NovelToon NovelToon
One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Beda Usia / One Night Stand / Percintaan Konglomerat / Mafia / Roman-Angst Mafia
Popularitas:38k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​"Tugasku adalah menjagamu, Leana. Bukan mencintaimu."

​Leana Frederick tahu, ia seharusnya berhenti. Mengejar Jimmy sama saja dengan menabrak tembok es yang tak akan pernah cair.

Bagi Jimmy, Leana adalah titipan berharga dari seorang sahabat, bukan wanita yang boleh disentuh.

Hingga satu malam yang menghancurkan batasan itu. Satu malam yang mengubah perlindungan menjadi sebuah obsesi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

"Minum anggurnya, Lea. Ini dari kebun pribadi keluargaku di Tuscany. Kau akan menyukainya," ucap Aaron sambil menggeser gelas kristal berisi cairan merah pekat itu ke hadapan Leana.

Leana menatap gelas itu dengan malas. Mereka sedang berada di ruang VVIP sebuah restoran bintang lima yang sudah disewa khusus oleh kakek William.

Di luar pintu, pengawal Aaron berjaga ketat, sementara Jimmy dipaksa menunggu di lobi lantai bawah.

"Aku lebih suka air putih, Aaron. Anggur membuatku mengantuk," balas Lea ketus.

Aaron terkekeh dan itu terdengar sangat memuakkan di telinga Lea.

"Ayolah, ini jamuan perkenalan kita sekaligus permintaan maafku. Kakekmu akan sangat kecewa jika tahu kau bersikap dingin begini. Hanya satu sesapan untuk menghormati aliansi keluarga kita."

Demi menjaga perasaan ayahnya dan agar Jimmy tidak dipecat secara tidak hormat oleh kakeknya, Lea meraih gelas itu. Ia meminumnya setengah, merasakan rasa manis yang sedikit aneh di ujung lidahnya.

"Puas?" tanya Lea.

"Sangat puas," balas Aaron menyeringai tipis.

Hanya butuh lima menit sampai Lea merasakan ada sesuatu yang salah. Suhu ruangan mendadak terasa naik drastis. Jantungnya berdebar kencang, bukan karena jatuh cinta, melainkan seperti ada aliran listrik yang membakar pembuluh darahnya.

"Kenapa tiba-tiba panas sekali di sini?" gumam Lea. Pandangannya mulai sedikit kabur. Ia merasakan sensasi geli yang aneh di permukaan kulitnya.

"Mungkin itu efek anggurnya, Sayang. Mari, biar aku bantu kau ke tempat yang lebih nyaman," ucap Aaron berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat lalu menyentuh bahu Lea.

"Jangan sentuh aku Aaron!" Leana mencoba menepis tangan Aaron, tapi tubuhnya terasa sangat lemas.

Sentuhan Aaron yang seharusnya ia benci, mendadak memicu reaksi yang mengerikan di tubuhnya. Lea seakan merindukan sentuhan, tapi bukan dari pria ini. Melainkan Jimmy.

Dengan sisa kesadarannya, Lea meraih ponsel di bawah meja. Karena tidak bisa melihat layar dengan jelas, ia menekan tombol pintas. Nomor darurat yang langsung terhubung ke ponsel Jimmy.

"Jim... panas... lantai sembilan..." bisik Leana lirih sebelum ponsel itu direbut paksa oleh Aaron.

"Ups, tidak boleh ada gangguan, Lea." Aaron mematikan ponsel itu dan menyimpannya. Lalu, ia menarik tubuh Leana yang mulai limbung ke dalam pelukannya. "Kau terlihat sangat menggairahkan saat sedang terbakar seperti ini. Pengawal tua itu tidak akan bisa menolong mu sekarang."

Di lobi lantai bawah, ponsel Jimmy bergetar. Satu baris pesan suara singkat yang sangat lirih namun cukup untuk membuat darah Jimmy membeku.

Tanpa mempedulikan teriakan resepsionis atau dua pengawal William yang mencoba menahannya, Jimmy menghantamkan kepalanya ke salah satu pengawal dan menendangnya.

"Minggir atau aku akan meledakkan gedung ini!" seru Jimmy.

Ia tidak menunggu lift. Ia berlari menaiki tangga darurat menuju lantai sembilan dengan kecepatan yang tidak masuk akal untuk pria seusianya.

Sialnya, pintu ruang VVIP itu dijaga oleh dua anak buah Aaron yang bertubuh besar dan kekar.

"Tidak ada yang boleh masuk ke dalam," ucap salah satu dari mereka sambil mengeluarkan tongkat pemukul.

"Pilihan yang salah," desis Jimmy.

Dengan cepat, Jimmy menghindar dari ayunan tongkat, mencengkeram pergelangan tangan pria itu dan mematahkannya dalam satu sentakan.

Pria kedua mencoba mencabut pistol, tapi Jimmy lebih dulu menghantamkan wajahnya ke pintu.

BRAK!

Pintu itupun terbuka. Jimmy masuk dengan aura kematian yang sangat pekat. Apalagi saat ia melihat Aaron. Pria itu sedang mencoba mencium leher Lea yang sedang merintih tidak berdaya dibawahnya.

"Menyingkir darinya Aaron!" teriak Jimmy.

Aaron tersentak, ia berdiri dan menarik Lea sebagai tameng, menodongkan pisau lipat ke leher gadis itu.

"Mundur, James! Atau aku akan menyayat leher indahnya!"

"Jim... tolong... panas sekali..." Lea menggapai-gapai ke arah Jimmy dengan mata sayu Keringat membasahi dahi dan leher gadis itu.

Melihat kondisi Leana yang jelas-jelas di bawah pengaruh obat, kemarahan Jimmy mencapai puncaknya.

"Kau memberinya obat perang-sang, Aaron?"

Jimmy melangkah maju, Matanya tidak lepas dari Aaron. "Kau baru saja menandatangani surat kematianmu dengan cara yang paling menyakitkan."

"Jangan mendekat! Aku calon suaminya! Aku punya hak dan—"

DOR!

Jimmy menembak kaki meja di samping Aaron sebagai peringatan, membuat pria itu tersentak kaget. Dalam sepersekian detik saat Aaron kehilangan fokus, Jimmy menangkis tangan Aaron yang memegang pisau, memutar lengan pria itu hingga terdengar bunyi patah yang mengerikan, lalu menghantamkan lututnya ke perut Aaron.

"Argh!" Aaron terkapar di lantai sembari mengerang kesakitan.

Jimmy tidak berhenti. Ia menginjak tangan Aaron yang mencoba meraih pisaunya kembali.

"Jika kita tidak punya hubungan darah, kepalamu sudah hancur sekarang. Pergi dari sini sebelum aku berubah pikiran," bisik Jimmy tepat di samping telinga Aaron.

Jimmy mengabaikan Aaron yang merangkak keluar dengan ketakutan dan segera menghampiri Lea.

Begitu tangan Jimmy menyentuh kulitnya, Leana langsung merangkul leher Jimmy dengan sangat erat, seolah-olah pria itu adalah satu-satunya penawar rasa sakitnya.

"Jim, rasanya aneh. Tolong aku..." racau Lea membenamkan wajahnya di ceruk leher Jimmy. Napasnya yang panas menerpa kulit pria itu.

"Sstt... aku di sini, Lea. Aku di sini," balas Jimmy dengan dada sesak melihat gadisnya tersiksa seperti ini.

Jimmy mengangkat tubuh Lea, menggendongnya ala bridal style.

"Jangan tinggalkan aku... aku benci ini, Jim... panas..." Lea kembali meracau, tangannya mulai liar meraba dada Jimmy, mencoba mencari kenyamanan di sana.

Jimmy memejamkan mata sejenak, menahan gejolak yang muncul dalam dirinya.

"Aku akan membawamu pulang, Sayang. Aku akan menjagamu. Bersabarlah sebentar lagi," ujar Jimmy membawa Lea keluar melewati kekacauan yang ia buat, menuju mobilnya.

1
Ayachi
gadis polos matamuu diegooo, dia nurunin sifat beringasmu
Senja: 🤣🤣🤣🤣😭
total 1 replies
Keysha Aurelie
keterlakuan kamu Jim parah banget kelakuan mu yang tidak bisa di banggakan itu🤣
apaan coba lagi lagi gak bisa menahan keinginanmu untuk menanam saham itu🤣🤣
ingat Lea terburu buru ada kelas pagi 😭
ini malah berharap kecambahnya tumbuh 🤣🤣
Keysha Aurelie: eh keterlaluan😂
total 1 replies
Lilik24
jangan sampe benihmu sudah tumbuh duluan sedangkan kamu belum kembali Jim
kiya
masih sempat nabur benih ya jim sblm ke kampus, weleh2...
Senja: /Facepalm/
total 1 replies
h-6
dasar pria tua mecum 🌚
h-6: 🌚🌚🌚 BANGET 🌚🌚🌚
total 2 replies
Nice1808
Benih premium jim bukan benih expired🤣Lea akn slalu mrnunggu mu jim jadi cepatlah selamatkan Ibumu dr tangan Daren💪
h-6
sumpah al ngakak bab ini 😭
Sri Wulandari
wkwkwk
Keysha Aurelie
James?
udah ganti sekarang bukan Jimmy lagi

Diego pria itu sudah menyentuh putrimu lebih dari satu kali
kecanduan dia pengen terus🤣
Senja: Wkek nama aslinya james, jimmy nama panggilan dari Diego tp nanti tetap jimmy🤭
total 1 replies
Keysha Aurelie
Halah halah Jim Jim gayamu mau membawa Lea ke ranjang hebat sekali kau ni
hadapi dulu calon mertua mu itu hahaha🤣🤣🤣
rasanya pengen tertawa ,menertawakan Wil Wil arogan itu
Tuan Wil mau nikah lagi anda?
bentar nanti di carikan sama pembuat cerita ini 😂
Marya Dina
nah lhoo jim di todong pertanyaan itu ma calon bamer mu.
.jawab jim😁😁
Kinara Widya
hayo lu Jim....🤣🤣🤣....tapi kayanya Diego sudah mengetahui lah...cuman pura2 saja nanya ...mau lihat reaksi jimmi
TRI SRI SULANJARI
jangan bohong jim katakan saja....siapa tahu langsung di nikahkan meski kena pukulan dulu........🤩😍😍👍
comelciripa
🤣🤣🤣perkara wes dicaplok🤭
Lilik24
diego sudah kecolongan itupun krn ulah calon mantu dr william.....jimmy selalu berusaha menahan diri walaupun selelu digoda lea tp krn obat jadilah
Nice1808
mampus kau jim diego dah curiga dan penasaran, jujur jim klo kau telah makan singa betina nya🤣🤣🤣🤣
Nice1808
ngeri william yg dipndang kasta dan kedudukan🤣dan jimmy gk takut atauoun mundur👍👍
mars
mati aku kata james🤣🤣🤣🤣🤣 jawab aja blm Diego,blm hamil maksudnya🤣🤣🤣🤣
Senja: Hahaha😭
total 1 replies
mars
hasil didikan mu tuh diego😀
Lilik24
udah cepetlah halalin Jim
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!