NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Pagi itu Kirana bangun dengan kepala terasa berat. Bukan karena sakit sungguhan, melainkan karena dadanya seperti diisi batu besar sejak malam sebelumnya. Tidurnya gelisah, dipenuhi bayangan Rafka, Kinanti, dan senyum-senyum yang tidak seharusnya ada.

Tiba-tiba terbersit sebuah ide untuk kelancaran misinya hari ini. Kirana pagi ini harus terlihat lemah seperti orang sakit.

Wanita itu berjalan pelan ke dapur, membuat teh hangat, lalu duduk di kursi sambil memijat pelipis. Ketika Rafka keluar dari kamar mandi dengan handuk di bahu, Kirana mengangkat wajahnya yang agak kusut, sedikit lesu, dan sengaja dibuat tampak tidak bertenaga.

“Mas ....” panggil Kirana lirih.

Rafka berhenti melangkah. “Kenapa, Yang?”

“Kepalaku agak pusing,” Kirana mengusap pelipisnya. “Kayaknya masuk angin.”

Rafka mendekat. Tangannya menyentuh dahi Kirana. “Mau dibawa ke dokter?”

“Enggak. Cuma nggak enak badan. Cukup tidur seharian kayaknya akan baik lagi.”

“Ya, sudah kalau begitu," ujar Rafka. “Hari ini tidak perlu masak. Kita beli saja.”

Kirana menarik napas pelan, lalu berkata dengan nada yang terdengar biasa, seolah tidak ada maksud apa pun di baliknya.

“Mas, hari ini bisa antar Gita ke sekolah, enggak?”

Rafka terdiam sepersekian detik. Wajahnya berubah sangat cepat, nyaris tak terlihat jika tidak diperhatikan dengan saksama.

“Nanti pesankan becak atau ojek saja,” ucap Rafka ragu.

“Bukannya Mas sering bilang, jangan biarkan Gita naik kendaraan sendirian. Bahaya! Bagaimana kalau ada yang nyulik?” Kirana mengatakan sesuatu yang dahulu diucapkan oleh Rafka kepadanya.

Rafka pun terdiam. Dia tidak bisa membalas ucapan sang istri.

Kirana memaksakan senyum. “Berangkat agak siang sedikit tidak apa-apa kan, Mas? Dengan motor Mas, paling cuma makan waktu setengah jam sampai ke pabrik.”

Kalimat itu meluncur begitu saja, lembut, tanpa tekanan. Namun di dalam dada Kirana, jantungnya berdetak keras. Ia menunggu reaksi suaminya.

Rafka menghela napas. “Ya, sudah lah kalau begitu. Mas yang akan antarkan Gita ke TK.”

Rafka tidak bisa menolak. Jika terlalu banyak alasan maka akan terlihat mencurigakan. Di dalam hatinya, Rafka menggerutu.

“Kalau aku berangkat agak siang ... aku nggak akan sempat jemput Kinanti dan Ara.”

Pikiran itu membuat rahangnya mengeras. Tidak ada cara lain lagi, dia harus membawa Gita saat menjemput Kinanti dan Ara.

Rafka membeli sarapan di warung dekat rumah. Jarang sekali mereka beli makanan karena Kirana selalu memasak setiap hari, kecuali sedang sakit.

Gita keluar dari kamar dengan seragam TK, rambutnya dikepang rapi oleh Kirana. Gadis kecil itu tersenyum manis.

“Papa yang antar aku hari ini?” tanya Gita riang.

“Iya,” jawab Rafka sambil tersenyum. Dia mengambil tas milik putrinya.

Kirana membantu memakaikan sepatu Gita, lalu mengelus kepala putrinya. “Hati-hati di jalan, ya.”

“Iya, Mama,” balas Gita ceria.

Setelah mereka keluar rumah, Kirana bergerak cepat. Ia mengganti daster dengan jaket baru yang dibeli di pasar. Tidak lupa membawal ponsel, lalu keluar lewat pintu samping.

Motor sewaan yang kemarin ia gunakan sudah terparkir tak jauh dari rumah. Tangan Kirana gemetar ketika menyalakan mesin.

“Tenang, Kirana. Hari ini kamu hanya melihat. Hanya memastikan saja.”

Kirana menjaga jarak ketika mengikuti motor Rafka. Putrinya duduk di depan seperti biasa, memeluk setang kecil dengan ceria.

Motor Rafka justru berbelok ke arah yang membuat jantung Kirana langsung jatuh ke perut.

Bukan ke arah TK, tetapi ke jalan desa tetangga.

Motor itu berhenti di depan sebuah rumah yang sangat Kirana kenal. Rumah sederhana yang warna catnya sudah kusam. Rumah itu tempat tinggal Kinanti dan Ara.

Kirana menghentikan motornya di balik pohon besar, jantungnya berdetak liar. Dari sana, ia melihat jelas pintu rumah terbuka.

Kinanti berdiri di ambang pintu, menggandeng Ara. Wajah kakaknya terlihat kesal, seperti sedang menunggu terlalu lama.

“Om Rafka, kok, bawa Gita?” tanya Ara dengan nada kesal.

Kirana sayup-sayup mendengar ucapan keponakannya.

“Jadi setiap hari, kamu jemput mereka, Mas?”

Dada Kirana terasa sesak, seolah udara di sekitarnya mendadak habis. Matanya terasa panas dan pedih.

“Ini kah alasan kamu selalu berangkat lebih awal?” bisik Kirana, nyaris tak terdengar.

Kinanti mendekat ke motor Rafka.

“Kok siang banget sih, Mas?” bisik Kinanti dengan nada ditekan, tetapi tetap terdengar manis karena di sana ada Gita.

“Kirana sakit,” jawab Rafka pelan. “Aku yang harus antar Gita.”

Kinanti mengangguk, lalu menoleh ke anak-anak.

“Om, aku mau di depan seperti biasa!” teriak Ara tiba-tiba.

“Tidak boleh!” Gita langsung membalas, memeluk setang lebih erat.

“Aku mau! Pokoknya aku yang di depan!” Ara merengek keras.

Suara itu sampai ke telinga Kirana yang bersembunyi di balik pohon. Tangannya refleks mengangkat ponsel, mulai merekam.

“Gita,” suara Kinanti terdengar lembut tapi menekan, “kamu duduk di belakang sama Tante, ya. Biar Ara yang di depan.”

Gita menggeleng. “Tidak mau.”

“Gita, kamu mengalah sama Ara, ya,” kata Rafka ikut membujuk. “Kasihan dia.”

Kalimat itu seperti pisau. Gita menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca, berharap mendapat pembelaan darinya.

“Kenapa Mas lebih membela anak Mbak Kinanti daripada anakmu sendiri,” batin Kirana yang hatinya terasa disayat-sayat. Ibu mana yang tidak sedih melihat anaknya diperlakukan seperti itu.

Gita terdiam. Air matanya tumpah, walau tidak bersuara. Ara menarik tangannya dengan kasar, sehingga turun dari motor.

Melihat itu, Kirana hampir saja keluar dari persembunyian. Kakinya sudah melangkah satu langkah ke depan, tetapi ia menahan diri.

“Bukan sekarang. Aku harus punya bukti.”

Akhirnya Gita duduk di belakang, terjepit di antara Rafka dan Kinanti. Ara duduk di depan, tersenyum puas. Motor pun melaju.

Kirana mengikuti dari kejauhan. Motor itu berhenti di depan TK. Gita turun. Kirana melihat putrinya melambaikan tangan, wajahnya tidak seceria biasanya.

Setelah itu motor Rafka tidak berbelok ke arah pabrik. Kendaraan itu justru melaju ke arah yang berlawanan. Yaitu menuju ke kantor Kinanti.

Air mata Kirana mulai mengaburkan pandangan, tetapi ia memaksa diri tetap fokus. Ia berhenti agak jauh, melihat dari sebrang jalan.

Kinanti turun dari motor. Ia menoleh ke kanan-kiri, memastikan tidak ada yang memperhatikan.

Lalu, dengan gerakan cepat Kinanti mencondongkan tubuhnya dan mencium bibir Rafka. Singkat, cepat, namun cukup untuk menghancurkan segalanya.

“Apa yang mereka lakukan barusan?!” pekik Kirana dalam hati. “Apa mereka tadi berciuman?”

Tangannya gemetar hebat. Ponsel hampir terjatuh.

Sayangnya, momen itu tidak terekam. Terlalu cepat. Terlalu tiba-tiba.

Pemandangan itu sudah terpatri di benak Kirana. Dan tidak akan pernah bisa dihapus.

Tubuh Kirana terasa lemas. Kakinya seperti kehilangan kekuatan. Ia terduduk di pinggir jalan dengan kepala menunduk. Air matanya jatuh deras, tanpa suara isak. Sakitnya terlalu dalam untuk diluapkan dengan tangisan keras.

“Jadi ini kah kebenarannya dari suamiku dan kakakku.”

Kirana tidak tahu berapa lama duduk di sana. Waktu seolah berhenti. Orang-orang berlalu-lalang tanpa tahu ada seorang perempuan yang dunianya baru saja runtuh di pinggir jalan.

Setelah hampir satu jam, Kirana akhirnya bangkit.

Dia menyeka air mata, mengenakan helm kembali, lalu memutar balik motor sewaan itu.

Hari ini, dia pulang bukan sebagai istri yang polos dan percaya. Dia pulang sebagai perempuan yang hatinya hancur dan matanya sudah terbuka.

1
Sapna Anah
lgi aki"pengen daun muda sama ituma nidurin anak sendiri malukan jdinya mentang" kaya dan d hormati suka suka hati
Yuningsih Nining
Dasssar si Kinan Curut betina asyeeem masih niatnya goda suami calon anak sambung, Ngeriii Juwabpelakor mu Kinanti
Yuningsih Nining
akhirnya Alga ungkapin juga perasaan jg niat baiknya utk Kirana
Yuningsih Nining
Hugh sampe merinding jg nii
Kirana akhirnya melabuhkan Hidup kedepan ke algara
Gitaaa kaInginan mu terLaksana om Alga bakal jadi ayah sambung mu, smg kedepan hidupmu lebih berwarna jg bahagia
Yuningsih Nining
jangan salahin Kirana, itu kesahan. besar mu ogeb kinan, sukurin kena batunya jg akhir nya
Yuningsih Nining
loe sendiri kunan yang kirim. video busuk menjijikan sm si rafka , bener² picik playing victim pelakor menjijikan
Yuningsih Nining
kinara sbentar mungkin selangkah lg km dapat bukti, hari sabtu si rafka mu keluar dgn suatu alasan pastinya, dia nginep di rmhnkka mu kuntit lah dia Kirana video'in jg buat bukti ke ortu mu jg persidangan
Yuningsih Nining
kamu pasti bisa Kirana tnp si rafka asyeeemm, Kirana ada 2 tmn mu siap buat jadi spion 2 wujud manusia laku iblis rafka suamimu sm. Kka mu kinan
Sapna Anah
basib Kirana ga beda jauh dengan ku bedanya Kirana di selingkui dengan saudaranya klu aku dengan tetangga depan rmh miris bukan😭😭😭
Nova Meteng
mukanya mo taruh dmn??? anak kesayangan bumay
Nova Meteng
sp suruh kamu selingkuh,, apalagi dgn kakak ipar rrrrrrrrrt😡
Nova Meteng
yey syukurlah ketahuan,,buka aib sendiri rasakan dan nikmatilah apa yg kamu buat 😡
Nova Meteng
😡 ini sepertinya kisahku 😡🥺🥺😭?😭
🌸Santi Suki🌸: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
Nor Azlin
kalau mereka berdua tidak mau mendengarkan mu kamu ikut aja Kirana & tinggal lah sama nya pasti hidup mu akan bahagia biarkan Maya sama Kinati dengan angan-angan nya yang tinggi itu untuk menjadi kaya yah ...kamu akan tau nanti siapa AL yang sebenarnya 😂😂😂 sampai suatu saat nya nanti kamu akan hidup damai bersama AL juga Kirana juga Gita yah ...pokok nya kamu ikut aja Kirana sudah tentu kamu tidak dalam bahaya deh🤭🤭🤭 lanjutkan thor
Nor Azlin
itu pasti bu maya yah ibu nya kirana orang yang paling tidak becus menjadi ibu ...kenapa juga harus ketemu sama si nenek lampir deh 😂😂😂walau pun kenyataan nya dia ibu kandung kirana bagi aku dia seperti ibu angkat bagi kirana nya yah ...semoga di saat kamu bahagia lagi keluarga mu jangan ikut campur lagi deh ...terutama di saat kebahagian kecil akan di bina yah ...semoga berbahagialah Kirana Gita nya lanjutkan thor oh ya thor bagai mana khabar Kinati setelah di pindahkan yah pasti kali ini pun berilah lagi dengan gaya hidup nya yang glamor pasti akan mengait suami orang lagi tu 😏😏😏kali ini kalau dia berilah lagi bencana bagi diri nya deh kalau dia tidak berubah yah dulu adik mu cuman membongkarkan perselingkuhan nya bersama suami adik nya yah kali ini kalau dia berilah pasti kena keroyok ni🤭🤭
Nor Azlin
iya ni sekarang Kirana sudah cerai dari kamu wajar aja lah ada orang lain di samping nya ....tidak kayak kamu dulu masih suami Kirana malah jalan barang Kinati sama anak nya bukan hanya itu kamu sudah menggarap nya sampai kamu puas bersama2 nya yah ingat itu jangan sok pengertian sekarang ini ...ingat bagai mana janji2 kosong yang kamu berikan pada anak mu Gita hati dia hancur kerana kamu bohongi tau sudah nya dia juga tau kenapa kamu tidak jadi menepati janji mu kerana kamu berselingkuh bukan dengan wanita lain melainkan tante nya sendiri kakak kandung ibu nya lho ...kalau aku jadi Gita aku akan abaikan terus ni biar dia tau rasa yah 😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu itu bego apa sih katanya orang pintar bukan nya kamu sendiri yang mengirim aib mu sendiri ....kamu pikir kirana akan diam gitu nah terbukti nya semua orang tau tu itu salah mu sendiri yang mengirim video nya pada Kirana kan jadi kamu sendiri yang menjual aib mu pada orang lain Tampa bersusah payah di cari tu😏😏😏berkat kamu terlalu gentel lubang & gatel Tangan jadi berkirim deh aib mu itu ...kamu ingin membuat Kirana mengamuk2 tapi tidak dia memperlihatkan pada keluarga suami nya sendiri lho🤣🤣🤣🤣ayo Kirana jangan nangis2 deh usahamu sudah mendapat rezeki menggunung tu lanjutkan dengan rasa gembira pasti rezeki mu mencanak naik bagai roket deh ...jadi lah pengusaha yang sukses yah aku dukung kamu ...biar banyak uwang & menjadi kaya raya bahagiakan Gita kalau sudah banyak uwang kamu bisa membawa Gita pergi kemana2 aja keluar negeri pun boleh aja tu😄😄lanjutkan thor
Nor Azlin
aku tuntut rumah itu yang kamu duduki sama Rafka itu biar dia memberikan & langsung kasih nama kamu di setifikat rumah nya untuk masa depan Gita yah pasti Rafka mau tu jangan kasih Kinati itu menduduki nya biar dia di tempatnya deh kalau perlu biar Rafka tau siapa yang tulus mencintai nya kan ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah aku katakan pasti berilah dengan kehilangan itu semua kan ...nanti juga akan memberi alasan juga saat perselingkuhan nya terbongkar kan ...ayo kirana kamu kasih tahu aja deh biar dia terdiam atau atau tidak bukti nyata nya kamu sudah melihat mereka pergi ke hotel pandai2 lah kamu reka biar terkesan nyata kering juga kamu sudah tau lebih dalam lagi biar mati kutu tu si Rafka ...paksa aja mengaku atas nama anak mu Gita pasti mau tu 😂😂😂jangan kalah ekting dari Kinati gatel tu ...lanjutkan thor
Nor Azlin
ayo lah Ki kamu ambil semua nya jangan kasih ada uwang di tabungan nya lagi kamu simpan kan di tabungan peribadi mu itu uwang kamu juga kan namanya pun uwang bersama kamu lagi berhak atas tabungan itu dari si Kinati itu deh bahagian Rakan kan sudah habis di gunakan buat foya2 sama janda kegatalan itu deh 😂😂😂kamu berhak ambil semua pun tidak mengapa biar tau rasa ni ...apa Kinari akan mau sama Rafka lagi kalau keutuhan nya sudah tidak dipenuhi lagi ...aku percaya selagi ada uwang di rekening bersama itu Kinati menempel bagai lintah ...apa cinta nya itu tulus saat uwang tidak ada puii pasti tidak gitu kan ada uwang abang sayang tidak ada uwang abang boleh hilang deh 😂😂😂🤣🤣🤣lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!