Ceni yang tak lama ini baru kehilangan sang sahabat untuk selamanya, kini ia harus menelan pahit nya kehidupan karena harus kehilangan untuk yg ke sekian kali nya yaitu sang kakek tercinta.
Sebelum kematiannya, sang kakek sempat memberikan sebuah giok dan cincin dengan ukiran rumit dan kuno, yg kata nya warisan turun temurun.
Bagaimana kah kisah kelanjutan nya.?
Nantikan kisah Ceni di cerita ini.😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astiana Cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Nya Lin Shen Ke Kediaman Jenderal
Lin Shen pun terhuyung lalu terduduk di taman itu tanpa di sadari oleh Ying San dan selir Ran bahwa Lin Shen sudah mengetahui fakta yang baru ia dengar dari mulut kedua nya tanpa Kedua nya sadari.
"Ying San, aku tak menyangka kau begitu jahat nya, pantas saja kau hanya menyayangi Ying Ru tapi tidak dengan Ying Zu, sebab Ying Zu bukan putri mu tapi keponakan ku sendiri." Gumam Lin Shen menertawakan kebodohan nya.
"Baiklah kalau itu yang kau ingin kan, aku akan mengabulkan keinginan mu, bukan kau yang menceraikan aku tapi aku lah yang akan menceraikan mu." gumam nya dengan nada sarat akan rencana pembalasan.
Perasaan cinta yang selama ini tertanam di hati Lin Shen untuk Ying San seakan sirna dan habis sudah tak bersisa, kini di mata nya hanya ada dendam dan pembalasan sebab Ying San sudah mempermainkan hidup nya selama ini.
Lin Shen pun berjalan ke ruang harta milik nya, yaitu mahar yang ia bawa dengan jumlah fantastis dari kediaman jenderal dan istana sebab ia adalah putri dari jenderal Kekaisaran satu-satunya.
Tak lupa ia juga membawa serta hadiah-hadiah mewah dari paman nya kaisar lama yaitu shen Tang.
Lin Shen pun memasukkan semua mahar yang ia miliki di cincin ruang milik nya yang hanya anggota kekaisaran dan orang terpandang sajalah yang dapat memiliki benda itu.
Setelah selesai mengamankan harta milik nya, kini Lin Shen pun berjalan menuju kamar nya dan memasukkan semua pakaian nya ke dalam cincin ruang, karena besok pagi-pagi sekali ia akan kembali ke kediaman jenderal bersama pelayan pribadi yang ia bawa dulu dari kediaman jenderal.
"Sukurlah anak yang dulu ku lahirkan tiada jadi dia tak perlu menanggung malu dan aku pun tak repot-repot untuk membesarkan anak dari pria penipu itu."
.
.
Pagi pagi sekali Lin Shen dan pelayan pribadi nya pun pergi menggunakan kereta kuda tanpa berpamitan sama sekali dengan anggota keluarga Ying, sebab ia sudah muak berada di kediaman itu dengan identitas yang hanya semu belaka.
Di dalam kereta kuda yang sudah meninggalkan kediaman Ying, pelayan Lin Shen pun bertanya dengan nada pelan.
"Nyonya, kenapa kita pagi pagi sekali sudah pergi meninggalkan kediaman Ying,? Bahkan tidak berpamitan sama sekali, maaf kalau pelayan ini lancang." Ucap pelayan itu menundukkan kepala nya.
"Karena itu bukan tempat tinggal ku lagi, nanti sesampainya di istana aku akan meminta titah perceraian pada Gege kaisar, agar aku tidak terikat pada pria penipu itu lagi." ucap Lin Shen mantap dan hal itu sungguh sangat mengejutkan sang pelayan tapi pelayan itu tidak berani bertanya terlalu jauh tentang masalah pribadi majikan nya.
.
Di kediaman Ying saat ini Ying San dan selir Ran sedang sarapan begitu pula Ying Ru beserta nyonya tua Ying.
"Ying San, dimana Lin Shen.?" Tanya nyonya tua kala tak melihat Lin Shen berada di meja makan.
"Sudah lah Bu biarkan saja, palingan dia sedang sarapan di kamar nya." Ucap Ying San.
"Kau jangan terlalu memperlihat kan sikap acuh mu pada nya, biarkan dia merasakan di sayang walau sekejap, nanti setelah kau mendapatkan apa yang kau ingin kan baru kau ceraikan dia." Ujar nyonya tua lagi.
Ying San pun berpikir sejenak.
"Baiklah Bu nanti aku akan menemui nya." Putus Ying San mengalah.
Sedangkan selir Ran menatap tak suka ibu mertua nya.
"Nenek, besok akan ada pesta di istana, apakah nenek akan ikut bersama ku.?" Tanya Ying Ru.
"Tentu saja cucu ku, nenek tidak akan mungkin melewatkan pesta yang kata nya akan di adakan sangat meriah itu." Ucap nyonya tua Ying tertawa kecil.
Ying Ru pun tersenyum mendengarnya lalu mengangguk senang.
.
Di paviliun matahari kedua gadis cantik yang sedang bercengkrama pun melihat kedatangan pelayan istana dengan tergesa-gesa.
"Hormat hamba Putri, nyonya Lin Shen dari kediaman Ying datang ke kediaman jenderal." Ucap pelayan itu seraya menunduk memberitahukan bahwa Lin Shen telah tiba.
"Baik, terimakasih." Ucap Ying Zu.
Pelayan itu pun undur diri setelah memberitahu kan hal tersebut.
"Putri Zu, apakah kau berniat ingin menemui ibu mu itu.?" Tanya Ceni.
Ying Zu pun menghela nafas sambil berpikir.
"Entahlah nona, sikap acuh ibu selama ini membuat ku tak memiliki rasa sayang sedikit pun pada nya, tapi aku usahakan akan menemui nya nanti, biar bagaimanapun dia adalah ibu ku." Ucap Ying Zu sambil menatap kosong ke arah taman bunga.
"Seandainya kau tau bahwa nyonya Lin Shen memang bukan ibu mu putri Zu, entah bagaimana sikap mu nanti ketika mengetahui bahwa kau adalah putri kandung kaisar dan permaisuri yang ditukar." Batin Ceni menatap lekat wajah Ying Zu.
"Besok adalah pesta penyambutan mu putri Zu, apakah kau punya rencana bagaimana akan membalas dendam pada Ying Ru itu.?" Tanya Ceni.
"Sejujurnya aku sangat ingin membalas dendam, tapi aku tidak tau cara nya bagaimana." Gumam Ying Zu tak berdaya.
"Kau tenang saja putri Zu, besok akan ada tontonan menarik, kau pasti menyukai nya, besok adalah awal balas dendam mu di mulai, kita hanya menonton saja, karena akan ada yang mewakili mu membalas itu semua pada manusia tak berhati itu." Ucap Ceni tersenyum.
"Maksud nona apa akan ada yang mewakili,? Apakah ada orang yang memiliki dendam yang sama terhadap Ying Ru.?" Tanya Ying Zu penasaran.
"Lebih dari itu putri Zu, karena besok sebuah kebenaran yang menggemparkan akan terkuak, dan aku sangat yakin kalau kaisar dan putra mahkota sudah bertindak." Ucap Ceni tersenyum smirk.
Ying Zu pun mengerjapkan mata nya penasaran.
"Kaisar dan putra mahkota,? Apa hubungan nya.?" Gumam Ying Zu bertanya-tanya.
Sedangkan Ceni hanya tersenyum simpul, ia tidak bermaksud membuat Ying Zu penasaran, sebab hal penting seperti itu hanya kaisar dan permaisuri lah yang mengutarakan, sebab mereka adalah kedua orang tua Ying Zu yang sebenarnya.
.
Di kediaman jenderal, saat ini kedatangan Lin Shen di sambut hangat oleh anggota keluarga nya terutama sang nyonya tua Shen, ia begitu sangat merindukan sosok putri bungsu nya itu.
Kakek jenderal pun tak kuasa menahan sedih nya ketika mendengar penuturan putri nya tentang Ying San, bahwa Ying San tak lah sebaik yang ia kira selama ini yang ternyata memiliki sebuah konspirasi besar di belakang nya hanya karena sebuah gelar dan kedudukan tinggi, dia sangat ambisius sehingga menjadikan Lin Shen batu loncatan agar bisa mencapai apa yang ia inginkan.
Bersambung.
jadi ga sabar.....
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪