NovelToon NovelToon
Seni Bela Diri Sejati

Seni Bela Diri Sejati

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:204.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: WestReversed

Kala Piningit, seorang bocah yang hidup di kaki Gunung Loro Kembar mengira musibah telah menjatuhi dirinya saat sebuah ledakan besar di puncak gunung itu meratakan gubuknya.

Saat hampir tidak memiliki harapan untuk hidup, dirinya menemukan seorang kakek ringkih di dalam lubang ledakan yang perlu diselamatkan. Harapan hidup kembali mengisi jiwanya yang kosong, berkat kemurnian jiwa, semesta telah memilihnya menempuh jalan panjang untuk menyelamatkan Nusantara dari kehancuran.

Inilah kisah tentang kelahiran Kesatria Garuda, sang Putra Garuda, yang tidak lahir dari perut ibu melainkan dari pertempuran berdarah!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WestReversed, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Garuda!

"Bocah ingusan tak tahu diri!"

Kala yang semulanya menyerang ini malah diserang. Dua telapak tangan menyasar perutnya yang pertahannya terbuka.

Kala terempas menembus tembok kedai. Jatuh di atas tanah yang jauh dari kata empuk. Perutnya terasa mual. Jika saja tadi Kala tidak mengaliri Prana pada perutnya, maka darah Kala akan menenggang malam ini.

Kala masih belum bisa berdiri untuk saat ini. Pandangannya buram ditambah dengan gelapnya malam. Sayup-sayup, Kala dapat mendengar suara bentakan-bentakan Maheswari tanda dirinya juga sedang bertarung. Mengingat bahwa Maheswari akan kalah jika melawan mereka, Kala mengumpulkan semua Prana lalu di salurkan pada dua kakinya untuk berdiri.

Kala berdiri walau terhuyung-huyung, lantas saja ia berjalan ke arah kedai. Goloknya dihunuskan ke depan. Kelopak matanya dipaksakan terbuka. Darah di bibirnya tidak lagi dipedulikan juga dengan sakit di perutnya.

Brak!

Lagi-lagi Kala terdorong ke luar. Ia terkena tendangan dari salah satu seniman itu. Pandangan Kala buram sampai-sampai tidak sempat menghindar waktu itu.

Kali ini Kala sampai pada ambang batasnya. Kesadarannya hilang. Kala masuk ke dalam alam bawah sadarnya yang gelap gulita. Kala merasa dirinya terombang-ambing di dalam kegelapan. Pikirannya dipenuhi oleh nasib Maheswari.

"Kak Maheswari!" teriak Kala dalam kegelapan, suaranya bergema,

Kala dibuat gelisah, ia terisak-isak. Dirinya memang sadar bahwa dirinya pingsan, namun yang membuatnya menangis karena dirinya tidak bisa menolong Maheswari. Dirinya lemah. Apa yang akan terjadi pada Maheswari nantinya?

"Aih, pendekar cengeng!"

Tiba-tiba terdengar suara berat tanpa tubuh. Suara ini sangat keras namun tidak bergema. Kala membuka matanya, dilihat semuanya gelap dan tak ada yang berubah sama sekali.

"Siapa?" seru Kala.

"Aku?"

Suara itu kembali terdengar begitu keras dan berat. Anehnya, Kala merasa bahwa suara itu tidak memiliki sumber arah sampai-sampai Kala tidak bisa menentukan di mana suara itu berasal. Kala mengulang lagi pertanyaannya, dengan suara sama keras.

"Aku ... adalah."

"Siapa kau?!"

"Hoi! Cakapmu kasar sekali!" hardik suara itu. "Aku adalah Garuda!"

Kala tercekat. Masih sulit mempercayai ini, dan jika itu benar, akan tamat riwayat Kala di sini. "Apa benar?"

"Iya." lanjut suara itu, "lihat belakangmu!"

Kala menarik diri ke belakang. Dilihatnya sesosok pria tua bercahaya, pria ini berpenampilan layaknya seorang seniman sepuh yang kuat! Kala curiga, tidak ada tanda-tanda burung elang di tubuhnya, tubuhnya selayaknya manusia biasa saja, tak ada sayap atau paruh.

"Setahuku, Garuda adalah manusia setengah elang. Namun lihat diri Kakek." Kala menunjuk si sumber suara. "Sulit untuk percaya."

Pria tua itu menggelengkan kepala sebelum merentangkan kedua tangannya. Mula-mula, memang tidak ada yang muncul. Namun, lambat laun muncul sayap berwarna keemasan. Tangannya menjelma menjadi sayap. Kala terkagum-kagum melihatnya.

Pria itu kembali melipat tangannya ke belakang. "Bagaimana? Apakah kau sudah percaya?"

Kala kembali berucap, "Maafkan saya, Kek."

"Nah, seperti itu lebih bagus." Garuda mengangguk. "Sekarang berdiri dan tegakkan badanmu. Sebagai penerusku, kau harus tegar!"

Kala lantas berdiri dengan punggung tegak sesuai perintahnya. "Maafkan aku, namun bisa Kakek jelaskan di mana aku sekarang?"

Kakek itu mengangguk pelan. "Kamu sedang berada di pikiranmu sendiri."

"Jadi, Kakek tidaklah nyata?" sela Kala.

"Aku hidup di pikiranmu, Kala."

"Jadi begitu ...." Kala mengangguk pelan sebelum ia teringat sesuatu. "Kek Garuda! Bisakah kakek mengeluarkan aku dari alam bawah sadar? Aku perlu menolong seorang teman!"

"Aku di sini memang untuk membantumu." Kakek itu mengambil napas. "Keadaanmu sudah berada di antara hidup dan mati ...." Garuda tiba-tiba berteriak. "Namun sebelum itu! Berjanji kepadaku untuk mendamaikan Nusantara. Karena akan ada serangan yang datang sebentar lagi."

Kala mengernyit. "Serangan apa itu?"

"Aku tidak tahu, itu tugasmu untuk mencari tahu segalanya." Kakek itu mengibaskan tangannya. "Namun, untuk menghadapi serangan yang akan datang, Nusantara harus bersatu. Jika sudah bersatu, maka bisa dilawan ramai-ramai."

"Aku mengerti, Kek." Kala mengangguk paham. "Terima kasih sudah memberi petunjuk, ini sangat berarti untukku."

Si kakek mengangguk puas. "Bagus. Dan aku punya hadiah untuk menolongmu."

Si kakek melakukan beberapa segel tangan. Benang-benang cahaya mulai keluar dari tubuh Garuda. Dengan sekali sentakan, muncul seekor burung elang dari dalam tubuh Garuda. Elang itu merupakan elang api. Benar-benar hanya api yang berbentuk seperti elang saja, tidak ada tulang dan bulu.

Elang itu terbang ke atas lalu menukik tajam ke bawah sampai mendarat di pundak Garuda. Sedangkan Kala, memandang takjub elang tersebut.

"Ini adalah Elang Api. Burung ini tidak termasuk hewan biasa maupun hewan perusak dan hewan spirit sekalipun, bisa dibilang ini adalah siluman yang jarang ada di bumi. Kamu bisa melatihnya. Umurnya baru setahun." Garuda berpaling pada Elang Api. "Sekarang dia adalah pengurus barumu, lindungi dia dan jangan membuatku kecewa."

Burung itu terlihat enggan namun tidak bisa menolak permintaan Garuda. Lantas dia mendarat di pundak Kala. Api dari badan elang itu tidaklah panas ketika menyentuh kulit Kala.

"Eak!"

Elang itu seperti menyapa Kala. Kala membalasnya dengan anggukan canggung. Garuda melihat itu hanya bisa tersenyum lembut.

"Nah, sekarang kau akan aku kirimkan lagi keluar sana bersama Elang Api. Kesadaranmu akan kembali dan seluruh luka tubuhmu akan pulih." Sang Garuda berputar ke belakang dan berjalan menjauh. "Ingat Kala, kau adalah harapanku. Lakukan tugasmu yang berat itu. Dan aku rasa, ini adalah pertemuan terakhir kita."

Kala baru saja membuka mulutnya untuk bicara, tetapi tubuhnya terasa disedot ke atas.

***

Kala terbaring di tanah saat kesadarannya pulih. Lukanya pulih seluruhnya. Pandangannya tidak buram lagi. Lantas, cepat-cepat Kala bangun. Terlihat pula elang yang diberikan Garuda itu terbang di atas mengitari rumah.

Seniman-seniman yang berada di luar kedai melihat Kala bangkit. Beringas mereka menghampiri Kala. Tampang wajah mereka tidak baik, dengan pakaian hitam-hitam dan pedang tersoren di pinggangnya.

"Masih belum mati juga rupanya." Salah satu seniman berkata.

"Tenang, sebentar lagi dia akan mati." Seniman lain menyahuti selepas tertawa keras.

1
Sukamto
Lakon nya lemah jadi males membaca cerita mu bro
Gagal Tobat
Kecewa
Christ Mlg
😅😅😅😅
Christ Mlg
😅😅
Christ Mlg
😅
Ikhwan charles
nyesal aku baca novel ini nggak jelas lanjutan ny
Alfi Ghaf
author pindah lapak kah?
Alfi Ghaf
tapi kepalanya
Alfi Ghaf
wah mohon tarik diri wkwkwk
Alfi Ghaf
atau aku akan
Alfi Ghaf
bulu kuduk
Alfi Ghaf
mereka bergerak
Alfi Ghaf
mengapa kau tahu tentangku?
Alfi Ghaf
sayang biarkan aku melayani kamu terlebih dahulu
Alfi Ghaf
mengapa kau mengeluarkan tas kecil ini?
Alfi Ghaf
M9?du
Alfi Ghaf
tapi tetap saya ada yang kejahatan?
ambigu cuy
Alfi Ghaf
kasihan Kala sifat kemanusiaannya mulai hilang sedikit
Alfi Ghaf
menuju mana?
Alfi Ghaf
lorong di sini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!