NovelToon NovelToon
Aku Terlahir Kembali Sebagai Bayi Jahat

Aku Terlahir Kembali Sebagai Bayi Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Isekai / Rebirth For Love / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tamyst G

Arvella terlahir kembali sebagai bayi dengan kesadaran dari kehidupan sebelumnya. Dengan ingatan masa lalunya, ia mampu melihat bahaya dan mencegah masalah sebelum terjadi. Sebagai anak tunggal dalam keluarga kerajaan, Arvella belajar menghadapi dunia yang penuh intrik, rahasia istana, dan tanggung jawab besar meski tubuhnya masih kecil.
Seiring tumbuhnya Arvella, ia menemukan lorong rahasia, ramalan kuno, dan misteri yang mengancam kerajaan. Ia belajar memecahkan masalah sosial, menghindari bencana, dan menghadapi intrik politik dengan kecerdasannya yang luar biasa.
Di tengah semua itu, sosok laki-laki misteriusKsatria Anjing kerajaan yang kelak menjadi bagian penting hidupnya muncul secara samar, membangkitkan rasa penasaran dan ikatan takdir yang halus. Bersama ingatan masa lalu dan insting alaminya, Arvella perlahan menemukan kekuatannya, belajar tentang kepercayaan, cinta, dan akhirnya menentukan jalannya sendiri dalam menghadapi takdir yang telah menunggunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tamyst G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Pertarungan Kecil di Pasar Kerajaan

Pagi hari di pasar kerajaan selalu berbeda.

Sinar matahari memantul di genteng merah dan gerobak kayu, menciptakan bayangan panjang yang bergerak seiring aktivitas pedagang.

Aroma roti panggang bercampur dengan rempah-rempah dan ikan segar, menciptakan bau khas yang hanya bisa dirasakan di pasar kerajaan.

Derap kaki pengawal, teriakan pedagang, tawa anak-anak, dan suara koin yang berjatuhan memenuhi lorong sempit.

Arvella duduk di pangkuan Liora, matanya merah menyala, mengamati kerumunan dengan kewaspadaan yang luar biasa untuk seorang bayi.

Dia mencondongkan tubuh, tangannya menunjuk seorang pedagang yang terlihat gugup saat menata buah-buahan.

Liora menunduk, menatap bayi itu.

“Kau melihat sesuatu lagi, Arvella?” bisiknya.

Arvella menepuk kain Liora, lalu mencondongkan kepala, memberi isyarat bahwa pedagang itu hampir melakukan kesalahan yang bisa menyebabkan tumpukan buah terjatuh.

Tak lama kemudian, seorang anak pedagang tersandung, membuat beberapa gerobak hampir terguling.

“Eh! Hati-hati!” teriak pedagang yang lain, wajahnya panik.

Arvella menggeliat, tangan kecilnya menahan gerobak di depan agar tidak jatuh, sementara Liora menahan anak itu.

“Bayi ini… sungguh luar biasa,” gumam salah satu pelayan sambil menatap kagum.

Namun, masalah utama muncul ketika seorang bangsawan muda dari kerajaan tetangga mulai memprovokasi pedagang lokal.

“Kau terlalu lambat! Bukankah ini kerajaan yang hebat?” serunya, nada suaranya tajam, mencoba mengejek.

Pedagang itu membalas, suaranya bergetar karena takut, “Yang Mulia… kami melakukan yang terbaik!”

Arvella mencondongkan tubuh, tangannya menepuk kain Liora, memberi isyarat agar dia menenangkan ketegangan.

Liora segera berdiri di samping bangsawan, menanggapi dengan nada ramah tapi tegas.

“Mungkin kita bisa melihat barang dagangan ini bersama-sama? Aku ingin memahami proses kalian,” ucap Liora, suaranya lembut namun menahan nada provokasi.

Bangsawan itu tersenyum tipis, kehilangan keberanian untuk memprovokasi, sementara Arvella mencondongkan tubuh lagi, matanya menyala, membaca energi sekitarnya.

Kerumunan mulai bising ketika seorang pemuda mencoba mencuri barang dagangan di tengah kekacauan.

Arvella menggeliat cepat, tangannya menunjuk ke arah pemuda itu.

Liora menunduk, memahami maksud bayi itu, dan segera menegur sang pencuri, membuatnya terkejut dan mundur.

“Ini bayi atau penyihir kecil?” bisik seorang pedagang sambil menatap Arvella dengan takjub.

Namun ketegangan tidak berhenti di situ.

Seorang pelayan istana hampir terjatuh karena tersenggol gerobak yang belum tertata rapi.

Arvella mencondongkan tubuh, tangan kecilnya menahan pelayan agar tidak terjatuh, lalu menepuk kainnya sebagai tanda “baik-baik saja.”

“Bayi ini selalu hadir tepat pada waktunya,” gumam salah satu pedagang sambil tersenyum kagum.

Di tengah kekacauan, bangsawan tetangga kembali mencoba memprovokasi pedagang lain, menciptakan keributan kecil yang bisa menjadi bencana.

Arvella mencondongkan tubuh, matanya merah bersinar, menepuk kain Liora untuk memberi isyarat agar dia menenangkan situasi.

Liora berjalan cepat, berbicara dengan pedagang dan bangsawan dengan nada ramah tapi tegas, memisahkan mereka dan menyarankan agar mereka menyelesaikan masalah dengan damai.

Di sisi lain pasar, seorang anak kecil hampir tertabrak gerobak berisi sayur.

Arvella mencondongkan tubuh lagi, tangannya menunjuk ke arah Liora.

Liora segera menahan anak itu, menyelamatkannya dari bahaya.

“Arvella, kau… sungguh luar biasa,” ucapnya pelan, menatap bayi itu dengan campuran kagum dan kekaguman.

Namun kejutan terbesar muncul saat seorang pedagang menjerit.

“Sir… ada orang yang mencoba merusak tenda kami!” teriaknya.

Arvella mencondongkan tubuh, matanya menyala, tangannya menunjuk ke arah seorang pria bertopeng yang bergerak cepat di antara kerumunan.

Liora menghela napas, memahami maksud Arvella, dan segera memerintahkan pengawal untuk mengamankan pria itu.

Ketegangan semakin meningkat ketika pedagang lain mulai berdebat karena salah satu tenda rusak.

Arvella mencondongkan tubuh lagi, membaca energi orang-orang.

Bayi itu menepuk kain Liora, memberi isyarat agar dia menengahi pertengkaran.

Liora segera berbicara dengan suara tegas namun lembut, membujuk pedagang agar tetap tenang dan menata ulang tenda.

Pertengkaran akhirnya reda, dan suasana mulai normal kembali.

Sementara itu, bayangan samar laki-laki misterius muncul di ujung pasar, matanya biru menatap Arvella dari kejauhan.

Bayi itu mencondongkan tubuh, matanya bersinar, menunjukkan kewaspadaan.

Sosok itu tersenyum samar, lalu menghilang di antara kerumunan, meninggalkan rasa penasaran yang mendalam.

Arvella mengamati kerumunan, membaca niat tersembunyi setiap orang.

Ia menyadari bahwa dunia luar istana jauh lebih kompleks daripada aula kerajaan.

Setiap tindakan, bahkan yang kecil, bisa menimbulkan efek berantai yang memengaruhi banyak orang.

Saat sore tiba, pasar mulai sepi.

Pedagang membereskan dagangan, anak-anak kembali ke rumah, dan pengawal mengawasi jalan keluar.

Liora menggendong Arvella sambil berjalan menuju istana, matanya terus mengawasi bayi itu.

“Arvella… kau menyelamatkan banyak orang hari ini. Aku kagum,” kata Liora, tersenyum.

Bayi itu mencondongkan tubuh, tangan kecilnya menunjuk ke lorong gelap di sisi pasar, memberi isyarat bahwa bahaya baru mungkin menunggu besok.

Lampu-lampu pasar padam satu per satu, namun bayangan malam membawa rasa misteri.

Arvella mencondongkan tubuh, matanya merah bersinar, pikirannya menangkap potensi konflik yang mungkin muncul esok hari.

Suasana sunyi itu bukan penanda kedamaian—malah seolah menandai awal dari tantangan baru, perjalanan Arvella menghadapi dunia, misteri, dan sosok laki-laki biru mata yang perlahan semakin dekat.

Dan malam itu, alih-alih tidur, Arvella menatap langit dari jendela pasar, matanya bersinar dengan tekad.

Dia tahu bahwa setiap pilihan hari ini akan membentuk jalan esok, bahwa setiap gerakan kecil di pasar bisa berdampak besar, dan bahwa dunia luar istana lebih luas, lebih berbahaya, dan lebih penuh intrik daripada yang pernah dia bayangkan.

1
Passolle
lanjut ka
LOL #555
Hebat banget ,baru lahir udah bisa buka mata ,mendengar, ngendaliin kekuatan magis , serba bisa , kayak budak koporat
LOL #555: gak sih kak , biasanya juga kalau reinkarnasi gini ,baru lahir udah bisa ngalahin naga 🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!