NovelToon NovelToon
Munajat Cinta

Munajat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Diam-Diam Cinta
Popularitas:45.4k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

EDISI SPESIAL RAMADHAN

Zunaira Prameswari hanyalah seorang ustadzah yatim piatu yang merasa dunianya sudah cukup dengan mengabdi di Pesantren Al-Anwar.

Baginya, mencintai Gus Azlan, putra kedua sang kiai yang baru kembali dari Al-Azhar, Kairo adalah sebuah kemustahilan yang hanya berani ia langitkan dalam doa-doa di sujud terakhir.

Namun takdir berkata lain, penolakan Azlan terhadap lamaran Ning Syifa, seorang putri kiai besar yang membawa kepentingan politik pesantren, justru menyeret Zunaira ke pusaran konflik keluarga yang rumit.

Bagaimana kelanjutannya???
Yukk kepoin!!!

Follow IG @Lala_Syalala13
Subscribe YT @NovelLalaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ceramah Singkat

Malam itu di kamarnya yang sempit, Zunaira membuka kitab yang dipinjamnya.

Di sela-sela halaman bab Nikah, ia menemukan sebuah pembatas buku dari pita kain berwarna hijau.

Di sana tertulis satu kalimat pendek dengan tinta emas:

"Surat Ar-Rahman malam ini pukul sepuluh dan aku akan membacanya untukmu dari balik jendela perpustakaan yang menghadap ke asramamu. Dengarkanlah lewat angin."

Zunaira menutup wajahnya dengan kedua tangan, air mata syukurnya jatuh.

Ia menyadari bahwa cinta dalam rahasia ini menuntut pengorbanan yang besar, namun setiap tetes kesabaran itu dibayar tunai oleh Allah dengan rasa manis yang tak sanggup ia lukiskan dengan kata-kata.

Ia teringat sebuah ayat yang sering dibacakan Kyai Hamid saat ceramah jumat yaitu...

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya..." (QS. Ar-Rum: 21)

Malam itu, di tengah rintik hujan yang kian deras, Zunaira benar-benar merasakan ketenteraman itu.

Bukan karena ia bisa menggandeng tangan Gus Azlan di depan umum, tapi karena ia tahu, di manapun ia berada, ada satu hati yang selalu menyebut namanya dalam setiap sujud dan dalam setiap tarikan nafas di sela-sela rak kitab tua.

...****************...

Malam itu, dingin sisa hujan masih merambat di sela-sela ubin porselen kantor keamanan pesantren.

Gus Azlan berdiri di depan pintu ruang pemantau pusat, tangannya mengepal di balik saku jas koko hitamnya.

Ia baru saja mendapat laporan dari Gus Haidar bahwa salah satu pengurus senior, Ustadz Badrun yang dikenal memiliki kedekatan dengan faksi Kyai Mansur terlihat sedang memutar ulang rekaman CCTV area perpustakaan sore tadi.

Gus Azlan tahu meskipun ia sangat berhati-hati, gestur tubuh tidak bisa sepenuhnya berbohong.

Tatapan mata yang terlalu lama atau posisi berdiri yang terlalu dekat antara seorang Gus dan seorang ustadzah bisa menjadi amunisi fitnah yang mematikan di lingkungan seketat Al-Anwar.

"Assalamu’alaikum." suara Azlan menggema dingin saat ia melangkah masuk ke ruangan yang penuh dengan layar monitor tersebut.

Ustadz Badrun tersentak saat tangannya yang memegang mouse komputer sedikit gemetar.

"Wa... Wa’alaikumussalam, Gus Azlan. Tumben sekali mampir ke sini malam-malam." seru ustadz Badrun.

Azlan tidak langsung menjawab, ia berjalan mendekat, matanya tertuju pada layar monitor yang menunjukkan gambar statis dirinya dan Zunaira di antara rak kitab.

"Saya dengar ada masalah dengan sistem keamanan di area perpustakaan? Saya datang untuk memastikan tidak ada gangguan teknis yang menghambat pendataan kitab-kitab langka yang sedang saya kerjakan bersama Ustadzah Zunaira." lanjutnya.

Kalimat Azlan adalah serangan balik yang halus, ia langsung melabeli interaksi tersebut sebagai pekerjaan pendataan kitab langka.

"Oh mboten Gus, saya hanya sedang mengecek patroli rutin." jawab Badrun berkilah.

Namun ia tidak bisa menyembunyikan layar yang sedang menunjukkan momen di mana Gus Azlan berdiri sangat dekat dengan Zunaira.

"Hanya saja... saya tadi melihat Ustadzah Zunaira nampak sangat lama di pojok kitab Fiqh. Saya khawatir ada santri putri yang melanggar batas jam kunjung." serunya.

Azlan menatap Badrun dengan tajam, tatapan yang biasanya ia gunakan saat menyidang santri yang melanggar aturan berat.

"Ustadzah Zunaira di sana atas instruksi saya karena beliau membantu saya memilah referensi untuk kurikulum baru. Apakah ada yang salah dengan koordinasi antar pengajar di bawah pengawasan saya, Ustadz?" seru Gus Azlan dengan tegas.

"Mboten Gus, tentu saja tidak." Badrun menunduk, nyalinya menciut di hadapan wibawa sang putra Kyai.

"Bagus. Kalau begitu hapus cache rekaman hari ini untuk efisiensi ruang penyimpanan server. Kita butuh ruang untuk rekaman pengajian akbar minggu depan." perintah Gus Azlan dengan nada yang tidak bisa dibantah.

Badrun terpaksa menuruti, dengan beberapa klik, bukti visual interaksi mereka di perpustakaan itu terhapus.

Gus Azlan menghela napas lega dalam diam, namun hatinya mencatat yaitu perisai ini harus lebih tebal.

Kembali ke ndalem, Gus Azlan mendapati suasana yang jauh lebih hangat.

Di ruang tengah, Gus Haidar sedang duduk di karpet sambil mengajari Naura menghafal doa-doa pendek.

Sementara itu Ning Arifa nampak sedang sibuk membungkus beberapa butir cokelat ke dalam kertas kado kecil.

"Mas Azlan! Wajahnya kok ditekuk begitu? Kayak habis makan pare mentah." tnya Ning Arifa menggoda sambil melempar sebutir cokelat ke arah kakaknya.

Gus Azlan menangkap cokelat itu dengan sigap.

"Habis dari ruang keamanan, ada tikus yang mencoba mengintip kebun orang lain." jawab Gus Azlan.

Haidar mendongak, ia segera mengerti maksud adiknya.

"Sudah aman?" tanya Gus Haidar.

"Sudah, tapi kita harus lebih waspada. Zunaira... dia dalam posisi yang paling rentan." tutur Gus Azlan.

Mbak Hana keluar dari dapur membawa nampan berisi wedang jahe.

"Makanya Lan jangan terlalu menunjukkan perhatian di tempat terbuka. Zunaira itu seperti berlian di tengah lumpur sekarang dan semua orang ingin tahu kenapa dia bisa bersinar sendiri. Tadi siang saja saat dia mengantar laporan ke Ummi, beberapa ustadzah senior mulai berbisik-bisik soal perubahan auranya." sahut mbak Hana.

Naura tiba-tiba bangkit dan memeluk lutut Gus Azlan.

"Paman, Naura punya rahasia! Tadi Naura lihat Ustadzah Zu cium tangan Ummi lamaaa sekali terus Ummi elus-elus pipi Ustadzah Zu. Naura juga mau di-elus kayak Ustadzah!" seru Naura gemes.

Haidar tertawa lebar kemudian menggendong putrinya.

"Naura sayang, Ustadzah Zu itu orang baik jadi semua orang sayang padanya, sudah ayo lanjut setor hafalannya, nanti kalau hafal Ayah ajak main ke asrama ustadzah buat ketemu Bibi Zu." jadi Gus Azlan.

Azlan tersenyum pahit, panggilan Bibi dari Haidar untuk Zunaira adalah pengingat betapa indahnya jika status ini sudah sah secara publik.

Namun untuk saat ini doa adalah satu-satunya jembatan yang paling aman.

Malam semakin larut, namun kegiatan di pesantren belum sepenuhnya berhenti.

Zunaira mendapatkan giliran untuk memberikan mauidzah hasanah (ceramah singkat) di depan para santriwati asrama putri sebelum jam tidur.

Di bawah lampu taman yang temaram Zunaira berdiri dengan tenang, ia nampak anggun dengan kerudung abu-abu gelapnya.

Di tangannya, ia memegang Kitab Riyadhus Shalihin.

"Anak-anakku sekalian." suara Zunaira mengalun merdu, menenangkan jiwa-jiwa yang lelah setelah seharian belajar.

"Pernahkah kalian merasa lelah menjaga kejujuran? Pernahkah kalian merasa berat menanggung rahasia kebaikan yang tidak diketahui orang lain?" tanya Zunaira.

Beberapa santriwati mendongak dan menyimak dengan khidmat.

"Ingatlah sebuah hadis dari Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim...

"Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing sebagaimana kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing itu."

"Menjadi asing bukan berarti kita sendirian." lanjut Zunaira, dan tanpa sadar matanya melirik ke arah gedung ndalem di kejauhan.

"Menjadi asing berarti kita sedang menyimpan sesuatu yang berharga yang hanya Allah dan sedikit orang yang tahu. Itulah indahnya keikhlasan. Ikhlas adalah saat pujian manusia tidak membuatmu melambung, dan cacian serta ketidaktahuan mereka tidak membuatmu tumbang. Karena kita sedang bertransaksi dengan Allah, bukan dengan penilaian makhluk." ujar lanjutnya lagi.

Di balik tembok asrama yang berbatasan dengan jalan setapak, Gus Azlan berdiri dalam bayang-bayang.

Ia sengaja mampir sebentar untuk mendengar suara istrinya dan mendengar ceramah Zunaira, Gus Azlan merasa justru dirinya yang sedang dikuatkan.

Zunaira yang yatim piatu, yang tidak punya siapa-siapa untuk bersandar di pesantren ini selain dirinya, ternyata memiliki ketahanan spiritual yang jauh lebih kokoh.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN ⬇️⬇️⬇️...

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA...

1
Kasih Bonda
next Thor semangat
Rahma Inayah
gak ada puas dan sllu ingin mencari celah buat menghancurkan reputasi. Zu si Syifa ini Krn dia SDH di keluarkan TDK hormat mkn dia suruh slh Kel nya buat mata2 yg mn akan. menjadi informan bagi Syifa
Supryatin 123
❤️❤️❤️buat zunairah aku padamu.lnjut thorr 💪💪
Supryatin 123: semoga saja🤭🤭
total 2 replies
Nifatul Masruro Hikari Masaru
jawaban yang bagus zunairah
Nifatul Masruro Hikari Masaru
ya ganti baju naura
Supryatin 123
gancatan Syifa semakin aduhai namun lngsung d skakmat sama Zu 🤭🤭❤️❤️ Lnjut thor 💪💪.Ning kok kelakuannya minus gtu syifa.apa jgn2 bukan lulusan pondok🤣🤣
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪💪
Rahma Inayah
segala cara baik halus maupun kasar ttp aja Syifa GK BS menghancurkan ponpes Al Anwar jg ikatan pernikahan Zu dan Azlan GK mkn BS bercerai kecuali maut yg rmemishkan merk
Rahma Inayah
lanjut thor
Nifatul Masruro Hikari Masaru
pasangan ini bikin iri aja
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪 makin seru❤️❤️
Rahma Inayah
kasian deh km Syifa tiap klu mau buat jahat sllu gagal Krn ada Allah di sisi Kel kyai Hamid yg selalu berdoa tnp putus utk kesejahteraan dan kenyamanan ponpes
Rahma Inayah
GK kapok2 nya Syifa SDH berkali kli berbuat salh dan dipermalukan sendri oleh perbuatannya msh juga mau jahat LG.ning kok kelakuan GK bermoral percuma sekolah tinggi sampai ke arab berilmu byk tp akhlak bobblok ..
Supryatin 123
tak bosan2 si lampir buat kekacauan.semoga usaha Azlan n zunairah berhasil lnjut thor 💪💪
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪💪
Rahma Inayah
malu sendri kan km Syifa mn SDH di skak matt oleh Azlan ..SM pengacara. nyai jg GK enk hati dua malu atas tuduhan Syifa yg TDK ada bukti .SPT bau2 perjodohan LG Ning arifa dan fais 👍👍👍
Kasih Bonda
next Thor semangat
Sulfia Nuriawati
sabar blh tp jgn mw d injak harga diri mu zunairah, sesekali lwn aja scra terbuka biar org tw mn yg tulus mn yg modus, krues mulutnya spy yg kluar cm ucapan baik aja
Rahma Inayah
good Zu semakin HR km semakin tegas dan berani utk mengukp km jln kebnrn nya suoaya Syifa mati kutu apa yg SDH dia fitnah kn PD mu .lawan trs jgn LG k.menunduk Karn takut Krn km skrg SDH JD bagaian Kel kyai Hamid dan jg istri Gus Azlan
Kasih Bonda
next Thor semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!