Follow IG @Lala_Syalala13
Adrian Arkadia, seorang CEO jenius dan penguasa bisnis yang dingin, menyamar sebagai pria miskin demi memenuhi wasiat kakeknya untuk mencari cinta sejati.
Ia kemudian menikahi Arumi, gadis sederhana berhati emas yang dijadikan "pelayan" dan pemuas ambisi oleh ibu serta adiknya yang materialistis.
Di tengah hinaan keluarga mertua dan ancaman rentenir, Adrian menjalani kehidupan ganda yaitu menjadi kuli panggul yang direndahkan di malam hari, namun tetap menjadi raja bisnis yang menghancurkan musuh-musuhnya secara rahasia di siang hari.
Perlahan tapi pasti, Adrian menggunakan kekuasaannya untuk membalas setiap tetes air mata Arumi dan mengangkat derajat istrinya hingga para penindasnya berlutut memohon ampun.
Bagaimana kelanjutannya???
Jangan lupa mampir baca yaaaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BSB BAB 25_Satu Syarat
Dari mobil paling tengah, seorang pria keluar.
Ia tidak lagi memakai jaket lusuh atau kemeja katun murah yang kancingnya sudah lepas satu.
Pria itu kini mengenakan setelan jas tuxedo hitam yang sangat pas di tubuh tegapnya.
Rambutnya yang biasa berantakan kini disisir rapi ke belakang, menonjolkan fitur wajahnya yang tegas dan tajam.
Aura kemiskinan yang selama ini ia pakai telah luruh sepenuhnya, menyisakan aura penguasa yang sangat dingin.
Itu adalah Adrian. Bukan "Ian".
Adrian melangkah mendekat dengan sepatu kulit yang mengkilap di bawah lampu taman.
Di belakangnya, Hendra berjalan dengan sikap hormat yang sempurna, membawa sebuah mantel bulu mahal di tangannya.
"Arumi," panggil Adrian.
Suaranya tidak lagi menggunakan dialek "ndeso" yang biasa ia gunakan untuk menghibur Arumi.
Suaranya kini adalah suara bariton yang sama dengan suara di speaker aula kompetisi tadi, yaitu suara yang mampu menggetarkan bursa saham Asia dalam satu perintah.
Arumi mundur satu langkah, matanya menyipit penuh kemarahan.
"Jangan mendekat Tuan Adrian Arkadia, aku tidak mengenal pria yang berdiri di depanku sekarang." seru Arumi.
Adrian berhenti tiga langkah di depan istrinya.
"Aku tahu kau marah, aku tahu kau merasa dikhianati, tapi malam ini sangat berbahaya bagimu untuk berada di luar sendirian. Chen Wei dan musuh-musuh bisnisku masih berkeliaran. Ikutlah aku pulang." ucapnya dengan lembut.
"Pulang ke mana? Ke apartemen palsu itu? Atau ke hotel mewahmu?" Arumi tertawa pahit.
"Aku lebih suka tidur di emperan jalan sebagai diriku sendiri, daripada kembali ke pelukan seorang pembohong besar." seru Arumi dengan marah.
"Arumi dengar," Adrian mencoba melunakkan suaranya.
"Penyamaran itu adalah syarat dari Kakek Haris untuk memastikan aku menemukan wanita yang tulus, dan aku menemukanmu. Segala perhatianku, setiap pelukanku, dan setiap malam aku menjagamu... itu bukan akting. Itu adalah satu-satunya bagian dari hidupku yang nyata." ucapnya dengan jujur.
"Kalau kau mencintaiku, kau tidak akan membiarkanku merasa kasihan padamu selama berbulan-bulan!" teriak Arumi.
"Kau melihatku bekerja keras, kau melihatku dihina ibuku karena aku menikahi pria miskin, dan kau hanya menonton sambil tertawa di dalam hati karena kau punya segalanya?" serunya.
Adrian terdiam. Itu adalah tuduhan yang paling menyakitkan, karena sebagian kecil darinya merasa itu benar, ia memang terlalu menikmati dicintai oleh Arumi tanpa embel-embel hartanya.
"Aku akan membuktikannya," kata Adrian tegas.
"Hendra, bawa helikopternya turun." perintah Adrian.
Helikopter itu mendarat di area lapang dekat Fullerton Hotel, Adrian mengulurkan tangannya pada Arumi.
"Ikutlah denganku ke satu tempat terakhir. Jika setelah itu kau masih ingin pergi, aku bersumpah demi nama kakekku, aku akan melepaskanmu dan memberimu surat cerai malam ini juga." ucap Adrian mencoba meyakinkan Arumi namun dengan begitu besar resiko nya.
Arumi ragu. Namun, tantangan di mata Adrian membuatnya ingin melihat sampai di mana pria ini akan membawanya.
Ia meraih tangan Adrian dengan kasar, bukan karena cinta, tapi karena ingin menyelesaikan urusan ini.
Mereka terbang di atas cakrawala Singapura yang berkilauan.
Di dalam helikopter Arumi tetap diam, menatap keluar jendela, sedangkan Adrian duduk di seberangnya, memperhatikannya dengan tatapan yang penuh kerinduan namun tersiksa.
Dia begitu serba salah, seharusnya Adrian mengungkapkan indentitas nya sebelum sang istri tahu tapi bukan dari dirinya sendiri.
Mereka mendarat di atap gedung Arkadia South-East Asia Headquarters.
Di sana, Kakek Haris sudah menunggu di sebuah meja makan yang ditata sangat mewah di bawah bintang-bintang.
"Jadi, inilah wanita yang membuat cucuku melupakan cara memakai dasi dengan benar?" sapa kakek Haris Arkadia dengan begitu hangat saat Arumi turun dari helikopter.
Arumi tidak gentar, ia berdiri tegak menghadapi sang patriark Arkadia.
"Dan Anda adalah pria yang menyuruh cucu Anda menipu wanita demi sebuah tes kesetiaan yang konyol?" serunya dengan nada sinis.
Kakek Haris tertegun, lalu tertawa terbahak-bahak.
"Dia punya nyali, Adrian. Aku suka itu." jawabnya dengan jujur.
Kakek Haris mempersilakan mereka duduk, selama makan malam itu, Kakek Haris menceritakan alasan sebenarnya.
Tentang bagaimana keluarga Arkadia telah hancur oleh wanita-wanita yang hanya mengincar harta di masa lalu, termasuk ibu Adrian sendiri yang meninggalkan Adrian saat perusahaan sedang krisis.
"Aku hanya ingin Adrian tidak mengalami kehancuran yang sama Arumi," ucap kakek Haris dengan nada yang lebih lembut.
"Adrian mencintaimu lebih dari dia mencintai warisannya sendiri. Tadi malam, dia mengancam akan menghancurkan seluruh perusahaan ini hanya untuk memastikan kau aman dari gangguan Chen Wei." ucap kakek Haris.
Arumi terdiam. Ia menoleh ke arah Adrian yang menunduk.
"Aku tidak butuh perusahaanmu, Tuan Haris," ucap Arumi pelan.
"Yang aku butuhkan adalah kejujuran. Mas... Adrian... jika kau ingin aku kembali, aku punya satu syarat." serunya.
Adrian mengangkat kepalanya dengan senyum berbinar, apa pun itu asal sng istri mau kembali padanya dan tidak marah lagi maka akan Adrian lakukan.
"Katakan, apa pun akan aku lakukan." jawab Adrian.
"Lepaskan identitasmu sebagai CEO selama tiga bulan ke depan. Benar-benar lepaskan, dan jangan ada pengawal rahasia, jangan ada bantuan dari Hendra, jangan ada uang dari kartu kredit Arkadia. Kita kembali ke Jakarta, kita tinggal di kontrakan sempit, dan kamu harus mencari kerja sebagai buruh sungguhan. Jika kamu bisa bertahan hidup bersamaku tanpa menggunakan satu sen pun kekuasaanmu, maka aku akan percaya bahwa kamu mencintaiku lebih dari kamu mencintai statusmu." ucap Arumi dengan tegas.
Kakek Haris terkejut.
"Itu gila! Adrian punya tanggung jawab besar..." ucapnya terpotong karena Adrian sudah mengatakan sesuatu yang membuat semua orang yang mendengarnya tercengang.
"Aku setuju," potong Adrian dengan cepat.
Ia menatap Arumi dengan keyakinan penuh. "Tiga bulan. Hanya kita berdua. Tanpa Arkadia." ucap Adrian.
...****************...
Sementara itu, di Jakarta, Siska yang sudah hampir gila bekerja di dapur hotel melati Pak Surya, mendengar kabar dari berita televisi tentang kemenangan Arumi di Singapura.
Ia melihat foto Arumi bersalaman dengan Profesor Wijaya.
"Dia sukses... dia kaya... sementara aku seperti ini!" jerit Siska sambil membanting piring.
Tiba-tiba, seorang pria misterius yang merupakan saingan bisnis Arkadia yang lain, diam-diam mendekati Siska.
"Kau ingin menghancurkan Arumi? Aku bisa membantumu. Tapi kau harus memberitahuku segala hal tentang suaminya, Ian. Aku curiga dia bukan orang sembarangan." ucapnya.
Siska tersenyum licik di tengah air matanya. "Aku akan memberitahumu segalanya. Aku ingin mereka berdua mati membusuk di penjara!" serunya dengan penuh kebencian.
Drama baru telah dimulai, Adrian akan kembali ke Jakarta bukan sebagai penguasa yang menyamar dengan perlindungan, melainkan sebagai pria yang benar-benar harus berjuang dari nol demi membuktikan cintanya.
.
.
Cerita Belum Selesai.....
...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...
...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...
...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...
...VOTE 💌...
...LIKE 👍🏻...
...KOMENTAR 🗣️...
...HADIAHNYA 🎁🌹☕...
kpn kau sadar, heran seneng amat lihat suami tersiksa, jd sebel Ama Rumi jdnya sok yes 😡😡