NovelToon NovelToon
Rahasia Prajurit Li

Rahasia Prajurit Li

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Romansa
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Anastasia

Dikorbankan kepada dewa di kehidupan sebelumnya, Yun Lan kembali hidup sebelum semuanya hancur. Kali ini, ia punya kekuatan setara sepuluh pria dan satu tujuan: melindungi ayahnya dan menolak takdir.
Untuk mencegah ayahnya kembali ke medan perang, ia menyamar menjadi pria dan mengambil identitas ayahnya sebagai jenderal. Namun di tengah kamp prajurit, ia harus menghadapi panglima Hong Lin—tunangannya sendiri—yang selalu curiga karena ayah Yun Lan tak pernah memiliki putra.
Rebirth. Disguise. Kekuatan misterius. Tunangan yang berbahaya.
Takdir menunggu untuk dibalik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 32.Masuk tanpa permisi.

Malam di Perbatasan Timur turun tanpa suara.

Angin gunung berembus pelan, menyusup di sela-sela barak kayu, membawa aroma tanah dingin dan sisa bau darah yang belum benar-benar hilang dari medan siang tadi.

Langkah Yun Lan nyaris tak terdengar saat ia berjalan melewati bayangan tiang-tiang obor yang redup.

Tidak ada keraguan di kakinya.

Tapi ada kegelisahan di dadanya.

Ia berhenti tepat di depan tenda komando Hong Lin.

Tenda terbesar.

Paling sunyi.

Paling terlarang.

Napasnya ia tahan sejenak.

Lalu, tanpa mengetuk—

Ia membuka tirai dan masuk.

Sunyi.

Tidak ada penjaga.

Tidak ada suara.

Di dalam hanya ada meja kayu besar dengan peta-peta perang terbentang, beberapa gulungan dokumen, lentera minyak yang menyala redup, dan kursi utama yang kosong.

Hong Lin tidak ada.

Yun Lan berdiri diam di tengah ruangan.

Ia tidak tahu apa yang sebenarnya ia harapkan.

Mungkin ingin memastikan.

Mungkin ingin menantang.

Mungkin… hanya ingin memastikan seberapa jauh pria itu sudah mencurigainya.

“Sepertinya panglima tidak ada di tempatnya, sebaiknya aku tanya komandan Zhou saja. ”

Setelah ia mengatakan itu, lalu berbalik dan hendak pergi.

Dan saat itulah—

Suara langkah pelan terdengar dari balik bilik kain di sisi dalam tenda.

Tirai bilik tersibak.

Yun Lan membeku.

Hong Lin keluar dari sana.

Rambutnya masih basah.

Tetesan air masih mengalir dari ujung rambutnya turun ke leher.

Ia hanya mengenakan pakaian dalam tipis dari kain putih yang longgar, cukup untuk menutup bagian penting tubuhnya, tapi sama sekali tidak menyembunyikan bentuk tubuhnya.

Dada bidang.

Bahu lebar.

Otot-otot yang jelas terbentuk dari tahun-tahun peperangan dan latihan.

Cahaya lentera memantul di kulitnya yang masih lembap.

Yun Lan refleks memutar tubuhnya membelakangi.

Wajahnya mendadak panas.

“Aku… tidak tahu Panglima ada di dalam,” katanya cepat.

Ia hendak melangkah pergi.

Tapi langkahnya berhenti.

Tangan besar Hong Lin sudah lebih dulu memegang pundaknya.

Kuat.

Tiba-tiba.

Membuat jantung Yun Lan melonjak ke tenggorokan.

“Berhenti,bukannya kamu disini untuk menemuiku.”

Suaranya rendah.

Dingin.

Dekat sekali di belakangnya.

“Kau prajurit yang berani masuk kedalam tempat ku, katakan keperluan mu.”

Yun Lan menelan ludah.

Ia bisa merasakan hangat tubuh pria itu di punggungnya.

Bisa merasakan napasnya yang masih sedikit berat setelah mandi.

Dan entah kenapa, itu membuat pikirannya lebih kacau daripada saat di medan perang.

Ia memejamkan mata sebentar.

Menarik napas.

Lalu berbalik.

Tatapannya tajam.

Dingin.

Ia memaksa dirinya tidak lagi melihat tubuh itu.

Hanya mata Hong Lin.

“Saya datang...kemari, karena saya punya keluhan terhadap panglima.”

Hong Lin tidak langsung menjawab.

Ia melepaskan pundaknya.

Berjalan santai ke kursinya.

Duduk.

Sangat santai.

Seolah Yun Lan hanyalah tamu tak penting yang datang mengganggu malamnya.

Sikap itu…

Membuat Yun Lan semakin kesal.

“Sejak sore, Panglima sengaja menekan saya di lapangan. Mengoreksi hal-hal yang bahkan bukan kesalahan. Memaksa saya melempar tombak puluhan kali. Itu bukan latihan.”lanjut Yun lan dengan gugup, “sebenarnya apa maksud panglima seperti itu padaku?. ”

Hong Lin menyilangkan kaki.

Menatapnya tanpa ekspresi.

“Menurutmu itu apa?”

“Panglima sedang mencurigai saya.”

Jawaban Yun Lan datang tanpa ragu.

Hong Lin sedikit mengangkat alis.

Menarik.

Sangat menarik.

Ia tidak menyangkal.

Tidak merendah.

Tidak takut.

Prajurit biasa tidak akan berbicara seperti ini.

“Lalu menurutmu,” Hong Lin berkata pelan, “apa yang membuatku curiga padamu prajurit Li?”

Yun Lan terdiam.

Dua detik.

Tiga detik.

Lalu ia berkata pelan, “Panglima,jangan anak tirikan saja dengan prajurit yang lain.”

Tatapan Hong Lin mengeras.

“Anak tiri katamu, seperti apa?”

Yun Lan mendengus pelan.

“Panglima pasti tahu identitasku sebagai putra jenderal Li, dan panglima pasti menganggapku rendah dan tidak berbakat seperti ayah. Tapi aku akan berusaha agar hebat seperti ayahku.”

Keheningan turun di antara mereka.

Lentera berderak pelan.

Angin malam menyibakkan sedikit tirai tenda.

Hong Lin bangkit dari kursinya.

Melangkah pelan mendekat.

Tidak tergesa.

Tidak mengancam.

Tapi justru itu yang membuat Yun Lan waspada.

Pria ini seperti harimau yang tahu mangsanya tidak bisa lari.

“Kau menutupi kemampuan mu,” ucap Hong Lin pelan.

Yun Lan tidak menjawab.

“Jangan pikir aku buta,tidak bisa menilai kemampuan prajurit ku sendiri.”

Ia kini berdiri sangat dekat.

Terlalu dekat.

“Aku sudah mengamatimu sejak pertama datang.”

Yun Lan mengangkat dagunya sedikit.

Seharusnya aku biarkan pria ini mati di tangan jenderal Dao.

“Panglima,kemampuan ku biasa saja seperti prajurit yang lain.”

Keheningan lagi.

Tatapan mereka bertabrakan.

Keras.

Penuh makna tersembunyi.

“Jadi,” Yun Lan melanjutkan, suaranya kini lebih rendah, lebih tajam, “saya harap panglima tidak mempersulit saya.”

Hong Lin menatap wajah itu lama.

Wajah yang biasa.

Tapi mata yang tidak biasa.

Mata yang terlalu hidup.

Terlalu waspada.

Terlalu… berbahaya.

Ia mengulurkan tangan.

Bukan untuk menyerang.

Tapi mengangkat dagu Yun Lan dengan dua jarinya.

Gerakan kecil.

Pelan.

Tapi membuat tubuh Yun Lan menegang seketika.

“Anggap aku sedang menilaimu,” suara Hong Lin nyaris berbisik, “dan penilaian ku tidak pernah salah.”

Napas Yun Lan tertahan.

Bukan karena takut.

Tapi karena jarak itu.

Terlalu dekat.

Ia bisa melihat tetesan air terakhir yang masih di garis rahang Hong Lin.

Bisa melihat sorot mata pria itu yang kini bukan hanya dingin…

Tapi penuh rasa ingin tahu.

Dan sesuatu yang lain.

Sesuatu yang membuat dadanya terasa aneh.

Ia menepis tangan Hong Lin pelan.

“Kalau begitu,saya harus kembali ke barak saya.”

Hong Lin tersenyum tipis.

“Sekarang?”

“Ya. maaf telah menganggu panglima.”

Hong Lin tertawa pelan.

Bukan tawa keras.

Tapi cukup untuk membuat udara di tenda terasa berbeda.

“Li Yun Lan… kau mungkin tidak mengenaliku,tapi aku tahu siapa dirimu”

Yun Lan diam.

Gawat, apa dia tahu kalau aku wanita di sungai itu.

Jantung Yun Lan berdetak lebih cepat.

“Maksud panglima?” tanyanya pelan.

Hong Lin mencondongkan tubuh sedikit.

“Kita adalah saudara.”

Udara terasa lebih berat.

Lebih hangat.

Lebih berbahaya.

Yun Lan sadar sesuatu.

Hong Lin pria yang aneh.

Hong Lin… tiba-tiba mengatakan saudara.

Dan itu hubungan yang tidak pernah Yun lan tahu.

“Hah... ”

Hong lin lalu tersenyum. “Kenapa kamu terkejut aku panggil saudara?. ”

“Iya..., tentu saja. Karena aku anak tunggal, dan ayah juga tidak pernah bercerita punya selir. ”

“Dasar bodoh, bukan saudara kandung tapi kita saudara angkat sejak kecil karena orang tua kita menjadikan kita saudara sebelum kamu lahir. ”

“Apa!?. ”

Gila sejak kapan? aku tidak mau hubungan ini.

“Maaf panglima, ayah tidak pernah menceritakan ada cerita seperti itu. ”

“Mungkin paman Li, tidak pernah menceritakan padamu. Karena situasi nya yang tidak baik jika kamu tahu lebih banyak. ”

Hong lin lalu memegang pundak Yun lan, dan mengarahkan kearahnya. “Aku tahu, itu kamu orang yang menyelamatkan ku dari jenderal Dao. ”

Yun lan hanya diam termenung, karena tiba-tiba dia memiliki hubungan keluarga dengan panglima nya.

“Jadi aku memutuskan untuk menjadikan mu prajurit khusus dan sekarang kamu bukan lagi dalam pengawasan komandan Zhou tapi dalam pengawasan ku. ”

“Hah!.”

Yun lan pun terkejut,keputusan Hong lin sebagai pasukan khusus miliknya.

Itu berarti dirinya harus beradaptasi dengan lingkungan baru, orang baru yang tidak pernah dia kenal.

Sepertinya keberadaan Yun lan tidak akan tenang di kamp perbatasan timur kedepannya.

1
Nurhasanah
ko sekarang up mya dikit thor biasanya 2 bab tiap hari skarang cuma 1 bab 😁😁😁 ... tambah lagi dong thor bab tiap hari masih kurang 😄😄😄
Pa Muhsid
tong lama teuing tor honglin gak tau yunlan cewek
nanti bisa berubah tor dari geregetan jadi bosen
Nurhasanah
ko blum update thor .. di tunggu loh
Pa Muhsid
semoga honglin datang dan melihat langsung bahwa li cewek tulen 😁😁😁😁
Nurhasanah
semoga segera ketahuan 😁😁😁
Nurhasanah
jujur thor kelamaan jdi mulai agak bosen... nunggu honglin tau klu yun lan cwek tapi ceritanya masih muter2 di sini ajj nggak ada peningkatan
Nurhasanah
tuh kan cemburu 🤣🤣🤣 ... siap2 ajj makin gencar haosen mendekat makin kebakaran dah si honglin 😁😁😁
Nurhasanah
siap2 perang dingin antara honglin sama haosen 😁😁
Nurhasanah
🤣🤣🤣 bahaya honglin ketemu hao sen .. di pastikan honglin akan terbakar cemburu nanti 😁😁😁😁
Nurhasanah
honglin siap2 berebut yun lan sama hao sen 🤣🤣🤣 makin seru nanti 😁😁😁
Pa Muhsid
keluarkan kekuatan dewamu Yun! tapi yun kan dewa kadaluwarsa 🤔🤔🤔😱
Nurhasanah
lanjut thor 🥰🥰🥰
Nurhasanah
semoga ceritanya nggak muter2 ya thor .. 😁😁😁😁
Pa Muhsid
jangan tunggu lama lama nanti di rubah otor kata teh cici juga
Pa Muhsid
haduhh kelok 9 honglin tau 😌😌😌
Yunita Widiastuti
hadewwww💪💪💪💪
Nurhasanah
thor jangan lama2 lah ... nunggu bangett ini ..hong lin tau klu yun lan itu cwek dan jodohnya dri kecil 😁😁😁 pasti lebih seru 👍👍👍
Pa Muhsid
tuh kan belum apa apa dah basah aja dia apalagi kalo dah tau, cowok aja basah💦 palagi dah jadi cewek Auto banjir honglin
Nurhasanah
kasihan honglin jdi ngerasa jdi belok 🤣🤣🤣 ... padahal yun lan emang cwek 😁 semoga ajj honglin segera tau klu yun lan itu beda jenis sama dia biar nggak dilema truss 😄😄
Nurhasanah
honglin kecewa karena blom tau yun lan cwek 😁😁😁 ... segerakan thor biar hong lin tau klu yun lan tuh cwek 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!