NovelToon NovelToon
SENYUM ANYA

SENYUM ANYA

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:294.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hania

"Awas adik...." refleks aku maraih tangan gadis kecil yang melintas di depanku.

Anya adalah gadis kecil yang berumur kurang lebih 4 tahun. Putri pengusaha sukses yang bernama Zaidan. Harus mengalami peristiwa yang tragis. Ibunda meninggal saat melindungi dirinya dari serangan pembunuh yang menginginkan dirinya.

Peristiwa ini meninggalkan trauma yang mendalam pada dirinya. Sehingga menimbulkan rasa takut yang berlebihan.

Selanjutnya, silahkan membaca novel ini.

Apabila ada nama atau tempat yang sama, maka itu ketidaksengajaan, karena ini hanya fiksi belaka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 : Ijab Qobul

Suara yang indah nan merdu yang menganlunkan kalam dari Tuhan, sangat menyentuh kalbu. Dengan menundukkan kepala kita mendengarkan. Terbuai perasaan yang ada, untuk meresapi makna yang tersirat didalamnya. Hati ini pun terhanyut menikmati apa yang terkandung dalam ayat perayat dari surat Ar Rohman. Yang berisikan tentang penciptaan, keindahan , kekuasaan, dari Yang Maha Kuasa. Bentuk kasih sayang Allah pada kita. Sungguh kenikmatan yang tiada bandingannya. Namun seringkali sebagai hamba kurang menyadari dan bersyukur atas semua ini.

Tak kuasa bulir-bulir bening, tetesan air mata keluar dari tempat persembunyian. Dari sela-sela ujung mata terlihat mulai turun membentuk sungai-sungai pendek dan kecil. Mengalir hingga membasahi pipi. Dengan sapu tangan yang kupegang, kuusap ia agar tak semakin nyata.

Aku tak sangka Zaidan akan memenuhi permintaanku bila akan mempersunting diriku. Dan dalam waktu yang sesingkat ini, telah hafal dengan lancar. Tanpa sedikitpun melirik lembaran al Qur'an. Aku terpana dan terpesona atas kemampuan calon imamku di alam nyata.

Ustadz Arifin dan ustadz Syarif menyimak dengan seksama. Baik bacaan maupun ketartilannya. Dari awal hingga akhir tak sekalipun mereka menyela. Menandakan tak ada kesalahan dalam bacaan Zaidan.

Dari sejak awal ayat diucapkan hingga 'shodaqallahul adzim' semua terdiam dan menikmati bacaan.

Masya Allah ... sungguh bacaan yang indah. Hingga kami tak satupun mengeluh waktu mendengarkannya sampai akhir bacaan. Bahkan Anya yang biasanya selalu lincah kesana-kemari tampak tenang dalam pangkuan Zaidan. Ingin aku mendengarkan suaranya lagi. Namun sayang sudah berakhir.

Lalu, Zaidan mengeluarkan sebuah kunci mobil dan juga BPKB kendaraan dan diletakkan di atas meja.

"Apakah ini mas kawinnya, Nak Zaidan?"

"Iya, Pak ustadz."

"Baiklah. Kalau begitu bisa kita mulai."

"Mari!"

Ustadz Arifin mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Zainab secara erat. Meski terlihat sedikit gugup, dia tetap tenang dan semangat. Dan di dahinya bermunculan butiran-butiran keringat dingin yang terlihat mengkilat di bawah sinar temaram lampu di ruang tamu ini.

Tanpa membuang waktu lama ustadz Arifin memulai mengucapkan kata ijab qobul dengan Zainab.

"Aku nikahkan engkau dengan Adinda Humaira binti Abdurrahman dengan mas kawin bacaan surat ar Rahman dan sebuah mobil."

"Aku terima nikahnya Adinda Humaira binti Abdurrahman dengan mas kawin bacaan surat ar Rahman dan sebuah mobil dibayar tunai."

"Bagaimana saksi, sah."

"Sah." jawab mereka serentak.

Sesegera itu juga ustadz Arifin mengangkat tangan, menundukkan kepala, mendoakan mereka berdua. Semua mengamininya dengan bahagia. Demikian juga mommy Zaidan tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Hingga meneteskan air mata.

Anya yang sejak mulai ijab qobul dalam pangkuan Zaidan, terlihat diam namun senang. Tak henti-henti tersenyum menatap ayah dan bunda yang baru dimiliki, yang selama ini selalu dirindukannya. Zaidan menurunkan Anya dari pangkuan. Lalu mendudukkan di sisinya dengan kasih sayang.

Berlahan Dinda dan Zaidan mendekati mommynya, bersimpuh dan mencium  tangannya dengan tadhim. Hendiyana menyambut keduanya dengan pelukan kasih sayang dan membelai kepala keduanya dengan lembut. Terlihat bulir-bulir bening mengalir di kedua sisi mata keduanya. Sebagai ungkapan rasa bahagia yang selama ini tersimpan sempurna dalam dada.

Alfath yang karena proses ijab qobul harus meninggalkan ruangan itu,  menunggu dengan tenang di sisi ruang lain, yang terletak di sebelah ruang tamu, telah kembali dengan senyum bahagia. Zaidan dan Dinda mendekati Alfath untuk sungkem, sebagai penggganti orang tua Dinda.

Di balik tirai ruang tamu, berdiri bi Sari, Silvi, dan Hani. Mereka menyaksikan proses pernikahan sahabat mereka berdua. Berdiri mematung sejak alunan surat ar Rahman diperdengarkan hingga selesai ijab qobulnya. Mereka terharu dan tak menyangka bahwa sahabatnya akan secepat ini akan berganti status. Sedetik yang lalu, masih sendiri kini telah menjadi istri dari pendamping hidup yang hendak Dinda pasrahkan diri.

Lalu mereka berlalu, kembali membereskan perjamuan yang telah selesai. Dari piring, gelas, sendok, tempat sayur dan semuanya hingga meja dan tempat duduk hingga bersih dan rapi. Membawa ke tempat cucian. Disana telah menunggu bi Sari dengan sabar hingga peralatan bersih dan menatanya agar lekas kering. Untuk dia tata dalam almari agar terlihat rapi.

Sedangkan di ruang tamu masih berlanjut dalam rangkaian acara ijab qobul. Yaitu mendengarkan khutbah yang di sampaikan dengan ustad Syarif. Apa yang disampaikannya tidaklah panjang namun cukup bermakna bagi Zaidan maupun Dinda. Nasehat pernikahan, tentang kebersamaan, hak dan kewajiban, hingga sebisanya mereka dapat mewujudkan impian mereka. Yaitu keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah. Tenang, damai, penuh cinta, hingga kasih sayang senantiasa akan terjaga.

Semua mendengar dengan seksama, tak terkecuali Anya. Hingga dia terkantuk-kantuk dalam pangkuan ayahnya hingga berakhir kuthbah diperdengarkan.

Dinda berlalu kedalam rumah untuk mengambil sebuah bantal.  Dan meletakkannya di sisi Zaidan. Dengan pelan-pelan, Zaidan meletakkan Anya. Agar tak mengganggu tidurnya.

Selesai sudah acara pernikahan antara Zaidan dan Dinda dengan penuh kesederhanaan. Tanpa baju pengantin yang wah, atau tempat pelaminan yang megah. Namun hikmat terasa. Dan cukup membuat keluarga baru itu bahagia.

Acara yang semula untuk lamaran, namun tak sangka harus berlanjut pada pernikahan yang sesungguhnya. Atas permintaan putri kecilnya yang tiba-tiba.

Para tamu yang diundang satu persatu berpamitan.

"Maaf nak Alfath, Bapak pulang dulu." kata ustadz Arifin.

Lalu, Alfath beserta seluruh kelurga barunya mengantarkan hingga luar.

"Terima kasih, Ustadz." kata Alfath yang disambut dengan anggukan kepala ustadz Arifin.

"Zaidan, tolong jaga baik-baik Dinda. Jangan lupa besok melengkapi berkas-berkasnya dan tinggal tangan di kantor KUA." pesan ustadz Arifin saat menyalami Zaidan.

"Baik, Ustadz." kata Zaidan sambil mencium tangannya.

"Zai, aku mau balik juga." kata Syarif kemudian.

"Lho. Nggak sama-sama kami."

"Nggak, aku ngojek aja. Tadi sudah pesan. Itu dia sudah datang." kata Syarif sambil menunjuk seseorang yang memaki helm dengan motor di sisinya, yang ada di seberang jalan dekat toko.

"Ya sudah. Terima kasih ya...."

"Aku sudah penuhi janjiku. Sekarang kutunggu kedatanganmu di Islamic center."

"Secepatnya, Bung." jawab Zaidan bersemangat dan mempersatukan tangannya dengan Syarif.

"Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh."

"Waalaikum salam warohmatullahi wabarokatuh." jawab kami serempak.

Selesai mengantarkan para tamu Alfath, nyonya Hendiyana, dan kak Lisa masuk dalam. Diikuti oleh Zaidan dan Dinda yang berjalan beriringan di belakang mereka. Dengan diam-diam dia mendekatkan kepalanya pada telinga Dinda untuk mengabarkan tentang perutnya yang sudah keroncongan sejak tadi belum sempat makan. Bahkan harus melewatkan acara jamuan demi memenuhi keinginan putri kecilnya, yang kini tengah tertidur pulas dengan senyuman, menghias di bibir mungilnya.

"Sayang, Mas laper banget," kata Zaidan sambil berbisik lembut di telinga Dinda. Hingga membuat Dinda sedikit gugup. Dan cukup membuat jantungnya berdegup.

"Aku siapkan dulu, Mas." kata Dinda sambil berlalu ke dalam rumah. Menghilangkan getaran yang baru dirasakannya. Untuk menyiapkan makanan di atas meja, bagi Zaidan yang kini sudah berstatus sebagai suaminya.

"Masya Allah ... kelihanya enak sekali." kata Zaidan setelah kembali dari toilet untuk cuci muka, sebelum menuju ruang makan dan menikmati makanan yang sudah disiapkan untuknya.

Meninggalkan Hendiyana dan kak Lisa di ruang tamu. Menemani Anya yang tertidur pulas. Sambil mengobrol ringan bersama Alfath, kakak Dinda yang baru dikenalnya. Juga sambil menunggu sang sopir selesai menikmati makan malam bersama istri yang baru dinikahinya.

1
adning iza
critay kereennn ngga muter²👍👍👍
adning iza
huufftttt syukurlah selamt
adning iza
bpk kndungy zaidan
adning iza
berjuang dong zaidan
Sriza Juniarti
sanhat kk🥰💕
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
setelah baca sinopsisnya
q jd kepo sama ceritanya
semangat terus berkarya 👍
Hania: terima kasih kk
total 1 replies
capricorn
.
Janah Husna Ugy
maminya mana, hayla
Rajo kaciak
hadir thor
Samsuna
😍😍😍
Ria Diana Santi
Terima kasih banyak atas support mu untuk ku Thor! Aku doakan, semoga siapa pun orangnya yang support karyaku. Hidupnya mudah-mudahan, berkah di dunia dan akhirat. Amin ya Rob! 🤲🏻😇
Hania: aamiiin
total 1 replies
🎤K_Fris🎧
hai kak author yang baik hati calon penghuni syurga aamiin.

Mampir ya ke karya ku "Menikah Denganmu Adalah Takdirku"

Insyaa Allah Update setiap hari

terimakasih
Si Bungsu
hai kak
salam kenal dari sajak cinta sufi dan araby
dan salam kenal dari aku dia rahasia kak 👋
sahabat syurga
mkasih thor dg karyanya aku sngat trhibur....akhirnya slesai jg bcnya dan lnjut ke novel ke 2
sahabat syurga
dag dig dug thor bcanya
sahabat syurga
kok aku gk tenang bcanya klo kluarga zaidan kluar membayangkan tkut ada pnjahat lg
sahabat syurga
aduh kok msih ada pnjahatnya
sahabat syurga
aku bngung mau nulis apa..tp intinya aku suka karyamu thor
sahabat syurga
tegang bcanya smpe gk nafas
sahabat syurga
baru kli ini ada org mau ngasi tau hasil tespec nya main lari2 dlu😆 tp aku suka kok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!