NovelToon NovelToon
Its Always Been You, Fraya

Its Always Been You, Fraya

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama / Enemy to Lovers
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Juno Bug

Damian Harding terbiasa mendapatkan apa pun yang ia inginkan. Ia adalah pusat semesta Milford Hall—ditakuti, dipuja, dan tak pernah ditolak.

Sampai Fraya Alexandrea datang.

Gadis Indonesia yang tak tertarik pada popularitas, tak gentar pada reputasi, dan tak mau tunduk pada nama besar Harding.

Penolakan Fraya bukan sekadar luka bagi Damian—itu menjadi tantangan. Apa yang dimulai sebagai permainan ego perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih gelap.

Rindu. Candu. Obsesi.

Dan di sekolah elite yang penuh rahasia itu, tidak semua cinta datang dengan cara yang indah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juno Bug, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Between Adjectives and Misguided Heartbeat

Damian akhirnya berhenti tertawa, meski sisa-sisa binar jenaka masih terlihat jelas di matanya yang biru. Ia meraih kotak makan biru yang tadi dilemparkan Fraya dan membukanya perlahan. Aroma manis cookies cokelat buatan rumah langsung menyeruak, jauh lebih menggoda daripada makanan katering mewah yang biasa ia santap.

​"Setidaknya kamu punya selera yang bagus untuk urusan kue," gumam Damian sambil mengambil satu keping. Ia menggigitnya, lalu mengangguk puas.

"Oke. Karena 'asupanku' sudah terpenuhi, mari kita mulai sebelum kamu benar-benar menusukku dengan gunting."

​Fraya hanya mendengus, namun ia akhirnya duduk di hadapan Damian. Ia membuka kamus tebalnya dengan gerakan kasar, seolah-olah kertas di dalamnya adalah musuh bebuyutan.

​"Kita mulai dari mana? Grammatik? Atau langsung ke percakapan?" tanya Fraya ketus.

​Damian menumpu dagu dengan satu tangan, sementara tangan lainnya membolak-balik halaman buku catatan Fraya. Ia diam-diam memperhatikan tulisan tangan gadis itu-rapi, kecil-kecil, dan penuh dengan catatan kaki yang detail. Tipikal murid ambisius.

​"Kita mulai dari hal yang paling dasar, Fraya. Mengapa lidahmu selalu kelu saat mengucapkan kata kerja berakhiran -en?" Damian menggeser kursinya sedikit lebih dekat. "Coba ikuti aku. Ich liebe dich."

​Fraya mengernyitkan dahi. "Aku tidak bodoh, Damian. Aku tahu arti kalimat itu. Pilih contoh lain yang tidak mengandung unsur rayuan murahan."

​"Itu hanya contoh tata bahasa, Miss Alexandrea. Jangan terlalu percaya diri," sahut Damian santai, meski sebenarnya ia sedang menahan senyum. "Cepat, katakan."

​Fraya menghela napas panjang, lalu bergumam dengan aksen yang masih sangat kaku, "Ich liebe dich. Puas?"

​Damian terdiam sejenak. Mendengar kalimat itu meluncur dari bibir Fraya-meski dalam konteks belajar-ternyata memberikan efek yang aneh di dadanya. Ada getaran kecil yang tidak seharusnya ada di sana.

​Ia mengalihkan pandangan dari buku dan menatap Fraya yang kini sedang sibuk mencatat sesuatu. Di bawah sinar matahari sore yang mulai menguning di pinggir lapangan baseball, sosok di depannya tampak... berbeda. Beberapa helai rambut hitam yang keluar dari kunciran asalnya berkibar tertiup angin, jatuh di sisi wajahnya yang mulus. Sinar matahari itu seolah menonjolkan warna kulit gadingnya yang sehat.

​Damian baru menyadari satu hal yang selama dua minggu ini ia abaikan karena rasa pongahnya: Fraya Alexandrea benar-benar cantik. Bukan kecantikan yang mencolok dan penuh polesan seperti gadis-gadis pengikutnya, melainkan kecantikan yang alami, berani, dan tajam. Ada kekuatan di matanya yang membuat Damian mendadak lupa dengan daftar instruksi Axel.

​"Kenapa diam saja?" Fraya mendongak, mendapati Damian yang sedang menatapnya tanpa berkedip. "Wajahku ada yang salah?"

​Damian berdehem, segera mengembalikan ekspresi datarnya.

"Aksenmu. Masih sangat buruk. Seperti robot yang kehabisan baterai."

​"Son of a bitch," umpat Fraya, kembali menunduk ke bukunya. Damian nyaris saja mau meledak dalam tawa mendengar Fraya mengumpat seperti pelan seperti itu.

​Satu jam berlalu dengan perdebatan kecil di sela-sela materi. Damian ternyata adalah guru yang sangat teliti-dan menyebalkan. Ia akan menyuruh Fraya mengulang satu kata sampai sepuluh kali hanya karena penekanan huruf yang sedikit meleset.

​"Ulangi lagi. Wirtschaftswissenschaften," perintah Damian.

​"Wirt-schafts-wissen-schaf-ten. Ya Tuhan, kenapa bahasa ini panjang sekali, sih!" Fraya menjatuhkan kepalanya ke atas meja, emosi sekaligus frustrasi.

​Damian terkekeh pelan. Ia tidak sadar tangannya bergerak sendiri, hendak mengusap puncak kepala Fraya, namun ia segera menariknya kembali sebelum jemarinya menyentuh rambut hitam itu.

​"Itu artinya ekonomi. Kamu mau masuk Oxford, kan? Kamu harus terbiasa dengan kata-kata rumit," ujar Damian lembut-terlalu lembut untuk ukuran seorang Damian Harding.

​Fraya mengangkat kepalanya, menatap Damian dengan pandangan menyelidik.

"Kamu... kenapa tiba-tiba jadi baik?"

​Damian tersentak. Ia segera memundurkan kursinya, memasang kembali topeng keangkuhannya. "Aku hanya tidak ingin Mrs. Crabtree memecatku sebagai tutor karena muridnya terlalu lamban. Itu akan merusak reputasiku."

​Fraya mencibir. "Reputasi sebagai pangeran sempurna? Dasar narsis."

​Fraya mulai membereskan buku-bukunya karena hari sudah mulai gelap. "Jumat depan di sini lagi? Atau kamu mau menyuruhku membawakan lobster kali ini?"

​"Cookies tadi sudah cukup untuk sementara," sahut Damian sambil berdiri. Ia memerhatikan Fraya yang sedang menyampirkan tas ranselnya.

"Dan Fraya?"

​Fraya menoleh, alisnya terangkat. "Apa?"

​"Kunciran rambutmu... sedikit berantakan," ujar Damian pelan.

​Fraya refleks memegang kuncirannya, wajahnya sedikit memerah karena malu.

"Ini karena aku pusing belajar sama kamu!" Ia langsung berbalik dan berjalan cepat meninggalkan lapangan.

​Damian berdiri di sana, menatap punggung Fraya yang menjauh. Ia merasakan jantungnya berdegup sedikit lebih kencang dari biasanya. Ia merogoh sakunya, mengambil ponsel yang bergetar.

Sebuah pesan dari Axel muncul di layar.

​Bagaimana progresnya?

​Damian menatap pesan itu dengan perasaan muak yang mendalam. Ia memasukkan ponselnya kembali tanpa membalas. Untuk saat ini, Damian seolah tengah tenggelam dalam area 'abu-abu'. Karena sebelum ini, Damian yakin kalau mengerjainya Fraya sampai cewek itu akhirnya luluh pada pesona Damian tidak perlu usaha lebih. Tapi setelah baru satu hari ini terlewati ada sesuatu dalam hati Damian yang anomali. Sesuatu asing yang hampir tidak pernah dirasakannya satu kalipun dalam hidup Damian.

Ada perasaan tidak yakin saat ini. Ia tidak yakin saat ini siapa yang sebenarnya sedang berada dalam bahaya-Fraya, atau justru dirinya sendiri yang mulai terjerat oleh pesona gadis yang seharusnya ia hancurkan itu.

1
Ris Andika Pujiono
aku baca cerita ini seperti ninton film
bukan sekedar cerita receh. Sayang sekali baru dpt sedikit peminat. padahal kalo ditilik dari sisi kualitas cerita ngga kalah dari cerita2 best seller di Toon penulisannya rapi, cara berceritanya elegan. kak terus semangat menulis ya 🥰💪💪
Ris Andika Pujiono: asyik bisa ditungguin dong. sampai tamat 😎🥰🫰
total 4 replies
Ris Andika Pujiono
kaan Alana keluar 😔😎
Ris Andika Pujiono
kini aku punya hobby baru
nungguin up date ceritamu
kereeeeen 🥰🥰🥰🥰
Ris Andika Pujiono
omG sepertinya akan banyak masalah diantara mereka 😔😔😔😔😔
terima kaaih kak udah upp
Ris Andika Pujiono
kasian Damian 🥲
Ris Andika Pujiono
awas lu Damian sampe nyakitin Fraya 😎
Ris Andika Pujiono
yg baca senyum2 sendri thor
sungguh ceriamu bagusss 🙏😍
Ris Andika Pujiono
semoga semoga kalian baik2 saja Fraya & Damian
Ris Andika Pujiono
seruuuuuuu aku suka ceritamu kak
up terus ya tiap hari sampai tamat
janji 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Ris Andika Pujiono
Frayaaaa 🥲
Ris Andika Pujiono
cetita bagus begini g ada yg like sih🥲
Ris Andika Pujiono
Damiaaaan jatuh cintaaa
baca sambil ngabuburit
Ris Andika Pujiono
ehemmmm
Ris Andika Pujiono
🥰🥰🥰🙏
Ris Andika Pujiono
Fraya?????
Ris Andika Pujiono
semoga happy ending
Ris Andika Pujiono
awesome💪💪💪💪💪
Ris Andika Pujiono
kok baru nemu sih. jgn sampai hiatus yaa aku tungguin sampai tamat🥰
Ris Andika Pujiono
wow i like it ... 💪
Ris Andika Pujiono
cie cie cieeeeee 🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!