NovelToon NovelToon
Kaisar Alkemis Abadi.

Kaisar Alkemis Abadi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:29k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di kehidupan sebelumnya, Jiang Chen adalah Kaisar Alkemis terhebat di Alam Dewa, mampu menciptakan pil legendaris yang bisa menghidupkan orang mati dan memberikan keabadian. Namun, karena terlalu percaya, ia dikhianati oleh murid kesayangannya sendiri yang bersekongkol dengan istrinya. Mereka meracuninya, merebut "Kuali Primordial Semesta" miliknya—artefak ilahi tertinggi—dan membunuhnya tepat saat ia akan mencapai terobosan ke Alam Penguasa Surgawi.

Namun, Kuali Primordial Semesta yang legendaris itu memiliki kesadarannya sendiri. Alih-alih membiarkan jiwa Jiang Chen lenyap, Kuali itu membawa serpihan jiwanya melintasi ruang dan waktu, bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda bernama sama di dunia fana rendahan, ribuan tahun kemudian.

Ironisnya, tubuh barunya ini adalah "sampah" terkenal di klannya, dengan meridian yang hancur dan bakat kultivasi nol. Kini, dengan ingatan dan pengetahuan seorang Kaisar Alkemis, Jiang Chen memulai perjalanannya kembali ke puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Perpisahan dan Panggung yang Lebih Besar

Kemenangan Jiang Chen telah usai, tetapi gelombang kejutnya baru saja dimulai. Selama beberapa hari berikutnya, Kota Awan Bambu mengalami perombakan kekuasaan yang drastis.

Keluarga Zhang, tanpa jenius muda mereka dan dengan patriark yang jatuh sakit parah setelah penghinaan publik, menjadi mangsa empuk. Bisnis mereka diserang oleh keluarga saingan, wilayah mereka direbut, dan para tetua mereka yang tersisa hidup dalam ketakutan. Dalam waktu kurang dari seminggu, keluarga yang tadinya perkasa itu berada di ambang kehancuran. Ini adalah akhir yang menyedihkan, tetapi tidak ada yang menaruh simpati pada mereka.

Di sisi lain, kediaman kecil Jiang Chen menjadi tempat paling ramai di kota. Para patriark dari berbagai keluarga datang silih berganti, membawa hadiah-hadiah mahal, semuanya dengan harapan untuk membangun hubungan baik dengan sang juara baru. Jiang Tianhong, yang seumur hidupnya telah terbiasa dipandang sebelah mata, kini menjadi tamu paling terhormat di setiap perjamuan.

Namun, Jiang Chen menolak semua undangan dan hadiah itu. Ia tahu bahwa sanjungan ini dangkal. Ia menghabiskan waktunya untuk memantapkan kultivasinya di tingkat keenam dan menghabiskan waktu berkualitas bersama ayahnya.

Pada hari ketiga setelah turnamen, sebuah undangan datang dari tempat yang tidak bisa ia tolak: Kediaman Penguasa Kota.

Di sebuah taman yang indah di belakang kediaman, Feng Wuying sedang menyiram bunga dengan santai. Ia tidak lagi mengenakan jubah formalnya, melainkan pakaian biasa, membuatnya tampak seperti seorang paman yang ramah.

"Duduklah, Jiang Chen," katanya tanpa menoleh.

Jiang Chen duduk di paviliun batu di dekatnya.

"Kau telah menyebabkan badai besar di kota kecilku," lanjut Feng Wuying sambil tersenyum.

"Aku hanya mengambil kembali apa yang menjadi milikku," jawab Jiang Chen dengan tenang.

Feng Wuying meletakkan alat penyiramnya dan duduk di seberang Jiang Chen. Ia menatap pemuda di hadapannya dengan tatapan penuh penghargaan. "Aku telah menjadi Penguasa Kota selama tiga puluh tahun. Aku telah melihat banyak jenius, termasuk Li Yuan. Tapi kau... kau berbeda."

"Apa yang berbeda?" tanya Jiang Chen.

"Mereka adalah ikan besar di kolam kecil. Kau... adalah seekor naga yang kebetulan mampir di kolam ini," kata Feng Wuying dengan serius. "Ketenanganmu, kebijaksanaanmu, dan ketegasanmu... itu bukanlah sesuatu yang bisa dimiliki oleh seorang pemuda berusia enam belas tahun. Siapa kau sebenarnya, Jiang Chen?"

Ini adalah pertanyaan yang tajam. Jiang Chen hanya tersenyum. "Aku adalah Jiang Chen, putra dari Jiang Tianhong."

Feng Wuying tertawa. "Jawaban yang bagus. Setiap orang punya rahasianya sendiri. Aku tidak akan bertanya lebih jauh."

Ia kemudian mengeluarkan sebuah token giok berwarna biru kabut dan sebuah cincin berwarna perak dari lengan bajunya, lalu mendorongnya ke arah Jiang Chen.

"Ini adalah Token Murid Sekte Langit Berkabut. Tunjukkan ini di gerbang utama mereka, dan mereka akan menerimamu. Perjalanan dari sini akan memakan waktu sekitar satu bulan dengan kuda tercepat. Aku sudah menyiapkan satu untukmu."

"Dan ini," lanjutnya, menunjuk ke cincin perak itu. "Ini adalah sebuah cincin penyimpanan. Ruangnya tidak besar, hanya sekitar sepuluh meter kubik, tapi itu lebih baik daripada membawa tas besar ke mana-mana. Anggap saja ini sebagai hadiah pribadiku."

Mata Jiang Chen berbinar. Sebuah cincin penyimpanan! Di kehidupan sebelumnya, ia memiliki harta karun yang bisa menampung seluruh dunia, tetapi di kehidupan ini, sebuah cincin penyimpanan sederhana adalah harta yang sangat praktis.

"Terima kasih banyak, Tuan Penguasa Kota. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu," kata Jiang Chen dengan tulus.

"Jangan berterima kasih padaku. Aku hanya berinvestasi," kata Feng Wuying. "Aku punya firasat bahwa suatu hari, nama Jiang Chen akan menggema jauh di luar perbatasan Kerajaan Angin Timur."

Ia berhenti sejenak, ekspresinya menjadi serius. "Tapi aku harus memperingatkanmu. Sekte Langit Berkabut adalah dunia yang sama sekali berbeda. Di sana, jenius sepertimu ada banyak. Ada faksi, politik, dan persaingan yang jauh lebih kejam daripada di Kota Awan Bambu. Bakatmu akan memberimu perhatian, tetapi juga akan memberimu banyak musuh. Selalu berhati-hati."

"Aku mengerti," jawab Jiang Chen.

"Satu hal lagi," kata Feng Wuying. "Temanmu, Griffon itu. Membawanya ke sekte akan terlalu menarik perhatian dan bisa mendatangkan masalah yang tidak perlu. Aku sarankan kau meninggalkannya di sini untuk sementara. Kediaman Penguasa Kota memiliki sumber daya untuk merawatnya dengan baik. Ketika kau sudah membangun pijakan yang kuat di sekte nanti, kau bisa memanggilnya kembali."

Jiang Chen berpikir sejenak dan setuju. Itu adalah saran yang bijaksana.

Keesokan paginya, di gerbang utama Kota Awan Bambu.

Jiang Chen, dengan pakaian perjalanan yang sederhana, berdiri di samping seekor kuda hitam yang gagah. Ia telah mengucapkan selamat tinggal kepada ayahnya di rumah untuk menghindari adegan perpisahan yang terlalu emosional. Ia juga telah meninggalkan sebagian besar hadiah yang ia terima dan sejumlah besar uang untuk ayahnya.

Ia menoleh ke belakang, menatap tembok kota tempat ia dilahirkan kembali. Ia melihat ayahnya berdiri di atas tembok, melambaikan tangan dari kejauhan.

Jiang Chen tersenyum dan balas melambaikan tangan.

Ia kemudian memikirkan Griffon-nya, yang sekarang berada di bawah perawatan Penguasa Kota. Ia telah meninggalkan jejak spiritual padanya, sehingga ia bisa memanggilnya kapan saja saat ia cukup kuat nanti.

Dengan satu tarikan napas dalam-dalam, ia melompat ke atas kuda.

Ia tidak melihat ke belakang lagi.

Di hadapannya terbentang jalan yang panjang dan tidak pasti. Di hadapannya ada panggung yang lebih besar, tantangan yang lebih besar, dan musuh yang lebih kuat.

"Sekte Langit Berkabut, aku datang."

1
Udin Alex
lanjut thor
Aman Wijaya
gaaas pooolll
Eko
para jenius berkumpul
Eko
ayooooo terobos🤣
Aman Wijaya
mantul lanjut terus Thor
Aman Wijaya
kotos kotos jooooz Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
markotop top top lanjut terus
ddrhart
mengyao melongo .... pasti nyesel tuh
ddrhart
kenapa ditolong, kalaupun.biar suruh babak belur dulu....
ddrhart
masih baik hati.... tidak dibantai semuanya
ddrhart
kelihatan banget beda kelas..... kota awan bambu ga cukup buat nahan Jiang Chen
ddrhart
zhang wei sok kuat.... tetua sj tumbang.... bodoh banget
ddrhart
kibarkan !!!!!
ddrhart
mantaaafffff..... ayah lebih percaya kepada anaknya, yang akan bangkit menjadi naga sakti
ddrhart
selalu ada wanita yang tidak tulud. tapi hanya menghitung untung rugi dalam hubungan dengan orang lain...
ddrhart
persiapan mengjadapi tikus yang lebih besar dengan membuat sekutu yanv kuat
ddrhart
gilaaaa.... langsung bunuh tanpa rasa takut !!!!
ddrhart
bagaimana menghadapi kemarahan patriark zhang ?
ddrhart
ngapain di tanya-tanya, cewek matre kays gitu ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!