Vera merantau ke kota dan bisa di katakan bawa dia jarang pulang ke rumah karena memiliki hubungan yang tidak baik dengan Pak Darto Ayah kandung dia sendiri, namun kali ini Dia terpaksa harus pulang ketika mendengar kabar bahwa Bu Elma telah meninggal dunia.
semula Vera menganggap bahwa kematian Bu Elma adalah kematian yang biasa, namun beberapa malam saja dia tinggal di rumah itu malah menemukan keanehan yang tidak biasa.
benarkah Bu Elma meninggal karena sesuatu yang tak kasat mata?
mampukah Vera untuk mengungkap masalah tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23. Bertemu kucing hitam
Kiara mengendarai motor dengan sangat cepat karena dia merasa firasat yang agak aneh tiba-tiba saja muncul di dalam diri ini sehingga tanpa basa-basi langsung meninggalkan rumah Arka, memang perasaan orang yang memiliki kemampuan seperti itu jelas berbeda dari orang biasa sehingga Kiara tidak bisa menjelaskan kepada Arka yang tidak mengerti sepenuhnya seperti dia.
Gadis ini juga belum bisa memastikan apa yang sedang datang di desa dia ini tapi yang jelas Kiara memang merasakan ada sesuatu yang berbeda sehingga dia memutuskan untuk keluar dari rumah dan menyaksikan secara langsung, tidak sulit juga karena selama ini dia memang telah memiliki kekuatan tersendiri di dalam diri ini.
Yang paling penting walau telah memiliki kekuatan tapi dia sama sekali tidak abai dengan hal itu dan tetap untuk memperjuangkan sepenuh hati sehingga kekuatan itu sama seperti tidak pernah pudar di dalam diri, malah yang ada akan terus bertambah bila Kiara terus saja berlatih dengan yang lain.
Bisa di katakan di dalam rumah yang dia tinggali sudah seperti ternak para hantu saja karena mereka memang tinggal di dalam agensi yang sama dan tidak pernah membangkang sama sekali, jadi memang Kiara telah terbiasa dengan hargai seperti itu sehingga tidak ada rasa kaget atau takut sama sekali.
"Mau ke mana sehingga kau terlihat buru-buru sekali?" tegur satu sosok yang muncul dari dalam semak.
"Hah kau ini membuat aku kaget saja!" kesal Kiara karena dia harus memencet rem dengan sangat mendadak.
"Alah begitu saja kau sudah kaget dan ingin loncat dari atas motor." Nana tertawa kecil.
"Ya kau tidak ada memberi aba-aba dan langsung menyelonong keluar seperti itu sehingga siapa saja sudah pasti akan kaget." Kiara mengelus dada karena tadi dia memang sangat gugup.
"Ah masa kau tidak bisa merasakan keberadaan aku yang ada di dalam semak itu sih." Nana saja sampai heran dengan gadis yang ada di hadapan dia saat ini.
Kiara masih terdiam karena tadi dia memang tidak sempat merasakan keberadaan Nana yang ada di dalam semak itu, bukan karena Kiara yang lengah karena dia tidak fokus tapi karena ada campur energi lain sehingga dia tidak bisa merasakan keberadaan Nana yang ada di dekat dia saat ini.
Bahkan ketika Nana sudah ada di hadapan dia pun masih tetap saja tidak bisa merasakan energi dari kucing hitam satu ini, sebab energi yang lain sudah begitu kuat dan seolah memang sedang menarik Kiara untuk segera mendatangi lokasi tersebut sehingga garis ini sangat penasaran siapa yang sudah membuat energi kuat seperti ini.
Nana masih memperhatikan Kiara yang terdiam setelah dia menatap kesana kemari dengan cermat, Nana sendiri juga merasakan ada energi lain sehingga dia keluar dari dalam semak belukar itu untuk melihat keadaan sekitar dan justru dia bertemu dengan Kiara yang baru saja pulang dari rumah Arka untuk mencari sesuatu di desa ini.
"Kau merasakan juga kan?" Kiara menatap Nana sesaat.
"Oleh karena itu aku memutuskan untuk keluar dari dalam semak sana karena merasa ada energi yang sangat kuat." jawab Nana.
"Ayo ikut aku sekarang dan keliling desa untuk mencari keberadaan energi ini." Kiara memutuskan untuk mengajak kucing hitam satu ini.
"Dasar kau, tadi saja tidak suka melihat aku tapi sekarang malah kau ajak aku keliling desa ini." Nana merutuk tapi tetap saja dia meloncat ke atas boncengan motor.
"Kan kau juga sedang tidak ada kerjaan sehingga tidak masalah kalau keliling desa bersama dengan aku." jawab Kiara santai saja.
"Cuaca malam ini juga terasa agak berbeda, apa karena pengaruh dari energi yang datang ya?" Nana bertanya sambil beringsut ke belakang.
"Jangan kau cakar jok motor ku ini, Na!" Kiara sudah memberikan peringatan kepada kucing hitam ini.
"Apa lah kau ini, memangnya kau pikir aku tertarik dengan jok motor sialan seperti ini." Nana berseru kesal.
"Ya kan siapa tahu saja kau tertarik karena semua kucing sangat menyukai jok motor seperti ini untuk di garuk." Kiara berusaha untuk menahan tawa.
"Kau dengan Purnama itu emang sangat sama, selalu saja suka berbicara sembarangan tentang orang lain tanpa melihat fakta!" Nana sangat kesal.
Kiara sendiri masih tertawa karena dia tadi menganggap bahwa Nana adalah kucing hitam seperti yang lain juga sehingga ketika melihat jok motor seperti ini akan tertarik dan menggaruk sampai koyak, padahal kembang desa satu ini adalah kucing terpilih sehingga dia tidak mungkin mengambil tindakan seperti kucing preman.
"Arah barat ini asal aura nya." ujar Nana sangat yakin.
"Ini kalau kita langsung menuju arah barat maka yang ada akan masuk ke dalam jurang itu." Kiara memperhatikan jalan dengan seksama.
"Lah masih ada jalan lain yang bisa untuk berputar, kau ini memang aku rasa agak gila." kesal Nana.
"Heheheeee, tapi apa lebih baik kalau motor ini tinggal saja di sini dan kita terbang menuju arah barat sana." Kiara memiliki ide sesaat.
"Nanti malah hilang dan kau menangis karena motor ini dicuri oleh orang lain." ana masih kepikiran dengan hal itu.
"Ah tidak mungkin karena warga sini sudah pasti tahu kalau ini adalah motor milik ku." Kiara yakin sekali.
Maka dua wanita cantik ini segera turun dari motor untuk menuju arah barat yang masih terhalang dengan semak belukar serta ada jurang juga di dalam sana, bila untuk mengendarai motor jelas itu tidak mungkin karena mereka membutuhkan waktu karena jalan yang berputar cukup panjang.
Jadi dari pada menghabiskan waktu yang sangat lama maka Kiara memutuskan untuk segera terbang saja menuju arah barat itu agar bisa lebih cepat dan kemudian mereka bisa mengetahui siapa yang sudah datang, jelas ini adalah pilihan yang terbaik untuk mereka saat menemukan aura yang begitu kuat ini.
"Kau terlihat sangat cemas seolah memang sedang memiliki kasus." Nana melirik kepada Kiara.
"Ya sebenarnya memang iya karena baru tadi siang aku bertemu dengan gadis itu Dan Dia terlihat sangat menyedihkan sekali bila tidak segera di tolong." Kiara berkata pelan.
"Aduh sudah pasti nanti aku akan ikut juga." keluh Nana pelan.
Kiara tidak menjawab ucapan Nana karena mungkin memang benar bahwa nanti pasti Nana akan ikut dalam kasus ini juga ketika semua sudah berjalan, padahal baru saja dia akan istirahat namun mau bagaimana lagi karena memang masalah sudah datang dan mereka harus menghadapi ini semua dengan kekompakan yang begitu nyata.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
siti oh siti seperti namaku 🤣
othor ada di benua mana🤔🤔
wah kiara udah dtg aja kerumah Darto tuk mnyelidiki kasusnya vera..
ayo para member bantu Kiara membuka rahasianya Darto
mantap lah Kiara mah,langsung sat set tanpa nanti dulu👍👍🔥👻