang sulit di definisikan. Namun, sebagai seorang bangsawan tinggi, Aurora segera menarik kembali kendali dirinya.

"Jangan terlalu percaya diri," ucap Aurora sambil mendorong pintu perpustakaan yang berat itu dengan sekali hentakan.

KREKKK

"Kamu melakukannya karena kamu tidak ingin namamu tercoreng sebagai pelindung yang gagal. Ego serigala mu jauh lebih besar dari pada rasa sakit mu," lanjut Aurora, berjalan masuk ke dalam perpustakaan.

Leo mengikuti Aurora masuk ke dalam ruangan yang dipenuhi ribuan buku tua dan aroma kertas kuno.

"Mungkin saja. Tapi setidaknya egoku ini cukup kuat untuk menarik mu kembali dari tangan Maxime," jawab Leo, tersenyum miring.

Aurora berjalan menuju meja kayu besar di tengah ruangan, tempat beberapa peta kuno dan gulungan sihir sudah terbuka, dia mengabaikan godaan Leo dan mulai memfokuskan matanya pada simbol-simbol di atas peta.

"Berhentilah bicara omong kosong dan bantu aku di sini," perintah Aurora, datar.

"Sihir transportasi asap hitam milik Maxime meninggalkan jejak, jika kita bisa memetakan titik koordinatnya, kita bisa tahu di mana dia bersembunyi sebelum dia sempat membangun kembali pasukannya," ucap Aurora, dingin.

Leo mendekat, berdiri tepat di samping Aurora, dia sedikit membungkuk untuk melihat peta, membuat bahu mereka bersentuhan, Leo tidak menjauh, dan Aurora pun tidak bergeser.

"Di sini," ucap Leo menunjuk sebuah wilayah hutan mati di perbatasan utara.

"Jika aku jadi dia, aku akan pergi ke sana. Wilayah itu tidak terjamah oleh patroli vampir maupun manusia, dan sihir nya sangat familiar," ucap Leo, menjelaskan analisanya.

"Familiar bagaimana?" tanya Aurora mengernyitkan dahi nya.

"Baunya seperti keputusasaan," gumam Leo, tatapannya menjadi sangat tajam dan serius.

"Sama seperti yang kurasakan di Dimensi Cermin, dia tidak hanya ingin tahta, Aurora, tapi dia ingin sesuatu yang jauh lebih gelap," lanjut Leo, menunjuk peta.

Aurora menatap jari Leo yang menunjuk peta, lalu beralih ke wajah ksatria di sampingnya.

Di bawah cahaya lampu perpustakaan yang temaram, Aurora menyadari bahwa Leo bukan lagi sekadar pemuda sombong yang dikirim ayahnya. Pria ini adalah satu-satunya orang yang benar-benar mengenal kedalaman kegelapan yang dia hadapi semalam.

"Kalau begitu, kita harus memastikan dia tidak pernah mendapatkan apa yang dia inginkan. Bersama, Alistair?" bisik Aurora, suaranya kini terdengar lebih lembut namun penuh tekad.

Leo menoleh, menatap Aurora dengan tatapan yang setia namun penuh arti.

"Sampai napas terakhir, Putri Galak," jawab Leo, tersenyum kecil.

Leo memperhatikan bagaimana dahi Aurora berkerut serius saat menatap deretan teks kuno di hadapannya, dia tahu, jika dibiarkan, gadis ini akan menghabiskan seluruh harinya di ruangan lembap ini hanya untuk memikirkan strategi.

Leo menegakkan tubuhnya, lalu dengan sengaja menutup buku besar yang sedang dibaca Aurora dengan satu tangan.

BRAK

"Apa yang kau lakukan, Alistair?" tanya Aurora mendongak, matanya berkilat kesal.

"Istirahat, Putri, kepalamu bisa berasap kalau terus menatap tulisan cacing itu," ucap Leo datar, namun ada nada perintah dalam suaranya.

"Lagi pula, perpustakaan ini terlalu pengap. Aku butuh udara segar, dan karena aku pelindungmu, kau harus ikut denganku," lanjut Leo, tersenyum miring.

Aurora mendengus, mencoba membuka kembali bukunya, mengabaikan perkataan Leo.

"Aku tidak punya waktu untuk-"

"Ini bukan permintaan," potong Leo, menarik kursi Aurora ke belakang sedikit, memaksanya untuk berdiri.

"Ayo jalan."

Dengan wajah cemberut namun tidak benar-benar menolak, Aurora akhirnya mengikuti Leo keluar dari perpustakaan.

Leo membawa Aurora melewati lorong-lorong sepi menuju balkon raksasa di bagian selatan istana yang menghadap langsung ke taman kristal yang tertutup salju.

Udara dingin pegunungan langsung menerpa wajah mereka, saat mereka baru sampai di sana.

Leo bersandar pada pagar balkon, membiarkan angin menyisir rambut cokelatnya.

"Lihat itu," ucap Leo menunjuk ke bawah, ke arah taman di mana beberapa pelayan sedang mencoba membersihkan patung dari tumpukan salju.

"Dunia tidak berhenti berputar hanya karena satu pengkhianat kabur. Kamu perlu bernapas, Aurora," lanjut Leo, melirik Aurora.

"Kamu membawaku ke sini hanya untuk melihat orang membersihkan salju?" tanya Aurora berdiri di samping Leo sambil memeluk tubuhnya sendiri karena kedinginan

Melihat Aurora yang kedinginan, tanpa sepatah kata pun, Leo melepas jubah luar hitamnya yang tebal dan menyampirkan nya ke bahu Aurora.

SRETT

"Pakai itu, jangan sampai kamu jatuh sakit lalu menyalahkan ku karena tidak menjagamu dengan benar," ucap Leo kembali menatap ke depan, pura-pura tidak melihat wajah Aurora yang sedikit tersentak.

Aurora tidak menolak, karena udara memang sangat dingin, dia justru merapatkan jubah besar itu di tubuhnya. Aroma hutan, kayu cendana, dan sedikit sisa wangi ramuan medis dari tubuh Leo meresap ke indranya.

Entah kenapa, jubah itu terasa sangat berat namun menenangkan.

"Leo," panggil Aurora pelan.

"Hmm?"

"Apa yang biasanya kamu lakukan di Alistair jika sedang tidak berlatih pedang atau mengganggu adik-adikmu?" tanya Aurora, cukup penasaran dengan kehidupan Leo, yang memiliki banyak saudara.

Leo terdiam sejenak, memikirkan rumahnya, tempat ternyaman untuk dia pulang.

"Aku biasanya pergi ke sungai di belakang kediaman. Memancing, atau hanya berbaring di atas pohon sambil mendengarkan kicauan burung. Di sana tidak ada protokol, tidak ada pertempuran, dan tidak ada orang yang memanggilku Tuan Muda.setiap lima menit," jawab Leo, menceritakan sedikit kisah hidup nya.

"Kedengarannya sangat menyenangkan, kadang aku iri melihat manusia di luar sana memiliki cerita hidup yang menyenangkan," ucap Aurora menatap lurus ke depan.

"Sekan lahir, setiap langkahku sudah diatur oleh sejarah dan segudang peraturan," lanjut Aurora, menghela nafas nya panjang.

"Makanya, kamu harus belajar menjadi sedikit normal, sesekali," jawab Leo sambil meliriknya.

"Seperti sekarang. Berdiri di balkon dengan jubah serigala, mengabaikan tumpukan dokumen di perpustakaan. Itu kemajuan besar untukmu," lanjut Leo, tersenyum kecil.

"Kamu benar-benar pandai menghasut orang untuk malas, ya?" jawab Aurora tertawa kecil.

"Bukan malas, Putri, tapi sedang menikmati hidup," koreksi Leo, menggeleng kan kepala nya.

Leo merogoh saku baju nya dan mengeluarkan sebuah apel merah kecil yang entah sejak kapan dia ambil dari meja makan tadi.

1
Atik Kiswati
mantap...
Wak Ngat
kyk nya dalam urusan cinta dan kasih sayang yg tulus gk ada yg waras lah leo
kaylla salsabella
lanjut
Ari Peny
lope banyak2 thor 😍😍😍
kaylla salsabella
Lucian datang😍😍
kaylla salsabella
hayooo tapi apa🤣🤣🤣
kaylla salsabella
satu srigala bau satunya putri galak🤭🤭🤭
Tiara Bella
raja Arion sm ratu Selena ganggu aja nh br mw menempel tuh bibirnya Leo sm Aurora ehhh malah gk jadi
Tiara Bella
putri galak sm serigala bau lg berdebat🤭....
kaylla salsabella
ayoooo aku kangen ratu dan kaisar Wallace😍😍😍
Raka Lestari
wah nnti mbah buyut ivara bakal tau klo emak Jasmine dr masa modern.. klo si serigala nakal menceritakan sepak terjang emak Jasmine pas nolong pak lucas🤭
Mommy Ayu
lanjut up lagi Thor.... semangat ya
IG : hofi03_sakroni: siap beb 🤍
total 1 replies
Ari Peny
mkn seru aja thor mkch 😍😍😍
IG : hofi03_sakroni: kambali kasih sayangg🤍
total 1 replies
Eka Putri Handayani
nah leo sdh ketemu sm pujaan hatinya gmna dngn lucian dan oliver, liam, noah, dan zara ya apa salah satu mrk jg bakal berjodoh dngn keluarga wallace?
Eka Putri Handayani
kira² dibisikin apa ya sm raja arion🤣lucu bngt leo sipria dingin ternyata bnyk drama ya klo lg ketangkap basah
Eka Putri Handayani
kyanya benih² cinta mulai tumbuh nih, gak sabar bagaimana nnt bucinnya leo
Eka Putri Handayani
gak sabar mereka bertemu terutama ivara dan jasmine
Eka Putri Handayani
smngt thor terimakasih sdh up
renjani
wahhh Leo romantis juga👍..bocil ga bisa diem dn nakal..bisa juga romantis 🤭🤣🤣
Raka Lestari
jd tahu kasta tertinggi di kelg lucas... si emak Jasmine🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!