Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bermain lempar rotan
"Adik apakah kau sudah siap?" Hu Lian dan Hu Jian baru saja menyelesaikan urusan di luar, seperti yang telah mereka janjikan,
keduanya kembali ke kediaman untuk membawa adik sepupunya melihat lihat keramaian
"Wow, adik sepupu memang benar benar cantik"
"Kakak jangan memuji ku, lihatlah pakaian ku sangat biasa"
"Bagaimana mungkin, sutra itu adalah sutra yang di buat dari ulat sutra emas, setiap helai benang bernilai banyak permata, sangat cocok di tubuh adik sepupu ku"
"Ini, kakak, masa depan tak perlu memberi hadiah yang begitu berharga" Liu Yan tak menyangka jika hadiah yang di berikan kakaknya begitu mahal
"Adik sepupu dengar baik baik, kediaman Hu kita hanya memiliki 1 cucu perempuan dan 1 putri, paman mu, kakak kakak sepupu mu tentu saja harus memanjakan mu" Hu Jian berbicara seolah dialah yang paling tua
"Kakak sepupu, aku telah banyak merepotkan kalian"
"Adik ayo berangkat" Kereta kuda sudah menanti mereka di depan kediaman
Kereta kuda berjalan dengan kecepatan sedang Liu Yan dan kedua sepupunya bahkan nampak begitu bersemangat, Nyonya tua Hu juga hanya bisa melihat dari kejauhan
"Yang mulia, nona besar sudah baik baik saja, nyonya tak perlu mencemaskan nona besar lagi" Seorang pelayan tua di sisi Putri Agung berucap lembut, keluarga Hu memiliki sedikit keturunan, hanya ada beberapa tuan muda dan satu nona muda
Secara tradisi pria bisa memiliki 4 istri dan 5 selir namun putri agung memiliki nasib yang begitu baik, ia menikah dengan tuan muda pertama dari keluarga Hu dan siapa sangka jika suami yang ia nikahi adalah pria yang sangat baik, dan peraturan keluarga Hu juga sedikit ketat
Semua putra putri keluarga Hu di lahirkan sebagai keturunan sah, tidak ada selir dan gundik lain, setiap putra hanya memiliki 1 istri, hanya putrinya yang malang yang membawa serigala ke kediaman suami dan akhirnya meninggal di usia muda.
"Cucuku yang malang, Xuan er (ibu Liu Yan) pergi terlalu cepat, bajingan bermarga Zhang itu bukan fokus menjaga putrinya malah mengambil selir terus menerus, membuat malu saja"
"Yang mulia jangan biarkan amarah merusak tubuh anda" Putri agung menghela nafas pelan sembari melangkah kembali ke kamar
"Adik lihatlah, pakaian ini sangat indah" Hu Jian menunjukan gaun megah berwarna kuning ke emasan, Liu Yan pun kagum melihatnya, hanya saja saat melihat harga ia meletakan kembali gaun dengan begitu pelan, seolah takut rusak dan ia terpaksa membeli
"Kakak, gaun di sini sangat mahal, mari kita ke toko lain" Liu Yan berbisik pada kedua sepupunya dengan begitu pelan, di kehidupan sebelumnya ia tak hidup sebagai orang miskin, hanya saja manusia harus menciptakan batasan, jangan sampai keinginan merusak kebutuhan, gaun ini mahal dan mereka hanya perlu mencari yang lain
"Hanya adik sepupu ku yang pantas mendapat semua hal yang terbaik" Hu Lian berucap singkat
"Benar, kakak sepupumu ini begitu kaya, jangan takut dan cemas, uang kakak sepupu ini bahkan tak akan habis sampai tujuh kali kehidupan, kakak sepupu mu bahkan bisa memberikan mu toko ini"
"Kakak sepupu ini benar benar tidak perlu" Liu Yan menggeleng pelan,
Hu Jian menghela nafas pelan , ketiganya meninggalkan rumah sutra begitu saja, di seluruh ibukota rumah sutra adalah toko pakaian terbaik, bahan dan kualitas semua di buat untuk orang orang kaya namun adik sepupunya ini?,
"Kakak ayo kita melihat pakaian di sana"
"Adik pergilah dengan Hu Jian, kakak sepupu akan kembali"
"Kakak sepupu, bukankah kita bisa pergi bersama, kami bisa menunggu di kereta"
"Adik sepupu memang yang paling pengertian" Hu Jian berucap lembut, keduanya berjalan menuju kereta meninggalkan Hu Lian dengan urusannya.
"Gu Wei" Hu Lian
"Saya tuan muda" Pria paruh baya bernama Gu Wei langsung Hu Guan dengan ramah
"Bawa gaun ini ke tokoh di ujung timur, Jual 2 Thai ah tidak tidak berikan harga terendah" Hu Lian berucap pelan
"Tapi yang mulia, gaun ini, gaun ini gaun ini di buat dari benang sutra, sepanjang tahun ulat sutra hanya bisa membuat beberapa untaian benang sepanjang tahun, 2 Tahil ini?, apakah ini layak?"
"Lakukan saja"
"Baik tuan muda"
Setelahnya Hu Lian meninggalkan rumah sutra dan langsung menuju kereta, di dalam kereta Hu Jian dan Zhang Liu Yan sedang menyantap tanghulu yang baru mereka beli
"Kakak sepupu apakah urusanmu sudah selesai?"
"Hm, ayo kita lanjutkan, adik sepupu ke mana kita akan pergi setelah ini"
"Kakak lihatlah itu"
"Lempar rotan, itu permainan rakyat jelata, adik sepertinya ini tak layak"
"Rakyat jelata apa, kakak sepupu apakah kakak sepupu termasuk orang yang suka membedakan status dan kuasa orang lain"
"Tentu saja tidak jika adik sepupu suka tentu saja kita bisa bermain"
"Kakak sepupu benar benar baik"
"Tentu saja, Lihatlah Kak, adik memuji ku" Hu Jian nampak bangga dengan pujian yang baru ia dapatkan, Hu Lian hanya berdecih, adiknya sudah menjalani kehidupan sulit di keluarga Zhang, bahkan masih harus berfikir harga untuk membeli sebuah pakaian yang di sukai
"Kakak sepupu, apakah kakak sepupu tak suka bermain lempar rotan?" Liu Yan menatap Hu Lian yang masih di kereta sedangkan mereka?, mereka bahkan sudah mengambil lingkaran rotan dan bersiap untuk melemparkan rotan ke beberapa hadiah yang di inginkan
"Abaikan saja dia, dia tak suka bermain permainan seperti ini"
"Sangat rugi" Liu Yan tersenyum kecil dan mulai melempar rotan rotan di tanganya,
"Wah nona sangat hebat" Wei Yuan nampak lebih bersemangat dari sang nona
"Ini belum apa apa, ayo bermain bersama" Liu Yan membagi gulungan rotannya, keduanya bermain dengan sangat bahagia
Tak terasa waktu 1/4 jam sudah berlalu, dan sekumpulan hadiah pun sudah berada di hadapan Liu Yan, penjual pun nampak sedikit kusut, hadiah hadiah ini adalah modal untuknya mencari makan di hari esok, tapi nona muda ini mendapatkan semuanya, uang yang di berikan bahkan hanya beberapa saja
"Wah nona, kita dapat banyak"
"Adik memang sangat hebat, ayo kita lanjutkan acara bersenang senang" Hu Jian berucap lembut, mereka sudah melihat beberapa hal tapi masih banyak yang masih bisa di lihat di tengah keramaian ini.
"Wei Yuan, pilihlah apa yang kau inginkan"
"ini" Mereka bermain dan mendapat banyak hadiah, tapi mengapa hanya bisa memilih satu?,
"Aku akan mengambil yang ini" Liu Yan mengambil sebuah boneka jerami kecil di tumpukan hadiah,
Ia tak sampai hati mengambil semua hadiah ini, melihat wajah sedih penjual pun membuatnya tak puas, mereka bermain untuk bersenang senang, namun orang yang menjual menggunakan barang barang ini untuk mencari nafkah
"Adik kau baik sekali" Keduanya nampak puas, penjual pun nampak senang karena ia masih memiliki benda untuk mencari nafkah di hari lainnya
Hal yang tak mereka sadari adalah keberadaan dua gadis muda yang langsung berhenti saat melihat boneka jerami yang berada di tangan Liu Yan