NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Istri Pengganti

Mengejar Cinta Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Romansa / Konflik etika
Popularitas:28.7k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Kau hanyalah pemeran pengganti dalam hidupku, Shena. Jangan bermimpi lebih!"

Shena berhenti bermimpi dan memilih pergi. Tapi justru saat itulah, Devan baru menyadari bahwa rumahnya terasa mati tanpa suara Shena. Sang CEO arogan itu kini rela membuang harga dirinya hanya untuk memohon satu kesempatan kedua.

Bagaimana jadinya jika sang pembenci justru berubah menjadi pemuja yang paling gila? Masih adakah tempat untuk Devan di hati Shena yang sudah beku di Hati nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: Rahasia di Balik Kamar Terlarang

Malam itu, setelah pulang dari perjamuan yang menyesakkan dada, rumah mewah Devan terasa lebih sunyi dari biasanya. Devan tidak pulang bersamanya; pria itu memilih pergi ke bar pribadi bersama beberapa kolega, meninggalkan Shena sendirian dengan luka di hatinya yang belum kering.

Shena menanggalkan kalung zamrud itu dengan tangan gemetar. Ia menatap lehernya di cermin; ada bekas merah di sana, bukan karena kalung itu terlalu berat, tapi karena cara Devan mencengkeramnya saat mereka berdebat tadi.

"Kau hanyalah aset," bisikan itu terus terngiang, berputar-putar di kepalanya seperti kaset rusak.

Shena tidak bisa tidur. Ia memutuskan untuk turun ke dapur guna mengambil segelas air hangat. Namun, saat melewati lorong lantai dua, ia melihat sebuah pintu yang biasanya selalu terkunci kini sedikit terbuka. Itu adalah ruang kerja pribadi Devan—tempat yang dilarang keras untuk ia masuki.

Rasa penasaran mengalahkan rasa takutnya. Dengan langkah berjinjit, Shena mendorong pintu kayu jati itu. Aroma cerutu dan kulit tua menyeruak. Ruangan itu sangat maskulin, dipenuhi buku-buku tebal dan dokumen perusahaan. Di sudut ruangan, terdapat sebuah brankas kecil dan meja kerja yang berantakan.

Shena mendekati meja kerja itu. Di sana, di bawah tumpukan berkas, ia melihat sebuah amplop cokelat yang sudah agak kusam. Tanpa sadar, ia menarik amplop itu. Isinya bukan dokumen bisnis, melainkan tumpukan foto dan sebuah surat yang ditulis tangan.

Tangan Shena bergetar hebat saat membaca baris pertama surat itu. Itu adalah tulisan tangan Sarah.

“Devan, maafkan aku. Aku tidak bisa melanjutkan ini. Pernikahan ini hanya akan menjadi kutukan bagi kita berdua. Kau tidak mencintaiku, Devan. Kau hanya mencintai ambisimu untuk memiliki segalanya yang seharusnya milik keluarga kami. Aku pergi bukan karena pria lain, tapi karena aku tahu kau yang mengirim Ayah ke dalam lubang hutang itu agar kau bisa memilikiku sebagai tebusannya. Aku tidak sudi menjadi budak cintamu yang beracun.”

Shena terduduk lemas di kursi kerja Devan. Jantungnya berdegup kencang. Jadi, pelarian Sarah bukan sekadar karena cinta pada pria lain? Sarah melarikan diri karena tahu bahwa Devan-lah dalang di balik kebangkrutan keluarga mereka?

"Apa yang kau lakukan di sini?"

Suara bariton yang dingin itu menggelegar dari ambang pintu. Shena tersentak hingga surat di tangannya jatuh ke lantai. Devan berdiri di sana, dasinya sudah lepas, kemejanya berantakan, dan matanya berkilat penuh amarah yang berbahaya.

Devan melangkah maju, setiap ketukan sepatunya di lantai marmer terasa seperti detak jam menuju eksekusi. Ia melihat surat Sarah di lantai, lalu menatap Shena dengan pandangan yang bisa membekukan darah.

"Sudah kukatakan, jangan pernah masuk ke sini," desis Devan. Ia merangsek maju hingga Shena terdesak di antara meja dan tubuh besar pria itu.

"Apa ini benar, Mas?" suara Shena bergetar, namun ia mencoba melawan ketakutannya.

"Apa benar kau yang menjerat Ayah dengan hutang-hutang itu? Apa benar kau membeli pernikahan ini agar kau bisa menguasai keluarga kami?"

Devan tertawa, sebuah tawa kering yang mengerikan. Ia memungut surat itu dan meremasnya hingga menjadi bola kertas. "Jadi kau sudah membacanya. Sarah memang selalu terlalu pintar untuk kebaikannya sendiri."

"Kau jahat, Mas! Kau menghancurkan kami, lalu berlagak menjadi penyelamat!" teriak Shena, air mata kemarahan mulai tumpah.

Devan mencengkeram kedua bahu Shena, menekannya kuat-kuat. "Jahat? Bisnis adalah bisnis, Shena. Ayahmu bodoh karena terlalu serakah, dan aku hanya mengambil kesempatan. Aku menginginkan Sarah karena dia adalah simbol kemenangan tertinggiku atas keluargamu. Tapi dia lari, dan keluargamu memberiku kau sebagai gantinya."

"Aku bukan barang! Aku manusia, Devan!"

"Di mata hukum bisnis, kau adalah jaminan yang sudah ditandatangani," Devan mendekatkan wajahnya, napasnya yang berbau alkohol menerpa wajah Shena. "Jika kau ingin aku melepaskan hutang-hutang ayahmu, jalankan peranmu dengan baik. Tapi jika kau berani bertingkah seperti Sarah—mencoba mencari tahu lebih dalam atau melarikan diri—aku tidak akan segan-segan menghancurkan ayahmu sampai ke akar-akarnya."

Shena terisak. Ia merasa seperti tikus yang terjebak di dalam perangkap berlapis emas. Ia mengira ia berkorban demi cinta dan keluarga, ternyata ia hanyalah bagian dari rencana balas dendam yang dingin.

"Sekarang, keluar dari sini," perintah Devan, suaranya kembali tenang namun mematikan.

"Dan jangan pernah berpikir untuk menceritakan ini pada siapa pun. Jika Ayahmu tahu, dia mungkin akan serangan jantung karena menyadari bahwa putri kesayangannya, Sarah, benar tentang menantu pilihannya."

Shena kembali ke kamarnya dengan langkah gontai. Ia menutup pintu dan menguncinya, meskipun ia tahu kunci itu tidak akan bisa melindunginya dari Devan. Ia jatuh di lantai, menangis tanpa suara agar pelayan tidak mendengar.

Segalanya terasa jauh lebih buruk sekarang. Ia terjebak dalam pernikahan dengan pria yang bukan hanya membencinya, tapi juga pria yang secara aktif menghancurkan hidup keluarganya.

Namun, di tengah rasa benci dan takut itu, ada satu perasaan yang membuat Shena membenci dirinya sendiri lebih dari apa pun: Ia masih mencintai pria itu. Ia membenci kenyataan bahwa meskipun ia tahu Devan adalah monster, hatinya tetap bergetar setiap kali pria itu menyentuhnya.

"Kenapa harus kau, Devan?" bisiknya pada kegelapan malam.

Shena bangkit dan berjalan menuju jendela besar yang menampilkan gemerlap lampu kota. Ia tahu, mulai besok, ia tidak bisa lagi menjadi Shena yang pasrah. Jika ia ingin bertahan, ia harus belajar bermain di dalam permainan Devan. Ia harus menjadi lebih kuat dari rasa sakitnya.

Jika Devan menganggapnya sebagai aset, maka ia akan menjadi aset yang paling berharga sekaligus paling berbahaya bagi pria itu.

Di luar, hujan mulai turun, membasuh kaca jendela seolah ingin menghapus dosa-dosa yang terjadi di dalam rumah megah itu. Namun Shena tahu, rahasia yang ia temukan malam ini akan mengubah segalanya. Ini bukan lagi soal mengejar cinta, ini adalah soal bertahan hidup di medan perang yang disebut pernikahan.

...****************...

Jangan lupa like dan Comment ya guys ◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍

1
Mamah Dini11
akhirnya selamat ya kev Alana semoga kalian bahagia selalu
Mamah Dini11
segerakan kevin jgn lama
Mamah Dini11
cepet resmikan kevin Alana nya jgn lama2, biar nyusul punya bayinya
Mamah Dini11
Alana sering ninggalin kmu kevin, gimana nanti kalau udh resmi nikah, apa bisa kmu terus2an di tinggal, kalau bisa Alana suruh kerjanya di jakarta aja biar kalian banyak waktu berdua, bkn seperti sekarang, stressss jadi kmu.
Mamah Dini11
tpiii hati2 kevin, takutnya Alana mata2 issabel, harus tau dulu latar belakang nya kan kluarga adiguna slalu waspada, iya kan devan, moga aja bkn ya, Alana emang perempuan beruntung kalau bener jadian sm kevin, dan di segerakan, dannn di percepat ya Thor lahiran nya shena biar seru.
Mamah Dini11
bisa gak Shen jgn ganggu dulu suamimu, lain kali aja doong kmu ikut mh
Mamah Dini11
jgn terburu buru kevin hati hati itu harus siapa tau itu penyusup
Mamah Dini11
apa mau kmu isabel msh aja cari masalah, blm puaskah kmu, kalau gitu tunggu karmamu tiba, selalu usil dgn ke hidupan orang lain
Mamah Dini11
bagus devan 👍👍👍👍👍 gercep sekali keren gitu doong, itu suami siaga penuh 🤣🤣🤣
Mamah Dini11
kenapa di rahasiakan shena, sekecil apapun itu jgn ada rahasia di antara kmu dn devan dn kluarganya, biar rumah tanggamu terlindungi, ayo jujur itu lbh baik, aku gk suka istri2 yg menyimpan rahasia.
Mamah Dini11
itu namanya main kotor Hai perempuan licik, laki2 msh banyak Isabel, kok harus devan, harga dirimu di simpen di mana nona licik, udh tau devan punya istri msh ganggu aja, jgn meremehkan kluarga adiguna Isabel, ingat itu
Mamah Dini11
ngidam orkay suka berlebihan ya kalau di dunia nyata mh jarang sekali yg ngidam berlebihan msh terkendali, kalau ada orang yg jahil di pastikan devan dn yg lain nya di viralkan, gimana reaksi media he he he
Siti Muntamah
dasar rubah betina si sarah
Siti Muntamah
ujian mu berat sekali Shena
Mamah Dini11
biasanya paling waktu pagi pagi, jgn kelamaan ngidam nya ya thor si devan kasian juga, jdi di jahilin sm orang rumahnya, bkn nya simPATI, harusnya doong
Siti Muntamah
makanya jadi pria jangan sombong masih kau kaya nggak ada gunanya kasian sekali kau Shena kalau ketemu semoga Shena sama pria lain biar kapok kau Devan
Siti Muntamah
awas nanti kalau nanti kau cari Shena kalau sudah pergi jangan mau Shena sama aja kau dibuang sama Devan
Siti Muntamah
rasain nanti kau akan tergila 2 sama Shena
Siti Muntamah
sabar Shena biar kan dia semaunya peduli amat nanti juga sadar sendiri
Mamah Dini11
aduuuhhh pak devan shena itu ha....... mil bu....... kannnnn sakit, ingat itu pak devan yg terhormat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!