NovelToon NovelToon
Adzadina Maisyaroh

Adzadina Maisyaroh

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Angst / Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Saudara palsu / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Penapianoh

Pesantren Al-Insyirah, pesantren yang terkenal dengan satu hal, hal yang cukup unik. dimana para santriwati yang sudah lulus biasanya langsung akan dilamar oleh Putra-putra tokoh agama yang terkemuka, selain itu ada juga anak dari para ustadz dan ustadzah yang mengajar, serta pembesar agama lainnya.
Ya, dia adalah Adzadina Maisyaroh teman-temannya sudah dilamar semua, hanya tersisa dirinya lah yang belum mendapatkan pinangan. gadis itu yatim piatu, sudah beberapa kali gagal mendapatkan pinangan hanya karena ia seorang yatim piatu. sampai akhirnya ia di kejutkan dengan lamaran dari kyai tempatnya belajar, melamar nya untuk sang putra yang masih kuliah sambil bekerja di Madinah.
tetapi kabarnya putra sang kyai itu berwajah buruk, pernah mengalami kecelakaan parah hingga membuat wajahnya cacat. namun Adza tidak mempermasalahkan yang penting ada tempat nya bernaung, dan selama setengah tahun mereka tidak pernah dipertemukan setelah menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penapianoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ADZADINA

Kyai Firdaus mengangguk, begitupun rini yang baru Adza tatap. Mereka tampak menunggu jawaban dari Adza yang terdiam berpikir.

"Seperti rumor yang beredar, Gus Azka adalah seorang pria yang tidak mau dikenali. Selain itu wajahnya memang tidak pernah ada yang melihat di pesantren ini. Kalau kamu bersedia, kamu akan menjadi orang pertama yang melihatnya."

Adza diam ditempatnya, menggenggam tangannya sendiri yang terasa agak dingin. Dia pernah mendengar rumor kalau wajah pria itu juga agak rusak akibat kecelakaan.

Tidak, bukan dia membandingkan atau bukan dia tidak suka dengan kenyataan itu. Wajah bisa diobati dengan cara membawanya ke dokter kulit entah itu dibedah atau tidak.

Masalahnya, dia tidak pernah bertemu dengan Gus Azka itu, dia lama diluar negeri dan kuliah di Madinah.

Sekarang tiba-tiba kedua orang tua Azka melamarnya untuk sang putra. Jelas saja adza tak bisa membayangkannya dan juga sebagian hatinya merasa takut.

Kenapa pria itu tidak pulang saja sebentar Melamarnya lalu kalau memang berpisah lagi mungkin dia akan membiarkan.

Kyai Firdaus dan rini saling tatap, melihat wajah Adza yang tampak agak di tekuk. Seolah-olah dia tidak mau dan memang dia terlihat takut. Mereka paham kalau adza tidak bertemu langsung dengan Azka tapi putra mereka yang memilihnya.

"Nak adza ..."

Adza mengangkat kepalanya lalu tersenyum melihat wajah rini yang baru memanggilnya.

"Kenapa diam saja? Kamu bersedia atau tidak, kami juga akan mendengar pendapat dan keputusan kamu. Jangan takut untuk mengungkapkan isi hati kamu. Katakan saja," ujarnya lembut membuat adza menghela napas beberapa kali.

"Maaf, Ummi, Kyai. Saya ... Saya bukan mau menolak. Saya hanya belum pernah bertemu atau bertatap muka dengan Gus. Ini perjodohan atau bagaimana ya?" tanyanya masih sambil menggenggam tangannya sendiri.

Untuk yang pertama kalinya, dia bicara lama dengan Kyai Firdaus dan rini dan ini bukan soal nilai atau apa yang bersangkutan dengan pembelajarannya.

"Ini bukan perjodohan sebenarnya. Kemarin Gus menghubungi kami, bertanya apakah semua kegiatan yang dilakukan oleh pesantren tiap tahun yaitu pinangan ini lancar. Kami menjawab apa adanya, kami mengatakan hanya ada satu gadis yang belum mendapatkan pinangan yaitu kamu. Dia diam beberapa lama sebelum akhirnya mengatakan, dia bersedia menikahi kamu. Kami juga tidak menduga akan hal ini, semuanya terjadi tiba-tiba makanya kami memanggil kamu sekarang untuk membicarakannya."

Adza terdiam mendengar penjelasan rini.

"Nyatanya, aku tidak ada yang mau makanya Gus menikahiku. Apakah aku akan menjadi istri yang sebenarnya? Atau dia hanya mengangkat derajatku saja karena tahu aku yatim piatu?" batinnya seraya memejamkan matanya dalam menunduk.

"Bagaimana aku akan menghadapinya nanti Bagaimana kalau patah hatiku karena meninggalnya kedua orang tuaku malah bertambah dengan, patah hati akibat tidak mendapatkan cinta dari suamiku kelak?"

Rini bergerak mendekatinya.

"Kamu bisa pulang dulu dan meminta waktu. Shalat istikharah, meminta petunjuk. Kalau memang hati kamu tidak yakin, yasudah katakan pada kami. Kami juga tidak memaksa, mungkin saja jodohmu akan datang meminangmu beberapa hari lagi. Rencana Allah tidak ada yang tahu," ucap rini membuat adza mengangguk.

"Saya akan shalat istikharah dulu untuk meminta petunjuk. Dan kalau boleh tahu, apakah kami akan bertemu kalau menikah nanti?" tanyanya pelan membuat Firdaus mengangguk.

"Namun, Gus masih harus menyelesaikan kuliah dan juga pembelajarannya disana. Kamu akan menikah disana dengannya nanti, kita akan pergi kesana setelah lulus ini. Setelah itu, kalian akan melakukan hubungan jarak jauh, anggap saja untuk menumbuhkan perasaan di dalam hati kamu untuknya, begitupun dengan dia. Karena dia akan lulus kurang lebih enam bulan lagi sementara kamu masih harus kuliah disini dan memantau bisnis warisan kamu. Ketika menikah bertemu, ketika sudah sah kamu akan kami bawa kembali"

"Kami membebaskan kamu mau tinggal dimana. Disini atau diluar, atau di asrama kampus. Kami hanya akan menjagamu karena kamu kelak akan menjadi menantu kami kalau kamu setuju. Jadi jangan ragu untuk mengatakan apapun, kalau kamu setuju katakan kalau tidak, katakan saja. Semuanya yang kamu katakan adalah yang terbaik karena kamu adalah pihak wanita."

Adza mengangguk-angguk.

"Memang lebih baik tidak usah bertemu dulu. Namun, saya boleh meminta nomor ponselnya kalau sudah menikah nanti?" tanyanya membuat Kyai Firdaus tersenyum.

"Tentu saja, kalian juga akan bersama kurang lebih semingguan disana. Walau mungkin Azka sibuk, dia sedang sibuk kuliah dan menyusun skripsi, sidang dan sebagainya. Namun kita akan umroh juga sebentar, Kyai dan Ustadz serta Ameena dan para Ustadz Ustadzah di pesantren ini akan umroh setiap akhir semester. Jadi kalian bisa saling melihat beberapa kali."

Adza mengangguk pelan memahaminya. Tak lama dia pamit, pulang ke bilik asramanya dan meletakkan kitab. Dia duduk di pinggiran ranjang, memikirkan ulang apa yang dikatakan oleh Kyai Firdaus dan rini tadi.

"Ya Allah, jika dia jodoh yang baik maka hamba juga tidak akan menolak. Tetapi berikan hamba petunjuk dan keyakinan kalau semua ini adalah hal yang baik, yakinkan hati hamba."

Malam datang tak lama setelah itu. Adza bangun di tengah malam dan menuju ke tempat shalat. Dia shalat malam di masjid dengan para santri yang lain, setelahnya saat masjid mulai hening karena para santri melakukan kegiatan menjelang subuh yang lain, adza masih di atas sajadahnya dan shalat istikharah.

Dia sudah berniat untuk shalat istikharah dua kali atau bahkan tiga kali. Untuk meyakinkan hatinya kalau dia harus memilih yang mana.

rini yang melihatnya shalat tersenyum diam-diam. Gadis itu sholehah, cocok untuk putranya. Hanya saja dia paham, tak pernah bertemu dan tak pernah sekalipun bicara pastilah ada kejanggalan dan keraguan dalam hatinya.

"Semoga apapun itu ya Allah, anak hamba bisa mendapatkan yang terbaik. Begitupun dengan adza, dia anak yang baik. Orang tuanya sudah ada di sisi-Mu dan dia hanya seorang diri di dunia ini. Maka pertemukan lah dia dengan jodoh dan keluarga yang baik."

Rini mengusap wajahnya, lalu berbalik. Dia bertemu dengan Ustadzah Lina yang tampak memakai sepatunya di tangga masjid.

"Melihat Nak adza? Calon menantu Ummi kalau dia setuju?" tanyanya membuat Ustadzah rini tersenyum.

"Na'am, mohon doanya ya, Ustadzah. Apapun itu, semoga saja hatinya mantap."

Ustadzah Lina tersenyum, lalu menegakkan tubuhnya dan menatap wajah istri Kyai di pesantren itu.

"Sebenarnya tidak ada yang salah dengan Nak adza. Saya juga suka melihatnya dan ingin saya jodohkan dengan anak saya. Hanya saja, saat saya bilang pada suami saya kalau dia sudah yatim piatu. Suami saya tidak mau menerimanya. Saya bingung sebenarnya kenapa seperti itu. Padahal dia adalah anak Yatim piatu, bukan anak yang nasab orang tuanya haram."

rini mengangguk pelan mendengarnya.

"Banyak Ustadz atau Kyai juga tidak mau meminangnya. Tetapi suami saya malah meminangnya sendiri untuk anak kedua kami. Semoga saja, adza mau menerimanya. Memang disini nasab itu sangat erat kaitannya sebelum menikah. Antara nasab dan jodoh, orang tua di kota ini lebih memilih nasab walau sebaik apa gadis yang menjadi menantu itu."

Ustazah Lina mengangguk.

"Semoga suatu saat, Allah buka pintu hati mereka dan Allah tunjukkan kalau memuliakan anak yatim adalah hal yang sangat luar biasa ganjarannya. Semoga kalau Nak adza setuju, keluarga Ummi diberkahi Allah."

Rini tersenyum. "Aamiin ya Allah. Mari Ustadzah, saya mau melihat kelas dua belas Aliyah."

"Tafaddoly, Ummi. Saya juga mau ke kelas sebelas."

1
Rahmi Mamimima
Tuh kan.. Emg dasarnya udah penyakit hati
Fatimah Az Zahra
kenapa selalu ada orang kaya yg bodoh karna cinta wkwk. dia tuh kaya loh, kenapa ga selidiki sendiri sih. kan bisa masukkan mata mata. kenapa harus langsung percaya sama si pengadu domba. gregetan bgt dah. tapi yasidahlah ini cuma cerita.

sampai sini aku masih suka ceritanya..
efri yani
nnn

n
ln
n

l





nlln

nn
Tamirah
Kalau cerita novel lurus lurus saja tanpa konflik Tentu gak seru,memang harus ada konflik entah itu wanita ular atau pelakor entah keluar sendiri yg iri dengki biar readers nya penasaran.
Tamirah
Seharusnya sebagai kakak tertua mendukung adiknya menikah,bukan kesal dan gak terima adiknya menikah dgn Adza.
Tamirah
Faiz diam-diam menyukai Azda apalagi Adza punya perusahaan. didunia ini gak adik gak kakak' bisa saling bermusuhan karena wanita.
Tamirah
Ternyata Gus Azka sdh kenal Adza , justru Adza sendiri yg belummm kenal Gus Azka kok bisa.... lanjut Thor.
Tamirah
Setiap tahun selalu ada lamaran untuk santri nya,O...O..jadi ini lah pondok pesantren dgn ciri khas nya mencari istri gak perlu jauh' jauh cukup tinggal pilih mana santri yg cocok langsung dilamar. Dan anehnya mereka gak mau santri yatim piatu.padahal memuliakan anak yatim piatu itu pahala nya luar biasa insyaallah rezeki pun sdh dijamin Allah . Kenapa orang tua dgn latar belakang pondok pura pura gak tahu ... kasihan.
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻
@Al**
/Good/
Lilis Setiani
sakit ni orang ya....
ceuceu
faiz hanya obsesi ke adzha krn dia tau adzha pewaris
vera tri
keren ceritanya....
Renesme
Bagus 👍👍
Renesme
Diusir Author wkwkwk 🤣🤣
echa purin
👍
This Is Me
Hamil dihitung dari hari pertama haid terakhir. Jadi kalau telat 2 minggu, berarti hamil 6 minggu, begitu perhitungannya
Widia Aja
Jazakallah itu utk laki2 deh, kalau kepada perempuan itu Jazakillah...
dan lucuk juga sih kalau manggil murid lengkap dng nama ibu nya...
echa purin
👍
Dyta Kusnani
ceritanya bagus Tpi ending kurang bgus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!