NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Istri Pengganti

Mengejar Cinta Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Romansa / Konflik etika
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Kau hanyalah pemeran pengganti dalam hidupku, Shena. Jangan bermimpi lebih!"

Shena berhenti bermimpi dan memilih pergi. Tapi justru saat itulah, Devan baru menyadari bahwa rumahnya terasa mati tanpa suara Shena. Sang CEO arogan itu kini rela membuang harga dirinya hanya untuk memohon satu kesempatan kedua.

Bagaimana jadinya jika sang pembenci justru berubah menjadi pemuja yang paling gila? Masih adakah tempat untuk Devan di hati Shena yang sudah beku di Hati nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: Rahasia di Balik Kamar Terlarang

Malam itu, setelah pulang dari perjamuan yang menyesakkan dada, rumah mewah Devan terasa lebih sunyi dari biasanya. Devan tidak pulang bersamanya; pria itu memilih pergi ke bar pribadi bersama beberapa kolega, meninggalkan Shena sendirian dengan luka di hatinya yang belum kering.

Shena menanggalkan kalung zamrud itu dengan tangan gemetar. Ia menatap lehernya di cermin; ada bekas merah di sana, bukan karena kalung itu terlalu berat, tapi karena cara Devan mencengkeramnya saat mereka berdebat tadi.

"Kau hanyalah aset," bisikan itu terus terngiang, berputar-putar di kepalanya seperti kaset rusak.

Shena tidak bisa tidur. Ia memutuskan untuk turun ke dapur guna mengambil segelas air hangat. Namun, saat melewati lorong lantai dua, ia melihat sebuah pintu yang biasanya selalu terkunci kini sedikit terbuka. Itu adalah ruang kerja pribadi Devan—tempat yang dilarang keras untuk ia masuki.

Rasa penasaran mengalahkan rasa takutnya. Dengan langkah berjinjit, Shena mendorong pintu kayu jati itu. Aroma cerutu dan kulit tua menyeruak. Ruangan itu sangat maskulin, dipenuhi buku-buku tebal dan dokumen perusahaan. Di sudut ruangan, terdapat sebuah brankas kecil dan meja kerja yang berantakan.

Shena mendekati meja kerja itu. Di sana, di bawah tumpukan berkas, ia melihat sebuah amplop cokelat yang sudah agak kusam. Tanpa sadar, ia menarik amplop itu. Isinya bukan dokumen bisnis, melainkan tumpukan foto dan sebuah surat yang ditulis tangan.

Tangan Shena bergetar hebat saat membaca baris pertama surat itu. Itu adalah tulisan tangan Sarah.

“Devan, maafkan aku. Aku tidak bisa melanjutkan ini. Pernikahan ini hanya akan menjadi kutukan bagi kita berdua. Kau tidak mencintaiku, Devan. Kau hanya mencintai ambisimu untuk memiliki segalanya yang seharusnya milik keluarga kami. Aku pergi bukan karena pria lain, tapi karena aku tahu kau yang mengirim Ayah ke dalam lubang hutang itu agar kau bisa memilikiku sebagai tebusannya. Aku tidak sudi menjadi budak cintamu yang beracun.”

Shena terduduk lemas di kursi kerja Devan. Jantungnya berdegup kencang. Jadi, pelarian Sarah bukan sekadar karena cinta pada pria lain? Sarah melarikan diri karena tahu bahwa Devan-lah dalang di balik kebangkrutan keluarga mereka?

"Apa yang kau lakukan di sini?"

Suara bariton yang dingin itu menggelegar dari ambang pintu. Shena tersentak hingga surat di tangannya jatuh ke lantai. Devan berdiri di sana, dasinya sudah lepas, kemejanya berantakan, dan matanya berkilat penuh amarah yang berbahaya.

Devan melangkah maju, setiap ketukan sepatunya di lantai marmer terasa seperti detak jam menuju eksekusi. Ia melihat surat Sarah di lantai, lalu menatap Shena dengan pandangan yang bisa membekukan darah.

"Sudah kukatakan, jangan pernah masuk ke sini," desis Devan. Ia merangsek maju hingga Shena terdesak di antara meja dan tubuh besar pria itu.

"Apa ini benar, Mas?" suara Shena bergetar, namun ia mencoba melawan ketakutannya.

"Apa benar kau yang menjerat Ayah dengan hutang-hutang itu? Apa benar kau membeli pernikahan ini agar kau bisa menguasai keluarga kami?"

Devan tertawa, sebuah tawa kering yang mengerikan. Ia memungut surat itu dan meremasnya hingga menjadi bola kertas. "Jadi kau sudah membacanya. Sarah memang selalu terlalu pintar untuk kebaikannya sendiri."

"Kau jahat, Mas! Kau menghancurkan kami, lalu berlagak menjadi penyelamat!" teriak Shena, air mata kemarahan mulai tumpah.

Devan mencengkeram kedua bahu Shena, menekannya kuat-kuat. "Jahat? Bisnis adalah bisnis, Shena. Ayahmu bodoh karena terlalu serakah, dan aku hanya mengambil kesempatan. Aku menginginkan Sarah karena dia adalah simbol kemenangan tertinggiku atas keluargamu. Tapi dia lari, dan keluargamu memberiku kau sebagai gantinya."

"Aku bukan barang! Aku manusia, Devan!"

"Di mata hukum bisnis, kau adalah jaminan yang sudah ditandatangani," Devan mendekatkan wajahnya, napasnya yang berbau alkohol menerpa wajah Shena. "Jika kau ingin aku melepaskan hutang-hutang ayahmu, jalankan peranmu dengan baik. Tapi jika kau berani bertingkah seperti Sarah—mencoba mencari tahu lebih dalam atau melarikan diri—aku tidak akan segan-segan menghancurkan ayahmu sampai ke akar-akarnya."

Shena terisak. Ia merasa seperti tikus yang terjebak di dalam perangkap berlapis emas. Ia mengira ia berkorban demi cinta dan keluarga, ternyata ia hanyalah bagian dari rencana balas dendam yang dingin.

"Sekarang, keluar dari sini," perintah Devan, suaranya kembali tenang namun mematikan.

"Dan jangan pernah berpikir untuk menceritakan ini pada siapa pun. Jika Ayahmu tahu, dia mungkin akan serangan jantung karena menyadari bahwa putri kesayangannya, Sarah, benar tentang menantu pilihannya."

Shena kembali ke kamarnya dengan langkah gontai. Ia menutup pintu dan menguncinya, meskipun ia tahu kunci itu tidak akan bisa melindunginya dari Devan. Ia jatuh di lantai, menangis tanpa suara agar pelayan tidak mendengar.

Segalanya terasa jauh lebih buruk sekarang. Ia terjebak dalam pernikahan dengan pria yang bukan hanya membencinya, tapi juga pria yang secara aktif menghancurkan hidup keluarganya.

Namun, di tengah rasa benci dan takut itu, ada satu perasaan yang membuat Shena membenci dirinya sendiri lebih dari apa pun: Ia masih mencintai pria itu. Ia membenci kenyataan bahwa meskipun ia tahu Devan adalah monster, hatinya tetap bergetar setiap kali pria itu menyentuhnya.

"Kenapa harus kau, Devan?" bisiknya pada kegelapan malam.

Shena bangkit dan berjalan menuju jendela besar yang menampilkan gemerlap lampu kota. Ia tahu, mulai besok, ia tidak bisa lagi menjadi Shena yang pasrah. Jika ia ingin bertahan, ia harus belajar bermain di dalam permainan Devan. Ia harus menjadi lebih kuat dari rasa sakitnya.

Jika Devan menganggapnya sebagai aset, maka ia akan menjadi aset yang paling berharga sekaligus paling berbahaya bagi pria itu.

Di luar, hujan mulai turun, membasuh kaca jendela seolah ingin menghapus dosa-dosa yang terjadi di dalam rumah megah itu. Namun Shena tahu, rahasia yang ia temukan malam ini akan mengubah segalanya. Ini bukan lagi soal mengejar cinta, ini adalah soal bertahan hidup di medan perang yang disebut pernikahan.

...****************...

Jangan lupa like dan Comment ya guys ◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍

1
Kostum Unik
🤭🤭🤭...
Kostum Unik
🤣🤣🤣
MayAyunda
keren 👍👍
😍
Marine
semangat author! ceritanya bagus
Veline: makasih 🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!