NovelToon NovelToon
TENTANG KAMU DAN DIA

TENTANG KAMU DAN DIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Cintapertama
Popularitas:734
Nilai: 5
Nama Author: MAMI ADRIELLA20

Mungkin ini jalan takdir atau rencana terselubung ku, ternyata tak perlu jauh aku mencari mu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persidangan 2

Untuk penetapan hukuman terkahir kali persidangan di lakukan, aku sudah berani untuk tampil melawan dia.

Mama mulai mengemas segala perlengkapan dan kebutuhan untuk pulang besok, rasanya tidak ingin pisah tapi aku harus melanjutkan hidup disini. Mama, Papa mimpi kecil ku adalah melihat kalian sampai aku memiliki kehidupan baru ku sendiri. Mama sempat memasak untuk ku, walaupun berupa sambal-sambal setidaknya lauk untuk seminggu kedepan aman.

Mama dan Papa mengambil penerbangan malam hari supaya nanti sampai dirumah pagi hari. Enggak terlalu lama memakan waktu dijalan juga katanya, ya walaupun Kualanamu dekat dengan Tembung, Medan. Setidaknya ada waktu istirahat nantinya.

sepulang kerja aku sudah pesan taksi untuk Mama dan Papa, kami berjanji bertemu di bandara. Nyatanya aku duluan tiba di bandara, penerbangan di gerbang keberangkatan B1 aku menunggu Mama Papa dengan tenang. Aku tau jalanan macet pasti menghadang perjalanan mereka sampai dua jam tak kunjung tiba padahal jalan melalui tol.

Tepat Tiga puluh menit aku menunggu akhirnya Mama Papa datang, perpisahan kami hanya sebentar berhubung waktu nya juga mepet banget jadi enggak banyak waktu buat kami berpelukan. Kala pintu bandara membuka artinya perpisahan kami di depan mata. Entah kapan lagi bisa ketemu Mama dan Papa, sehat-sehat kedua malaikat tak bersayap ku.

Dua jam lamanya perjalanan menuju rumah, bahkan Mama sudah beri kabar kalau-kalau mereka sudah sampai di bandara Kualanamu, menunggu abang-abang ku menjemput. Kalau aja mereka mau bicara kepada ku pasti aku senang sekali, tapi semenjak kakak enggak ada, sepertinya aku benar-benar di asing kan di dalam keluarga itu seperti aku melakukan kesalahan yang amat fatal sekali.

Padahal kakak juga meninggal bukan karena aku, aku juga gak tau kapan dan kenapa kakak meninggal. Setau ku kakak di rawat di RS karena demam, tau-tau nya dapat kabar kalau kakak sudah tiada. Aku dijemput pulang dari asrama hanya melihat badan nya terbujur kaku, mula dari situ sikap abang-abang ku mulai berubah. Bahkan seperti Abang ku yang pertama, dia jauh lebih tidak ingin bicara dengan ku.

Jam tangan menunjukkan pukul nya aku tidur, menarik selimut untuk besok kembali bekerja. Nyatanya mataku tak ingin terpejam sampai aku secara sadar tau kapan hari berganti, mandi. Menyeduh kopi, kemudian menikmati kehangatan nya selagi menunggu waktu untuk berangkat. Aku amat malas masak, untungnya masih ada sambal buatan Mama bisa untuk bekal sekaligus serapan.

Menyiapkan tas hitam model totabag sekaligus sampul laptop siap untuk berangkat, datang paling awal di kantor sangat-sangat menunjang semangat ku, rasanya apa yang ku lewatkan hari ini harus lebih cepat selesai nya.

Dokumen terakhir dan yaa aku bisa pulang tepat waktu, di Jam 15:14 aku sudah meninggalkan kantor untuk segera pulang, tak sengaja aku melihat showroom sepeda motor dan mobil, aku sangat menyukai salah satu mobil disana dan lumayan ya harganya. Mungkin nanti bisa ku ambil kalau salary sudah naik, aku inisiatif nanya soal harga dan cicilan motor terbaru. Lumayan murah jika ambil cash. Apa minta bantuan Mama Papa ya, ah tapi enggak lah, untuk kali ini aku pakai uang tabungan aja.

PO 7 Hari,s sudah dengan pemikiran panjang. Disini aku baru bisa membeli aset-aset untuk diriku, rumah juga sudah hitungan tahun lunas setidaknya itu adalah perjuangan ku selama ini. 28 Tahun hidup harus ada pembuktian diri.

Aku kirim kwantansi kepada Mama Papa, mereka bangga aku bisa membeli apa yang ku inginkan namun mengingatkan untuk aku tetap tidak boros terhadap uang. Kesenangan ini di dengar oleh Abang ku, ia sangat tidak suka dengan kabar yang ku berikan.

Aku tau dia marah cuman tidak menunjukkan langsung dihadapan orang tua kami, terkadang aku ingin bicara kepada nya kenapa ia menanam kebencian diantara kami padahal nyatanya tidak ada ucapan ku yang salah sehingga dia tersakiti, tidak ada laku ku yang salah sehingga ia merasa di rugikan.

Nanti kalau dia menghubungi terlebih dahulu aku akan menyelesaikan pertanyaan di hati ku kepadanya, tiada lagi elakan dan memang harus dijawab secara jujur. Walaupun nanti ada kejujuran yang tidak sesuai fakta aku harus siap dengan keadaan nya.

"Di hemat juga uang nya Nang, nanti usahakan lah ada mobil mu disana. Bisa pulang kampung bawa mobil kan enak," kata-kata berbalut doa dari sang ayah.

Ketulusan seperti itu yang belum ku temukan di pria mana pun, one day aku harus punya suami sebaik Papa ya.

"Mahal itu Nang?" kata Papa melihat mereka kendaraan terbaru ku, anggukan ku sembari berjalan menuju rumah. Rumah masih terlihat gelap, mungkin karena tak satupun jendela terbuka, dijam sore begini aku mengambil waktu untuk mandi se usainya pembicaraan kami.

Sebenarnya lapar cuman sudah ada di posisi nyaman, jadinya rebahan aja deh. Yang paling lucunya lelap ku membawa aku tertidur amat pulas sampai ketemu di pagi hari lagi, bosan banget rasanya, tidur, bangun kerja. Begitu Mulu kehidupan ini, bersiap-siap ke kantor dengan perasaan berdebar kaki ku melangkah mengais rezeki.

Dan ya ketika laptop baru menyala, Abang ku pertama menghubungi ku. "Abang bisa ngomong?" katanya dengan suara datar. Aku semakin berdebar,ingin bicara apa dia?.

"Nanti malam bisa bang? Aku mau siap-siap jam 10 nanti ada meeting." Ia langsung mematikan panggilan telepon, dan ya sebelum para pejabat tinggi datang menghampiri ruangan. Gosip-gosip kandidat untuk masa percobaan kepala cabang akan di lakukan, semoga saja aku dapat terpilih dan bisa menambah pundi-pundi kedepannya.

Setelah pembahasan dan pelaporan hasil kerja kami beberapa bulan ini, ada bisik-bisik terdengar di telingaku. Dan ya bisik-bisik itu dinyatakan dalam obrolan pribadi kepada ku.

"Miwa, kalau kamu di lakukan jabatan sementara bisa? Untuk mengisi kepala cabang di Bank **** Bekasi, kamu bersedia kita urus dokumen nya?"

Waduhh rezeki double nih habis beli motor Tuhan kirim ganti nya supaya bisa bayar pajak. "Siap pak, di Bekasi ya pak?"

"Ia, agak jauh memang cuman ini sementara kalau kamu enggak sanggup juga bisa menolak ini, tapi ingat Miwa ini bisa jadi kesempatan emas buat kamu.Berhubung kepala cabang sebelum nya meninggal dunia bukan perhentian kontrak sementara, bisa jadi kamu yang isi kan"

Aku mengangguk seraya tersenyum,"Semoga hasil kerja saya mampu membawa nya ke hal demikian pak." Kami berjabat tangan, beberapa berkas ku diminta untuk pelengkap administrasi. "Kamu mau lanjut S2 manajemen Miwa?" kata temanku melihat berkas-berkas itu. Anggukan serta senyum sudah cukup, tidak perlu basa-basi.

Puas dengan hasil kerja selama ini, Tuhan aku semakin yakin, semakin rajin merawat pohon semakin banyak ia berbuah. Aku juga semakin yakin akan rezeki yang tak tertukar.

Ambisius ku berbuah nyata di kota Jakarta, kiranya kesusahan kemarin cukup lah kemarin tidak akan adalagi kesusahan berikutnya.

1
Zanahhan226
aku mampir nih, Kak..
semangat, yah..
jan lupa mampir juga..
kita saling dukung, yah..
💪💪💪
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
MAMI ADRIELLA20: woke kak, terima kasih sudah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!