NovelToon NovelToon
Menikahi Tukang Parkir Misterius Demi Warisan

Menikahi Tukang Parkir Misterius Demi Warisan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:176.2k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Demi warisan ibunya, Zelia nekat menikahi tukang parkir bernama Arelion—pria asing yang pernah menyelamatkannya.

Malam sebelum pernikahan impiannya, ia memergoki tunangannya selingkuh dengan adik tirinya, dan ayahnya ternyata ikut merencanakan perebutan perusahaan.

Pernikahan kontrak ini adalah balas dendam sekaligus pelindung terakhirnya.

Tapi di balik sikap dingin dan penampilan sederhana Arelion, tersimpan rahasia besar yang akan mengubah segalanya... termasuk hati Zelia yang sudah hancur..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Balas Dendam di Pelaminan

Fero menghampiri Zelia dengan langkah cepat. Jantungnya berdebar tak beraturan, entah karena gugup… atau firasat buruk yang sejak tadi tak mau hilang.

Zelia tetap tersenyum. Tenang. Terlalu tenang. Fero mengulurkan tangan. Zelia menyambutnya tanpa ragu.

Mereka berjalan berdampingan menuju meja akad, diiringi tatapan para tamu yang penuh rasa ingin tahu.

Di kursi depan, Atyasa menarik napas lega. Dian menggenggam tangan Desti pelan.

Ketegangan mereka perlahan mencair. Akhirnya… semua berjalan sesuai rencana.

Penghulu mulai berbicara, suasana menjadi hening.

“Saudara Fero Alfredo, apakah Anda bersedia menikahi Saudari Zelia Maheswari…?”

“Ya, saya bersedia,” jawab Fero mantap tanpa ragu.

Beberapa tamu tersenyum. Ada yang bertepuk tangan kecil.

Lalu penghulu menoleh pada Zelia.

“Saudari Zelia Maheswari, apakah Anda bersedia menikah dengan Saudara Fero Alfredo…?”

Hening.

Satu detik.

Dua detik.

Zelia tersenyum tipis.

“Tidak.”

Suaranya jelas. Tegas. Tanpa keraguan.

Ballroom mendadak sunyi. Udara seakan membeku. Semua mata tertuju pada Zelia.

“Zelia… jangan bercanda,” ucap Fero dengan suara rendah. Jantungnya berdegup kencang.

“Aku tidak bercanda,” jawab Zelia tenang.

“Zelia, banyak tamu undangan di sini,” kata Atyasa, berusaha menahan emosi sambil melirik ke arah para tamu.

“Sayang…” panggil Dian lembut, jelas menyimpan kekhawatiran pernikahan hari ini gagal.

Desti hanya menatap Zelia tanpa kata, wajahnya tegang.

“Pak, lanjutkan saja. Zelia memang suka bercanda,” kata Fero mencoba tersenyum. Ia meraih tangan Zelia.

Namun Zelia menepisnya.

“Aku bilang aku tidak bersedia,” ucapnya tegas.

“Zelia!” Fero berusaha menahan diri, tangannya terkepal erat. “Apa sebenarnya yang kamu mau?”

Zelia berdiri tegak. Tatapannya menyapu seluruh ruangan.

“Malam ini saya umumkan bahwa pernikahan saya dengan Fero Alfredo… dibatalkan.”

Bisik-bisik langsung pecah di antara para tamu.

“Zelia, apa kau sudah gila?” wajah Fero memerah menahan amarah. “Perusahaan ibumu akan tetap dikelola Om Atyasa kalau kamu tidak menikah hari ini.”

Zelia tersenyum. Senyum yang tak sampai ke mata. “Siapa bilang aku belum menikah?”

“Zelia!” geram Fero.

Atyasa, Dian, dan Desti saling bertatapan. Ketegangan langsung terasa.

Bisik-bisik semakin jelas.

“Apa maksudnya?”

“Drama apa ini?”

“Jadi pernikahannya batal?”

Namun perhatian semua orang mendadak teralihkan saat pintu ballroom kembali terbuka.

Ruangan seketika sunyi.

Seorang pria berdiri di ambang pintu. Tuksedo hitam jatuh sempurna di bahu lebarnya. Ia melangkah masuk dengan langkah mantap. Suara sepatu kulit yang beradu dengan lantai marmer terdengar jelas di tengah keheningan.

Tap. Tap. Tap.

Rambutnya tersisir rapi. Rahangnya tegas. Pembawaannya tenang, tapi tatapannya tajam. Aura wibawa terpancar kuat dari setiap langkahnya.

Bisik-bisik kembali terdengar, kali ini lebih pelan… lebih tak percaya.

“Siapa dia?”

“Astaga… tampan sekali.”

Jantung Fero berdegup semakin kencang saat Are melangkah mendekat.

Atyasa dan Dian terdiam tanpa kata, sementara Desti terpaku, matanya tak lepas dari wajah tampan pria itu.

Langkah Are berhenti tepat di depan Zelia.

Tanpa ragu, Zelia meraih dan memeluk lengan pria itu dengan posesif.

“Perkenalkan,” ucapnya tenang namun jelas terdengar ke seluruh ruangan, “ini suamiku. Are Pradana.”

Semua orang saling pandang.

“Cukup, Zelia!” Fero hampir kehilangan kendali. “Kita sudah bertunangan lima tahun! Pernikahan ini sudah kita rencanakan sejak lama. Kenapa kamu bertingkah kekanak-kanakan begini? Suruh dia menyingkir, kita lanjutkan pernikahan ini!”

Fero menarik tangan Zelia, namun Zelia langsung menepisnya.

“Lepas. Sudah kubilang pernikahan kita batal. Aku sudah menikah.” Ia menoleh pada Are, matanya melembut. “Sayang, tunjukkan buktinya.”

Are mengeluarkan buku nikah dari sakunya, membukanya, lalu menunjukkannya ke arah para tamu.

Desahan kaget langsung memenuhi ruangan.

“Astaga… mereka benar-benar sudah menikah…”

“Itu buku nikah asli…”

“Gak… gak mungkin!” Fero mencoba merebutnya, tapi Are sudah lebih dulu menyimpannya kembali dengan tenang.

“Zelia, kamu mengkhianati aku!”

Zelia tertawa pendek. Dingin. “Aku?” Ia menunjuk dirinya sendiri. “Mengkhianati kamu?” Tangannya beralih menunjuk Fero.

“Selama lima tahun kita bertunangan, aku sudah banyak berkorban untukmu.”

“Itu wajar!" potong Fero cepat. "Aku pernah menyelamatkan nyawamu!”

“Kalau begitu, hutang budiku sudah lunas,” balas Zelia datar. “Karena sudah terlalu banyak yang kuberikan padamu.”

“Mana bisa begitu! Kita sudah berjanji menikah!”

“Janji itu selesai,” suara Zelia berubah tajam, “saat kamu tidur dengan wanita lain.”

Wajah Fero langsung memucat. “Aku gak pernah mengkhianati kamu!”

Desti maju selangkah. “Kak… kalau kakak sudah gak cinta sama Kak Fero, jangan mempermalukan dia seperti ini. Kak Fero sangat mencintai Kakak.”

Zelia tersenyum tipis. Tajam. “Mencintaiku… sampai berbagi ranjang denganmu?”

Mata Atyasa, Dian, Desti, dan Fero langsung membesar. Desti tanpa sadar mundur selangkah.

“Kak, jangan fitnah aku!” suara Desti bergetar. “Aku memang sering jalan sama Kak Fero, tapi cintanya cuma buat kakak!”

“Cukup.” Zelia mengangkat tangan. “Mulai hari ini aku dan Fero tidak punya hubungan apa-apa lagi. Kalau kamu menyukai dia... ambil saja. Aku gak suka barang bekas," katanya penuh penekanan.

"Kau---" Fero mengepalkan tangannya erat. Giginya mengatup kuat.

Zelia tak peduli. Ia beralih menatap ayahnya. "Dan Tuan Atyasa, besok kita tanda tangan serah terima perusahaan.”

“Zelia!” Fero menahan tangannya. “Kamu hanya boleh menikah denganku!”

Tatapan Zelia berubah dingin menusuk. “Kalau kamu bersikeras… aku akan sebarkan video kalian.”

“Jangan omong kosong,” desis Fero.

Zelia menjentikkan jarinya.

Layar besar yang seharusnya menampilkan foto prewedding mereka tiba-tiba berubah menjadi rekaman mesum Fero dan Desti.

Ruangan langsung gempar.

"Astaga...dia selingkuh."

"Menjijikan."

"Ternyata pria brengsek."

“Dia orang yang seharusnya kamu nikahi," Zelia menunjuk ke arah Desti. "bukan aku,” ucapnya dingin.

Ia menoleh pada Are, memeluk lengannya mesra. “Ayo Sayang, kita pulang.”

"Zelia!" seru Fero, tapi Zelia tak tak menghiraukannya.

Ia dan Are berjalan keluar ballroom dengan tenang, meninggalkan Fero yang frustrasi. Meninggalkan Atyasa, Dian, dan Desti yang membeku dalam rasa malu di tengah bisik-bisik para tamu.

"Untung aku merekam perbuatan mesum mereka," batin Zelia.

***

Zelia membawa Are ke sebuah apartemen yang baru ia beli pagi tadi.

Interiornya minimalis, bersih, tapi terasa hangat. Cahaya lampu kuning lembut membuat ruangan itu terasa tenang, kontras dengan kekacauan yang baru saja mereka tinggalkan.

“Ada dua kamar di sini,” ujar Zelia sambil meletakkan tasnya. “Kamar utama milikku. Kamu di kamar sebelah.”

Ia menunjuk pintu di sisi kanan.

“Aku sudah membelikan beberapa pakaian untukmu.”

Are hanya mengangguk singkat. “Terima kasih.”

Tanpa banyak bicara, ia langsung masuk ke kamar itu.

Zelia berdiri di tempatnya, menatap punggung pria itu sampai pintu tertutup.

“Astaga…” gumamnya pelan, matanya berbinar. “Dia benar-benar gagah dan tampan. Bahkan Fero pun kalah.”

Alisnya berkerut.

“Auranya… bukan aura orang biasa. Kenapa bisa jadi tukang parkir?”

Ia menghela napas kecil.

“Misterius sekali…”

Zelia lalu masuk ke kamarnya sendiri. Begitu pintu tertutup, ia menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur dan mengambil ponselnya.

Layar langsung dipenuhi notifikasi.

Berita tentang batalnya pernikahannya sudah viral di media sosial.

Judul-judul sensasional bermunculan.

— Pengantin Wanita Tolak Ijab Kabul di Depan Tamu

— Siapa Pria Tampan yang Mengaku Suami Zelia?

— Skandal Pernikahan Keluarga Alfredo

Kolom komentar dipenuhi spekulasi.

Semua orang penasaran siapa pria yang berjalan keluar ballroom bersamanya.

Termasuk Fero, Atyasa, Dian, dan Desti.

Di rumah keluarga Zelia.

Keempat orang itu berkumpul di ruang tengah dengan wajah tegang.

“Anak itu belum pulang,” ucap Dian cemas.

“Dari mana pria itu?” gumam Desti pelan. “Apa pria bayaran?”

Atyasa menatap mereka tajam.

“Siapa pun dia, rencana kita gagal hari ini karena kalian berdua.” Tatapannya bergantian pada Fero dan Desti. “Kalian terlalu ceroboh.”

Fero mengepalkan tangan, rahangnya mengeras.

“Padahal rencana kita tinggal sedikit lagi,” lanjut Atyasa dingin.

Ruangan menjadi hening sesaat.

“Sekarang yang terpenting,” katanya lagi, “cari tahu siapa pria itu.” Tatapannya menyipit penuh perhitungan. “Mungkin… kita bisa menemukan celah untuk membalikkan keadaan lewat dia.”

Fero mengangkat wajahnya perlahan. Tatapannya gelap.

“Kupastikan dia akan menyesal karena merusak rencana kita yang hampir berhasil.”

 

...✨“Hari ini aku tidak datang untuk menikah… aku datang untuk mengakhiri.”✨...

.

To be continued

1
Hariyanti
ceritanya bagus dan menyenangkan 😘😘😘😘
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Terima kasih KK 🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Pa Muhsid
ob bawa rujak cingur dan bajigur beuh mantep
Pa Muhsid
buset si otor pintar banget ya main perasaan pembaca
Pa Muhsid
kata aku are itu penguasa yang berputar haluan karena kondisi
anonim
Zelia sudah menemukan kebahagiaan yang lama telah hilang kini mempunyai keluarga utuh. Ada suami, anak, Papa walaupun mertua, Ibu yang juga mertua.

Are juga menemukan kebahagiaan, menikah dengan gadis yang pernah menyelamatkan dirinya.

Pradana juga bisa bernapas lega. Tidak Putranya tidak meninggalkan dirinya. Putranya tidak lagi sendiri.

Dan mempunyai penerus keluarga.

**Terima kasih Author, cerita yang bagus dengan ending sempurna. Sehat selalu, penuh Berkat dan RahmatNYA🙏🏻👍🏻👍🏻💖
anonim: Amiiin. Sama-sama kembali kasih Mbak Nana 🙏🙏
total 2 replies
anonim
Mereka berdua ini seakan-akan lupa akan dosa-dosanya. Perbuatan mereka sangat kejam terhadap Zelia.

Sudah hidup nyaman. Rumah. Uang. Fasilitas. Semua dari Ibunya Zelia.

Mereka tidak tahu diri. Menjebak Zelia. Berniat mengambil semua yang Zelia miliki. Dan hampir membuat Zelia kehilangan anaknya.

Kini Desti dan Dian harus menerima konsekuensinya. Kehilangan segalanya bahkan sudah tidak memiliki harga diri lagi karena ulah mereka sendiri.
anonim
Are sudah berada di gedung Angkasa Group.

Desti dan Dian menurunkan harga diri mereka dengan berlutut di depan Zelia.

Desti minta maaf pada Zelia. Pengakuan yang di buat-buat. Sudah terlambat. Hampir merenggut nyawa Zelia dan anak dalam kandungannya.

Dian apa lagi. Pengakuan yang di buat-buat menurut versinya sendiri.

Intinya mereka berdua sudah tidak punya apa-apa, minta dikasihani.
anonim
Are menyiapkan tempat dan modal awal untuk buka bengkel sebagai ucapan terima kasih pada Jaka yang tidak memilih pergi malam itu.

Masa depan Jaka jadi jelas.
anonim
Dian dan Desti menerobos masuk kantor Angkasa Group.

Desti menepis tangan Satpam yang menghadang.

Zelia mendengar suara gaduh dari lobby.

Typo Author, Bu Desti dan Nona Dian. Staf-nya keliru sebut yang mana Ibu yang mana anak.

Zelia akan menemui mereka.
anonim
Are menghubungi Jaka memastikan apa yang dilihat Jaka malam itu. Apa Jaka yakin ?

Yakin seratus persen dan Jaka siap jadi saksi.

Are kembali mengusut peristiwa yang dialami Wina. Bukti-bukti dikumpulkan.
Berkas diserahkan ke kantor polisi.

Nama Viola disebut secara resmi.

Viola tidak datang ketika ada pemanggilan. Melarikan diri.

Tidak lama Viola ditemukan.

Viola masuk sel.

Are menemuinya.

Viola - semua yang dilakukan karena tidak mau kehilangan Are.
anonim
Jaka teman Are tidak sengaja melihat berita dari ponselnya.

Video yang dilihat menampilkan wajah seorang wanita.

Tiba-tiba muncul di ingatannya. Jaka memastikan apa yang dilihat.

Peristiwa malam kecelakaan yang terjadi pada Wina terlintas di benaknya.

Jaka fokus kembali ke layar.

Wanita itu yang menabrak Bu Wina waktu itu. Jaka yakin sekali.

Jaka menghubungi Are lewat ponselnya.
anonim
Are kembali ke rumah sakit. Wina memberi kabar kalau Zelia sudah diperbolehkan pulang.

Are mengajak pulang.
Dan mengatakan pulang ke rumah kita. Aku, kamu, anak kita, papa dan Ibu.

Zelia melamunkan kehidupan di masa lalunya. Sampai ditanya Are - kenapa melamun.

Akhirnya Zelia pulang dengan jemarinya menggenggam lengan Are.
anonim
Semalam Zelia bisa tidur nyenyak lagi dalam pelukan Are.

Walau masih marah, Zelia tidak pergi menghindar dari Are.

Pagi hari Are bangun duluan. Zelia masih terlelap. Are memberikan kecupan singkat di pipi Zelia.

Are yang sudah dengan pakaian rapi siap berangkat ke kantor.

Are menatap Zelia yang masih meringkuk, lalu memberi kecupan di keningnya.

Are pamit ke kantor.
anonim
Malam hari Zelia siap untuk tidur. Mata sudah terpejam.

Merasa ada pergerakan di sisinya.

Are yang merindukan istrinya dan ingin dekat dengan anaknya.

Zelia tidak suka, didorongnya bahu Are. Are tidak bergeser sedikitpun.

Lengan Are melingkar di pinggang Zelia. Zelia mencoba melepaskan diri, tidak bisa.

Akhirnya Zelia tidak menolak pelukan dari Are. Sejatinya Zelia tidak benar-benar ingin menjauh.
anonim
Are kembali ke rumah sakit. Yang ada di ruang rawat cuma Wina. Zelia di kamar mandi.

Wina di suruh istirahat, Are yang jaga Zelia.

Are membuka pintu kamar mandi - Zelia kaget pastinya.

Zelia telanjang bulat. Are suaminya gitu loh. Di suruh keluar.

Are juga mau mandi.

Are mode merayu. Dipraktekkan apa yang dikatakan manajernya waktu itu 😄. Sayangnya Zelia masih marah
anonim
Zelia mau pulang. Merasa bosan. Juga tidak ingin meninggalkan tanggung jawabnya terlalu lama.

Are sudah menempatkan orang-orangnya di kantornya Zelia.

Yang satu pingin kembali. Yang satunya ingin di sini, di sisinya.

Pradana datang ke ruang rawat Zelia. Ingin mengetahui kondisi Zelia.

Zelia mengatakan - sudah lebih baik. Akan pulang. Kembali ke kehidupannya.

Zelia bicara panjang lebar tentang kehidupannya. Semua yang dibicarakan orang-orang, Zelia utarakan.

Pradana juga bicara panjang lebar. Bicara jujur, yang awalnya menolak karena apa yang ada di belakang Zelia.

Pradana juga minta maaf atas kejadian kemarin pada Zelia dan menyebut dirinya "Papa" untuk Zelia.

Are dan papanya sudah bicara banyak. Tinggal Zelianya maunya bagaimana lagi setelah mendengar itu semua.
anonim
Veyron gerak cepat atas instruksi yang diberikan Are.

Satu persatu orang-orang yang berada di malam itu mulai jatuh.

Are mengeluarkan pernyataan resmi terkait putusnya kerjasama dengan perusahaan milik keluarga Viola.

Semua akses di tutup.

Ayah Viola menyadari, sudah tidak punya langkah lagi.
anonim
Are terbangun. Aksi kecil penuh perhatian ia lakukan pada Zelia.

Are kesiangan. Berjalan cepat ke kamar mandi.

Zelia membuka mata. Dia merindukan Are. Tapi rasa kesalnya masih menggunung 😄.

Are pamit ke kantor - tak ada respon dari Zelia.

Are mengecup kening Zelia. Zelia tidak menghindar.

Zelia menyentuh keningnya, bekas kecupan.
anonim
Benar-benar nyaman tidur nyenyak pasangan suami istri, sampai Veyron ketuk pintu, tetap tidak terbangun.

Pilihan Veyron bijaksana. Dia pergi tanpa membangunkan.

Zelia terbangun. Hangat dalam pelukan Are - mata masih terpejam. Zelia hampir menolak keberadaan Are. Tangannya hendak mendorong dada Are. Belum sadar kalau Are yang memeluknya.

Zelia membuka mata - baru sadar Are yang memeluk dalam tidurnya.

Zelia membiarkan dirinya dalam pelukan Are. Kembali memejamkan mata. Pura-pura masih terlelap.
anonim
Zelia tidur nyenyak dalam pelukan Are.

Perawat dan Wina mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamar perawatan.

Wina memberi isyarat pada perawat untuk diam ketika ingin bicara.

Wina berbisik pada perawat untuk membiarkan mereka tidur sebentar. Anak dan menantunya akhir-akhir ini kurang istirahat.

Mereka keluar, pintu ditutup pelan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!