NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Sang Mafia

Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:841
Nilai: 5
Nama Author: Mar Dani

Nabila Zahra Kusuma gadis cantik yang hidup dengan keluarga yang sangat berantakan. Saat ibunya Siti Nurhaliza pergi meninggalkan dia dan ayahnya untuk memilih hidup dengan pria lain yang memiliki banyak harta. Sedangkan Hariyanto Kusuma ayahnya suka dengan dunia malam, minuman dan perjudian.

Nabila yang masih bersekolah kini harus berjuang untuk hidupnya sendiri, apalagi dia tidak ingin putus sekolah.

Setiap pulang sekolah, Nabila selalu menyempatkan diri kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang buat membiayai hidupnya.

Hidupnya sangat sulit. Terkadang dia harus menahan air mata agar tidak dianggap lemah oleh orang lain. Nabila juga sering mendapatkan perundungan dari teman sekelas yang menganggap dia rendah.

Semua itu dia hadapi dengan menjadi perempuan yang sangat kuat. Sifat lembut dalam dirinya dia sembunyikan hanya untuk mempertahankan diri.

Setiap hari Nabila harus menyaksikan ayahnya bersama perempuan lain dengan tubuh terbuka di ruang tamu rumah mereka. Pakaian mere

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mar Dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Nabila kini menjadi pusat perhatian di sekolah. Datang menggunakan mobil mewah dengan pengawal yang selalu mengikutinya membuatnya merasa tidak nyaman. Entah apakah ini keberuntungan atau malah masalah baru baginya – hidup di dunia orang kaya tidak sesederhana yang dia bayangkan, bahkan dia tidak bisa menghabiskan waktu sendiri seperti dulu.

Hari semakin terik, ujian akhir sekolah sudah selesai dan tinggal beberapa hari lagi dia akan menyelesaikan masa SMA-nya untuk melanjutkan cita-citanya masuk universitas terkenal di Amerika Serikat.

Kini Nabila berjalan menyusuri koridor sekolah menuju tempat parkir mobil. Matanya tiba-tiba menatap seorang pria bersetelan kantor dengan kacamata hitam yang menutupi matanya – itu adalah Reynaldo.

Nabila menatapnya dengan wajah malas. Berbeda dengan para gadis lain yang sudah mulai membisikkan kata-kata penuh kagum:

"Tuan muda Wijaya sangat tampan.."

"Oh My Godd... Ini pertama kalinya aku melihat wajahnya secara langsung.."

"Reynaldo.."

"Sedang apa dia disini.. bukankah kemarin dia menjadi pembina klub basket sekolah itu.."

"Ahhh aku ingin jadi kekasihnya.."

Suara teriakan para gadis itu membuat Nabila semakin tidak nyaman.

"Apa yang kau lakukan disini!!" ucap Nabila dengan nada ketus.

"Menjemputmu.." ucap Reynaldo tersenyum dan melepas kacamatanya – aksi itu membuat para gadis semakin histeris.

"Aku bisa pulang sendiri.." ucap Nabila lalu menarik tangan Reynaldo untuk menjauh dari area pintu penumpang mobil.

Reynaldo merasa sedikit geram melihat tingkahnya yang cuek. Tanpa berpikir panjang, dia menggendong tubuh Nabila seperti membawa karung beras. Nabila merasa kesal dan mulai memukul-mukul punggungnya sambil berteriak:

"Reynaldo apa yang kau lakukan bangsat!! Lepaskan aku.. lepaaas!!!" teriak Nabila dengan keras.

Para gadis sekolah berteriak kagum melihat aksi Reynaldo yang menggendongnya dengan mudah. Pengawal segera membuka pintu mobil mewahnya, dan Reynaldo mendudukkan Nabila di kursi depan sebelum duduk di bagian kemudi.

Nabila duduk dengan wajah kesal, terus mengumpat dan berbisik tidak jelas akibat kelakuan Reynaldo.

"Mengapa wajahmu seperti itu..?" tanya Reynaldo sambil menarik pedal gas mobil sportnya.

"Diam! Aku tidak ingin ditanya apapun!!" teriak Nabila.

"Baiklah.." ucap Reynaldo terkekeh mendengarnya. Nabila terus menendang-nendang kakinya, merasa semakin kesal karena Reynaldo tidak mengucapkan sepatah kata pun sepanjang jalan.

"Ini bukan jalan ke istana!" ucap Nabila kepada Reynaldo.

"He'eh..!" jawabnya singkat.

"Kita mau kemana??"

Reynaldo memilih diam tanpa menjawab.

"Apa kau tuliiii!!?? Reynaldo!!!" bentak Nabila.

"Bukankah kau menyuruhku diam!" ucapnya singkat.

"Okeee baiklah tuan Reynaldo Wijaya Mahkota kau akan menyesal mendiamkanku..!" pekik Nabila sambil mengacak-acak rambutnya.

Dia mengambil telepon genggam yang diberikan Reynaldo tadi. Melihatnya membuatnya kagum, kemudian dia mencoba mencari game online terbaru yang teman sekelasnya bahas. Nabila tersenyum melihat layar telepon itu, lalu membuka media sosialnya yang sudah lama tidak dibuka. Sesekali dia tersenyum melihat postingan lama atau pesan dari teman-temannya.

Aksi itu membuat Reynaldo penasaran, namun dia tetap diam karena merasa malu bertanya. Namun tiba-tiba dia mengerem mobil dengan sangat mendadak hingga kepala Nabila terbentur dasbor.

"Ahhhkkkk kepalaaakuu!!" pekik Nabila memegang keningnya yang mulai membengkak.

"Goddam!!!" umpat Reynaldo menatap sinis ke arah depan – perjalanan mereka lagi-lagi dihalangi oleh musuh.

Para pengawal yang mengikuti dari belakang segera melangkah untuk melindungi sang tuan. Reynaldo melihat wajah Nabila yang meringis kesakitan.

"Makanya kalo di mobil jangan main handphone terus.." ucapnya kemudian mengambil pistol dari dasbor mobil.

"Apa yang kau lakukan Reynaldo! Jangan gilaa aku tidak ingin mati konyol!!" ucap Nabila dengan penuh ketakutan.

Reynaldo tertawa melihat wajah paniknya, lalu menyentil jidatnya dengan lembut.

"Kau lihat didepan sana ada orang yang sedang mengintai kita.." ucap Reynaldo yang masih tertawa melihat kepolosan Nabila.

"Tetap didalam sampai aku datang.. dan kunci pintunya!!" ucap Reynaldo lalu keluar dari mobil. Nabila segera mengunci pintu mobil dan merasa sangat takut saat melihat beberapa mobil lain yang juga membawa senjata api.

Dia melihat pertempuran antara Reynaldo dan para pengacau.

"Mengapa dia jadi terlihat keren.." gumam Nabila dalam hati, terutama ketika Reynaldo melepas jasnya, membuka beberapa kancing kemeja, dan menggulung lengan bajunya.

Reynaldo melayangkan tembakan tepat sasaran sebelum musuh bisa menembak, sementara para pengawal menghajar mereka dengan tangan kosong.

"Selesaikan!!" ucap Reynaldo kepada pengawalnya.

Setelah itu dia berjalan kembali ke mobil dan mengetuk pintunya agar Nabila membukanya. Nabila dengan cepat membuka kunci pintu.

"Kau tak apa??" ucap Reynaldo sambil meletakkan jasnya di bagian belakang mobil.

"Tidak.." ucap Nabila menatap wajahnya yang terdapat bercak darah di pipi dan dahinya.

Dia mengambil sapu tangan dari tasnya dan mulai menghapus darah musuh yang menempel di wajah Reynaldo. Mata mereka saling bertatapan – ada getaran yang membuat Reynaldo merasa ingin terus berada dekat dengan dia.

Nabila segera tersadar dan berhenti, kemudian memberikan saputangan itu padanya.

"Bersihkan saja sendiri.." ucapnya dengan sedikit malu.

Reynaldo terkejut melihat perubahan sikapnya.

"Anehh.." gumamnya pelan, namun tetap terdengar oleh Nabila.

"Biarin..!!" ucap Nabila dengan cepat.

Reynaldo meletakkan saputangan itu di sebelah kemudi, kemudian memundurkan mobil dan mencari jalan alternatif karena jalan utama sudah tersumbat oleh kendaraan para pengacau. Sesekali dia melirik ke arah Nabila, yang hanya menatap jalanan tanpa melihatnya.

Pikiran Nabila dipenuhi dengan gambar Reynaldo yang menembak dengan gagah.

"Aaaaaahhhhkkk!!!" teriaknya dengan keras mencoba menghilangkan bayangan itu, tanpa menyadari bahwa tindakannya membuat Reynaldo tercengang melihat tingkahnya.

Reynaldo segera memarkirkan mobil di tepi jalan.

"Ada apaa...?" ucapnya sedikit panik. "Kau pasti lapar ya? Ayo kita cari restoran terdekat saja.." ucap Reynaldo kemudian mencari restoran terbaik di sekitar lokasi mereka sekarang.

Sementara itu, Raden Wijaya telah memasuki istana Reynaldo bersama Alisha.

"Akhirnya aku akan menguasai istana mewah ini.." gumam Alisha menatap istana yang jauh lebih besar dan megah dibandingkan kediaman mereka. Reynaldo mendesain istana ini sesuai keinginan ibunya saat masih hidup, bahkan terdapat danau buatan yang mempercantik pemandangan area belakang istana.

Mereka melihat beberapa pelayan membawa barang-barang dalam kantong kertas bertuliskan merek-merek terkenal.

"Heii kalian itu apaa..?" tanya Alisha yang menggandeng lengan suaminya, lalu berhenti dengan terkejut melihat banyaknya barang tersebut.

"Ini tas, baju, sepatu, aksesoris, dan make up milik Nyonya muda Nabila, nyonya" jawab pelayan dengan ramah.

"Apaaa?? LV, Bulgari, Hermes, Dior, Burberry... semua itu milik wanita itu??" ucap Alisha tercengang.

"Iya Nyonya, Tuan Reynaldo baru saja membelinya dan menyuruh kami merapikannya di ruang pribadi Nyonya sebelum mereka pulang dari makan siang.." ucap pelayan mengingat pesan dari Hendra, asisten pribadi Reynaldo.

"Sialaaann!!! Dia benar-benar dijadikan ratu oleh Reynaldo.." gumam Alisha dalam hati dengan penuh dendam.

"Kau sudah melihatnya kan sayang... Mari kita ke kamar yang disiapkan untuk kita.." ucap Raden Wijaya menarik tangannya menuju kamar yang diarahkan oleh pengawal.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!