NovelToon NovelToon
VELVET & GASOLINE

VELVET & GASOLINE

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Di bawah langit London yang selalu kelabu, Juliatte Fontaine hidup dalam jadwal yang diatur ketat. Baginya, keamanan adalah segalanya.
Maka, ketika gerombolan motor The Ravens menderu di depan gerbang sekolah dengan asap knalpot dan aroma pemberontakan, Juliatte hanya merasakan satu hal, kejijikan.

Puncaknya adalah William Wilson. Cowok itu adalah personifikasi dari semua yang Juliatte benci. William adalah alasan adiknya hampir celaka dalam sebuah tawuran antar-geng motor di Camden. Bagi Juliatte, William adalah kriminal, bagi William, Juliatte hanyalah gadis kaca yang akan pecah jika menyentuh realita.

Namun, sebuah insiden memaksa mereka dalam satu situasi pelarian. Juliatte melihat sisi London yang tak pernah ada di buku sejarahnya, dan William menyadari bahwa gadis kaca ini punya api yang lebih besar dari percikan mesin motornya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Momen Haru

Eleanor tidak membuang waktu. Begitu kesalahpahaman itu reda, ia langsung mengambil alih peran sebagai pelindung utama Juliatte. Ia mengusir William dari kamar utama, menyuruh putranya tidur di sofa, sementara ia sendiri yang menemani Juliatte agar gadis itu merasa aman dan nyaman.

Malam itu, apartemen William yang biasanya maskulin berubah menjadi hangat. Eleanor mulai melakukan hal-hal kecil yang tidak pernah Juliatte dapatkan dari Madam Vivienne. Ia tidak mengukur pinggang Juliatte, sebaliknya, ia mengoleskan krim anti-selulit dengan pijatan lembut di punggung Juliatte yang mulai sering pegal.

"Kau terlalu kurus untuk hamil tujuh bulan, Sayang," bisik Eleanor dengan nada khawatir yang tulus, bukan karena estetika, tapi karena kesehatan. "Mulai besok, Mommy akan memasakkan sup tulang dan nutrisi terbaik. Jangan pikirkan berat badan. Bayimu butuh ibunya kuat."

Saat larut malam tiba, ketika si kembar sudah terlelap di kamar tamu, Eleanor duduk di tepi ranjang di samping Juliatte. Ia mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil dari tasnya. Di dalamnya terdapat sebuah kalung emas putih dengan liontin berbentuk bunga kecil yang sangat cantik.

"Ini milik mendiang ibuku," ucap Eleanor pelan. "Aku menyimpannya untuk diberikan kepada orang yang benar-benar menjadi bagian dari keluarga Wilson. William mungkin berandal, tapi pilihannya tidak pernah salah. Kau adalah bagian dari kami, Juliatte."

Mata Juliatte mulai berkaca-kaca. Ia terbiasa dianggap sebagai investasi atau pajangan oleh orang tuanya sendiri. Mendengar dirinya dianggap sebagai bagian dari keluarga tanpa syarat adalah hal yang sangat baru baginya.

"Tapi Mommy... Ayahku pasti akan sangat marah jika tahu. Aku takut aku hanya akan membawa masalah bagi keluarga kalian," isak Juliatte pelan.

Eleanor tersenyum tenang, ia mengusap air mata di pipi Juliatte dan mengecup keningnya. "Dengar, Sayang. Di keluarga Wilson, kami tidak takut pada Arthur Fontaine. Jika ia ingin perang, ia akan berhadapan denganku dan suamiku. Kau tidak sendirian lagi. Kau punya ibu sekarang. Ibu yang akan memelukmu saat kau takut, bukan ibu yang memberimu timbangan."

Juliatte menangis terisak, namun kali ini ia merasa beban berat di pundaknya luruh. Ia memeluk Eleanor dengan erat, merasakan kasih sayang ibu yang selama ini ia rindukan.

Di luar pintu kamar, William berdiri bersandar di dinding, mendengarkan percakapan itu dengan senyum tipis. Ia tahu, dengan adanya ibunya di sini, Juliatte akhirnya mendapatkan kedamaian yang layak ia dapatkan.

Ketenangan malam itu terusik oleh getaran nyaring dari ponsel Juliatte yang tergeletak di atas nakas. Layar menyala, menampilkan nama "Maman" yang membuat bulu kuduk Juliatte seketika meremang.

Juliatte menatap Eleanor dengan ragu, namun Eleanor hanya mengangguk tenang, memberikan isyarat agar ia mengangkatnya.

Juliatte menyentuh tombol hijau, dan seketika suara dingin nan tajam Madam Vivienne memenuhi ruangan.

"Juliatte? Kenapa lama sekali mengangkatnya? Kau sedang apa?" tanya Vivienne tanpa basa-basi atau sekadar menanyakan kesehatan putrinya.

"Aku... aku baru saja selesai belajar, Maman," jawab Juliatte, suaranya sedikit bergetar.

"Bagus. Kau harus tetap bersinar di Oxford, jangan biarkan nilaimu turun sedikit pun. Dan ingat," suara Vivienne merendah, terdengar seperti ancaman yang dibungkus nasihat. "Madam harap kau tetap menjaga berat badanmu. Jangan sampai kau kembali ke London dengan pipi yang tembem atau tubuh yang melar. Kau adalah wajah keluarga Fontaine. Kecantikanmu adalah aset terkuat kita."

Juliatte melirik perutnya yang buncit, lalu menatap Eleanor yang kini rahangnya mulai mengeras mendengar ucapan Vivienne.

"Dan ada berita penting," lanjut Vivienne dengan nada yang tiba-tiba ceria, namun terasa mematikan. "Ayahmu dan aku sudah menemukan kandidat baru yang jauh lebih sempurna dari Sebastian. Dia putra dari keluarga bangsawan Perancis yang memiliki jaringan perhotelan di seluruh Eropa. Pertunangan kalian akan diresmikan saat liburan semester ini. Jadi, pastikan kau tetap sempurna saat dia menemuimu nanti."

Juliatte merasa dunianya seolah ditarik paksa. "Madam, tapi aku... aku sedang fokus pada studiku..."

"Tidak ada bantahan, Juliatte. Persiapkan dirimu. Madam tidak mau mendengar alasan apa pun. Selamat malam."

Klik. Sambungan terputus.

Juliatte menjatuhkan ponselnya ke atas kasur, tubuhnya mendadak lemas. Namun, sebelum ketakutan itu menguasainya, Eleanor segera mengambil ponsel tersebut dan melemparkannya ke sudut ruangan dengan wajah penuh amarah yang tertahan.

"Menjaga berat badan? Tunangan baru?" desis Eleanor. Ia berbalik dan menangkup wajah Juliatte, menatapnya dengan api perlindungan di matanya. "Dengar Mommy, Juliatte. Kau tidak akan pergi ke mana pun. Dan kau tidak akan bertunangan dengan siapa pun kecuali putraku."

Eleanor segera berdiri dan berjalan menuju pintu kamar. "William! Masuk ke sini sekarang!"

William yang sejak tadi menguping di balik pintu langsung masuk dengan wajah yang gelap. Ia mendengar semuanya. Amarahnya memuncak hingga urat-urat di tangannya menonjol.

"Mommy sudah memutuskan," ucap Eleanor tegas pada William. "Besok pagi, kita pindahkan semua barang Juliatte, Dia tidak boleh tinggal di tempat yang lokasinya mudah diketahui oleh orang tuanya. Kita bawa dia ke salah satu villa pribadi keluarga Wilson di pinggiran Oxford yang dijaga ketat."

William mengangguk, lalu berjalan ke arah Juliatte dan menariknya ke dalam pelukan yang sangat posesif. "Mereka ingin menjodohkanmu lagi, hm? Kurasa mereka lupa bahwa ada satu nyawa Wilson yang sedang tumbuh di perutmu. Biarkan mereka bermimpi tentang bangsawan Perancis itu, karena kenyataannya, kau sudah terikat denganku selamanya."

William mencium kening Juliatte dengan penuh penekanan. "Tenanglah, Sayang. Besok, kita akan membuat mereka sadar bahwa Juliatte Fontaine sudah lama mati, dan yang ada hanyalah calon Nyonya Wilson."

🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear😍😍😍

1
Zoya Humaira
Akuu sukaaaa tthoor,,💪💪💪
Zoya Humaira
Kereeeen otoor ,,,tetap semangaat yaaa
Fbian Danish
wow... crazy up...... tingkyu otor,....😄😄
Fbian Danish
terima kasih update nya Thor.... ceritamu bagusss sekali sukakkkkkkkkkkkk❤️❤️❤️
Lisna
suka banget sama cerita yang inii😍😍
Lisna
thor ini udah jam 8 lebihh🤭🤭nungguin🤭🤭
Ros_10: Terharuuu😍😍😍
total 1 replies
Lisna
lanjutt kakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!