NovelToon NovelToon
Bangkitnya Klan Abadi

Bangkitnya Klan Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: hdibibu

Di dunia yang penuh dengan keajaiban, di mana yang Abadi mampu membelah lautan dan menghancurkan gunung, di mana Akar Roh menjadi penentu antara yang fana dan yang Abadi, jiwa lain bangkit di tubuh manusia fana.

Dengan kitab harta karun yang ia peroleh, jiwa itu membawa tekad untuk bertahan di dunia yang kejam. Ia melangkah ke dunia kultivasi, menciptakan klan kultivasinya sendiri. Setiap langkah adalah perlawanan, setiap kemajuan dipenuhi berbagai rintangan dan cobaan.

Namun ia ditakdirkan untuk tidak menjadi biasa-biasa saja.

Ia ditakdirkan untuk mencapai sesuatu yang besar.

Saksikan bagaimana seorang manusia fana memulai jalan kebangkitan untuk klannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hdibibu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.5 - Lima Saudara

Di sepanjang lahan pertanian, terdapat banyak penduduk yang sibuk membersihkan salju. Bahkan dengan cuaca yang dingin, semangat para penduduk tidak surut sedikit pun.

Desa itu disebut desa Qinghe, dengan jumlah penduduk hampir dua ribu orang. Mayoritas penduduk berasal dari marga Chen dan Yan. Ada beberapa penduduk dengan nama keluarga lain, tapi jumlahnya sedikit.

Yan Lei melangkah memasuki pintu masuk desa. Rumahnya terletak di ujung desa, di sisi lain pintu masuk. Sepanjang jalan ia bertemu dengan beberapa kenalan dan saling menyapa dengan senyuman.

Rumahnya memang tidak besar, tapi halaman depan dan belakangnya luas, dan dipenuhi oleh berbagai tanaman.

Rumah itu merupakan warisan satu-satunya dari orang tuanya. Selama ini, ia bersama saudara-saudaranya bekerja dengan gigih memperbaiki kondisi rumah mereka, dan bahkan memasang dinding batu di sekitar rumah untuk menjaga privasi dan keamanan.

Ketika Yan Lei mendekat, ia mendengar suara gaduh dan riuh tawa dari dalam. Ia tersenyum dan perlahan membuka gerbang setinggi dua setengah meter itu.

Di halaman depan, kakak tertuanya, Yan Wei, berusia 20 tahun dengan rambut hitam pendek, mata hitam dengan sorot yang tegas, sedikit berotot dan berkulit gelap, sedang bertarung dengan Yan Jun, yang hanya satu inci lebih pendek darinya.

Yan Jun merupakan yang tertua kedua dari mereka. Mereka bertarung menggunakan pedang kayu, saling menyeringai saat setiap ayunan bertabrakan di udara. Salju di kaki mereka berhamburan ke segala arah.

Gaya bertarung mereka sangat kontras. Yan Wei menekankan kekuatan di setiap gerakannya dan bahkan pedang kayunya merupakan pedang dua tangan yang berat.

Di sisi lain, Yan Jun memegang dua pedang pendek, sedikit lebih panjang dari belati, dan mengandalkan kelincahan dan fleksibilitasnya untuk menghindar dan melancarkan serangan balik.

Tidak jauh dari sana, Yan Sue, adik perempuannya, yang tertua keempat dari mereka, sedang duduk bersama seorang putri kecil menggemaskan, bertepuk tangan dan bersorak untuk kedua pria itu.

Berkat obsesi Yan Lei pada kebersihan, seluruh penghuni rumah itu perlahan ikut terbiasa menjalani hidup bersih. Karenanya, kulit mereka lebih cerah dibanding penduduk desa yang lain.

Kedatangannya menarik perhatian mereka. Yan Wei dan Yan Jun segera menghentikan pertarungan mereka, meski tatapan di antara keduanya masih saling terkunci dengan penuh tantangan.

“Hei.. sejak kapan kalian menjadi begitu pemalas? Bermain-main di rumah tanpa melakukan apa pun,” ucap Yan Lei dengan seringai. Nadanya main-main.

“Haha adik ketiga, jangan merusak suasana. Kita hanya ingin bersantai sejenak, “ Yan Jun menjawab dengan riang dan merangkul pundak Yan Lei dengan erat. Ia hanya setahun lebih tua dari Yan Lei, tapi tinggi mereka persis sama.

Rambutnya hitamnya memanjang hingga pinggang, matanya sedikit sipit, dan wajahnya memancarkan kecerdasan dan sedikit kelembutan.

Yan Jun pada dasarnya tampak seperti cendekiawan terpelajar. Karena itu Yan Lei selalu merasa aneh setiap kali melihatnya meraung hampir setiap hari menantang sang kakak tertua.

“Ayo ayo coba lihat, apa yang kau bawa dari kota kali ini?” Yan Wei turut menimpali. Ia mendekati keranjang di punggung Yan Lei, dan seperti pemulung handal, mengotak-atik setiap barang di dalamnya.

“Kakak, kau kembali!” Yan Sue menghampirinya. Usianya sudah menginjak 15 tahun, dan wajahnya yang perlahan memperlihatkan keanggunan seorang gadis dewasa memerah karena udara yang dingin.

Di sampingnya, Yan Xie, putri kecil berumur sembilan tahun, yang baru berusia satu tahun ketika orang tua mereka meninggal oleh bencana tanah longsor, menatap Yan Lei dengan bola matanya yang besar. Berharap sebuah hadiah.

Yan Lei terkekeh pelan. Ia mengusap kepala adik mungilnya dan mengeluarkan beberapa permen dari balik kantong jaketnya. Itu adalah permen yang terbuat dari campuran herbal, daun mint dan buah beri. Rasanya manis dan hangat, sangat cocok dikonsumsi selama musim dingin.

“Terima kasih kakak,” Yan Sue berseru senang dan membagi permen itu dengan Yan Xie. Putri kecil itu bahkan lupa berterima kasih. Sejak awal, tatapannya tidak pernah lepas dari permen. Ia menikmatinya dalam dunianya sendiri.

“Hei hei, mengapa hanya mereka yang dapat sesuatu?“ Yan Jun mendengus tidak senang.

Yan Lei memutar matanya ke belakang, hampir tertawa. “Berhenti merengek, kau bukan lagi anak kecil.”

Yan Jun mengangkat bahu. Ia hanya bersiul pelan sebelum teringat sesuatu dan berbicara, “Bagaimana perjalananmu? Apa rumor itu memang benar?”

Yan Lei menggeleng perlahan, ”Ya. Hanya saja klan Sue melelangnya. Saya tidak punya uang untuk memasuki rumah lelang.”

“Jadi begitu.. jangan dipikirkan terlalu jauh. Sesuatu yang berhubungan dengan yang abadi bukanlah sesuatu yang keluarga miskin seperti kita bisa sentuh, ” Yan Wei menimpali dengan pelan, berpikir bahwa Yan Lei mungkin kecewa dengan hasil seperti itu.

Yan Lei, di sisi lain, terdiam. Ia menatap saudara-saudarinya, dari Yan Wei hingga Yan Jun, dari Yan Sue hingga Yan Xie, dan raut wajahnya berangsur serius.

Di dunia ini, mereka adalah satu-satunya yang dapat ia percayai. Sejak kematian orang tua mereka, Yan Wei dan Yan Jun bahkan menolak untuk menikah dengan alasan ingin menjaga adik-adiknya.

Di dunia di mana menikah pada umur 14 tahun di anggap sebagai hal yang lumrah, keputusan mereka memang mengejutkan.

“Ada hal yang ingin kusampaikan,” ucap Yan Lei dengan serius.

Yan Wei dan Yan Jun saling memandang dengan terkejut. Mereka sudah mengenal sejak lama. Bisa dibilang, setelah kematian kedua orang tua mereka, Yan Lei berubah menjadi orang yang asing. Ia menjadi pribadi yang lebih tenang, dan penuh pertimbangan.

Berkat pikirannya juga lah yang memungkinkan kondisi keluarga mereka berangsur membaik. Yan Lei jarang menunjukkan ekspresi seperti itu, tapi mereka tahu bahwa setiap kali Yan Lei menunjukkan ekspresi serius, itu berarti ada sesuatu yang penting.

“Mari bicarakan di rumah. Yan Sue, tutup gerbang!” Yan Wei, sebagai yang tertua, memberi perintah.

Di dalam rumah, mereka berlima duduk di ruang keluarga yang berada dekat dengan halaman belakang. Tungku tanah liat yang kini menyala, yang terletak tepat di tengah meja melingkar, dengan cerobong asap dari bambu, perlahan-lahan menghangatkan ruangan yang dingin itu.

Mereka berempat mengelilingi meja dan menatap Yan Lei dengan penasaran.

Yan Lei di sisi lain tidak mengatakan apa pun. Dengan pikirannya, ia membuka lapisan ketiga Kitab Ungu Surgawi dan empat Biji Akar Roh Surgawi segera muncul di telapak tangannya.

Seketika itu juga, ruangan itu dipenuhi dengan suara-suara yang takjub.

“Sihir! Kakak, kau bisa sihir!” Yan Xie adalah yang paling berisik. Sebagai anak kecil, pikirannya sangat sederhana. Ia melompat-lompat dengan bahagia, dan jika bukan karena Yan Sue menahannya dengan erat, anak itu kemungkinan sudah berlari menuju Yan Lei.

“Adik ketiga…apa itu?” Yan Wei berusaha menahan emosinya dan bertanya dengan hati-hati.

1
Hebibu
Halo para pembaca budiman. Author di sini...

Rencana saya update 2 chapter/hari.

Bagi kawan2 yang menyukai cerita ini, bantu like dan komen skuyy.

Dukungan kalian jadi motivasi buat Author.

Salam membaca, Salam dari dunia kultivasi. Gua tunggu lu pada di sana.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!