Rahasia Prajurit Li

Rahasia Prajurit Li

Bab 1.Menolak.

“Untuk desa Ying.” “Untuk Dewa Yun.” “Untuk keselamatan semua!”

Seruan itu menggema di malam lembap ketika kabut turun dari gunung. Lentera berkedip, seolah enggan menyaksikan ritual itu lebih lama.

Di tengah altar batu, Yun Lan menatap ke bawah—ke tubuhnya sendiri yang diikat kain merah. Gadis gemuk dengan wajah pucat, rambut acak, dan mata yang kosong.

“Lan’er, jangan menangis,” bisik kepala pendeta sambil menekan bahunya. “Pengorbananmu membawa berkah bagi banyak orang.”

Yun Lan tersenyum miris.

“Kalau begitu, mengapa tidak kau saja yang menjadi berkahnya?”

Pendeta terdiam. Orang-orang memalingkan wajah.

Tidak ada yang menjawab ketika ia bertanya,

“Apakah nyawaku tidak berharga dari kalian?”

Angin malam membawa suara orang-orang yang berdiri jauh di belakang.

“Kau yatim piatu.” “Dewa Yun sudah memilihmu.” “Seharusnya kau bersyukur!.”

“Bersyukur katamu?. ”lanjutnya dengan tatapan tajam. “Perlihatkan padaku mana dewa bodoh itu, seenak jidatnya menjadikan aku korban. Mana.. dia.. mana.. ”akhir kata ia ucapkan berulang kali.

Tiba-tiba, suara yang paling menyakitkan muncul dari kerumunan—

“Ritualnya mulai saja! Dewa Yun menunggu!”

“Benar pak pendeta, acara segera dimulai saja. Jangan sampai waktu baik terlewat. ”

Walaupun Yun lan meronta, dirinya tidak bisa melawan beberapa pria. Pendeta tersebut mulai melakukan upacara dan membaca mantra, lalu memaksa Yun lan meminum sesuatu.

“Minumlah ini kematian mu tidak akan menyakitkan. ”

Api pada altar menyala. Rasa perih menguasai tubuhnya. Namun sebelum dunia padam, Yun Lan hanya sempat berbisik:

“Ayah… Ibu…jika ada kehidupan lagi aku ingin menjadi putri kalian lagi. ”

Kabut.

Bukan kabut gunung—tetapi kabut yang seolah hidup dan berputar, seperti jaring halus yang menahan jiwa agar tidak jatuh ke mana pun. Yun Lan membuka mata, dan tubuhnya tidak lagi terasa berat. Tidak ada kain merah yang mengikat. Tidak ada manusia yang berteriak memintanya mati.

Hanya keheningan… dan sebuah dunia yang tampak seperti tembikar pecah antara langit dan tanah.

Langitnya gelap kebiruan, tanpa matahari, tanpa bulan, hanya susunan lentera terapung yang berpendar seperti bintang yang tersesat. Di bawahnya, tanah berwarna perak, setiap langkah menciptakan riak cahaya seperti air.

“Ini bukan surga…” gumam Yun Lan lirih.

Suara itu dijawab oleh gema yang berat, dalam, dan dingin.

“Ini bukan surga.”

Udara bergetar. Lentera-lentera menunduk seolah takut kepada pemilik suara itu.

Di hadapannya, seseorang—atau sesuatu—muncul. Lelaki muda dengan rambut panjang putih seperti asap dupa, jubah hitam-biru dengan bordir awan, dan mata setajam pedang jade yang baru diasah. Ia tidak tampak tua, tetapi auranya membawa usia yang tidak mungkin dihitung.

Dialah Dewa Yun.

“Yun Lan,” panggilnya tanpa emosi. “Pengorbananmu diterima. Negeri mendapat keselamatan. Kau akan menjadi roh pelindung di bawah namaku.”

Yun Lan mengerjap. Suaranya kering, tapi tidak gemetar.

“Jadi itu tujuanmu? Mengambilku… seperti mengambil kambing di pasar?”

Mata Dewa Yun sedikit menyipit. “Pengorbananmu adalah kehormatan.”

Ia tertawa.

Tidak tawa yang manis atau lembut, tapi tawa yang pahit dan pecah—tawa seseorang yang sudah terlalu sering mendengar kata ‘ikhlas’ dipakai untuk menutupi kekejaman.

“Kehormatan? Kau menyebut mati dicekoki ramuan dan dilempar ke api itu kehormatan?” ia berjalan mendekat. “Kalau begitu, mengapa bukan kepala pendeta yang dicomot? Atau anak-anak di kota itu saja?”

Lalu Yun lan berteriak keras di tempat dewa Yun. “KENAPA HARUS AKU!... ”

Suaranya mengema, membuat tempat dewa Yun bergetar hebat.

Lentera bergetar. Kabut tersibak.

Dewa Yun tidak menjawab.

“Jawab!” bentaknya. “Mengapa aku harus mati agar orang lain hidup? Siapa kau hingga memutuskan begitu?!”

Lanjut Yun lan. “Bukannya dewa itu untuk melindungi bukan mengambil nyawa sembarangan, aku... aku tidak terima. ”

Untuk pertama kalinya, mata itu bergerak—tidak marah, tidak tersinggung, namun jelas tidak menyangka seorang manusia berani meninggikan suara di hadapannya.

Mulut dewa Yun terkunci, dan setia ucapnya adalah kebenaran dia merasa bersalah dengan Yun lan.

“Kau terpilih,” jawabnya pendek.

“Tidak!” Yun Lan menunjuk ke dada sendiri. “Aku dikorbankan. Itu dua hal yang berbeda!”

Kabut berkecamuk. Lentera merapuh. Dewa Yun mengangkat jarinya dan dunia mendadak berhenti.

“Jiwamu sudah tercerabut dari tubuh. Tidak ada jalan kembali,” ucapnya datar. “Terimalah takdirmu.”

Yun Lan menatapnya, dada naik-turun. Air mata tidak keluar—bukan karena tidak mampu, tetapi karena kemarahannya menjaga semua pada tempatnya.

Lalu ia bertanya pelan, hampir seperti bisikan:

“Apa aku meminta dilahirkan? Apa aku meminta untuk hidup sendirian? Apa aku meminta mati demi desa yang bahkan tidak mau menatapku?”

Lanjut Yun lan. “Jika aku hidup untuk jadi pengorbanan dengan kehidupan penuh penghinaan sebagai orang sial. Memangnya kamu siapa? hanya dewa pelindung desa Ying. Dan aku tidak mau jadi pelindung siapapun!. ”

Tidak ada jawaban.

Ia mengangkat dagu.

“Aku tidak akan menjadi pelindungmu. Aku tidak akan menjadi roh penjaga. Kalau memang kau dewa yang besar, kembalikan aku.”

Udara runtuh. Suara seperti seribu bel berdentang.

Dewa Yun akhirnya menatapnya utuh—tajam, menilai, menimbang.

“Berani sekali kau berbicara pada dewa.”

“Kalau dewa tidak bisa mendengar manusia,” jawabnya tenang, “untuk apa manusia memujanya?”

Keheningan panjang.

Akhirnya Dewa Yun mengulurkan tangan. Cahaya biru mengelilingi Yun Lan dan tubuhnya bergetar, seperti benang halus yang ditarik kembali ke sesuatu yang hampir putus.

“Aku tidak bisa mengembalikanmu dikehidupan mu yang sekarang,” ucapnya. “Tapi aku bisa mengembalikan mu di kehidupan lalu,tapi dengan satu syarat.”

“Aku mau apapun syaratnya,” Yun Lan mendorong. “Selama aku bisa menjadi anak ayah dan ibuku. Selama aku bisa melindungi mereka.Aku mau!.”

Untuk pertama kalinya wajahnya tersenyum didepan dewa Yun.

Dewa Yun memejamkan mata sejenak, dan ketika ia membuka kembali, suara dunia seakan mengikuti.

“Jika demikian, dengar syaratku.

Aku akan mengembalikanmu ke dunia hidup.

Namun tubuhmu tidak lagi biasa.

Kekuatan akan berada di bawah kulitmu, dan kekuatan itu akan tumbuh seiring langkahmu.”

Yun Lan menelan ludah. “Dan?”

“Jika kau menggunakannya untuk melukai tanpa alasan, kekuatanmu tidak akan hilang.” Ia berhenti. “Kau juga akan hilang. Ragamu akan menjadi milikku. Selamanya.”

“Baik, aku terima apapun kekuatan itu. ”

Yun lan yang tidak sabar untuk bertemu lagi dengan kedua orang tuanya, dirinya berdiri menunggu dengan tidak sabar untuk bisa kembali bersama kedua orang tuanya.

Kabut naik seperti gelombang.

Yun Lan tidak mundur. Tidak gemetar. Tidak menawar.

“Baik,” katanya pelan.

Dewa Yun mengangkat alis. “Sesuai keinginan mu, kau akan terlahir kembali ketengah keluarga mu, tapi takdir mereka hanya kamu yang bisa merubahnya.”

“Aku janji akan melindungi mereka,apapun yang terjadi.Karena aku tidak mau menyesal untuk hidup ini.”

“Ingat satu hal, ini rahasia. Jika kamu melanggar maka kamu akan mendapat hukuman dari langit. ”

“Terserah, cepatlah!.aku ingin bertemu orang tuaku lagi. ”

Diam.

Lalu—suara samar, entah tawa atau helaan napas.

“Manusia kecil,” gumamnya. “Kau menarik.”

Ia menjentikkan jari.

Cahaya putih meledak.

Kabut pecah.

Lentera padam.

Dan suara terakhir yang mengiringi Yun Lan sebelum ia dilempar kembali ke antara napas dan dunia adalah suara Dewa Yun sendiri:

“Kau akan melewati jalan takdir yang berbeda setiap kamu merubahnya.”

“Apa? apa yang dikatakan dewa itu. ”

Tubuh Yun lan yang masuk kedalam lubang biru bercampur gelap dengan cahaya terang.

Gelap lagi.

Tapi kini… bukan gelap yang sama.

Ini gelap tubuh. Gelap daging. Gelap… kehidupan.

Dan di dalamnya, Yun Lan menggerakkan ujung jarinya pertama kali.

Terpopuler

Comments

Evi Marena

Evi Marena

apa ini novel terjemahan thorrr.....

2026-02-21

0

Rubiyata Gimba

Rubiyata Gimba

ko begitu

2026-03-26

0

💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩

💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩

mampir dulu aku

2026-02-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.Menolak.
2 Bab 2.Terbangun 4 tahun yang lalu.
3 Bab 3.Peperangan di utara.
4 Bab 4.Membuat perhitungan.
5 bab 5.Menyadari kekuatannya.
6 bab 6.Kenangan.
7 bab 7.Mencari sendiri.
8 bab 8.Cerita.
9 bab 9.Pertentangan.
10 bab 10.Kondisi.
11 bab 11.Akan pergi.
12 bab 12.Perjalanan.
13 bab 13.Dewa terbuang.
14 bab 14.Pahlawan tak di kenal.
15 bab 15.Menutupi kepergiannya.
16 bab 16.Kamp perbatasan timur.
17 bab 17.Pandangan mereka.
18 bab 18.Latihan dan penganti.
19 bab 19.Beberapa minggu berlalu.
20 bab 20.Persahabatan teman sekamar.
21 bab 21.Ejekan merubah segalanya.
22 bab 22.Lubang lumpur.
23 bab 23.Alira sungai yang tenang.
24 bab 24.Perkelahian yang tak seharusnya.
25 bab 25.Kembali ke kamp.
26 bab 26.Kebenaran terungkap.
27 bab 27.Surat.
28 bab 28.Tidak menyangka.
29 bab 29.Mengamati.
30 bab 30.Penyerangan tiba-tiba.
31 bab 31.Setelah perang.
32 bab 32.Masuk tanpa permisi.
33 bab 33.Surat jenderal Li.
34 bab 34.Tempat baru.
35 bab 35.Pertanyaan tegas.
36 bab 36.Pertarungan membuktikan diri.
37 bab 37.Ke tempat dia berada.
38 bab 38.Percikan perasaan.
39 bab 39.Amarah musuh.
40 bab 40.Pandangan tak sengaja.
41 bab 41.Masalah tiba-tiba.
42 bab 42.Prajurit yang terluka.
43 bab 43.Gagasan bahaya.
44 bab 44.Fokus perbatasan timur.
45 bab 45.Gagasan kembali.
46 bab 46.Latihan penyamaran.
47 bab 47.Ujian.
48 bab 48.Kecewa.
49 bab 49.Mimpi.
50 bab 50.Kelainan.
51 bab 51.Hati yang resah.
52 bab 52.Menjalankan misi.
53 bab 53.Mengamati.
54 bab 54.Lebih baik pergi.
55 bab 55.Ketertarikan.
56 bab 56.Perayaan.
57 bab 57.Pesta yang terganggu.
58 bab 58.Pergi dari sana.
59 bab 59.Rasa kesal kemarin.
60 bab 60.Pikiran kacau.
61 bab 61.Terbuka.
62 bab 62.Rahasia terbongkar.
63 bab 63.Setelah pengakuan.
64 bab 64.Ke khawatiran tak biasa.
65 bab 65.Kemarahan.
66 bab 66.Peringatan.
67 bab 67.Duel.
68 bab 68.Penyerangan.
69 bab 69.Dua pertarungan.
70 bab 70.Kekuatan yang terlihat.
71 bab 71.Lawan aku.
72 bab 72.Pertarungan mereka.
73 bab 73.Anak panah.
74 bab 74.Dia wanita.
75 bab 75.Pergi sebelum fajar.
76 bab 76.Pergi tanpa pamit.
77 bab 77.Dia tidak ada.
78 bab 78.Penyerang yang menyamar.
79 bab 79.Serangan pasukan palsu.
80 bab 80.Keluar untuk menolong.
81 bab 81.Membantu musuh.
82 bab 82.Penyesalan.
83 bab 83.Sampai di gerbang desa.
84 bab 84.Menarik perhatian.
85 bab 85.Membawa dua pria.
86 bab 86.Dua tamu.
87 bab 87.Cerita masa lalu.
88 bab 88.Baru menyadarinya.
89 bab 89.Tidak bisa disembunyikan.
90 bab 90.Sambutan orang tua.
91 bab 91.Ketegasan.
92 bab 92.Mengakhiri pertarungan konyol.
93 bab 93.Pertarungan harus berakhir.
94 bab 94.Meninggalkan mereka berdua.
95 bab 95.Di tinggal berdua di rumah.
96 bab 96.Akhiri kesalahan.
97 bab 97.Dari canggung ke tawa.
98 bab 98.Tidak untuk menunggu.
99 bab 99.Perperangan di utara.
100 bab 100.Datang yang di rindukan.
101 bab 101.Ruangan jenderal Xi.
102 bab 102.Istana Nan.
103 bab 103.Pertempuran.
104 bab 104.Pengumuman di tengah pesta.
105 bab 105.Musim dingin yang berbeda.
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1.Menolak.
2
Bab 2.Terbangun 4 tahun yang lalu.
3
Bab 3.Peperangan di utara.
4
Bab 4.Membuat perhitungan.
5
bab 5.Menyadari kekuatannya.
6
bab 6.Kenangan.
7
bab 7.Mencari sendiri.
8
bab 8.Cerita.
9
bab 9.Pertentangan.
10
bab 10.Kondisi.
11
bab 11.Akan pergi.
12
bab 12.Perjalanan.
13
bab 13.Dewa terbuang.
14
bab 14.Pahlawan tak di kenal.
15
bab 15.Menutupi kepergiannya.
16
bab 16.Kamp perbatasan timur.
17
bab 17.Pandangan mereka.
18
bab 18.Latihan dan penganti.
19
bab 19.Beberapa minggu berlalu.
20
bab 20.Persahabatan teman sekamar.
21
bab 21.Ejekan merubah segalanya.
22
bab 22.Lubang lumpur.
23
bab 23.Alira sungai yang tenang.
24
bab 24.Perkelahian yang tak seharusnya.
25
bab 25.Kembali ke kamp.
26
bab 26.Kebenaran terungkap.
27
bab 27.Surat.
28
bab 28.Tidak menyangka.
29
bab 29.Mengamati.
30
bab 30.Penyerangan tiba-tiba.
31
bab 31.Setelah perang.
32
bab 32.Masuk tanpa permisi.
33
bab 33.Surat jenderal Li.
34
bab 34.Tempat baru.
35
bab 35.Pertanyaan tegas.
36
bab 36.Pertarungan membuktikan diri.
37
bab 37.Ke tempat dia berada.
38
bab 38.Percikan perasaan.
39
bab 39.Amarah musuh.
40
bab 40.Pandangan tak sengaja.
41
bab 41.Masalah tiba-tiba.
42
bab 42.Prajurit yang terluka.
43
bab 43.Gagasan bahaya.
44
bab 44.Fokus perbatasan timur.
45
bab 45.Gagasan kembali.
46
bab 46.Latihan penyamaran.
47
bab 47.Ujian.
48
bab 48.Kecewa.
49
bab 49.Mimpi.
50
bab 50.Kelainan.
51
bab 51.Hati yang resah.
52
bab 52.Menjalankan misi.
53
bab 53.Mengamati.
54
bab 54.Lebih baik pergi.
55
bab 55.Ketertarikan.
56
bab 56.Perayaan.
57
bab 57.Pesta yang terganggu.
58
bab 58.Pergi dari sana.
59
bab 59.Rasa kesal kemarin.
60
bab 60.Pikiran kacau.
61
bab 61.Terbuka.
62
bab 62.Rahasia terbongkar.
63
bab 63.Setelah pengakuan.
64
bab 64.Ke khawatiran tak biasa.
65
bab 65.Kemarahan.
66
bab 66.Peringatan.
67
bab 67.Duel.
68
bab 68.Penyerangan.
69
bab 69.Dua pertarungan.
70
bab 70.Kekuatan yang terlihat.
71
bab 71.Lawan aku.
72
bab 72.Pertarungan mereka.
73
bab 73.Anak panah.
74
bab 74.Dia wanita.
75
bab 75.Pergi sebelum fajar.
76
bab 76.Pergi tanpa pamit.
77
bab 77.Dia tidak ada.
78
bab 78.Penyerang yang menyamar.
79
bab 79.Serangan pasukan palsu.
80
bab 80.Keluar untuk menolong.
81
bab 81.Membantu musuh.
82
bab 82.Penyesalan.
83
bab 83.Sampai di gerbang desa.
84
bab 84.Menarik perhatian.
85
bab 85.Membawa dua pria.
86
bab 86.Dua tamu.
87
bab 87.Cerita masa lalu.
88
bab 88.Baru menyadarinya.
89
bab 89.Tidak bisa disembunyikan.
90
bab 90.Sambutan orang tua.
91
bab 91.Ketegasan.
92
bab 92.Mengakhiri pertarungan konyol.
93
bab 93.Pertarungan harus berakhir.
94
bab 94.Meninggalkan mereka berdua.
95
bab 95.Di tinggal berdua di rumah.
96
bab 96.Akhiri kesalahan.
97
bab 97.Dari canggung ke tawa.
98
bab 98.Tidak untuk menunggu.
99
bab 99.Perperangan di utara.
100
bab 100.Datang yang di rindukan.
101
bab 101.Ruangan jenderal Xi.
102
bab 102.Istana Nan.
103
bab 103.Pertempuran.
104
bab 104.Pengumuman di tengah pesta.
105
bab 105.Musim dingin yang berbeda.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!